Articles, Travelling

Golden Chance To Meet Manchester United Players


.

“Wow… bertemu Van Persie dan Rooney? Oh, …itu idolaku! Betapa luar biasanya bisa bertemu dengan mereka,” demikian komentar beberapa teman yang mendengar bahwa kami akan ke Old Trafford. Teman-teman ikut antusias mendengar kami mendapat kesempatan ke Old Trafford.

Sebagian teman tahu kami ke Old Trafford setelah melihat profile picture kami di MU. Beberapa teman minta dibelikan kaos jersey dengan nama-nama idolanya. Terlebih lagi saat mereka melihat foto grup kami dengan first team Manchester United (MU). Ada teman berkomentar, ”Keren banget bisa bertemu full team MU…. Ach, bikin iri saja… ha…ha….ha…”

.

Robin Van Persie dengan catatan dan tandatangan untuk YennyIndra

Wayne Rooney

.

Saya beruntung terpilih menjadi salah satu pemenang program Danamon-MU. Saat diberitahu bahwa saya berhak ikut ke Old Trafford, sejujurnya saya tidak tahu banyak tentang seluk beluk sepakbola. Saya mengajak suami saya, Indrayana dan Christian, putra saya yang gemar sepakbola. Christian menjelaskan panjang lebar tentang old Trafford, MU dan pemain-pemainnya. Ternyata dari dua puluh pemenang, hanya Sembilan orang yang visanya diterima oleh kedutaan Inggris. Ditambah dengan suami dan anak saya yang berangkat dengan biaya sendiri jadilah grup kami dua belas orang termasuk tour leadernya.

.

Sertifikat Manchester United

.

Dari Jakarta kami langsung menuju Manchester. Udara cukup menggigit mengingat saat itu sudah memasuki musim dingin, dengan suhu sekitar 4 derajad celcius. Tiba di pagi hari, kami langsung berangkat dari airport menuju Carrington Training Ground, tempat para pemain MU berlatih. Penjagaan di sana sangat ketat. Bus kami sempat tertahan cukup lama di pos penjagaan karena Lynn, wakil dari MU yang harus menemani grup kami belum datang. Kami datang lebih awal dari waktu yang dijanjikan. Surat- surat  diperiksa dengan teliti, sebelum akhirnya kami diijinkan masuk. Dari kejauhan terpampang huruf merah besar di lapangan parkir: MANCHESTER UNITED. Kami ingin sekali foto bersama di bawah tulisan itu. Saat akan pulang saja, demikian kami sepakat.

.

Javier Hernandez ‘Chicharito’

Shinji Kagawa

.

Bus kami harus menunggu di tempat yang ditentukan dan seluruh penumpang dilarang keluar dari bus sebelum ada orang yang ditunjuk untuk mengantar kami masuk. Kami senang sekali ketika ada mobil Range Rovers Overfinch yang dikendarai oleh Javier Hernandez ‘Chicharito’ melintas di sisi bus kami. Tidak lama kemudian mobil Kagawa melintas pula. Kami melihat mereka keluar dari mobil menuju tempat latihan. Tampak pula Chevrolet camaro hitam milik Wayne Rooney berjajar dengan Chevrolet Corvette milik Michael Carrick. Melihat mobil milik para pemain pun kami senang. Kami begitu antusias menanti kesempatan langka ini.

.

Di Ruang Ganti Pemain MU

.

John keluar menyambut dan kami dibawa ke ruang tunggu. Makanan kecil beserta  pilihan minuman sudah tersedia untuk dinikmati sambil kami diberi pengarahan aturan-aturan yang harus ditaati. Lynn datang tidak lama kemudian. Dilarang bersuara keras dan mengganggu konsentrasi pemain. Tidak bisa memaksa pemain memberi tandatangan. Tergantung suasana hati mereka, jika senang maka bersedia memberi tandatangan. Kami harus tetap bersikap sopan. Tidak boleh mengambil foto dengan kamera pribadi mau pun HP. Akan ada fotografer resmi MU yang akan mengambil gambar-gambar kami beserta para pemain MU. Bahkan foto dengan tulisan Manchester United di lapangan parkir pun tidak boleh. Saat ada yang ke kamar kecil, ada orang yang memperhatikan untuk memastikan tidak ada papparazi yang mengambil foto pemain secara diam-diam.

