Tag Archives: #seruputkopicantik #yennyindra #Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan #PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Articles

Lima Danau Berantai Bak Planet Mars!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Lima Danau Berantai Bak Planet Mars!

Acara hari ini kami ke Wudianchi Scenic Area mengunjungi danau-danau vulkanik yang terbentuk akibat aktivitas gunung berapi. Ditetapkan sebagai Taman Geologi Global UNESCO pada 2004 karena nilai ilmiah dan keindahannya.

Wudianchi artinya “Lima Danau Berantai”.
Terbentuk dari letusan gunung berapi ratusan tahun lalu, wilayah ini memiliki lima danau saling terhubung mirip rantai yang indah dikelilingi gunung dan pepohonan yang hijau.

Salah satu daya tarik paling mencolok di Wudianchi Scenic Area adalah pemandangannya yang dramatis dan nyaris seperti dunia asing, kerap dibandingkan dengan permukaan bulan atau planet Mars. Karena minimnya tanaman di area tertentu dan dominasi batuan gelap, NASA bahkan pernah mempelajari wilayah ini sebagai analog permukaan bulan dan Mars!
Konon saat matahari terbenam, bayangan panjang di hamparan batuan hitam menciptakan pemandangan seperti di planet lain.

Batuan Vulkanik Hitam membentuk Lava Fields, Lava Beku yang Luas, terhampar di seluruh area, dipenuhi batuan vulkanik hitam yang terbentuk dari aliran lava gunung berapi purba. Batuan ini membentuk hamparan luas seperti “lautan beku” yang disebut “Lava Sea”.
Teksturnya Unik karena di permukaan batuan memiliki pola retakan khas (columnar jointing) dan lubang-lubang bekas gelembung gas vulkanik, menciptakan pemandangan yang kasar dan eksotis. Perpaduan danau dan bebatuan vulkanik hitam, itu membentuk formasi geologis yang dramatis, menciptakan lanskap menyerupai bulan.

Beberapa gunung berapi seperti Gunung Laohei dan Gunung Huoshao memiliki kawah yang masih jelas terlihat, dengan lereng curam berwarna hitam kemerahan.
Di beberapa zona, terdapat bebatuan vulkanik besar akibat bom vulkanik yang terlempar saat letusan, serta lapili, kerikil vulkanik yang menyebar di sekitarnya.

Nach yang keren karena fenomena alam ini terbentuklah “Air Mineral Penyembuh”– sumber airnya kaya mineral dan diyakini memiliki khasiat kesehatan, menarik banyak pengunjung untuk terapi alami. Konon membuat kulit mulus dan menyembuhkan berbagai penyakit kulit.
Rasanya seperti air yang mengandung soda, sedikit pahit, segar dan dingiiin sekali. Ada sedikit bau besi.
Kami berjumpa dengan penduduk lokal yang membawa jerigen untuk mengambil air penyembuh ini, untuk dikonsumsi sehari-hari.

Meski terlihat gersang, tanah di sini sangat subur karena mineral vulkanik, sehingga ditumbuhi tanaman hijau yang kontras dengan batuan hitam.
Pohon-pohon tinggi kelihatan kurus tetapi ternyata menurut Eric, local guide kami, sudah berusia ratusan tahun. Akibat lava, batangnya tidak bisa besar.
Tanaman padi hanya bisa panen setahun sekali, full vitamin dan mineral, tidak heran nasinya enaak sekali… pulen. Butiran jagungnya rasanya seperti ketan.

Pada saat musim dingin di daerah utara, seperti kota Mohe, bisa mencapai suhu hingga minus 40-50 derajad….
Bbbbrrrrr…… seperti apa tuh dinginnya!

Samping hotel kami, ada sederet toko lokal. Barang-barang yang dijual, kebanyakan diimpor dari Rusia, justru bukan produk China.

Sejarah Cakwe… yang dicertakan Hendry, Tour Leader kami, sungguh menggelitik
Sadar gak mengapa cakwe selalu dijual sepasang?
Camilan sederhana ini punya latar belakang sejarah yang gelap dan dipenuhi kemarahan serta dendam.
Jadi, ceritanya bermula di zaman Dinasti Song Selatan (1127-1279 M), saat Tiongkok sedang kacau balau.

