Articles

Seruput Kopi Cantik ?
? Yenny Indra ?

EMPAT “TAN”, SATU PETUALANGAN DIMULAI

02–17 Oktober 2026, kami memulai perjalanan menjelajahi empat negara Asia Tengah: Uzbekistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan dan Tajikistan.

Empat negara dengan nama yang sama-sama berakhir “stan”. Dalam bahasa Persia, -stan berarti tempat atau negeri. Jadi sederhananya, Uzbekistan berarti “negeri orang Uzbek”, Kazakhstan “negeri orang Kazakh”, dan seterusnya.

Kami landing di Tashkent, ibu kota Uzbekistan.

Sedikit sejarah sebelum jalan-jalan…

Uzbekistan dan Kazakhstan pernah menjadi bagian dari Uni Soviet hingga 1991. Tetapi jangan keliru mengatakan mereka “asalnya dari Kerajaan Turki”. Lebih tepatnya, bangsa Uzbek dan Kazakh termasuk rumpun bangsa Turkic, yang sejarahnya jauh lebih luas dan lebih tua daripada negara Turki modern. Bahasa dan kebudayaan Turkic tersebar dari Anatolia hingga Asia Tengah. Setelah Uni Soviet bubar, Uzbekistan dan Kazakhstan menjadi negara merdeka dan kembali menegaskan identitas nasional mereka masing-masing.

Aha! Travelling memang paling asyik kalau tidak cuma foto-foto, tetapi sedikit mengerti cerita di balik tempat yang kita datangi.

Perjalanan pertama membawa kami keluar dari Tashkent menuju Charvak Reservoir atau sering ditulis Chorvoq.

Begitu sampai…

Wow!

Air biru membentang dengan pegunungan sebagai latar belakang. Charvak bukan danau alami, melainkan reservoir yang terbentuk berkaitan dengan pembangunan PLTA Charvak pada era Soviet. Airnya ditopang sistem sungai pegunungan Chatkal, Pskem dan Koksu di kawasan Western Tien Shan. Sekarang tempat ini menjadi salah satu kawasan rekreasi favorit Uzbekistan.

Langit biru. Air biru. Pegunungan kecokelatan.

Dan tentu saja…

Foto dulu!

Ha… ha…

Di sini ada kuda besar berwarna hitam. Saya yang tidak berniat naik pun tetap harus berpose. Kapan lagi ketemu kuda ganteng dengan background secantik ini?

Dari Charvak kami menuju Amirsoy Mountain Resort.

Ini menarik. Uzbekistan yang sering kita bayangkan sebagai negeri Silk Road dengan masjid, madrasah dan bangunan kuno, ternyata mempunyai mountain resort modern untuk bermain ski.

Saat musim dingin, kawasan pegunungan sekitar Tashkent memang menjadi tujuan ski. Musim puncaknya umumnya November hingga Maret. Amirsoy memiliki gondola modern yang membawa pengunjung naik menikmati panorama pegunungan, dan fasilitasnya juga menyediakan ski academy bagi pemula maupun pemain berpengalaman.

Kabarnya pada weekend musim dingin kawasan pegunungan ini bisa sangat ramai. Masuk akal, karena bagi masyarakat kawasan Asia Tengah, menikmati salju dan belajar ski di sini bisa menjadi alternatif menarik tanpa harus terbang jauh ke resort-resort Eropa.

Kami naik cable car.

Dari atas, pemandangannya berubah total. Pegunungan luas terbentang, udara sejuk, dan dari kejauhan warna biru air reservoir muncul di antara gunung-gunung.

Indah sekali.

Tetapi rupanya bukan hanya pemandangannya yang menjadi bintang hari itu.

Jaket kami juga!

Ha… ha…

Kami para mami dan oma kompak memakai jaket NOISY TEDDY. Lengkap dengan boneka teddy bergelantungan di jaket dan topi.

Lucunya, anak-anak kami justru tidak mau memakainya.

Katanya mungkin terlalu ramai?

Entahlah.

Yang jelas emak-emaknya malah pede abis!

Foto sana.

Foto sini.

Berjejer.

Angkat jempol.

Pose dengan kuda.

Naik cable car.

Pokoknya teddy-nya harus kelihatan!

Kadang memang umur bertambah membawa satu keuntungan besar: kita semakin tidak sibuk memikirkan pendapat orang.

Yang penting happy!

Kami juga menemukan sebuah café bergaya Uzbekistan yang cantik sekali. Karpet-karpet bermotif khas memenuhi lantai, meja kayu tertata rapi, warna-warna tanah berpadu dengan cahaya matahari dan pegunungan di sekelilingnya.

Rasanya bukan sekadar tempat makan.

Seperti masuk ke sebuah postcard Asia Tengah.

Saya duduk menikmati suasananya dan berpikir…

Travelling ternyata bukan hanya soal berapa negara yang berhasil kita centang dari daftar.

Ada kenikmatan dalam memperhatikan detail kecil.

Mencicipi makanan.

Melihat budaya.

Belajar sejarah.

Tertawa bersama teman.

Dan tentu saja… punya keberanian memakai jaket teddy ketika anak-anak sendiri ogah memakainya!

Menjelang malam perjalanan belum selesai.

Kami kembali ke Tashkent, lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta malam menuju Bukhara.

Hari pertama saja sudah penuh cerita.

Dan petualangan empat “Tan” baru dimulai…

“The world is a book, and those who do not travel read only one page.” — Saint Augustine

“Dunia adalah sebuah buku, dan mereka yang tidak bepergian hanya membaca satu halaman.” — Saint Augustine

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopiCantik #yennyindra #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan #RasaSyukur

“Travelling bukan sekadar berpindah tempat. Kita belajar sejarah, mengenal budaya, menikmati persahabatan, lalu pulang membawa cara pandang yang sedikit lebih luas. Bonusnya? Foto-foto keren dan cerita yang membuat kita tersenyum lagi bertahun-tahun kemudian.” — Yenny Indra

“Travel is not merely about moving from one place to another. We learn history, discover cultures, enjoy friendships, and return home with a slightly wider perspective. The bonus? Beautiful photos and stories that will make us smile again years later.” — Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Mengenang Bagus:Tabur Benih Dulu Dong….Ini Rahasianya!
Husøy, Norway: Tuhan Menyimpan Kejutan di Tempat yang Tidak Kita Rencanakan…
Makmur ala Dunia VS Makmur Alkitabiah.