.

Old Trafford Stadium

.

Selanjutnya kami menuju ruang fitness. Kami melihat saat para pemain sedang berlatih. Mereka berlatih santai tapi serius. Rasanya sudah tidak sabar lagi menanti waktu untuk berjabat tangan dan meminta tanda tangan. Saya harus bertanya kepada Christian, prioritasnya minta tanda tangan siapa? Karena tidak mungkin kami bisa minta tanda tangan semua pemain. Waktunya terbatas. Ada grup Jepang dan Arab yang akan bertemu mereka sesudah grup kami. Akhirnya tiba saatnya kami semua diberi kesempatan untuk foto bersama dan tidak lupa, saat yang menegangkan: meminta tanda tangan baik di kaos seragam Danamon-MU yang kami kenakan mau pun pada foto bersama para pemain MU yang sudah dibagikan kepada kami sebelumnya. Kami bisa berjabat tangan dan dengan waktu yang terbatas, kami berusaha mendapatkan tanda tangan sebanyak-banyaknya.

.

Christian Purnomo, Quinton Fortune, YennyIndra & Indrayana
.

Setelah itu kami bisa melihat dari jauh, saat mereka berlatih sepak bola.  Quinton Fortune, sang pemain legendaris yang sudah pensiun masuk ke ruangan tunggu. Kami pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berfoto dengannya secara sembunyi-sembunyi. Quinton Fortune sangat rendah hati dan ramah. Beliau menjadi wakil MU untuk menemani para sponsor yang hadir di sana. Di Old Trafford, kami bertemu kembali dengan Quinton Fortune  yang tengah makan siang bersama grup sponsor dari Vietnam.

.

Old Trafford Stadium

.

Akhirnya tibalah saat kami meninggalkan Carrington Training Ground menuju Old Trafford untuk mengikuti stadium tour dan berbelanja. Lapangan tua yang terkenal, menyimpan keanggunan tersendiri dibandingkan dengan stadium-stadium lainnya. Bahkan jika dibandingkan dengan stadium yang lebih baru dengan fasilitas yang lebih keren. Old Trafford punya wibawa yang berbeda.

.

Sir Alex Ferguson – Christian Purnomo & Home Team MU

.

Keesokan harinya, kami menuju kota Liverpool yang hanya berjarak empat puluh lima menit dengan bus dari Manchester. Di sini kami mengikuti Anfield stadium tour yang terkenal. Tidak lupa kami juga mengunjungi Beatles Museum yang eksotik. Sejarah dan benda-benda penting milik grup musik Beatles terpajang di sana. Ada romantisme tersendiri saat menelusuri kisah Beatles.

.

Anfield Stadium – Liverpool.

.

Indrayana di Beatles Museum

.

Pada hari yang ke tiga, tibalah saat yang sudah di nanti-nantikan: Match Game MU melawan Arsenal. Suasana Old Trafford sangat ramai. Penonton datang mengenakan berbagai kostum untuk mendukung tim kesayangannya. Tidak sedikit pria dan wanita yang mengenakan wig kribo seperti rambut pemain kesayangan mereka, Felaini. Pertandingan berlangsung seru. Yel-yel disertai lagu-lagu terutama untuk mendukung Van Persie, terlebih setelah Van persie berhasil menyarangkan goal ke gawang Arsenal. Pertandingan berakhir 1-0 untuk kemenangan MU.

.

Suasana Match Game MU vs Arsenal di Old Trafford.

Felaini

.