Yue Fei, jenderal legendaris yang sangat dicintai rakyat karena keberaniannya. Konon di badan Yue Fei sejak kecil sudah di tatto oleh ayahnya, agar selalu cinta negara.
Sementara ada Qin Hui, perdana menteri licik yang berkhianat dan merencanakan eksekusi Yue Fei.
Caranya? Dengan memfitnah Yue Fei pada raja, bahwa Yue Fei hendak merebut tahta kerajaan.

Nah, saat rakyat tahu sang pahlawan dibunuh oleh Qin Hui dan istrinya, mereka ngamuk berat! Tapi karena gak bisa langsung menghukum sang pengkhianat, dan jaman itu belum ada demo, apa yang mereka lakukan?
Mereka menciptakan simbolik balas dendam lewat… makanan!

lya, beneran! Rakyat membuat adonan berbentuk dua manusia, yang mewakili Qin Hui dan istrinya, lalu… digoreng dalam minyak panas! Bayangin aja, tiap gigitan ke “tubuh” adonan itu seperti bentuk hukuman buat si pengkhianat.
Unik banget ya?
Jadi saat menggoreng mestinya sambil marah-marah…
“Kapok ya … Qin Hui dan istri yang jahat…”, sambil gemas, menggunakan sumpit, kepala cakwe diputar, membayangkan seperti memutar kepala Qin Hui dan istrinya.
Itulah sejarahnya, mengapa cakwe dalam bahasa Mandarin disebut Youtiao artnya “Batang Goreng”
Wkwkwk…..

Liburan itu selalu menyenangkan.

“Nature is the source of all true knowledge.” – Leonardo da Vinci.

“Alam adalah sumber segala pengetahuan sejati.”- Leonardo da Vinci.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Benarkah Firman Tuhan Mengubah Takdir? Hmmm.. Simak Ini!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Benarkah Firman Tuhan Mengubah Takdir? Hmmm.. Simak Ini!

Siapa yang tak ingin mujizat? Kita semua pasti rindu melihat terobosan, kesembuhan, pertolongan Tuhan yang nyata.
Saat masalah besar menimpa, bak badai menggelora…. kita rindu solusi instan.

Dan ternyata, Tuhan mau juga lho memberi solusi instan …
Yeaaaayyyyy…..

Alkisah Yoram, anak Raja Ahab, menjadi raja di Samaria. Setelah ayahnya meninggal, raja Moab memberontak. Ia enggan membayar upeti seratus ribu anak domba dan bulu dari seratus ribu domba jantan.

Lalu Raja Yoram mengajak Yoram, raja Yehuda dan raja Edom bersekutu, memerangi raja Moab.
Mereka sudah siap berperang, tetapi tersesat di padang gurun selama tujuh hari, tanpa air. Lapar, haus, letih—bahaya besar mengintai.

Raja Yoram, anak Ahab, panik dan mulai menyalahkan Tuhan, “Apakah Tuhan membawa kita ke sini untuk membunuh kita?”

Tapi Yosafat, raja yang mengenal Allah, berkata,
“Dengar, aku tahu apa yang kamu katakan. Aku tidak menyangkal situasinya. Aku tahu kita kehabisan air. Aku tahu kita tidak punya persediaan. Tapi… apakah ada nabi Tuhan di sini?”
Ia tahu:satu Firman dari Tuhan dapat mengubah segalanya.

Mereka mendatangi Elisa. Dan saya suka bagaimana Elisa merespons. Ia berkata, “Seandainya bukan karena hormatku pada Yosafat, aku tidak akan memandangmu.” Tapi karena ada orang benar di sana—ada iman—maka Firman Tuhan turun.

Elisa berkata, “Bawakan aku pemetik kecapi.” Ketika pujian dinaikkan, hadirat Tuhan turun… dan Firman Tuhan datang! Bukan strategi militer, bukan motivasi kosong—tapi perkataan langsung dari Tuhan!

“Lembah kering ini akan dipenuhi air. Kamu tidak akan melihat angin atau hujan, tetapi tiba-tiba… air akan muncul!”

