Tag Archives: #seruputkopicantik #yennyindra #Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan #PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Articles

Strategi Iblis Sejak Awal: Mengganggu Kesepakatan Kita dengan Tuhan

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Strategi Iblis Sejak Awal: Mengganggu Kesepakatan Kita dengan Tuhan

Salah satu senjata paling ampuh iblis sejak di Taman Eden sampai hari ini adalah pikiran.

Iblis tidak datang dengan argumen konyol. Ia tidak berkata, “Tuhan itu jahat” atau “Jangan percaya Tuhan.” Terlalu mencolok. Ia datang dengan suara-suara yang terlihat masuk akal. Tampaknya logis. Bahkan kadang terdengar sangat rohani.

Tapi ada satu hal yang perlu kita pahami: Tidak semua pikiran berasal dari kita sendiri.

Kita sering merasa semua yang muncul dalam benak adalah hasil pemikiran kita. Padahal, tidak demikian.
Pikiran bisa berasal dari tiga sumber: Tuhan, iblis, atau diri kita sendiri.

Tuhan berbicara kepada roh kita. Ia menaruh kebenaran-Nya dalam batin kita yang sudah dilahirkan kembali. Apa yang Dia sampaikan, harus naik dan mengalir ke pikiran supaya kita bisa meresponsnya. Maka kadang, roh kita sudah tahu, tapi pikiran kita belum sepakat. Di sinilah konflik sering terjadi.

Kita hidup dari dalam ke luar. Bukan dari luar ke dalam.

Tuhan bekerja dari roh — menyinari pikiran — memengaruhi tindakan — dan mengubah keadaan.

Tetapi iblis? Sebaliknya. Ia bekerja dari luar — menekan pikiran — membuat kita merasa tidak yakin — lalu tubuh ikut bereaksi — dan akhirnya kita mengambil keputusan yang salah.

Iblis menekan pikiran kita dengan pikiran yang kelihatan benar… tapi menyesatkan. Kalau kita tidak berhati-hati, kita akan mulai mengiyakan pikiran-pikiran yang berasal dari luar ini. Kita mulai bimbang. Pelan-pelan, kita keluar dari kesepakatan dengan Tuhan.

Yes, kesepakatan dengan Tuhan.

Hidup dalam Tuhan artinya hidup dalam kesepakatan dengan Firman-Nya.

Kita bisa memilih untuk hidup dalam sikap seperti ini:
“Apapun yang Tuhan katakan, saya akan setuju. Titik.”

Sikap ini membuat kita stabil. Ketika Tuhan berbicara, kita tidak sibuk berdebat. Kita sudah sepakat duluan. Karena itu kita tidak goyah ketika pikiran-pikiran aneh atau keraguan menyerang dari luar.

“Jangan biarkan dunia di sekitarmu menekankan kamu ke dalam bentuknya sendiri, tetapi biarkan Allah membentuk kembali pikiranmu dari dalam, sehingga kamu dapat membuktikan dalam praktik bahwa rencana Allah bagimu itu baik, memenuhi semua tuntutan-Nya, dan mengarah pada tujuan kedewasaan sejati.”

Apa artinya?
Pikiran kita perlu diperbarui. Bukan untuk menilai mana janji Tuhan yang bisa dipercaya dan mana yang tidak. Tapi agar bisa selaras dengan iman yang sudah Tuhan tanamkan di roh kita.

Tuhan memberi kita otak bukan untuk dipakai membantah kehendak-Nya. Tapi supaya kita bisa bernalar dengan Firman-Nya, dan menyelaraskan cara pikir kita dengan kebenaran-Nya. Berpikir dengan pikiran Tuhan.

Ada orang bilang, “Kan Tuhan beri kita akal sehat.” Benar. Tapi akal sehat bukan untuk dipakai menolak iman. Justru supaya kita bisa mempercayai Tuhan dengan lebih dewasa.

Pikiran memang perlu diberi tempat. Tapi bukan tahta. Tempatnya di bawah kebenaran Firman.

Karena itu, setiap kali kita merasa bimbang, cemas, atau ragu, tanyakan:
“Apakah ini suara dari dalam roh saya?” Atau “Ini tekanan dari luar?”
Kalau dari luar, dan bertentangan dengan Firman, tolak.

