Articles, Travelling

Hallstatt, Kota Yang Populer Keindahannya

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Hallstatt, Kota Yang Populer Keindahannya

Setiap google Hallstatt, maka muncul pemandangan desa cantik khas Eropa dengan danau, rumah-rumah abad ke 16 dan gereja yang menaranya lancip berwarna hitam, serta pengunungan indah di belakangnya.
Sebegitu terkenal dan cantiknya kota Hallstatt hingga China membuat replikanya di kota Huizhou, dibuka 2 Juni 2012.

Hampir setiap sisi kota kecil Hallstatt cantik untuk di foto.
Danaunya yang bersih dan bening airnya hingga dasar danaunya kelihatan. Di sisi tertentu, bebek- bebek liar berenang. Kadang nampak angsa pula. Banyak motorhome dan pengendara motor, menandakan tempat ini memang tujuan wisata yang populer.

Bone House in the Michaelschapel, nama sebuah rumah tempat menyimpan tulang dan tengkorak manusia sejak abad ke 12 di gereja St. Michael.
Ada 1200 tengkorak di sana, 610 diantaranya telah dilukis dengan tangan, diatur sesuai dengan kelompok keluarga masing-masing, dan ditandai pula tanggal kematian mereka. Pemakaman di tempat itu terlalu kecil, karena itu setelah 10 tahun, kerangka diambil lalu tengkoraknya dihias. Pemakamannya digunakan untuk mengebumikan orang meninggal lainnya.

Top of Hallstatt yang kami kunjungi hari ini, yaitu Hallstatt Skywalk dan Hallstatt Saltmine.

Dengan menggunakan Furnicular, kereta bergigi untuk naik ke pegunungan, tibalah pada stasiun atas.
Hallstat Skywalk berupa jembatan sepanjang 12 meter menggantung pada ketinggian 360 meter di atas kota Hallstatt.
Saat berdiri pada ujung jembatan yang berbentuk lancip, seolah melayang di atas kehampaan, sementara danau berada beratus-ratus meter di bawahnya, sensasi yang dirasakan tak terlupakan. Kota Hallstatt tepat berada di bawah kaki, saat memandang ke bawah maka nampak The world-famous World Heritage town. Sementara pemandangan teluk, danau dan pegunungan di depannya, sungguh menakjubkan. Seolah berada diantara surga dan dunia.

Hallstat Saltmine atau Tambang Garam Hallstatt berada di atasnya. Mendaki bukit sekitar 30 menit, tibalah di tambang itu. Pada jaman dahulu, garam dijuluki sebagai emas putih karena harganya sangat mahal dan langka.

Setiap pengunjung harus melapisi bajunya dengan seragam khusus yang telah disediakan. Lalu setiap grup akan mengikuti saltmine tour dengan seorang guide yang mengenakan kostum kuno.
Tambang garam ini sudah berusia 7000 tahun dan merupakan tambang garam tertua di dunia.

Tur ini menarik karena penjelasan dikombinasi dengan film yang ditayangkan di dinding gua seolah hidup. Ada pula boneka yang menjelaskan sambil menggerakan tangan, menoleh ke kiri dan ke kanan, di samping penjelasan dari guide.
Nach yang paling berkesan, ada lokasi dengan perbedaan ketinggian cukup besar, dengan kreatif mereka tidak memasang tangga tapi justru memasang papan seluncur. Jadilah setiap pengunjung bergantian berseluncur di 2 lokasi yang berbeda. Bagi yang takut bisa berseluncur berdua. Fun … kombinasi pengetahuan dan permainan.

The use of traveling is to regulate imagination with reality, and instead of thinking of how things may be, see them as they are. – Samuel Johnson

Manfaat bepergian adalah untuk mengatur imajinasi dengan kenyataan, dan alih-alih memikirkan bagaimana keadaannya, lihatlah apa adanya.- Samuel Johnson.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Nusa Lembongan & Nusa Ceningan.
Naik Kereta Api Tut…Tut…Tut…
Internet & Delegasi Indonesia