Tidak ada air di mana pun. Ternak akan mati, kuda akan mati, semua orang akan mati… tapi Tuhan berkata: “Lembah yang kering ini, situasi keringmu, akan segera berubah!”
Mungkinkah?

Iman datang dari pendengaran—bukan hanya mendengar Firman tertulis, tapi Rhema, Firman Allah yang spesifik dan hidup! Saat Firman itu datang, musim bisa berubah, keadaan bisa berubah dan yang paling mustahil pun bisa terjadi.

Inilah firman Tuhan: Lembah kering ini akan dipenuhi air. Engkau tidak akan melihat angin atau hujan, tetapi lembah ini akan penuh dengan air.” Engkau dan ternakmu dan semua hewanmu akan punya air dalam kelimpahan. Bukan hanya tetesan. Tuhan selalu memberi dengan berlimpah. Dia adalah Allah yang lebih dari cukup. Dia tidak memberi seadanya.

Wow……. Dahsyat!

Mujizat terjadi. Tetapi mari kita renungkan: semua itu dimulai dari Firman Tuhan. Bukan karena kepintaran manusia. Bukan karena kekuatan. Tapi karena suara Tuhan diikuti dengan ketaatan.

Dan perhatikan: mujizatnya “tiba-tiba” muncul. Tidak ada awan. Tidak ada angin. Tapi esok paginya, air mengalir dari Edom. Bumi yang kering menjadi kolam!

Tapi jangan berhenti di situ.

Tuhan memang sanggup melakukan mujizat. Tapi jangan terpukau oleh mujizat. Kejar Firman-Nya!

Banyak orang hanya mengejar mujizat—seperti penonton yang bersorak karena sulap—tapi hidupnya tetap kacau karena tidak pernah membangun fondasi di atas Firman.
Mujizat bisa memulai perubahan, tapi hanya Firman yang bisa menjaga, memperkuat, dan memperbesar hidup kita.

Saya belajar: Firman Tuhan itu kekuatan Tuhan.
God’s Power!

Dia menciptakan dunia dengan Firman. Tuhan menyembuhkan dengan Firman. Firman itulah dasar iman kita.

Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Tuhan.
Tapi bukan sekadar membaca atau mendengar biasa. Kita butuh *Rhema—Firman hidup yang dinyatakan secara pribadi dalam hati kita.*

Dan satu Firman Rhema dari Tuhan, jika kita tangkap, percaya, dan lakukan, itu bisa mengubah takdir kita.
Tetapi kalau hanya didengar tanpa tindakan?
Tidak akan terjadi apa-apa.

Firman tidak bekerja otomatis. Tuhan butuh iman dan respon kita. Tanpa tindakan, takdir tidak berubah.

“Diberkatilah dia yang percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan akan digenapi.”
Penggenapan hanya terjadi bagi orang yang percaya dan bertindak.

Mujizat bisa menarik perhatian kita. Tapi Firman yang akan menopang kita sampai garis akhir.

Jadi hari ini, jika hati kita sedang gersang, jika hidup seperti lembah kering—jangan hanya berdoa minta keajaiban. Cari Tuhan, kejar Firman-Nya, dengar suara-Nya, lalu bertindak sesuai petunjuk-Nya.

Firman-Nya tidak akan gagal.

Mujizat itu luar biasa, tetapi Firman adalah fondasi. Pegang Firman itu dan lihat bagaimana Tuhan mengubah lembah keringmu jadi kolam berkat yang melimpah. Kita pun hidup dalam berkat.

Siap praktik? Yuk…..

*”Miracles come by hearing the voice of God and obeying it.” – Oral Roberts.*

*”Mujizat datang dengan mendengar suara Tuhan dan menaati-Nya. – Oral Roberts.*

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Mau Hidup Berkemenangan? Ini Rahasianya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mau Hidup Berkemenangan? Ini Rahasianya!

“Mengapa hidup naik-turun terus, kadang semangat, kadang hancur lebur?”
Seringkali kita bertanya seperti itu, tanpa menyadari bahwa jawabannya ada pada siapa yang memimpin hidup kita—roh kita yang sudah lahir baru, atau pikiran dan perasaan kita yang belum dilatih.

