Articles, Self Motivation

SAAT DIKHIANATI…..

betrayal

.

Pernah dikhianati? Pada umumnya orang menjawab: Ya.

Sakit? Tentu!

Hidup memang tidak pernah menjanjikan keadilan.

Rasa sakit bisa dipelihara seumur hidup dengan merencanakan balas dendam atau diterima dengan kepahitan.

.

“Vengeance is a lazy form of grief” – pembalasan itu perkabungan seumur hidup, demikian ungkapan Silvia Broome yang diperankan oleh Nicole Kidman dalam film The Interpreter. Meski berhasil membalas dendam, namun tetap meninggalkan racunnya yang menghantui seumur hidup.

.

Diterima dengan kepahitan, meski tidak ingin membalas menimbulkan perasaan nelangsa, mengasihani diri, merasa menjadi korban ketidakadilan-kata orang bijak bagaikan minum racun tetapi mengharapkan orang lain yang mati. Mustahil!

the sad...

Lalu bagaimana cara mengatasinya dengan bijak? Lepaskan dengan ikhlas! Serahkan pada keadilan Tuhan. Hal ini lebih mudah dikatakan daripada dijalankan.

Kita perlu mengubah cara pandang dan memahaminya dari sudut pandang yang berbeda. Belajar melihat dari sudut pandang Allah. Tentu saja kita perlu minta kekuatan extra dari Tuhan. Ini bukan sesuatu yang bisa kita lakukan secara alami.

.

Sesungguhnya, Tuhan berkuasa atas seluruh hidup kita. Tidak ada sesuatu yg terjadi dalam kehidupan kita secara kebetulan. Bukan Tuhan yang merencanakan hal buruk. Namun saat hal buruk terjadi, lalu kita menyerahkan segala sesuatu pada kendali Tuhan, maka Tuhan mengubah hal yang semula dirancangkan untuk mencelakakan kita, diubahNya menjadi sesuatu yang baik. Bahkan dipakaiNya untuk mengangkat kita naik ke tempat yang tinggi, yang tidak dapat kita capai dengan kekuatan natural kita. Itulah hebatnya pengaturan Tuhan!

Sesuai yang janji-Nya:

Allah turut bekerja dalam segala perkara, untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia, yaitu orang-orang yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya.

Tuhan akan membayar dua kali lipat untuk setiap ketidak-adilan yang kita terima.

.

Keep your head...

Mari kita belajar dari kehidupan Yusuf.

Yusuf anak yang baik dan menjadi kesayangan ayahnya, Yakub. Yusuf satu-satunya yang diberi jubah indah oleh ayahnya. Pada suatu hari, Yusuf mendapat mimpi yang merupakan visi Tuhan dan dengan jujur dia menceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya. Tidak ada yang salah bukan? Yusuf tidak bermaksud menyombongkan diri. Yusuf juga tidak minta dijadikan anak kesayangan.

Namun keluguannya mengakibatkan saudara-saudaranya merasa iri, lalu menjualnya, Yusuf pun dijadikan budak di rumah Potifar. Tuhan memberkati apa yang dikerjakan Yusuf sehingga Potifar menyayangi dan dijadikan orang kepercayaannya. Malapetaka datang lagi, Yusuf difitnah istri Potifar hingga  dipenjara. Penyebabnya karena Yusuf menolak diajak berzinah oleh istri Potifar maka wanita itu memfitnahnya. Justru karena Yusuf mentaati firman Tuhan, maka dia dipenjara. Betapa tidak adilnya!

.

Secara natural, Yusuf pantas meragukan keadilan Tuhan atau visi yang diterimanya. Namun Yusuf tidak! Dia tetap setia kepada Tuhan, beriman dan menjaga sikap yang baik.

Yusuf pun menjadi orang kepercayaan kepala penjara karena pekerjaannya yang baik dan Tuhan memberkatinya. Suatu hari, Yusuf meramalkan mimpi juru roti dan juru minuman raja  yang baru saja dikirim ke penjara. Yusuf berpesan pada juru minuman agar saat dia dibebaskan, agar menyampaikan masalahnya kepada raja tetapi juru minuman lupa. Sungguh terlalu! Dunia nampaknya makin tidak adil kepada Yusuf.

.

