Articles

Siapa Yang Memanggil Anda?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Siapa Yang Memanggil Anda?

Banyak sekali para pelayan Tuhan yang menghubungi saya. Baik pendeta, pengelola panti asuhan, pendiri sekolah gratis dan sebagainya. Mereka melayani Tuhan dengan penuh ketulusan. Hatinya mengasihi jiwa-jiwa dan ingin menjadi berkat bagi sesama.

Dari sekedar sharing, minta sumbangan, menawarkan invest atau join di bisnis mereka – karena ada yang harus berbisnis agar kebutuhan dana di sekolah gratisnya bisa tercukupi -, hingga sekedar minta baju pantas pakai atau buku.
Repotnya, tidak sedikit yang lokasinya tidak sekedar di luar pulau, tetapi di desanya. Ongkir kirim baju pantas pakai atau buku yang diminta, jaaauuuh lebih mahal daripada barang yang dikirim.

Selama ini saya bertanya-tanya, bukankah Tuhan berjanji mencukupi setiap kebutuhan kita?
Apalagi ini pelayanan untuk mempermuliakan nama-Nya….
Klo sampai kekurangan, bagaimana pandangan dunia terhadap mereka? Apalagi yang sampai sangat-sangat minus, sampai-sampai hamba Tuhannya nampak begitu minder, putus asa dan nyaris tanpa harapan.
Orang dunia yang gak kenal Tuhan, sama sekali tidak tertarik dengan Tuhan mereka. Tidak Mendemonstrasikan Allah yang baik, yang begitu peduli dan mengasihi anak-anak-Nya.

“Mengapa hidup pelayan Tuhan koq bisa minus seperti itu?”, tanya seorang teman yang beragama lain.
Mak jleb!
Saya diam. Gak tahu mesti menjawab apa?
Mengapa antara janji-janji-Nya dengan fakta di lapangan tidak selaras?
Entahlah!


Pagi ini Nana mengirimkan unggahan dari Charis Africa.
Dan ini jawabannya!

Melihat adanya kebutuhan dan merasa berbelas kasihan, BUKAN panggilan Tuhan.

Banyak orang-orang yang mengasihi Tuhan, ketika melihat ada anak-anak yatim piatu yang membutuhkan tempat bernaung, atau anak-anak miskin yang sekolah, mereka menyadari, anak-anak ini butuh panti asuhan atau sekolah gratis sebagai solusinya.
Hati mereka yang lembut dan penuh belas kasihan, tergerak, Menganggap ini panggilan Tuhan, padahal BUKAN.
Belas Kasihan BUKAN Panggilan Tuhan.

Prinsipnya:
Jika itu memang Panggilan Tuhan, maka Penyediaan Ada Di Sana.

Kebutuhan Bukanlah Panggilan, Tuhanlah yang memanggil ke dalam suatu pelayanan. Yang akan dilaksanakan menurut Waktu Tuhan, serta Cara Tuhan.

Pesan dari Charis Africa, JANGAN Memanggil Dirimu Sendiri, atau membiarkan Orang Lain yang Memangilmu.
Pastikan Tuhan yang Betul-betul Memanggilmu.
Dengarkan Langsung Suara Tuhan di dalam rohmu, pastikan bahwa ini Betul-betul Panggilan-Nya, Kehendak-Nya agar kita masuk ke dalam pelayanan itu.

Dalam 1 korintus 12:28 dikatakan:
God has appointed for the church…. 1 Corinthians 12:28 (NLT)
Tuhan telah menetapkan untuk gereja…. 1 Korintus 12:28 (NLT)

Tuhan yang menetapkan, merancang, menentukan waktu, caranya dan dilaksanakan dengan cara berjalan langkah demi langkah bersama-Nya.
Bukan menurut waktu dan cara kita, apalagi jika sesungguhnya Tuhan tidak memanggil.

Ini Proyek Tuhan, maka Tuhan yang mengatur semuanya secara detil, Tuhan yang menyediakan apa pun yang dibutuhkannya, termasuk orang yang tepat apalagi dananya.
Tunggu waktu-Nya.

Ketika Tuhan menunjukkan visi-Nya kepada kita, tidak berarti itu harus dilaksanakan sekarang.
Barry Bennett guru saya yang lain, bercerita, dia menerima visi Tuhan untuk melayani ke luar negeri. Setelah lulus sekolah Alkitab dan menikah pada tahun 1978, segera Barry pergi ke Mexico. Tetapi pelayanannya gagal total. Tidak ada yang support.

Barry kembali ke Amerika. Bekerja sekuler sambil melayani.
Di sana Barry dipersiapkan, dibentuk, diperlengkapi, mendapatkan berbagai pengalaman dan buah pelayanan terbukti. Lebat, baik dan benar.
11 tahun kemudian, Barry benar-benar yakin, suara Tuhan meneguhkan ini saatnya…
Barry dan keluarga berangkat ke Guatemala lalu dilanjutkan dengan pelayanan di Chile, melayani di sana.
Diteguhkan pula oleh organisasi yang mendukung pelayanannya.
Semua siap, lancar dan Tuhan sudah menyiapkan pula orang-orang yang dibutuhkannya baik di Guatemala mau pun di Chile.
Sukses besar, tidak hanya berhasil membangun gereja yang bertumbuh sehat, tetapi membangun Sekolah Alkitab juga.