Perasaan itu ciptaan Tuhan. Indah! Menjadikan hidup berwarna, menarik, penuh dinamika. Tetapi BUKAN untuk menjadi pemimpin. Kalau perasaan dijadikan kompas hidup, hasilnya adalah kebingungan, ketidakstabilan, dan kekalahan.

Firman Tuhan mengajarkan, kunci utama untuk hidup berkemenangan adalah pikiran yang diperbaharui.
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu…”.

Pikiran yang diperbarui = cara berpikir yang benar = senjata melawan tipu daya iblis.

Iblis sudah kalah. Dilucuti kuasanya. Tapi dia masih punya satu senjata: kata-kata.
Dia melemparkan sugesti, ancaman, tuduhan, dan ketakutan ke dalam pikiran kita. Ia adalah pendakwa, kalau kita tidak terlatih mengelola pikiran, hidup kita bisa disabotase oleh suara-suara itu. Bukan karena iblis kuat, tapi karena kita mengijinkan.

Iblis suka mengetuk “pintu pikiran” kita dengan keras—dengan tuduhan seperti,
“Kamu gagal,”
“Kamu nggak layak,”
“Kamu akan kehilangan semuanya.”
Tetapi pertanyaannya: apakah kita membuka pintunya?
Ketukan yang keras tidak sama dengan masuknya ancaman. *Kita yang memutuskan pikiran mana yang boleh masuk dan tinggal.*

Bahkan ketika muncul godaan untuk tersinggung, marah, merasa dicurangi, atau diperlakukan tidak adil, kita tetap punya pilihan. Tersinggung itu pilihan!
Kita bisa memilih untuk menyimpan sakit hati dan membiarkan amarah mengambil alih, atau kita memilih berkata, “Aku percaya kebenaran Tuhan akan membelaku.”

Saat kita memilih untuk menolak tersinggung, kita sedang berkata: “Aku menolak dipimpin oleh perasaanku. Aku memilih dipimpin oleh rohku dan kebenaran Firman Tuhan.”

Hidup ini sepenuhnya di tangan kita. Bukan soal apa yang terjadi di luar, tapi bagaimana kita memilih menghidupinya.

Kita harus dilatih menguasai diri. Disiplin.
Pernah melihat anak yang tidak terlatih? Begitu susah mengaturnya….
Bayangkan kalau pikiran kita tidak pernah dilatih?
Takut, cemas, dan depresi merupakan hasil dari pikiran yang liar dan tidak diperbaharui.

Kita sering diajari untuk mendeklarasikan Firman, dan itu benar.
Tapi itu belum cukup.
Jika pikiran melanglang buana, apa yang dideklarasikan tidak akan termanifestasi. Tidak ada iman di sana!
Kita juga harus mendisiplinkan pikiran kita.
Belajar berkata: “Hei, kamu pikiranku, dan kamu pelayan dari rohku! Bukan aku yang ikut kamu, tapi kamu yang harus tunduk kepada kepada rohku. Tunduk dan selaras dengan Firman Tuhan.”

Tuhan sudah memberi kita roh yang baru—roh yang kuat, kudus, dan pemenang.
Tetapi pikiran dan tubuh?
Itu bagian kita.
Kita yang harus mendidik pikiran agar tunduk pada roh. Kita yang harus membuat tubuh menjadi hamba, bukan tuan. Kalau tubuh atau pikiran yang memimpin hidup kita, mereka akan menyeret kita menuju kehancuran.

Hidup yang dipimpin oleh roh adalah hidup yang berkemenangan.
Roh kita—yang bersatu dengan Roh Tuhan—selalu tahu apa yang benar. Tapi suara roh itu lembut. Ia tidak teriak. Maka perlu latihan untuk mendengarnya, dan keberanian untuk mentaatinya.

Mulailah hari ini: melatih pikiran kita untuk berpikir sesuai Firman, bukan perasaan.

Saat takut datang, ucapkan, “Aku tidak menerima pikiran ini. rohku percaya kepada Tuhan!” Saat tuduhan datang, ucapkan, “Tidak ada penghukuman bagi yang ada di dalam Tuhan.”
Saat ingin tersinggung, berkata, “Aku serahkan semua kepada Tuhan. Aku tidak akan kehilangan damai hanya karena emosi sesaat.”

