Bukan Sekadar Liburan: Dari Sampan Sunyi ke Kafe Unik di Jantung Ho Chi Minh
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
Bukan Sekadar Liburan: Dari Sampan Sunyi ke Kafe Unik di Jantung Ho Chi Minh
Pagi itu di Ho Chi Minh, dengan bus, kami menuju Sungai Mekong—salah satu sungai terpanjang di Asia—mengalir dari dataran tinggi Tibet di Tiongkok, lalu melewati enam negara: China, Myanmar, Laos, Thailand, Kamboja, dan Vietnam, sebelum bermuara di Laut China Selatan. Panjang. Luas. Dan penuh cerita.
Vietnam sendiri punya sejarah panjang: pernah berada di bawah kekuasaan China selama lebih dari 1.000 tahun, lalu dijajah Perancis pada abad ke-19, kemudian mengalami perang panjang, termasuk perang dengan Amerika. Bahkan sempat ada konflik dengan Kamboja dan ketegangan dengan China.
Tiba di Mekong Delta, ada empat pulau utama yang dinamai dari hewan mitologi: Dragon (Naga), Unicorn/K? Lân (sering disebut “barong”), Turtle (Kura-kura), dan Phoenix (Burung Hong).
Kami memulai dari pulau Unicorn,
ke pabrik kecil pembuatan snack dari kelapa—semuanya masih dibuat secara tradisional, sederhana, tapi penuh ketekunan.
Kami juga diajak melihat peternakan lebah, mencicipi teh madu hangat, bahkan ditawarkan royal jelly yang dipercaya baik untuk kesehatan.
Lalu disajikan pula aneka buah tropis: rambutan, jambu, kelengkeng, nanas dll. Segar. Manis. Alami.
Sambil menikmati kesegarannya, beberapa wanita mengenakan gaun traditional Vietnam menyanyi dengan iringan musik. Sederhana tapi menyentuh.
Air kelapa mudanya terasa luar biasa manis. Sempat terpikir, “Ini pakai gula ya?”
Ternyata tidak.
Local guide menjelaskan: kelapa muda dengan kulit kecoklatan memang manis alami, sedangkan yang hijau cenderung hanya segar.
Perjalanan berlanjut dengan sampan kecil. Ini bagian yang paling saya suka.
Kami menyusuri sungai sempit yang berkelok-kelok, diapit pohon-pohon lebat seperti lorong alami. Hening. Hanya suara air dan dayung. Rasanya seperti dunia berhenti sejenak…
Dari situ kami berpindah ke perahu lebih besar menuju Pulau Phoenix untuk makan siang.
Di sana, kami mencoba makanan unik yang disebut “telur dinosaurus”—ketan yang digoreng hingga mengembang seperti bola besar. Renyah di luar, lembut di dalam. Sederhana… tapi meninggalkan kesan unik.
Konon, ada turis asing yang sengaja menginap di pulau ini hanya untuk pengalaman malam: mencari kunang-kunang. Bayangkan… gelap, sunyi, lalu titik-titik cahaya kecil berkelip di antara pepohonan. Indah serasa menyimpan misteri.
Selesai makan siang, kami kembali ke kota. Tapi perjalanan belum selesai.
Kami singgah di sebuah Kafe Koi yang unik. Bangunannya rumah tua, tapi diubah menjadi kafe dengan kolam besar berisi ikan koi raksasa.
Kita duduk sambil melihat ikan berenang di sekitar kaki. Ada rasa damai yang sulit dijelaskan. Seperti waktu berjalan lebih lambat. Ramai anak-anak muda yang silih berganti menikmati kafe unik ini.
Malamnya, Dinner Cruise dengan kapal cantik 3 lantai, berkeliling sungai menikmati keindahan Kota Ho Chi Minh yang dipenuhi gedung-gedung cantik yang menjulang tinggi khas kota metropolitan.Diiringi tarian dan nyanyian nan merdu merayu. Dan dr. Merry pun menyumbangkan suaranya yang merdu berduet dengan sang penyanyi.
Keesokan harinya, waktu bebas diisi dengan shopping. Setelah lelah berkeliling, kami menutup hari itu di tempat yang tidak kalah menarik: Kafe Apartemen.
Ini benar-benar unik. Sebuah gedung apartemen tua di tengah kota, yang disulap menjadi deretan kafe dan toko kecil. Dari luar terlihat nama-nama masing-masing kafe. Tapi begitu masuk, setiap lantai punya konsep dan karakter sendiri. Seperti banyak dunia kecil dalam satu bangunan. Untuk naik lift, membayar 3000 DVN/orang.
Banyak turis dari berbagai negara datang ke sini. Ada yang duduk santai dengan laptop, ada yang menikmati kopi di balkon sambil melihat lalu lintas kota, sementara di seberang jalan burung-burung merpati beterbangan.
Kami mencoba beberapa makanan khas Vietnam:
Salted Coffee—kopi dengan krim asin yang lembut, perpaduan rasa unik antara gurih dan manis.
Bún ch?—mi beras dengan daging panggang dan kuah segar.
Bánh mì—roti baguette khas Vietnam dengan isian daging, sayur, dan saus yang kaya rasa (pengaruh Perancis).
Bánh h?i th?t n??ng—lembaran tipis mi beras disajikan dengan daging panggang dan sayuran segar.
Semua terasa cocok di lidah kita. Familiar… tapi tetap punya karakter.
Dari Sungai Mekong yang tenang… sampai kafe apartemen yang penuh kreativitas, hari-hari di Ho Chi Minh terasa lengkap.
Bukan hanya melihat tempat.
Tapi merasakan kehidupan yang berbeda.
Dan seringkali, liburan terbaik bukan tentang ke mana kita pergi… tapi bagaimana kita belajar menikmati setiap momen, menambah wawasan dan naik level.
“Traveling-it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.
– Ibn Battuta.
“Perjalanan membuatmu tak bisa berkata-kata, lalu mengubahmu menjadi seorang pencerita.”- Ibn Battuta.
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan