Articles

Kadang Kita Tidak Ditipu… Kita Hanya Kurang Informasi.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kadang Kita Tidak Ditipu… Kita Hanya Kurang Informasi.

“Keledai tidak jatuh ke dalam lubang yang sama dua kali,” demikian kata pepatah.

Dan terus terang, saya belajar banyak dari sebuah kasus yang cukup membuka mata saya. Bukan terutama soal uangnya, tetapi soal bagaimana saya bisa salah menilai seseorang.

Sebut saja namanya Amin.

Amin ini rajin pelayanan. Berkomitmen. Kalau diberi tugas, dikerjakan. Datang tepat waktu. Sikapnya sopan. Dan itu berlangsung bukan sehari dua hari, tetapi bertahun-tahun.

Jadi sebagai orang yang lebih tua, saya melihat dia sebagai anak muda yang baik. Layak dipercaya. Layak dibantu saat membutuhkan. Tidak ada alarm apa pun dalam hati saya.

Sampai akhirnya kasus itu terbongkar.

Dan ternyata bukan hanya saya yang tertipu.

Mulai muncul cerita dari anak-anak muda lain yang ternyata sudah lama tidak nyaman dengan Amin. Mereka melihat sisi karakter yang selama ini tidak tampak di depan orang-orang yang lebih senior.

Ternyata Amin pendendam. Orang yang sudah minta maaf dan berubah pun masih dijegal. Dalam hal uang juga mulai terlihat bahwa dirinya berbeda dengan image yang selama ini ditampilkan.

Tetapi setelah saya pikir-pikir lagi, sebenarnya tidak ada orang yang bisa berpura-pura dengan sempurna terus-menerus.

Pasti ada sisi-sisi kecil yang menunjukkan karakter aslinya, meski samar.

Kadang muncul lewat komentar kecil. Cara memperlakukan orang tertentu. Cara bicara saat kecewa. Cara bereaksi saat tidak diuntungkan. Cara memandang uang, posisi, atau relasi.

Masalahnya, sering kali kita tidak menangkap sinyal itu. Atau mungkin kita menangkapnya, tetapi mengabaikannya karena overall image orang itu terlihat baik.

Lalu saya mulai bertanya pada diri sendiri:

“Di mana saya bisa terlewat?”

Jawabannya sederhana.

Karena saya kurang punya informasi yang akurat.

Kami beda generasi. Saya tidak bergaul dekat dengan Amin dan lingkaran pertemanannya. Anak-anak muda juga cenderung bersopan ria kepada yang lebih tua. Jadi yang terlihat di permukaan memang manis.

Saya menilai dari apa yang saya lihat, tetapi saya tidak punya cukup “peta”.

Dan di situlah saya belajar sesuatu yang penting:

Saat informasi kita salah, persepsi kita pun bisa salah. Dan saat persepsi salah, keputusan kita juga bisa salah.

As simple as that.

Kadang kita terlalu cepat berkata,
“Ah, saya gak mau dengar cerita orang. Nanti jatuhnya gosip.”

Padahal tidak semua usaha mencari informasi itu gosip.

Menurut saya, motivasinya yang menentukan.

Saya teringat satu pengalaman lain. Suatu kali salah satu grup teman pergi berlibur bersama dan saya tidak ikut. Setelah mereka pulang, saya mendengar sempat terjadi kesalahpahaman antar peserta.

Lalu seorang teman berkata:

“Kamu telpon si Ana saja, dia bisa jelaskan lebih detail.”

Saya langsung jawab,

“Gak mau… nanti saya bergosip.”

Dia tertawa dan berkata,

“Lha, ini kan kamu juga bergosip dengan aku?”

Saya lalu menjawab,

“Beda ya… tujuanku supaya saya tahu situasinya -peta politiknya- bagaimana. Saya gak mau ikut-ikutan. Dengan tahu gambar besarnya, saya bisa menempatkan diri dengan lebih bijak.”

Dan sampai hari ini saya masih merasa itu benar.

Karena menurut saya, dengan tahu informasi yang tepat, kita bisa menghindari ribuan pertempuran yang tidak perlu.

Ada orang ingin terlihat “suci”, sehingga menolak tahu apa pun. Akibatnya malah naif. Mudah dimanfaatkan. Mudah diperalat. Riskan salah ambil keputusan.

Tentu kita tidak boleh jadi tukang gosip. Itu jelas merusak.

Tetapi menjadi bijak juga perlu informasi yang benar.

Bahkan dalam dunia investasi pun demikian. Misalnya di bidang properti, kadang orang perlu mendengar kabar ‘gosip’ tentang rencana pembangunan suatu kawasan supaya bisa lebih dulu mengambil langkah.

Secara kasat mata tanah itu mungkin masih hutan belantara atau tampak seperti tanah mangkrak. Tetapi beberapa tahun kemudian, ternyata lokasi itu menjadi kawasan emas.

Karena itu, tidak semua informasi itu buruk. Yang penting adalah motivasi hati dan bagaimana kita menggunakannya dengan bijaksana.

Raja Salomo berkali-kali menekankan pentingnya hikmat dan discernment, kemampuan membedakan dengan tepat.

Hikmat bukan cuma soal hati baik. Hikmat juga soal kemampuan membaca manusia dan situasi dengan tepat.

Kita tidak bisa menolong semua orang hanya berdasarkan tampilan luar.

Dan sering kali, karakter asli seseorang baru terlihat saat uang, posisi, atau kepentingannya terganggu.

Karena itu saya memutuskan, ke depan sebelum mengambil keputusan, bahkan dalam hal menolong yang selama ini dianggap mulia, saya harus lebih berhati-hati.

Tanya dulu.
Cari tahu dulu.
Doakan dulu.
Jangan terburu-buru.

Sebab hati yang baik tanpa hikmat bisa menjadi pintu masuk bagi banyak masalah.

Dan saya percaya, Tuhan tidak pernah meminta kita menjadi naif. Tuhan meminta kita tetap mengasihi, tetapi juga bertumbuh dalam discernment dan kebijaksanaan.

“Not all information is gossip. Sometimes accurate information is God’s protection to keep us from the wrong battles.”— Yenny Indra.

“Tidak semua informasi adalah gosip. Kadang informasi yang tepat adalah perlindungan Tuhan supaya kita tidak masuk ke pertempuran yang salah.”— Yenny Indra.

YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Mengubah Yang Natural Menjadi Supernatural.
Penangkal Pasangan Berpaling Ke Lain Hati? Simak Yuk!
Forgive But Not Forget….