Kemenangan kita bukan karena dunia tenang, tapi karena pikiran kita tunduk pada roh.
Dan roh kita—bersama Tuhan—selalu menang!

Yuk, ambil kendali atas pikiran dan perasaan kita.
Karena dari situlah hidup yang berkemenangan dimulai.
Siap?

“Your life is going the direction of your most dominant thoughts.” “Hidupmu sedang menuju ke arah dari pikiranmu yang paling dominan.” – Andrew Wommack.

Hidupmu sedang bergerak ke arah yang ditentukan oleh pikiranmu yang paling dominan.” – Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

“HEALING WORSHIP TOUR”* * – Bagaimana Cara Mendengarkan Suara Tuhan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

“HEALING WORSHIP TOUR”*
* – Bagaimana Cara Mendengarkan Suara Tuhan?

Kita semua rindu mendengar suara Tuhan. Tapi sering kali kita berkata, “Aku tidak mendengar suara Tuhan… tidak ada mimpi, tidak ada penglihatan… tidak ada firman yang ‘melompat keluar’ saat saya membacanya .”

Padahal, Tuhan selalu berbicara. Tapi… apakah kita sedang mendengarkan?

Andrew Wommack, founder Sekolah Charis, pernah bersaksi tentang bagaimana ia memulai program televisinya—bukan karena suara dari langit atau penglihatan spektakuler—tetapi karena dorongan lembut di hatinya.

Ia berkata, “Tuhan berbicara melalui impresi, pikiran, dan dorongan dalam roh kita. Seperti suara yang lembut dan tenang. Masalahnya bukan pada Tuhan yang tidak berbicara, tetapi kita yang belum belajar membedakan suara-Nya.”

Wow… mengena banget, ya?

Andrew Wommack menekankan bahwa mendengar suara Tuhan membutuhkan dua hal: keyakinan bahwa Tuhan memang berbicara, dan kemauan untuk melatih pendengaran rohani kita.

Tuhan berkata, “Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku.” Itu artinya, mendengar suara Tuhan adalah hak kita sebagai anak-anak-Nya. Tapi seperti mendengar siaran radio, kita harus menyesuaikan frekuensinya. Kalau tidak? Ya kita bisa keliru, atau tidak mendengar apa-apa.

Kita mungkin rajin berdoa, membaca firman… tetapi sesudah itu, menghabiskan waktu duduk bersama orang-orang yang bicara negatif. Menceritakan pengalaman buruk, penyakit, atau kegagalan. Lama-lama, kita dikelilingi atmosfer ketidakpercayaan.

Inilah yang harus kita hindari. Kalau kita ingin mendengar suara Tuhan, kita perlu memosisikan diri dalam atmosfer iman—bukan ketakutan.

Kita bangun atmosfer iman dengan mendengar Firman, menyembah Tuhan, dan mengisi hati kita dengan kesaksian-kesaksian yang membangkitkan harapan. Itulah sebabnya mengapa setiap kali kita berkumpul, kita saling membagikan kesaksian.

Saat seseorang bersaksi, jangan hanya berkata, “Bagus.” Tapi katakan, “Tuhan, kalau Engkau bisa lakukan itu untuk dia, Engkau bisa lakukan itu untukku juga.”

Kesaksian itu nubuatan bahwa Tuhan mau melakukannya lagi untuk kita.

Iman datang dari mendengar, dan mendengar Firman Tuhan.

Seorang pemuda lumpuh sejak lahir di Listra duduk mendengarkan Paulus sedang mengajarkan Firman, dan pemuda itu mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Paulus menatap dia dan melihat bahwa ia beriman untuk disembuhkan.

Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: “Berdirilah tegak di atas kakimu!” Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari.

Tidak ada yang menumpangkan tangan. Tidak ada yang berdoa panjang. Tapi saat iman timbul karena mendengar Firman, mujizat langsung terjadi. Ia melompat dan berjalan!

Bayangkan, hanya dengan mendengar Firman dan dia dikelilingi suasana penuh iman, pemuda itu bisa sampai pada titik siap menerima kesembuhan yang mengubah hidupnya selamanya.

Itulah iman. Itulah ‘suara Tuhan’ yang disampaikan melalui Paulus.

