Articles, Travelling

Kota Putih di Serbia.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kota Putih di Serbia.

Belgrade, itulah artinya, Kota Putih. Ditengah kota ada pertemuan antara Sungai Sava Dari Slovenia, Croatia dll dengan Sungai Danu (Danube River) dari Jerman yang terkenal. Pertemuan sungai ini menuju ke Sungai Hitam sejauh 1170 km. Semua ada 6 jembatan.

Ada River Cruise, kapal pesiar yang melalui daerah yang dilewati sungai ini. Belgrade, salah satu kota yang kerap jadi tujuan.

Kami melewati Hotel Moscow yang sudah dibangun sejak 1300 tahun lalu, Theatre, gedung pemerintahan Serbia, gedung keuangan, gedung-gedung kedutaan berbagai negara dan gedung yang hancur karena di bom NATO saat perang.

Tidak lupa mengambil foto di gedung parlemen yang dilengkapi patung indah di gerbangnya & city hall dengan kebun bunganya yang cantik.

Seperti juga warga negara Indonesia, warga Serbia harus meminta visa jika ke Amerika, Australia dll.
Dan suliiiit sekali mendapatkan visa Amerika.
Padahal istri Donald Trumph dari Slovenia, yang notabene salah satu negara Balkan juga.
Maka ada guyonan, Trumph takut keliru comot istri kalau orang Balkan, termasuk Slovenia, Serbia, Croatia dll datang ke Amerika. πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Kami mengunjungi gedung tempat Josip Bros Tito dimakamkan. Dan tidak lupa… Gedung kedutaan Indonesia.

Senangnya…!

Teman-teman bergurau… Awalnya tidak tahu mau foto di mana yang bagus. Setelah melihat jepretan kamera P. Indra, wow koq bagus… Bahkan di depan gedung parlemen, langitnya sungguh indah!
Sesuatu yang luput dari pandangan yang lain namun P. Indra jeli menangkapnya. Bahkan P. Indra rela mengambil foto hingga berjongkok, agar yang di foto kelihatan tinggi. Makin cantik πŸ™‚
Teman-teman pun mengikuti jejak P. Indra… πŸ™‚

“Bagus tidaknya foto sesungguhnya tergantung photografernya… Biar lokasi bagus, salah angle jadi jelek,” Komentar teman-teman.

Selanjutnya menuju Belgrade Cathedral nan cantik. Berada di salah satu dari 9 bukit yang ada di Kota Belgrade. Kami mengambil foto-foto cantik di depannya. Tetapi cathedral sedang direnovasi sehingga kami tidak bisa masuk ke dalamnya.

Pangeran Sava dari Serbia, sangat dicintai karena berkat dirinya, Serbia lepas dari jajahan Byzantium. Dan warga Serbia bisa menggunakan Bahasa Serbia di negara mereka sendiri. Bangga!

Kami masuk ke Gereja Saint Sava, – The Church of Saint Sava ( sebelah Belgrade Cathedral). Gereja ini didedikasikan untuk Saint Sava, pendiri Gereja Ortodoks Serbia dan seorang tokoh penting di Serbia abad pertengahan, Prince Sava.

Pangeran Sava dari Serbia, sangat dicintai karena berkat dirinya, Serbia lepas dari jajahan Bizantium. Dan warga Serbia bisa menggunakan Bahasa Serbia di negara mereka sendiri. Bangga!

Di gereja ortodoks, wanita berdoa di sebelah kiri dan pria berdoa di sebelah kanan. Saat itu Misa sedang berlangsung.

Design di dalam gereja sangat indah dan berbeda dengan gereja pada umumnya. Lukisannya goresan dari kuas Pelukis Franco. Pada jaman itu orang tidak bisa membaca, jadi lukisan yang indah menceritakan pesan yang ingin disampaikannya. (Lihat foto).

Komposisi penduduk Serbia 80% Katolik Ortodox, 15 % Katolik Roma dan 5% Muslim. Kebalikan dengan Bosnia yang sebagian besar penduduknya muslim. Itulah sebabnya di Indonesia mengira perang Bosnia & Serbia itu perang agama. Padahal sama sekali BUKAN. Perang karena Bosnia ingin memisahkan diri dari Yugoslavia lama, yang pusatnya di Serbia sekarang. Warga dari berbagai macam agama di Bosnia bersatu untuk merdeka. Hingga kini pun Bosnia tetap multi-agama.

Inilah gambaran singkat Belgrade yang kami kunjungi. Perjalanan pun dilanjutkan menuju Negara Bulgaria.

To travel is to discover that everyone is wrong about other countries. -Aldous Huxley

Melakukan perjalanan berarti menemukan, bahwa semua orang salah pandangannya tentang negara lain. -Alldous Huxley

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Hikmat Pengalaman Ke Ujung Dunia Di Kutub Utara.
SWITZERLAND
Hohenschwangau Castle, Istana Masa Kecil King Ludwig II.