Articles, Relationship

Menyenangkan Semua Orang…

Seorang teman bercerita bahwa prinsip hidupnya adalah berusaha menyenangkan semua orang atau menjadi people pleaser… Ketika orang lain bahagia, diapun menjadi bahagia. Kelihatannya sangat menarik bukan? Sebuah keinginan yang luhur.

.

Namun para psikolog berujar, mustahil kita bisa menyenangkan semua orang. Bahkan seorang komedian terkenal dari Amerika, Bill Cosby, berujar,”Saya tidak tahu kunci sukses, tapi kunci kegagalan adalah mencoba membuat semua orang senang.”

.

Sadarkah kita ketika kita berusaha menyenangkan semua orang berarti kita menjadi seseorang yang tidak punya prinsip? Jika kita ingin menyenangkan semua orang berarti ketika kita bergaul dengan orang-orang yang cinta Tuhan maka kita setuju prinsip-prinsipnya. Demikian juga ketika kita bertemu dengan orang-orang dunia kita harus menyetujui prinsip-prinsipnya agar kita bisa menyenangkan mereka.

.

Satu hal yang kita lupa, ketika kita tidak punya prinsip pada akhirnya kita tidak bisa menyenangkan siapapun dan kita kehilangan rasa hormat karena teman-teman kita menganggap bahwa kita orang yang plin-plan. Kebanyakan orang yang menjadi people pleaser karena mereka kurang percaya diri dan berusaha agar bisa diterima. Akibatnya mereka takut mengecewakan orang lain, berusaha menjadi apa yang diharapkan orang lain, ikut arus dan  tidak berani mengambil keputusan.

.

Helena Deutsch, seorang psikoanalis menyebut  sebagai “as-if personality”. Orang-orang ini akan menjadi bunglon dalam kehidupan sosialnya. Mereka setuju mengatakan sesuatu asal diterima lingkungannya, sementara realitas pribadinya berbeda. Mereka mencoba menterjemahkan apa yang diinginkan orang di sekelilingnya kemudian berusaha memenuhi harapan mereka. Mereka tipe orang yang menjadi ‘penggembira’ dimana-mana dan sekedar pelengkap ‘penderita’ dalam pergaulan. Pada akhirnya mereka akan menjadi marah, frustrasi, lelah secara mental dan tidak memperoleh kasih serta penghargaan yang mereka harapkan.

.

Mark Snyder, psikolog dari University of Minnesota, menemukan orang-orang seperti ini jarang bisa memiliki hubungan intim yang stabil atau memuaskan. Sebuah pola yang lebih sehat, tentu saja, adalah untuk menyeimbangkan antara bersikap jujur pada diri sendiri dan orang lain, kemudian dengan menggunakan keterampilan sosial, menggunakannya dengan integritas.

.

.

Agar kita bisa dikasihi dan dihargai orang lain maka kita perlu belajar hidup dengan memegang prinsip-prinsip kebenaran sesuai dengan nilai-nilai yang kita percayai dan mengatur prioritas dengan bijak untuk mencapai tujuan hidup kita.  Ketika kita bertemu dengan orang yang tidak sepaham, katakan saja pendapat yang sesuai  prinsip kita dengan sopan dan nada yang halus. Kita bisa tetap bergaul dengan orang yang tidak sepaham dengan cara saling menghormati tanpa merendahkan satu sama lainnya.

Katakan TIDAK dengan sopan ketika kita ditawari sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nurani kita.

Katakan Ya dengan tegas untuk sesuatu yang kita percayai.

Ketika kita berani berdiri diatas prinsip kebenaran, orang justru akan melihat bahwa kita memang berbeda dengan orang-orang di sekeliling kita. Mereka melihat bahwa kita melebihi yang lain sehingga tanpa disadari mereka akan memperlakukan kita dengan cara yang berbeda. Ketika kita bisa menghargai diri kita sendiri, maka sesungguhnya kita sedang mengajar orang lain agar menghargai kita.

.

Jika kita ingin dihargai orang lain,

hal yang terpenting adalah hargailah dirimu sendiri.

Hanya dengan menghargai  diri sendiri

akan membuat orang lain  menghargai kita.

Fyodor Dostoyevsky

.

Bagaimana jika kita ingin menyenangkan orang yang kita cintai? Tentu saja sesuatu yang baik. Namun kita melakukannya dengan motivasi yang tulus tanpa ‘mengharapkan sesuatu kembali’. Orang-orang akan merasakan motivasi tindakan kita tanpa kita sadari. Jika kita melakukan dengan motivasi kasih yang murni, pada saatnya benih kasih yang kita tabur akan berbuah lebat  sehingga kasih dan penghargaan yang kita harapkan, akan kita tuai dengan sendirinya.

Selamat mencoba!

.

OLEH: YENNY INDRA

.

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Apakah Anda Seorang Ahli Waris, atau Seorang Hamba?
“Fokus adalah Posisi Anda!”
Yang Unik & Berkesan Dari Pernikahan Christian & Ivana.

Leave Your Comment