Saat kita membaca buku yang ditulis oleh seseorang yang sudah mengalami Tuhan, maka yang ditulisnya adalah Firman dan kehendak Tuhan.
Ketika membacanya, bisa jadi kita mendapatkan pewahyuan saat membacanya.
Itulah ‘Suara Tuhan’ bagi kita.

Senantiasa ada orang-orang yang mengenal Tuhan lebih baik daripada kita. Belajar dari mereka, menghemat waktu dan membawa percepatan pengenalan kita akan Tuhan.

Tidak selalu juga harus persis dengan firman yang tertulis.
Kadang ada orang yang menyampaikan hikmat atau nasehat yang selaras dengan firman Tuhan, itu pun bisa merupakan ‘Suara Tuhan’, yang menjadi jawaban doa kita.

Nah … cara yang paling simple dan efektif, dengan sekolah. Contohnya, Sekolah Charis
Why?
Melalui sekolah, topik pelajarannya sudah tersusun rapi, mudah dimengerti.

Ketika saya bersekolah, mengalami percepatan yang melampaui apa yang bisa saya pikirkan.

Selain belajar topik pelajaran yang diajarkan, saya pun belajar dari pengalaman pribadi para guru. Pergumulan, kesalahan, kegagalan mau pun kesuksesan mereka. Semua itu menjadi ‘Peta Jalan’ bagi saya dalam menapaki masa depan.

Dan tidak hanya itu, teman-teman yang memilih sekolah, mereka pembelajar.
Kesaksian demi kesaksian dari pengalaman teman-teman yang menghidupi firman Tuhan juga sangat luar biasa.

Yang tanpa disadari, saya dikelilingi oleh teman-teman yang mengejar Tuhan dan firman-Nya. Suasana iman senantiasa mengelilingi, memudahkan saya mendapatkan berbagai jawaban doa serta hidup dalam berkat.

Apa yang terjadi?
Perubahan karakter dan kualitas hidup tercipta. Prioritas menjadi jelas. Nilai-nilai kebenaran terbentuk menjadi panduan kehidupan. Damai sejahtera yang melampaui segala akal menyelimuti hati.
Bebas stress, bebas ketakutan, tidak lagi responsif. Hidup jadi jauuuh lebih menyenangkan…

Saya merasa begitu diperlengkapi secara menyeluruh untuk menjalani kehidupan di masa depan.

Ada kabar menarik nich!
Salah seorang guru Charis, Daniel Amstutz, akan berkunjung ke Indonesia
Beliau akan berkunjung ke 4 kota sekaligus.

Spesialisasi pelayanan Daniel Amstutz adalah Pujian Penyembahan & Kesembuhan Ilahi.

“HEALING WORSHIP TOUR”
– “TUR IBADAH PENYEMBUHAN”

Yang akan diselenggarakan di:
? Jakarta 12 Juli 2025
? Semarang 14 Juli 2025
? Surabaya 16 Juli 2025
? Bali 18 Juli 2025.

Save The Dates!
Jangan lupa, catat tanggalnya teman-teman dan bersiaplah untuk hadir. Bawa teman dan saudara yang sakit.
Acara ini FREE….lho!

Hadir sama-sama yuk…..

“The first and most basic thing we can and must do is to keep God before our minds.” – Dallas Willard

“Hal pertama dan paling mendasar yang bisa dan harus kita lakukan adalah menjaga Tuhan tetap ada di dalam pikiran kita.” – Dallas Willard.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT*
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Kuncinya, Menempatkan Diri Agar Bisa Mendengar Tuhan…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kuncinya, Menempatkan Diri Agar Bisa Mendengar Tuhan…

Dalam hidup ini, setiap kita pasti percaya pada sesuatu. Bisa Firman Tuhan, bisa pendapat dokter, pengalaman pribadi, atau berita yang kita dengar. Tapi jika yang kita percayai bertentangan dengan Firman Tuhan… itulah yang disebut ketidakpercayaan.

Di tengah pergumulan, saat fakta-fakta seolah berteriak—rasa sakit, kekurangan, tekanan, atau situasi yang tampak mustahil—apa yang seharusnya kita lakukan?

