Articles

Hati yang Lembut Selalu Bisa Diajar.

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

Hati yang Lembut Selalu Bisa Diajar.


“Sekalipun engkau menumbuk orang bodoh dalam lesung, dengan alu bersama-sama gandum, kebodohannya tidak akan lenyap dari padanya.”
Amsal 27:22

Ayat ini terdengar keras. Bahkan mungkin membuat kita sedikit tidak nyaman. Tetapi justru karena keras, ayat ini sedang menunjukkan sebuah kenyataan hidup yang sering kita lihat sendiri.

Ada orang yang berubah setelah mengalami masalah besar. Tetapi ada juga yang tetap sama, walaupun hidupnya sudah “ditumbuk” berkali-kali.

Sudah jatuh bangkrut, tetap sombong.
Sudah kehilangan relasi, tetap keras kepala.
Sudah ditolong Tuhan berkali-kali, tetap tidak mau diajar.

Masalahnya ternyata bukan keadaan. Masalahnya ada pada hati.

Saya teringat sebuah ilustrasi sederhana.

Dua orang berjalan di bawah hujan yang sama. Tanah yang lembut menyerap air dan menjadi subur. Tetapi batu tetap keras walaupun diguyur hujan semalaman.

Padahal hujannya sama.

Demikian juga dalam kehidupan rohani. Ada orang yang setelah mengalami teguran kecil langsung bertobat dan belajar. Tetapi ada orang yang bahkan setelah mengalami guncangan besar tetap menyalahkan orang lain.

Amsal berkata, orang bodoh itu seperti ditumbuk dalam lesung bersama gandum. Gambaran yang dipakai Salomo sangat ekstrem. Gandum ditumbuk supaya kulit kerasnya terlepas. Tetapi orang bodoh, walaupun ditekan habis-habisan, tetap tidak berubah.

Karena kebodohan menurut Alkitab bukan soal IQ rendah.

Banyak orang pintar tetapi bodoh secara rohani.

Kenapa?

Karena tidak punya hati yang lembut.

Tidak mau ditegur.
Tidak mau mengakui salah.
Selalu merasa dirinya benar.
Selalu punya alasan.
Selalu menyalahkan keadaan.

Padahal orang yang berhikmat bukan orang yang selalu benar. Orang berhikmat adalah orang yang mudah diajar.

Semakin saya berjalan dengan Tuhan, semakin saya sadar bahwa hati yang lembut itu mahal sekali.

Tuhan bisa bekerja luar biasa melalui orang yang hatinya mau dibentuk.

Kadang Tuhan tidak langsung mengubah keadaan kita, tetapi Tuhan sedang memakai keadaan untuk melembutkan hati kita.

Masalahnya, banyak orang lebih sibuk minta jalan keluar daripada minta hati yang bisa diajar.

“ Tuhan, keluarkan aku dari proses ini.”

Padahal mungkin Tuhan sedang berkata: “Aku sedang membentukmu.”

Ada orang yang setelah melewati penderitaan menjadi penuh kasih. Tetapi ada juga yang menjadi pahit.

Ada yang setelah gagal menjadi rendah hati. Tetapi ada yang justru makin keras.

Jadi penderitaan tidak otomatis membuat seseorang dewasa. Respons hati terhadap Tuhan itulah yang menentukan.

Saya belajar sesuatu: Orang yang hatinya lembut tidak perlu dihancurkan dulu baru mau berubah.

Dia bisa belajar dari Firman.
Belajar dari nasihat.
Belajar dari kesalahan kecil.
Belajar dari Roh Kudus.

Itu sebabnya hati yang lembut adalah perlindungan.

Karena orang yang keras sering baru sadar setelah semuanya terlambat.

Hari-hari ini dunia penuh dengan orang yang gampang tersinggung tetapi sulit ditegur. Cepat bicara tetapi lambat mendengar. Merasa rohani tetapi tidak bisa dinasihati.

Padahal semakin dewasa rohani seseorang, seharusnya semakin mudah diajar.

Bukan semakin merasa paling tahu.

Mungkin hari ini kita tidak merasa seperti “orang bodoh” dalam Amsal itu. Tetapi ayat ini tetap menjadi cermin untuk kita semua.

Apakah hati kita masih lembut di hadapan Tuhan?

Apakah kita masih mau dikoreksi?
Masih mau mendengar?
Masih mau berubah?

Atau jangan-jangan kita mulai diam-diam membangun benteng dalam hati: “Aku sudah begini dari dulu.”
“Memang karakterku seperti ini.”
“Sudahlah, aku tidak bisa berubah.”

Tidak. Selama hati kita tetap lembut, Tuhan masih bisa membentuk kita.

Tanah yang lembut selalu bisa ditanami benih baru.

Dan orang yang memiliki hati lembut akan terus bertumbuh, bahkan sampai usia tua.

Karena mujizat terbesar bukan hanya hidup yang diberkati.

Tetapi hati yang tetap bisa diajar Tuhan.

The greatest ability is to be teachable.” – John C. Maxwell.

“Kemampuan terbesar adalah tetap mau diajar.” – John C. Maxwell

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Hati yang lembut tidak menunggu hidup menghancurkannya untuk berubah.”

“A soft heart does not wait for life to break it before it changes.”
– Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Medjugorje Penampakan Bunda Maria & Kaki Yesus Yang Mengeluarkan Air Mata.
Dengarkan dan Disembuhkan
“Legalisme [agamawi] bukan…..”