Jangan ijinkan iblis mencuri kesepakatan kita dengan Tuhan hanya karena pikirannya terdengar logis. Hati-hati… suara yang logis bisa mengalihkan kita dari suara yang kudus.

Kalau kita mau menang dalam hidup, kita perlu belajar berpikir dari dalam—bukan dari luar. Dan itu hanya terjadi ketika kita terus memperbarui pikiran kita, agar selalu setuju dengan suara Tuhan di roh kita.

Itulah hidup dalam Tuhan. Setuju duluan dengan Firman.

“The battle is in the mind. The Word must be the final authority.” – Kenneth Copeland.

“Pertempuran terjadi di pikiran. Firman harus menjadi otoritas terakhir.” – Kenneth Copeland.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Nonna Anna: Barista 100 Tahun & Bukti Bahwa Tua Itu Babak Baru yang Indah.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Nonna Anna: Barista 100 Tahun & Bukti Bahwa Tua Itu Babak Baru yang Indah.

Di usia 100 tahun, Anna Possi—akrab disapa Nonna Anna—masih aktif bekerja sebagai barista di Bar Centrale, kafe miliknya di Nebbiuno, Italia.

Sejak 1958, ia membuka tokonya setiap hari, bahkan saat Natal dan Paskah. “Orang juga ingin minum kopi saat hari raya,” ujarnya sambil tersenyum.

Rahasia semangatnya?
Berada di tengah orang lain dan merasa berguna. Ia membaca berita dan memantau bursa saham dari komputernya setiap pagi. Rutinitas dan interaksi sosial membuatnya tetap sehat, tajam secara mental, dan penuh sukacita.

Nonna Anna menolak pensiun. Ia ingin terus bekerja hingga usia 105 tahun, selama tubuhnya masih kuat. Baginya, bekerja bukan sekadar mencari nafkah, tapi bagian dari hidup yang bermakna. Kisahnya viral di Instagram dan menginspirasi banyak orang. Ia membuktikan bahwa umur hanyalah angka, dan hati yang melayani tak pernah tua.

“Saya akan terus bekerja selama saya sehat,” katanya.
Dan kita pun belajar: semangat hidup itu menular.

******

Saya jadi teringat sebuah artikel yang menyentuh hati:
“Penuaan Bukan Penyakit, Tapi Proses Alami yang Harus Dihormati.”

Seorang direktur rumah sakit ternama di Beijing berkata,

“Ini bukan penyakit, kamu hanya menua.”
Kalimat sederhana, tapi penuh makna.

Kita sering panik saat tubuh berubah. Lupa kunci, kaki lemah, tidur tak nyenyak, badan pegal—langsung khawatir. Padahal itu belum tentu tanda sakit. Bisa jadi itu sinyal alami bahwa tubuh kita sedang menua.

Lupa sesekali bukan berarti Alzheimer. Otak punya mekanisme pelindung—ia memilih menyimpan hal penting dan melepas yang sepele. Jika kita lupa sesuatu, tapi masih bisa mengingatnya sendiri kemudian, itu bukan demensia. Itu wajar.

Otot lemah bukan selalu stroke.Otot memang perlahan melemah. Yang kita butuhkan bukan obat, tapi gerak. Bergerak perlahan setiap hari lebih berharga daripada minum pil setiap pagi.

Tidur tidak nyenyak bukan berarti insomnia yang butuh obat keras. Ritme tidur memang berubah. Obat tidur justru bisa memperburuk keadaan: menurunkan fungsi otak, meningkatkan risiko jatuh.
Solusinya?
Jemur diri di bawah matahari pagi, atur jadwal tidur tetap, hindari tidur siang terlalu lama.

Bahkan nyeri badan bisa jadi hanyalah perubahan sistem saraf, bukan rematik. Sistem saraf kita memang berubah. Rasa sakit menjadi lebih terasa karena sinyalnya lambat. Daripada buru-buru minum pereda nyeri, cobalah pijat ringan, kompres hangat, dan rendam kaki sebelum tidur.

Semua itu bisa diatasi tanpa harus tergesa-gesa minum obat.

Bahkan hasil lab pun harus ditafsirkan bijak. Kolesterol sedikit tinggi misalnya, justru membantu memperkuat imun orang lanjut usia.

Sayangnya, banyak lansia takut akan penuaan. Padahal justru rasa takut itu yang memperparah keadaan. Dokter itu menegaskan:

“Hal terpenting bukan membawa orang tua ke rumah sakit, tapi mengajak mereka berjalan, makan bersama, dan ngobrol.”

Penuaan bukan musuh. Bukan kutuk.
Penuaan adalah proses indah yang harus dijalani dengan hati yang tenang.

Kita perlu mengubah cara pandang. Jangan memandang setiap perubahan sebagai penyakit. Ubah reaksi kita dari “mengeluh” menjadi “menerima dan menyesuaikan”.

Anak-anak, orang tua kita bukan beban. Mereka hanya ingin kita hadir. Mungkin tidak minta banyak, tapi ingin didengar, ditemani, dan dihormati.

Dan buat kita yang juga sedang menua, mari hadapi proses ini dengan tenang. Rawat tubuh seperti merawat sahabat lama. Dengarkan sinyalnya. Jangan langsung takut. Tidak semua ketidaknyamanan perlu disembuhkan. Beberapa hanya perlu diterima dan dilalui bersama.

Penuaan itu karunia, bukan kutukan.
Penuaan itu anugerah, bukan penyakit.

Definisi yang kita sematkan, akan menentukan tindakan kita selanjutnya.
Saat dianggap penyakit, mengkonsumsi obat-obat yang kerap justru menimbulkan penyakit baru.

Mengapa kita tidak bertanya pada-Nya yang menciptakan kita?

Tuhan membukakan jalan bagi saya, penyembuhan melalui Intermittent Fasting (IF).
Mungkin ada penyembuhan lain untuk masalah yang berbeda.
Tetapi yang terpenting:
Bertanyalah pada Tuhan!

Kuncinya bukan apa yang kita lakukan tetapi hubungan intim kita dengan Sang Pencipta sehingga Dia bisa mengarahkannya. Dia tahu yang terbaik!

Satu hal lagi yang saya amati:
Orang-orang yang konsisten membaca Firman Tuhan, hidupnya lebih damai, jarang pikun, dan lebih bahagia.

Firman itu seperti ‘obat’ terbaik—bukan hanya untuk hati, tapi juga untuk pikiran dan tubuh.
Bukankah dengan Firman itulah Tuhan menciptakan dunia?

Dan sampai hari ini…
Firman yang sama masih menyegarkan dan memperbarui kita setiap hari.

Setuju?

“Old age is not a punishment but a blessing, if we live it for the glory of God.” – Billy Graham.

“Usia tua bukan hukuman, tapi berkat-jika kita menjalaninya untuk kemuliaan Tuhan” – Billy Graham.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Kombinasi Doa & Intermittent Fasting (IF)

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kombinasi Doa & Intermittent Fasting (IF)

Yeaaayyy hari ini adalah hari istimewa bagi saya.
Why?
3 bulan saya Intermittent Fasting (IF) dan lulus!

Gitu saja koq istimewa?
Tentu saja.
Saya sudah membaca dan berulangkali melihat video pendek tentang IF tetapi selalu berpikir: mana tahan berpuasa 18 jam?

Apalagi ketemu Imam, prinsipnya: “Kan diet starts tomorrow” 🙂

Sampai saat tur ke Nepal & Bhutan, bertemu dengan Mei Tjien yang menjelaskan tentang IF. Dan terus memotivasi untuk mencoba dan video demi video dikirimkan. Jadilah saya bersemangat menjalaninya.

“IF itu supaya sehat dan langsing itu bonusnya. Tujuannya bukan langsing”, Mei Tjien meyakinkan.

Lapar dong?
Gak segitunya sich karena boleh minum air putih, kopi dan teh TANPA gula.

Ada strateginya juga. Biasa bangun jam 4 pagi, minum air putih 2 gelas plus kopi panas. Lalu pk 7 pagi minum 2 gelas air putih, dan pk. 10 minum 3 gelas air. Kenyang koq sampai sekitar pk. 11, 12 or 1 siang. Pokoknya, boleh makan selama 5-6 jam lalu stop.