Dua tahun kemudian, raja bermimpi dan tidak ada seorang pun yang mampu menafsirkan mimpinya. Barulah juru minuman ingat kepada Yusuf. Karena Yusuf mampu mengartikan mimpi raja maka raja sadar, hanya Yusuf yang mampu untuk mengelola panen pada 7 tahun masa kelimpahan dan 7 tahun masa kekeringan. Yusuf diangkat menjadi orang nomor 2 yang paling besar kuasanya di Mesir setelah raja. Dalam sekejap, kehidupan Yusuf berubah. Dari narapidana menjadi pejabat tertinggi.

.

Pada masa kekeringan, saudara-saudaranya pergi ke Mesir untuk membeli bahan makanan. Kisah yang sudah sering kita dengar, hingga akhirnya ayah dan saudara-saudaranya pindah menetap di Mesir.

.

Meski perjalanan hidup Yusuf nampaknya penuh dengan ketidakadilan dan malapetaka, namun dia yakin akan visi yang diterimanya. Yusuf tekun menanti waktu penggenapan Tuhan dengan selalu setia, beriman, menjadi yang terbaik hingga di mana pun dia berada,  selalu diberi kepercayaan. Itu bukti prestasinya memang sangat bagus. Yusuf juga aktif mengusahakan dengan segala upaya agar masalahnya bisa disampaikan kepada raja. Ini bukti bahwa Yusuf memiliki iman yang aktif.

.

Segala pengalamannya, baik mau pun buruk, diijinkan Tuhan untuk membentuk dan mempersiapkan Yusuf agar dia mampu menjadi pemimpin di Mesir serta menjadi penyelamat bangsanya dari kekeringan bertahun-tahun kemudian.  Semuanya ada dalam kendali Tuhan untuk menggenapi rencana-Nya yang besar dan sempurna.

Sulit dimengerti oleh otak kita yang hanya sebesar genggaman tangan, namun Tuhan melihat gambaran besar dunia secara keseluruhan. Tuhan memakai Yusuf sedemikian rupa sehingga rencana besar-Nya tergenapi.

.

Yusuf memahami hal ini sehingga dia tidak dendam atau pahit hati. Sesungguhnya Yusuf punya segala alasan untuk putus asa, pahit hati dan marah kepada Allah saat melewati prosesnya. Tetapi Yusuf tidak!

Itulah sebabnya saat saudara-saudaranya merasa takut Yusuf membalas dendam setelah Yakub meninggal, tetapi Yusuf berkata kepada mereka: “Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah? Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” Pemahaman yang kadang-kadang terlalu sulit dimengerti dan diterima oleh akal kita, namun memang benar: Tuhan berdaulat! Rencana-Nya sempurna.

.

your worth

Perlukah kita sibuk mengurusi hidup orang yang mengkhianati kita? Tidak! Untuk apa kita membuang energi mencari tahu tentang dia. Semakin kita tahu banyak, justru semakin sulit mempertahankan kedamaian dalam hati kita. Apalagi menceritakan berulang-ulang kisah pengkhianatannya, ini akan menguras energi dan membuat kita makin terluka. Ampuni dan lupakan! Hidup kita terlalu berharga untuk mengurusi orang-orang seperti itu. Kita memiliki takdir besar yang harus dikejar dan direalisasikan. Apa pun yang terjadi dengannya, bukanlah urusan kita. Biarkan dia berurusan sendiri dengan Tuhan.

.

Tugas kita adalah menjaga hati kita tetap bersih dan murni, karena dari situlah terpancar kehidupan. Kewajiban kita adalah membangun diri menjadi pribadi yang terbaik sesuai rencanaNya. Kita berkewajiban mempertanggungjawabkan hidup kita sendiri kepada Tuhan.

Setiap kita menjalani pertandingan yang berbeda dengan jalur yang berbeda pula. Seorang pelari jarak pendek, harus berkonsentrasi mengerahkan segala konsentrasi, fokus dan daya upaya untuk berlari secepatnya mencapai garis finish. Perhatiannya tidak boleh terpecah untuk mengurusi  pelari lainnya.

Demikian pula dengan kita, seharusnya kita sibuk menjalani jalur  kehidupan kita sendiri, segera bertumbuh dalam prosesnya dan menikmati pencapaian garis finish yang ditetapkan Tuhan. Kita harus berjuang dari satu proses ke proses lainya. Hingga semakin hari, karakter kita semakin menyerupai Allah. Orang-orang di sekeliling kita melihat gambaran Allah melalui hidup kita.

Hidup orang yang mengkhianati kita, sepenuhnya wewenang Tuhan.

.