Hingga suatu saat, 12 tahun kemudian, Tuhan mengarahkan Barry kembali ke Texas, Amerika dan akhirnya, mengajar di Charis Bible College.
Barry terkenal sebagai guru idola, menjelaskan pelajaran detil, mudah dimengerti dan didukung oleh berbagai ayat. Greg Mohr menjuluki Barry Bennett sebagai ‘Alkitab Berjalan.’
Gereja dan Sekolah Alkitab di Chile tetap langgeng hingga kini.
Inilah contoh pelayanan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Jalan hidup kita, hendaknya menuruti tuntunan-Nya. Dia tahu yang terbaik bagi masa depan kita.
Hidupku bukan aku lagi tapi Kristus yang ada didalamku.
It’s all about God, Not us.
Ini semua tentang Tuhan, Bukan kita.

Lalu tugas kita apa?
Menjadi bejana yang siap mengalirkan-Nya.
Kita sekedar wadah yang mau, siap dibentuk dan taat.
Sehingga ketika proyek ini sukses, kita tahu, tahu dan tahu… Ini Tuhan Yang Dahsyat BUKAN kita!

“Beberapa pelayan Tuhan menjadi tidak efektif, membuang-buang waktu dan tenaga karena seseorang yang memanggil mereka masuk ke dalam pelayanan Bukan Tuhan yang memanggilnya,” tertulis dalam artikel Charis Afrika.


Seorang teman pengusaha, yang cinta Tuhan, dan terlibat ke dalam pelayanan. Setia, penuh kasih dan murah hati. Ketika gerejanya berniat buka cabang baru di sisi lain kota, dipilihlah teman pengusaha ini menjadi pendeta di sana.
Perlu dicatat, yang memilih itu leader di gerejanya, BUKAN panggilan Tuhan kepadanya secara pribadi.

Awalnya berjalan baik. Fokus terhadap bisnisnya makin lama makin berkurang, akhirnya dia memutuskan menjadi full-timer.
Ternyata melayani tidak semudah yang dibayangkan.
Di perusahaan, tidak cocok, bisa pecat dan ganti karyawan baru. Di gereja, banyak sukarelawan alias jemaat yang melayani, yang tidak bertanggung jawab, tapi punya duit, sumbangannya besar dan mau mengatur.
Singkat cerita, terjadi gonjang ganjing di gerejanya, yang berakhir dengan peletakan jabatan. Mantan pengusaha ini mundur, bisnis sudah ditutup dan pelayanan gagal.

Teman-teman lain bertanya-tanya…
“Bukankah Si A sudah meninggalkan segala-galanya untuk Tuhan? Mengapa koq Tuhan tidak memelihara apalagi memberkatinya?”

Nach justru Tuhan lagi yang disalahkan. Padahal faktanya, leader Si A yang memanggilnya masuk ke dalam pelayanan, Bukan Tuhan.

Teringat pelajaran yang diberikan. Greg Mohr, guru saya berkata, “Jika itu Ismail, – anak yang diperoleh Abraham atas usul Sara, agar meniduri Hagar, hambanya, karena Sara tidak punya anak. Artinya Hasil Kemauan dan Rancangan kita sendiri, – maka kita sendiri yang harus kasi makan.
Tetapi jika itu Ishak, – Anak Perjanjian yang memang dirancang dan dijanjikan Tuhan, artinya rencana Tuhan – maka Tuhan yang kasi makan.”

Kesimpulan:

Pelayanan yang memang kehendak Tuhan, dilaksanakan dengan cara Tuhan, menurut waktu Tuhan, Tuhan pula yang memimpin langkah demi langkah, maka Tuhan yang bertanggung jawab dalam segala hal, termasuk dananya.

Tetapi pelayanan yang dibangun oleh rancangan manusia, ya… orang itu sendiri yang harus bertanggung jawab.
Cengli?

Yayasan Pondok Hayat dan Sekolah Gratis Pelita Permai, contoh yang saya kenal dekat dengan foundernya, Monica dan Bu Liana, membuktikan bagaimana Tuhan mencukupi apa pun yang mereka butuhkan. Kalau itu memang panggilan Tuhan, maka Tuhan yang menyediakan segalanya.
Tuhan tidak pernah ingkar janji.

Saya paham sekarang….

Tidak hanya dalam pelayanan, tetapi di dalam setiap aspek kehidupan kita, hendaknya kita membiarkan Tuhan yang menjadi Boss, Pemimpin hidup kita.
Biarkan rencana-Nya, terealisasi melalui hidup kita.
Jauh lebih nyaman, santai dan damai, ketika membiarkan Tuhan berkarya melalui hidup kita, daripada kita yang mesti bersusah payah berjuang merancang masa depan kita sendiri.
Hasil Tuhan pasti jauh lebih dahsyat!
Bukankah karya Salib Kristus yang sudah selesai, sudah membayar semuanya, hingga kita bisa hidup dalam anugerah-Nya?

Bagaimana pendapat Anda?

For I know the plans I have for you,” declares the LORD, “plans to prosper you and not to harm you, plans to give you hope and a future.- Jeremiah 29:11

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. -Yeremia 29:11 TB

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Tuhan Bukanlah Variabelnya.”
Apakah Anda Berdoa dalam Roh?”
Surprise…. Surprise…. Surprise…. Wow…!”