Articles

Rancangan Tuhan Membuat Hidup Menjadi Utuh.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Rancangan Tuhan Membuat Hidup Menjadi Utuh.

Ada masa-masa dalam hidup ketika kita mulai mempertanyakan diri sendiri.

Mengapa jalan hidup saya berbeda?
Mengapa banyak hal terasa terlambat?
Mengapa orang lain tampak melaju, sementara saya seperti tertahan di tempat?

Dan kalau jujur, kadang muncul pikiran yang diam-diam melemahkan hati:

“Mungkin saya sudah melewatkan rencana Tuhan.”

Perasaan itu nyata. Apalagi ketika melihat harapan yang runtuh, hubungan yang gagal, doa yang belum terjawab, atau musim hidup yang terasa panjang dan melelahkan.

Tetapi ada satu hal yang perlu kita ingat baik-baik:

Kita lahir bukan secara kebetulan.

Sebelum kita ada di dunia ini, Tuhan sudah memiliki rancangan. Setiap pribadi datang ke bumi membawa tujuan, kapasitas, dan assignment yang berbeda-beda. Karena itu perjalanan hidup setiap orang memang tidak akan sama.

Masalahnya, banyak orang menghabiskan hidup mengejar sesuatu yang sebenarnya bukan bagian dari panggilannya.

Mereka mengejar pengakuan, posisi, kekayaan, atau kehidupan orang lain. Tetapi jauh di dalam hati, tetap ada rasa kosong yang tidak bisa dijelaskan.

Mengapa?

Karena jiwa manusia tidak pernah benar-benar dipuaskan hanya dengan pencapaian. Kita dipuaskan saat hidup berjalan selaras dengan tujuan Tuhan.

Untuk itulah kita ada di dunia ini.

Ada orang yang memiliki banyak uang tetapi kehilangan damai. Ada yang terkenal tetapi hidupnya kosong. Ada yang terlihat berhasil di luar, tetapi lelah dan hancur di dalam.

Sebaliknya, ada orang-orang yang mungkin hidup sederhana, tetapi hatinya penuh, tenang, dan utuh karena mereka tahu sedang berjalan di jalur Tuhan.

Saya sangat percaya kalimat ini:

“The plan of God is the wealthiest place in the world.”

“Rencana Tuhan adalah tempat terkaya di dunia.”

Bukan hanya kaya secara materi. Tetapi kaya damai sejahtera, kaya makna, kaya sukacita, kaya kepuasan hidup.

Karena tidak ada yang lebih melegakan selain mengetahui bahwa hidup kita dipakai untuk sesuatu yang memang Tuhan rancangkan.

Itulah sebabnya tugas terbesar kita sebenarnya bukan berusaha menjadi seperti orang lain. Tugas kita adalah mendengarkan suara Tuhan dan mengikuti arahan-Nya.

Kadang arah Tuhan tidak selalu masuk akal.

Yusuf harus melewati penjara sebelum istana. Musa harus masuk padang gurun sebelum memimpin bangsa besar. Daud harus menjadi gembala dan pelarian sebelum menjadi raja.

Proses mereka berbeda-beda, tetapi satu hal sama: mereka belajar berjalan bersama Tuhan.

Dan itu juga perjalanan kita.

Kadang kita terlalu fokus pada hasil akhir sampai lupa bahwa Tuhan sedang membentuk kita di tengah proses. Penundaan tidak selalu berarti penolakan. Musim sulit tidak selalu berarti Tuhan meninggalkan kita.

Sering kali justru di musim itulah Tuhan sedang membangun kapasitas, karakter, dan ketahanan di dalam diri kita.

Karena tujuan tanpa kesiapan bisa menghancurkan seseorang.

Jadi jangan terlalu cepat menyimpulkan hidupmu gagal hanya karena jalannya berbeda dari bayanganmu.

Jangan ukur nilai hidup berdasarkan timeline orang lain.

Ada orang yang mekar lebih cepat. Ada yang dibentuk lebih lama. Ada yang harus melewati musim dihancurkan, dipulihkan, lalu dibangun kembali dengan lebih kuat.

Tetapi selama Tuhan masih memberi napas, berarti cerita hidupmu belum selesai.

Masih ada tujuan Tuhan yang harus digenapi.

Karena itu jangan menyerah terhadap hidupmu sendiri.

Tetap letakkan tangan pada “bajak” itu. Tetap berjalan, meski perlahan. Tetap percaya, meski belum melihat semuanya jelas.

Tuhan tidak meminta kita mengetahui seluruh masa depan sekaligus. Tuhan hanya meminta kita tetap setia mengikuti langkah-Nya hari demi hari.

Dan semakin kita berjalan bersama-Nya, semakin kita akan menyadari sesuatu:

Hidup yang paling penuh, utuh dan memuaskan, bukanlah hidup yang paling mudah. Tetapi hidup yang berada di dalam rencana Tuhan.

Di situlah hati menjadi utuh.
Di situlah jiwa menemukan damai.
Dan di situlah hidup akhirnya terasa “pulang.”

“The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why.” – Mark Twain.

“Dua hari terpenting dalam hidup adalah hari ketika kita dilahirkan dan hari ketika kita menemukan untuk apa kita dilahirkan.” – Mark Twain.

YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Sisi Pandang Lain Dari Metaverse
“Ketika Ketidakpercayaan Menjadi Sesuatu Yang Baik.”
Hanya Satu Hal yang Diperlukan…