Tantangan besar saat akan tur ke Mohe. Sudah dapat bocoran dari teman-teman yang berangkat sebelumnya, makanannya enak-enak. Duh…

Kembali Mei Tjien memotivasi,
“Bisa koq…. skip sarapan saja. Nanti lunch sekitar jam 12 – 1 siang. Lalu dinner jam 6-7 malam. Lalu lauknya banyak sayur juga, jadi gak perlu makan nasi sudah kenyang.”

Mei Tjien menjadi peta jalan sehingga meski breakfastnya menarik, bervariasi, enak kata P. Indra…. namun mampu bertahan.

Koq bisa?
Saat ke Mohe Tour, saya sudah IF selama 1½ bulan. Klo jebol, berarti harus mulai dari awal lagi…. duh, malesnya. Belum tentu bersemangat mulai lagi. Toh tinggal 1½ bulan lagi.

Dari pengalaman, saat gagal bertahan, rasanya menyesaaaal sekali dan yang lebih berat lagi, saya gak bangga dengan diri sendiri. Koq ga mampu mempertahankan janji meski hanya janji pada diri sendiri.

Untunglah B. Rita Tx Travel, IF juga, jadi ada teman yang membuat saya mampu bertahan.

Beberapa kali saya komplain, berat badan koq ga turun-turun? Timbangan tetap sama tetapi memang size baju menurun.
“Tunggu 3 bulan baru mulai kelihatan hasilnya… badan enteng dan mengecil,” Mei Tjien menjelaskan.

Lalu apa hasilnya setelah 3 bulan?
Hasil check lab nyaris semua bagus. Yang lebih menggembirakan, sebelumnya konon saya ‘Fatty Lever’ SGPT, SGOT & Gamma GT berbintang tetapi hasil check terakhir normal. Yeeeaaaayyy….

Dulunya tengah malam kerap terbangun untuk buang air kecil hingga 2-3 kali, setelah IF, tidur nyenyak hingga pagi.
BAB lancar….
Asam lambung dulu kerap naik, tenggorokan radang tetapi sekarang sembuh.
Perut mengecil dan lemak-lemak di tubuh berkurang, Body Fat Mass turun.
Wow…. worth it sekali.

Mengapa bisa begitu?
Saat kita menjalani Intermittent Fasting—puasa berkala tanpa asupan makanan selama 18 jam—tubuh masuk ke fase autofagi. Artinya: tubuh “membersihkan diri” dengan cara mengurai dan mendaur ulang sel-sel rusak, toksin, dan protein yang tidak berfungsi.
Sel-sel lama dihancurkan, diganti dengan sel baru yang lebih sehat.

Hasilnya?
Peradangan berkurang
Sistem imun membaik
Fungsi otak meningkat
Proses penuaan melambat

Tubuh tidak hanya membakar lemak saat IF, tapi juga memperbaiki dirinya. Inilah desain Tuhan yang luar biasa—di saat kita berhenti makan, tubuh malah bekerja menyembuhkan!

Thanks Mei Tjien sudah memperkenalkan IF plus jadi mentor & inspirator saya.

Pelajarannya, tidak ada orang yang bisa naik ke atas sendirian. Selalu ada orang-orang yang berjasa membawa kita naik dan memampukan kita bertahan di sana.

****
Saya pun menyadari bahwa IF ini sesungguhnya menjadi sarana mempertahankan jawaban doa.

Kerap kita berdoa minta kesembuhan dari Tuhan dan Dia mengabulkannya.
Tuhan itu Allah yang Maha-baik.

Tetapi saat kita tidak mengubah gaya hidup lama yang menyebabkan sakit, tentunya penyakit itu akan kembali lagi bukan?

Masih ingat tentang P. Ashang, teman yang sembuh 99% dari stroke berat selama 5 tahun? Sekarang bisa berjalan normal bahkan mereparasi jam yang butuh ketrampilan tangan.

P. Ashang pribadi yang full firman dan setia pada Tuhan. Dulu saya berpikir cukup didoakan dan dibereskan secara rohani, hubungan seseorang dengan Tuhan untuk memperoleh manifestasi kesembuhan, ekonomi dst.