Duduk. Diam. Dan mendengar.

Sederhana, tapi bukan perkara mudah. Namun, di situlah kuncinya. Kita perlu mendisiplinkan diri untuk duduk dan menempatkan diri di bawah atmosfer iman—di mana kita bisa terus mendengar dan mendengar Firman Tuhan.

Bukan mendengar keluhan orang, bukan cerita sedih, apalagi berita-berita yang menyulut ketakutan. Tapi mendengar Firman yang hidup. Firman yang penuh kuasa, yang mampu membangkitkan iman dan mengubah keadaan apa pun!

“Iman datang dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Tuhan.” Maka ketika iman kita lemah, solusinya bukan sibuk cari pertolongan ke sana kemari, tapi justru kita perlu mendengar. Bukan satu kali, tapi terus-menerus. Sampai Firman itu mengakar dan menghasilkan keyakinan yang tak tergoyahkan di dalam hati kita.

Rahab si pelacur bisa percaya dan bertindak karena dia mendengar. Dia mendengar bagaimana Tuhan membelah Laut Merah, menaklukkan dua raja besar, dan menyertai bangsa Israel. Semua orang di kota Yerikho mendengar hal yang sama, tapi hanya Rahab yang merespon dengan iman.

Dia berkata, “Aku tahu!”
Bukan karena dia melihat…
Bukan karena kejadiannya sudah terjadi…
Tapi karena dia percaya Firman itu pasti digenapi.

Sungguh luar biasa!
Kalau Rahab bisa… kita pun bisa!

Tantangan zaman ini: kita hidup dalam dunia yang dipenuhi ‘laporan jahat’. Berita-berita yang secara fakta memang benar—penyakit, bencana, krisis ekonomi—namun sering kali justru membunuh iman. Maka, kalau kita lebih percaya pada fakta daripada Kebenaran Firman Tuhan, kita sedang membiarkan ketidakpercayaan bertumbuh diam-diam.

Pengalaman tidak bisa dijadikan standar kebenaran. Firmanlah yang menjadi tolok ukur segala sesuatu.

Karena itu, mari kita periksa: Apa yang sedang kita dengar setiap hari? Apakah yang kita dengar sedang membangun iman… atau malah menumbuhkan ketakutan?

Salah satu rahasia orang-orang yang hidup dalam dimensi mujizat: Mereka menjaga pintu hati mereka.

Apa yang masuk lewat telinga dan mata akan menentukan arah hidup kita. Jangan remehkan obrolan, tontonan, atau bacaan—semuanya punya kuasa membentuk pola pikir dan akhirnya… menentukan hasil hidup.

Sebaliknya, ketika kita menempatkan diri dalam lingkungan yang dipenuhi Firman, kesaksian, dan orang-orang yang percaya… atmosfer iman tercipta. Dan saat itulah, mujizat menjadi nyata.

Tuhan pernah menegur dengan lembut dalam hati,
“Kamu tak perlu tahu bagaimana caranya. Cukup tahu bahwa Aku sanggup.”

Dan benar. Saat kita duduk, diam, dan terus mendengar—iman itu tumbuh. Bukan karena kita memaksakan percaya, tapi karena benih Firman menyatu dengan roh kita… dan buahnya pun muncul dengan sendirinya.

Mungkin hari ini belum terasa perubahan. Tapi jangan berhenti mendengar. Teruskan. Karena Firman itu hidup dan aktif. Pada suatu ketika, pada titik tertentu …….. Ia akan menjadi rhema—pewahyuan pribadi dari Tuhan—yang menggerakkan tangan-Nya bekerja dalam hidup kita.

Jangan menunggu semuanya terlihat baik baru percaya. Tapi mari katakan bersama:
“Aku tahu, tahu dan tahu… Tuhanku sanggup dan setia menolongku!”

Seperti Rahab,kita pun akan melihat tangan Tuhan bekerja—melampaui nalar, melampaui harapan.

“Faith sees the invisible, believes the unbelievable, and receives the impossible.” – Corrie ten Boom.

“Iman melihat yang tak kelihatan, percaya pada yang tak masuk akal, dan menerima yang mustahil – Corrie ten Boom.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
1 6 7 8 9 10