Articles

Husøy, Norway: Tuhan Menyimpan Kejutan di Tempat yang Tidak Kita Rencanakan…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Husøy, Norway:Tuhan Menyimpan Kejutan di Tempat yang Tidak Kita Rencanakan…

“Bye Bye Lofoten…”
Bus kami perlahan meninggalkan kepulauan yang selama bertahun-tahun saya idamkan.

Tujuan berikutnya adalah Sommarøy.

Namun karena jaraknya terlalu jauh untuk ditempuh sekaligus, kami harus bermalam terlebih dahulu di Husøy, sebuah pulau kecil di ujung Senja Island.

Saat itu saya menganggapnya hanya sebagai tempat transit.
Sekadar tempat menginap semalam sebelum melanjutkan perjalanan.

Saya tidak tahu bahwa Tuhan sedang menyiapkan kejutan.

Perjalanan dari Svolvær menuju Husøy ternyata menjadi bagian dari pengalaman yang tak terlupakan.

Kami menyusuri National Scenic Route Senja, jalur ikonik sepanjang pantai yang sering disebut sebagai salah satu rute terindah di Norwegia.

Tidak heran jika banyak orang menjuluki negeri ini sebagai Stairway to Heaven, Tangga menuju Surga.

Sepanjang perjalanan, mata seolah tidak pernah diberi kesempatan untuk bosan.

Gunung.
Laut.
Salju.
Langit.
Semuanya bergantian memamerkan kecantikannya.

Di laut berkali-kali terlihat lingkaran-lingkaran besar mengapung.

“Itu salmon farm,” kata B. Rita.

Mereka menyebutnya Ring of Money.
Lingkaran uang.
Gudang duit.
Dan memang benar.
Di balik lingkaran-lingkaran sederhana itu tersimpan salah satu kekayaan terbesar Norwegia, Salmon.

Lalu menjelang tiba di Husøy, bus berhenti.

Pulau mungil yang berdiri sendiri di tengah laut dan hanya dihubungkan oleh sebuah jembatan pendek ke daratan utama Senja.

Kami berfoto bersama.
Dan saya langsung terpana.

Di tengah lautan berdiri sebuah pulau kecil yang cantik.
Sebagiannya dikelilingi gunung hijau.
Di sisi lain berdiri gunung batu hitam yang dihiasi salju abadi.

Pemandangan itu begitu memukau.
Begitu asli.
Begitu murni.

Sampai-sampai saya bingung harus memilih foto yang mana untuk mewakilinya.

Setiap sudut terasa layak menjadi kartu pos.

Barulah saya teringat sesuatu.
Bertahun-tahun lalu ketika merencanakan perjalanan sendiri bersama P. Indra, saya memang pernah membaca tentang Husøy.

Saya tahu, salah satu pilihan menginap di Senja Island ya .. di Husøy.
Tetapi saya tidak pernah benar-benar memperhatikannya.

Saya tidak sadar bahwa tempat ini sesungguhnya salah satu impian kecil yang selama ini tersimpan di hati saya.

Saya selalu membayangkan suatu hari bisa menginap di sebuah pulau kecil yang terpencil.

Dikelilingi laut, gunung cantik, burung-burung beterbangan, dengan kicaunya…
Jauh dari keramaian.

Dan ternyata tanpa saya sadari, Tuhan sedang membawa saya tepat ke tempat seperti itu.

Ketika memasuki kamar hotel, saya kembali dibuat terdiam.

Bangunannya mengingatkan saya pada rorbuer, rumah nelayan khas Norwegia.
Tetapi versi modern.
Hangat.
Minimalis.
Elegan.

Yang paling memukau adalah jendela kaca raksasa dari lantai hingga hampir menyentuh plafon.

Tepat di depan tempat tidur terbentang gunung hijau, gunung batu, salju, dan laut yang tenang.

Malam itu kami sengaja tidak menutup tirai blackout.
Sayang rasanya.
Terlalu indah untuk dilewatkan.

Menurut Bu Rita, hotel dan makanan di tempat transit ini justru lebih mahal dibanding beberapa lokasi lain yang kami kunjungi.

Saat itu saya belum mengerti.

Sekarang saya mengerti.
Dan menurut saya, semuanya sepadan.

Bahkan sebuah toilet stop di perjalanan pun memberi kejutan.
Bus berhenti di sebuah toilet umum di tengah perjalanan.

Tidak ada yang istimewa.
Setidaknya itu yang saya kira.
Ternyata tepat di depannya terbentang jembatan cantik yang menghubungkan pantai-pantai kecil.
Di belakangnya berdiri gunung-gunung batu runcing.

“Gunung gigi monster,” kata Pak Anton.

Kami semua tertawa.
Tetapi memang benar.
Bentuknya seperti deretan gigi raksasa yang muncul dari bumi.

Cantiknya luar biasa.
Padahal itu hanya toilet stop.
Bayangkan.

Kami lunch di Skaland sebelum menyeberang dengan ferry menuju Sommarøy.
Sekali lagi saya menemukan pemandangan yang membuat saya terdiam.

Dan di situlah saya semakin mengerti sesuatu.

Sering kali kita terlalu fokus pada tujuan.
Padahal Tuhan juga bekerja di sepanjang perjalanan.

Kita sibuk memikirkan tempat yang ingin kita datangi.
Sementara Dia sedang menyiapkan hadiah-hadiah kecil di tempat yang tidak pernah kita masukkan ke dalam daftar.

Saya datang ke Norwegia dengan impian melihat Lofoten.
Tetapi Tuhan juga memperkenalkan saya kepada Husøy.

Dan mungkin itu gambaran kehidupan.
Kita punya rencana.
Tuhan punya kejutan.

Dan sering kali kejutan-Nya jauh lebih indah daripada rencana kita.

Melihat ciptaan-Nya yang begitu megah dan memukau membuat saya semakin mengenal sisi lain dari kebaikan Tuhan.

Dia bukan hanya menjawab doa.
Dia juga senang memberi kejutan.
Karena Tuhan yang kita sembah adalah Bapa yang jauh lebih baik daripada yang mampu kita bayangkan.

Kadang Dia memberikan apa yang kita minta.
Tetapi sering kali Dia memberikan lebih dari yang pernah kita pikirkan.

Dan ketika itu terjadi, kita hanya bisa tersenyum, bersyukur, lalu berkata, menirukan kalimat topnya Mbah Surip
“Tuhan, I love You Full….”

The real voyage of discovery consists not in seeking new landscapes, but in having new eyes.”- Marcel Proust.

“Perjalanan penemuan yang sesungguhnya bukanlah mencari pemandangan baru, melainkan memiliki cara pandang yang baru.”- Marcel Proust.

YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Tertawa bersama adalah bagian dari berkat Tuhan.

Laughing together is one of God’s blessings.
– Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Apakah kita menari karena genderang musuh…?
*Tuhan Dalam Hidup Sehari-hari!*
Apa Yang Anda Ijinkan Masuk Ke Dalam Pikiranmu?