Kemudian saya sadar, kita masih hidup di dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa. Artinya, dunia penuh dengan hal-hal yang merusak. Makanan yang tidak sehat, buah & sayur yang penuh rekayasa genetika dsb.
Tentunya mempengaruhi sel-sel tubuh kita.

Selain itu, kebiasaan makan makanan tidak sehat secara berlebihan. P. Ashang bercerita, dulu buka resto. Jika ada masakan yang tidak habis, dia yang menghabiskan. Kadang makan babi kecap sampai sepanci.
Tentu saja penyakit stroke akhirnya datang.

P. Ashang sembuh dan semakin hari semakin sehat, itu karena doa dan firman tentu saja, tetapi ada hal natural yang dilakukannya: IF dan melatih otot.
P. Ashang mengubah pola hidupnya dari kebiasaan yang tidak sehat menjadi kehidupan yang sehat. Membutuhkan tekad dan pengendalian diri yang bijaksana. Pengendalian diri itu buah roh.
Maka kesembuhannya makin sempurna.

Yang rohani dan yang natural berjalan beriringan.
Setuju?

*”Your body is the vehicle of your soul. Take care of it wisely to fulfill your divine purpose.”- Dr. Caroline Leaf*

*”Tubuhmu adalah kendaraan jiwamu. Rawatlah dengan bijak agar bisa menyelesaikan tujuan ilahi.” – Dr. Caroline Leaf*

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Mengapa Charis? Hidupku Berubah!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mengapa Charis? Hidupku Berubah!

Adik-adik kelas lulus dan di wisuda. Amy Swenson, Regional Director – Asia Pacific
Andrew Wommack Ministries
hadir.
Teman-teman dan saya berkesempatan bertemu dalam Partners Dinner.

Senangnya…. saya jadi ingat artikel ini yang saya tulis beberapa tahun lalu.

“Ce Yenny, saya ingin ajak teman sekolah di Charis, tapi saya gak tahu harus jelasin gimana. Hidup saya berubah total… itu aja!” kata Elisah.
Dan saya paham betul maksudnya.

Sekolah Charis bukan sekadar sekolah biasa. Tapi tempat di mana kita diajar untuk mengenal Tuhan secara pribadi dan belajar hidup dari perspektif-Nya. Setelah saya sendiri menjalani prosesnya, saya bisa berkata: hidup saya benar-benar berubah!

Awalnya, saya juga bertanya-tanya.
Banyak orang percaya Tuhan rajin beribadah dan berdoa, tapi hidupnya tetap galau, frustrasi, bahkan penuh masalah seperti yang tidak mengenal Tuhan. Kenapa bisa begitu?

Jawabannya saya temukan di Charis.

Convert vs Bertobat.
Banyak orang jadi percaya yang hanya ganti status. Dulu atheis, sekarang beribadah. Tapi cara pikir dan responnya tetap seperti dunia.
Tanpa pembaharuan pikiran yang diselaraskan dengan Firman Tuhan, hidupnya tetap seperti dulu.

Di Charis, kami belajar Firman secara konsisten. Bukan hanya tahu ayat, tapi diajar menggali sendiri dan menerapkannya. Bukan sekadar belajar teori, tapi hidup yang dipraktikkan.

Kami dilatih mendengar suara Tuhan secara pribadi. Kalau minta didoakan, malah ditanya:
“Tuhan bicara apa padamu?”
Karena Tuhan rindu berbicara langsung, bukan lewat orang lain.

Tuhan sudah bilang: “Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku.”
Kalau kita gak dengar, berarti ada gangguan. Terlalu bisingkah lingkungan kita? Atau kita terlalu sibuk mendengar suara lain?

***

Suasana Charis sangat mendukung. Obrolan di kelas, di lorong, bahkan sambil olahraga pun isinya Firman. Kami saling sharing pengalaman dan belajar satu sama lain.
Yang kami fokuskan, itulah yang membesar. Karena itu, Tuhan dan Firman-Nya makin nyata dalam hidup kami.

Saat pikiran diperbarui, cara pandang pun berubah.
Saya menyebutnya: “Ganti kacamata.”
Dari kacamata dunia ke kacamata Allah.

Kalau melihat masalah dari bawah, semuanya tampak besar dan berat. Tapi begitu melihat dari atas— *dengan sudut pandang Tuhan* —semuanya jadi berbeda. Tenang. Damai.
Masalah mungkin belum selesai, tapi respon kita berubah.
Dan di situlah kemenangan dimulai.