Kami sempat mengunjungi Etihad Stadium milik Manchester City sebelum memperpanjang liburan kami ke London. Kami  mengunjungi berbagai stadium lainnya seperti Emirates Stadium, Stamford Bridge Stadium dan Wembley Arena. Christian tidak melewatkan kesempatan menonton laga langsung England vs Chile di Wembley Arena, London.Tidak lupa pula kami menikmati keindahan kota London serta kota-kota lain di sekitarnya hingga ke Roman Bath City yang berada dekat perbatasan ke Scotlandia.

.

Etihad Stadium – Manchester City

.

Saya sangat bersyukur memperoleh kesempatan langka ini. Dari ribuan nasabah, Tuhan memilih saya sebagai salah satu pemenang. Tentu saja kami bisa liburan dengan biaya sendiri ke Inggris untuk menonton pertandingan, tetapi untuk bertemu langsung dengan pemain first team MU, tidak bisa. Hanya grup yang memiliki kontrak khusus yang bisa bertemu. Yang lebih membuat saya bersyukur karena sesungguhnya yang membukakan tabungan MU adalah karyawan kami. Karena ada keperluan kantor, maka dibuka tabungan atas nama saya. Tuhan mengatur sedemikian rupa. Saya sama sekali tidak pernah terpikirkan akan hadiahnya, bahkan tidak tahu ada program hadiah MU- saya tidak berdoa atau pun meminta namun Tuhan berikan hadiah secara cuma-cuma. Inilah bukti bahwa kita memiliki Allah yang baik dan sangat peduli. Allah yang menyediakan sesuatu yang indah, sebagai bukti cintaNYa meski kita tidak memintanya.

Sahabat saya berujar bahwa keberuntungan saya tidak habis-habisnya. Saya tertawa dan meng-amin-kannya. Tuhan sungguh baik.

.

.

Hidup senantiasa berisi suka dan duka. Seringkali ketika beban berat menekan, kita cenderung lupa dimana Tuhan berada. Mengapa Tuhan membiarkan kita menghadapi tantangan itu sendirian? Sesungguhnya Tuhan tetap berada di sisi kita, memegang kendali kehidupan kita. Tuhan mengijinkan pencobaan dan masalah yang tidak melampaui kekuatan kita. Dalam tekanan, karakter dan kedewasaan rohani kita bertumbuh. Kita memiliki pengalaman pribadi bersamaNya yang membuat kita mengenalNya secara pribadi. Pengalaman pribadi semacam inilah yang membuat iman kita tetap teguh bahwa kita memiliki Allah yang senantiasa peduli dan bisa diandalkan. Bonusnya, kita akan menjadi pribadi yang lebih kuat saat berhasil melewatinya.

.

.

Kesadaran akan kasih dan kepedulian Allah ini menguatkan iman saya saat saya harus menghadapi tantangan dan beban yang berat. Jika Tuhan sudah memberikan yang terbaik: sesuatu yang tidak saya minta, terlebih lagi Dia akan peduli dan menolong untuk hal-hal penting dalam hidup saya. Mengapa saya harus cemas dan kuatir? Hai jiwaku, berharaplah kepada Tuhan saja! Dia Allah yang setia dan terbukti dapat diandalkan!.

.

OLEH: YennyIndra.

.

Dipersembahkan untuk

teman-teman yang bersama-sama ke Old Trafford November’13,

dan Bank Danamon.

.

Photos:

Rooney: www.theguardian.com – 460 × 276 – Search by image

Chicarito: bombay-913.blogspot.com – 800 × 600 – Search by image

Kagawa: www.football.co.uk – 700 × 900 – Search by image

Felaini: http://strettynews.com/fellaini-i-was-nervous-on-deadline-day/

www.ilovedevotionals.com – 1200 × 804 – Search by image

stylegerms.com – 498 × 465 – Search by image

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Naik Kereta Api Tut…Tut…Tut…
Northern Light, Aurora Borealis – Kutub Utara
Kota Putih di Serbia.

Leave Your Comment