Satu hal yang perlu kita ingat: berkat, promosi, kesempatan semuanya dari Tuhan. Pimpinan, teman, saudara bisa saja ‘mencelakai’ kita entah sengaja atau tidak, hingga promosi yang seharusnya kita terima lalu diberikan kepada orang lain. Proyek kita disikat teman sendiri. Teman kita dengan bangga memamerkan keberhasilannya dan menjelek-jelekan kita, menyebarkan gosip dan berita buruk. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, demikian kata peribahasa. Tidak adil bukan?

Memang manusia tidak adil. Tetapi berita baiknya: Tuhan itu adil! Tetap lakukan yang baik dan nantikan keadilan Tuhan. Ketika dalam penantian itulah kita diproses untuk mengalahkan keinginan manusiawi kita, dan menaklukkannya kepada kehendak Tuhan. Inilah sekolah iman.

Bagi anak-anak muda yang dikhianati oleh kekasihnya, percayalah, Tuhan sudah menyediakan pasangan hidup yang lebih baik di masa depan. Bersyukurlah, kalian tidak menikah dengan orang yang tidak bisa dipercaya. Suatu hari, kalian akan bersyukur saat menoleh ke belakang.

.

Santo Agustinus berkata bahwa iman adalah mempercayai apa yang tidak kita lihat, dan upah iman adalah melihat apa yang kita percayai.

Pada saat yang tepat, Tuhan akan mengangkat kita naik melebihi yang kita bayangkan. Ketika itu, kita mengalami pengalaman hidup bersama Tuhan. Jika dulu kita mengenalNya dari apa kata orang, dari kesaksian orang lain, sekarang kita mengalaminya secara pribadi. Ini menjadi pengalaman berharga, menara peringatan dan titik balik yang membuat kita tidak akan menjadi pribadi yang sama lagi. Kita berani menghadapi kehidupan dan masa depan dengan kepala tegak: jika dulu Tuhan telah menolongku, maka sekarang dan di masa depan, Dia akan menolongku juga. Dia Allah yang bisa dipercaya dan diandalkan.

 

*****

Sebagai penutup mari kita simak kisah yang menarik di bawah ini:

oprah

 Oprah Winfrey

Bertahun-tahun yang lalu,  saat Oprah Winfrey sedang merintis karirnya membawakan talk-show. Acaranya disukai banyak orang dan sedang naik daun. Oprah makin terkenal. Tentu banyak orang yang ingin tahu kehidupan pribadi Oprah. Suatu saat, kakaknya membuka aib yang telah disimpan Oprah selama bertahun-tahun: Oprah pernah dilecehkan, diperkosa dan melahirkan anak pada usia 14 tahun!

Oprah ketakutan. Bagaimana reaksi orang-orang yang mengetahuinya? Oprah malu sekali. Dunia serasa runtuh. Masa depannya pasti hancur. Bagaimana jika penonton memandang rendah dan tidak mau menonton acaranya lagi? Oprah galau!

Tetapi sesuatu yang tidak dinyana, aib yang terbuka itu justru membuat banyak orang bersimpati dan membawa Oprah makin top. Banyak orang yang kagum dengan ketegaran Oprah. Bahkan Anthony Robbins pernah menulis, Oprah punya segala alasan untuk bersikap pahit, mengasihani diri sendiri dan menyalahkan orang lain untuk ketidak-adilan yang diterimanya. Namun Oprah memilih mengebaskan masa lalunya dan melangkah maju. Itulah kunci kesuksesan Oprah. Tuhan membuat ketidakadilan yang dialami Oprah, menjadi sarana untuk membawanya naik ke tempat yang tidak bisa dicapainya, tanpa peristiwa buruk tersebut. Oprah menjadi selebritis wanita terkaya di Amerika. Oprah mendirikan sekolah-sekolah untuk membantu anak-anak perempuan miskin di Afrika, membuat acara Life-class untuk membantu orang-orang agar hidupnya dipulihkan.

.

Hidup adalah pilihan. Tuhan tidak pernah memaksa kita untuk mentaati-Nya. Berkat atau kutuk ada di tangan kita.

Anda pilih yang mana?

.

Oleh: YennyIndra.

.

Photo:

– Betrayal of love: POEM

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Pohon Pengetahuan yang Baik dan Jahat”
“Apakah Kita Hidup Mandiri atau Bergantung Pada-Nya?”
Uang & Tuhan, Apa Korelasinya?

Leave Your Comment