Yang paling berkesan buat saya adalah pengenalan akan identitas kita di dalam Tuhan.
Kami belajar bahwa kita sudah dikasihi, sudah diberi otoritas, dan sudah diperlengkapi.
Bukan lagi fokus pada dosa, tapi fokus pada kasih Tuhan dan rencana-Nya.

Segala dosa kita—masa lalu, sekarang, maupun masa depan—sudah diampuni. Tuhan sudah pergi ke masa depan kita dan menyediakan jalan.
Wow…..

Sebelum sekolah Charis, saya sering ‘membantu Tuhan’. Doa dipaksakan agar cepat dijawab.
Tapi saya belajar bahwa kupu-kupu yang dibantu keluar sebelum waktunya justru cacat.
Sekarang saya belajar sabar dan percaya: waktu Tuhan selalu sempurna.

Charis membantu saya mengenal Tuhan lebih dalam.
Dan ketika kita hidup dalam hubungan dengan-Nya, hidup kita akan masuk ke dalam alam supernatural-Nya.
“Jika hidup kita biasa-biasa saja, tidak supernatural, berarti kita belum cukup mengenal-Nya”, kata Andrew Wommack.

Itulah sebabnya saya menulis artikel ini.
Bukan promosi. Saya tidak menerima komisi apa pun.
Saya hanya ingin lebih banyak orang mengalami hidup berkualitas karena mengenal Tuhan dengan benar.
Dan saya percaya, satu hari nanti, seperti kata Andrew Wommack, banyak orang berbaris di surga menyambut karena saya memperkenalkan mereka pada kebenaran ini.

Dan berita baiknya, bulan Juli ada salah satu instruktur dari Andrew Wommack Ministry & Charis pusat di Colorado: Daniel Amstutz datang ke Indonesia. (Lihat foto di atas)

Healing Worship Tour

JAKARTA
SABTU 12 JULI 2025
10.30 WIB
Menara Kuningan Ballroom
Karet Kuningan, Jaksel

SEMARANG
SENIN 14 JULI 2025
18.00 WIB
IFGF
Jl. Kompol Maksum no 195 Smg

SURABAYA
RABU 16 JULI 2025
18.00 WIB
Ballroom 89
Ciputra World Mall, Sby.

BALI
JUMAT 18 JULI 2025
18.00 WITA
ICCB Mall Bali Galeria, Parking Building lt 4, Jl. Bypass Ngurai Rai gg. Dewaruci, kab. Badung.

Daniel Amstutz itu Direktur Worship & Healing School di Colorado.
Beliau mencipta berbagai lagu yang terkenal dan juga berkolaborasi dengan Don Moen.

Healing Schoolnya sangat terkenal. Berbagai penyakit langka, berat yang secara medis sulit disembuhkan, berhasil sembuh…
Yeaaay…..

Jangan lupa hadir dalam acara ini… catat tanggalnya.
Dan… Free of Charge alias Gratis!

Mari terus bertumbuh bersama dan berjalan dalam rencana-Nya yang luar biasa.
Jiayou!

The greatness of a man is not how much wealth he acquires, but in his integrity and ability to affect those around him positively – Bob Marley

Kehebatan seseorang bukan terletak pada seberapa banyak kekayaan yang diperolehnya, namun pada integritasnya dan kemampuannya memberikan pengaruh positif pada orang disekitarnya – Bob Marley

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Apa yang Kita Simpan di Lumbung Hati Kita?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa yang Kita Simpan di Lumbung Hati Kita?

Hidup itu seperti musim. Ada masa kelimpahan, ada juga musim kekeringan. Tapi apakah kita sudah siap menghadapinya?

Yusuf, anak Yakub, dikenal karena hikmatnya. Ketika Mesir mengalami masa kelimpahan selama tujuh tahun, Yusuf tidak terlena. Ia tahu, masa paceklik akan tiba. Maka ia menyimpan gandum dalam jumlah besar sebagai persiapan untuk musim sulit yang akan datang. Apa yang ia lakukan bukan hanya cerdas secara ekonomi, tetapi mencerminkan prinsip rohani yang penting: apa yang kita simpan sekarang, itulah yang akan menjadi makanan kita nanti.

