Articles, Indonesia, Travelling

Bisakah Mengunjungi Danau Kelimutu Sore Hari?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Bisakah Mengunjungi Danau Kelimutu Sore Hari?

Ini pertanyaan yang berputar-putar di kepala saya.
Semua artikel di google, menceritakan ke Danau Kelimutu subuh untuk menanti sunrise, indahnya matahari terbit. Bahkan ada yang menulis, setelah itu kabut turun, tidak kelihatan apa-apa. Ada lagi info bahwa pk.15.00 pintu menuju danau ditutup.

“Wahh sudah berkenan mengunjungi Maumere manise. Sempatkan mampir ke Danau Kelimutu bu,” muncul komentar di Facebook dari Fransiscus Nong Abe.

“On the way ke Danau Kelimutu dari Maumere, Pak” jawab saya sambil galau.

Rencana awal kami akan menginap di Desa Moni, lalu ke danau subuh juga. Tetapi P. Indra berubah pikiran, bersikukuh hendak ke danau sore ini juga.  Bagaimana kalau ternyata kabut semua di atas sana? Apa masih sanggup besok subuh naik lagi?

“Matahari terang benderang. Lihat tuh awan justru ada di bawah. Bagaikan negeri di atas awan,” ujarnya.

Diawali dengan Bukit Golgota tempat patung Yesus di salib dan patung Bunda Maria, Ibu Segala Bangsa di Bukit Nilo, kami mengunjungi Gereja Tua Katolik yang sudah berusia ratusan tahun di Desa Sikka. Lalu kami mampir di Koka Beach yang terkenal cantik. Jalan menuju Koka beach kecil hanya cukup untuk 1 mobil, sebagian jalan rusak pula, tak dinyana di sana full turis bule. Rupanya turis asing sudah mendengar keindahan Koka Beach. Dilanjutkan menuju Danau Kelimutu.

Tiba di pintu masuk sudah pk.16.00. Warung di depan pintu masuk masih buka. Membeli sedikit perbekalan, kami segera naik. Beberapa orang terlihat turun.
Ah, kami harus cepat-cepat.
Ada tangga hingga pertengahan, lalu disambung jalan tanah. Sekitar 2 kilometer menuju ke puncak.
Tibalah kami di dua danau yang pertama.
Duh… Cantiknya.
Kelebihan Danau Kelimutu, warnanya bisa berubah-ubah. Ada yang biru, hijau, merah dll.

Tidak berakhir di sini, masih ada 1 danau lagi di atas. Fasilitas cukup baik, ada tangga lagi naik sekitar 10 menit hingga ke puncak. Danau ketiga berwarna hitam sore ini. Bertemu dengan rombongan photographer dari Jakarta, katanya siang tadi danau berwarna merah.

“Untung datang sore ini Bu, bisa langsung lihat keindahan danau. Pukul 03.00 subuh kami naik, jalan berkabut dan gelap. Tadi pagi gak kelihatan kalau di samping ini jurang semua. Jarak pandang hanya 1 meter, menggunakan senter. Dinginnya luar biasa… Kalau tadi pagi ibu pakai baju tanpa lengan seperti ini, dijamin gak jadi naik. Kami menunggu sampai 3 jam lebih, gak kelihatan apa-apa. Putih semua,” ujarnya sambil menunjukkan foto yang diambil pagi hari. Putih remang-remang.

Puji Tuhan…. Ternyata mengunjungi Danau Kelimutu sore hari, justru menjadi pilihan yang tepat. Bulan Mei sampai dengan Agustus merupakan saat baik, karena musim kemarau. Tanpa persiapan, P. Indra dan saya salah kostum. Angin di puncak menderu-deru, membuat rambut berantakan dan dinginnya … Brrrrrrr …
Setidaknya kami tahan dan bisa mengabadikan keindahan Danau Kelimutu dalam foto-foto cantik saat matahari mulai tenggelam.
Satu lagi bukti kesetiaan Tuhan menuntun setiap langkah anak-anak-Nya.

Danau ini punya legenda yang unik dan bisa membuat bulu kuduk berdiri, merinding…. Pasalnya, menurut kepercayaan warga setempat, Danau Kelimutu adalah tempat berkumpulnya para arwah manusia yang telah meninggal dunia. Mengerikan!

Sedangkan menurut Dr. Greyjoy Pasternack, dari University of California yang mengadakan penelitian pada tahun 1992, ketiga danau di kawah Danau Kelimutu memiliki sumber gas vulkanik yang sama tetapi akibat transportasi gas yang menyesuaikan status oksidasi-reduksi dari fluida masing-masing danau, menghasilkan warna-warna yang berbeda.
Danau-danau ini mempunyai paparan geokimia dan hidrotermal yang unik, sehingga menciptakan aneka warna. Oksigen adalah penentu yang penting. Ketika danau kekurangan oksigen akan berwarna hijau, tetapi ketika banyak oksigen, tampak berwarna merah hingga hitam.

Satu lagi bukti karya Allah Yang Mahakuasa. Begitu indah, unik serta mempesona. Semakin menyadarkan, betapa kecilnya manusia, dan di sisi lain, Mahabesarnya Allah kita.
Mari kita lebih lagi hidup bergantung serta mengandalkan Dia saja.

*Travel and change of place impart new vigor to the mind.” – Seneca*

*Perjalanan dan pergantian tempat memberi semangat baru bagi pikiran.- Seneca*

??YennyIndra??
TANGKI AIR & PIPA PVC
?? *MPOIN PLUS & PIPAKU* ??
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Linderhof Palace, Istana Favorit Raja Ludwig II.
Verona, Tempat Juliet’s House.
Ronda: The Most Romantic Place in Spain