Kita pun begitu. Setiap hari, kita sedang menyimpan sesuatu di “lumbung hati” kita. Pertanyaannya: apa yang sedang kita kumpulkan?
Apakah Firman Tuhan yang meneguhkan hati, atau justru berita-berita negatif, keluhan, komentar toxic di media sosial yang tanpa sadar kita serap?

“Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.”.
Hati kita adalah gudang, tempat di mana benih Firman Tuhan bisa tumbuh, atau sebaliknya—menjadi tempat sampah emosi, kekhawatiran, dan ketakutan.

Firman Tuhan ibarat gandum. Kalau kita rajin mengisi hati dengan Firman, saat kesulitan datang, kita punya stok iman, pengharapan, dan ketenangan. Kita bisa berkata dengan yakin seperti Pemazmur, “Aku tidak akan takut, sekalipun aku harus berjalan dalam lembah kekelaman.”

Sebaliknya, kalau hari-hari ini kita hanya dipenuhi berita politik yang panas, kecemasan soal ekonomi, dan keluhan hidup, maka waktu masalah datang, yang muncul dari dalam kita adalah kepanikan, kekecewaan, dan ketidakberdayaan.

Garbage in, garbage out…

Yusuf tidak menyimpan gandum pada saat musim paceklik. Ia menyiapkannya jauh sebelum bencana itu datang. Saat kelimpahan, Yusuf menabunh. Itu kuncinya.

Banyak orang baru membaca Firman Tuhan ketika sedang mengalami masalah. Itu tidak salah, tetapi sangat terbatas. Kalau kita sudah menyimpan lebih dulu, saat badai datang, kita tidak panik, karena kita tahu bahwa Tuhan yang menggandeng kita di masa kelimpahan, adalah Tuhan yang sama di musim sulit.
Kita sudah punya pengalaman dan terampil mengatasinya.

“Ia akan menjadi keamanan pada zamanmu, persediaan yang berlimpah-limpah akan keselamatan, hikmat dan pengetahuan; takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion.”

Perhatikan: persediaan yang berlimpah-limpah akan keselamatan, hikmat, dan pengetahuan. Tuhan ingin kita punya cadangan iman, bukan panik mendadak waktu masalah muncul.

Anugerah Tuhan itu seperti udara. Selalu tersedia setiap saat. Kalau hari ini kita belajar mengandalkan Tuhan, mempercayai kebaikan-Nya, maka esok hari pun—yang akan menjadi hari “sekarang” saat tiba waktunya—kita akan tetap menemukan anugerah-Nya bekerja.

Daud memuji Tuhan, “Pada masa bencana mereka tidak akan mendapat malu, dan pada masa kelaparan mereka akan dikenyangkan.”
Ini bukan janji kosong. Inilah warisan bagi mereka yang mengandalkan Tuhan dan memelihara hati mereka dengan Firman.

Jadi yuk, kita isi lumbung hati kita dengan Firman Tuhan. Tidak perlu menunggu waktu khusus atau seminar besar. Mulailah dari membaca satu ayat sehari, merenungkannya, dan mengizinkan Roh Kudus menanamkan kebenaran itu di dalam hati. Sedikit demi sedikit, itu akan menjadi cadangan rohani yang kaya.

Dan ketika nanti musim paceklik datang, kita tidak akan goyah. Karena kita tahu, Tangan Tuhan tetap menggandeng kita, dan kita memiliki bekal cukup untuk tetap kuat dan berdiri tegak.

Karena seperti kata pepatah, “Waktu terbaik menanam pohon adalah 20 tahun lalu. Waktu terbaik kedua adalah hari ini.”

Selamat menanam!
Seruput kopi cantik sambil mengisi hati dengan kebenaran….

God is too good to be unkind and He is too wise to be mistaken. And when we cannot trace His hand, we must trust His heart.” – Charles Spurgeon

“Allah terlalu baik untuk menjadi tidak ramah dan terlalu bijak untuk berbuat salah. Dan ketika kita tidak dapat melihat tangan-Nya, kita harus mempercayai hati-Nya – Charles Spurgeon.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
1 5 6 7 8 9 10