Category : Articles

Articles

Siapa Yang Mengendalikan Hidupmu?

Seruput Kopi Cantik

Yenny Indra

Siapa Yang Mengendalikan Hidupmu?

Saya menjadi member sebuah food supplement. Cocok. Dengan jadi member ada bonus-bonusnya. Gak ikutan jualan sich, cuma untuk konsumsi keluarga sendiri.

Bonus lumayan, klo ada teman dekat butuh, bisa saya kasih dari bonus. Gak merasa keluar duit dari kantong.

Beberapa minggu lalu, upline saya berulangkali membujuk agar saya membeli stoknya ada 6 dos.

“Bonusku ada berapa? Aku masih ada stok di Jakarta dan Surabaya. Klo pakai bonus, bantu kamu gapapa.”

Upline bilang bonus cukup untuk 6 dos. Ya sudah, boleh kirim.

Ternyata upline memberi kabar lagi. Dia salah hitung.

“Ya sudah kirim saja secukup bonusnya.”

Barang datang, ternyata tetap dikirim 6 dos. Masa barang sudah dikirim, saya gak transfer duit kekurangannya? Sayang, nama baik saya!!! Terpaksa saya transfer.

“Lain kali jangan begitu, saya kan sejak awal ga ada rencana keluar duit dari kantong.”

“Saya kan ga merugikan Bu Yenny lho, semua bonusnya tetap masuk ke account ibu.”

DIEEEEENK…..

Menyebalkan sekali! Tujuannya bantu teman tapi malah begini jadinya.

Joel Osteen bercerita tentang seorang pria yang setiap pagi membeli koran di sebuah toko.

Sang penjual melayani dengan wajah masam dan sikapnya yang tidak menyenangkan.

“Have a nice day…,” ujar sang pembeli.

Tidak dijawab.

Teman sang pria bertanya,

“Apakah dia selalu bersikap seperti itu?”

“Setiap hari.”

“Kamu memberinya salam setiap hari juga?”

“Tentu saja.  Aku memilih bersikap ramah kepadanya. Apa yang ditampilkannya, menggambarkan apa yang ada di dalam hatinya. Sikapku menunjukkan siapa diriku. Aku tidak membiarkan sikap orang lain mengendalikan hidupku. Hidupku terlalu berharga….”

Tuhan menunjukkan melalui kisah ini, bagaimana saya harus bersikap. Bahkan Tuhan mendorong Rheva mengirim quote cantik untuk mengingatkan saya. Quotes yang saya kutip hari ini.

Tuhan sedang berbicara!

Ya Tuhan saya mau taat!

Benar juga. Kita bergaul dengan berbagai macam orang. Setiap orang punya cara pikir dan nilai-nilai berbeda.

Saya tidak bisa memaksa si upline berpikir dari sisi kepentingan saya. Dia berpikir dari kepentingannya.

Dia tidak berjalan di sepatu saya.

Yang penting saya tidak mengijinkan apa yang dilakukan si upline, menghancurkan hari saya dan membuat saya kehilangan sukacita.

Jangan sampai karena saya sibuk dengan sakit hati, marah dan tersinggung, akibatnya saya kehilangan berkat  yang Tuhan sediakan.

Strategi iblis selalu memecah belah.

Membuat saya sibuk dengan hal-hal yang tidak penting, agar saya tidak mencapai tujuan Tuhan dalam hidup saya. Padahal Tuhan punya rancangan masa depan yang dahsyat.

“Toh saya mampu bayar… dan suplemen itu dikonsumsi juga.. Saya punya nilai-nilai yang diajarkan papa: harus bisa dipercaya! Saya tetap bayar. Papa tentu bangga melihat saya dari surga,” bisik hati kecilku.

Perasaan pun lega. Yenny, kamu memang harus banyak belajar.

Sekolah itu belajar teori, dalam kehidupan sehari-hari kesempatan mempraktekkannya.

Bagaimana dengan Anda?

Make up your mind today that nothing that comes your way is going to steal your joy -John Hagee

Ambil keputusan hari ini bahwa tidak ada apapun yang anda hadapi yang akan mencuri sukacita anda – John Hagee

YennyIndra

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU

PRODUK TERBAIK

PEDULI KESEHATAN

Read More
Articles

“Mengapa Kita Ada Di Dunia Ini?”

“Mengapa Kita Ada Di Dunia Ini?”

Ketika Paulus pergi menganiaya orang Kristen dengan semangat yang besar, Yesus menampakkan diri kepadanya dan hidupnya berubah selamanya.

Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti.
Kisah Para Rasul 26:16 (TB)

Paulus mengira dia ada di bumi pada saat itu untuk menganiaya orang Kristen. Tetapi Tuhan memiliki tujuan yang berbeda untuk Paulus.

Meskipun pengalaman dan panggilan Paulus mungkin luar biasa, itu tidaklah unik. Setiap orang yang dilahirkan kembali oleh Roh Tuhan melalui iman, memiliki tujuan. Kita semua sedang melakukan sesuatu yang lain, ketika kita percaya pada Yesus dan lahir baru. Kita sibuk. Tetapi apakah yang kita lakukan merupakan alasan sebenarnya keberadaan kita di dunia ini?
Mungkinkah hidup kita sesungguhnya dirancang untuk mengerjakan sesuatu yang berbeda?

Berapa banyak anjing yang kita miliki sebagai hewan peliharaan, yang srharusnya dipelihara dengan tujuan tertentu?
Seekor anjing gembala (biasa menggembalakan domba) atau retriever mungkin tidak pernah tahu tujuan hidupnya karena dia dipelihara di rumah. Tetapi jika mereka mendapat kesempatan berada di lingkungan yang tepat, segala sesuatu di dalam diri mereka menjadi hidup. Mereka menemukan tujuan hidupnya!

Kita semua memiliki tujuan, alasan mengapa kita hidup.
Tujuan kita mungkin saja berkembang seiring waktu, tetapi begitu kita melangkah keluar dari batasan dunia yang telah membentuk diri kita selama ini, kita akan menemukan bahwa ada sesuatu dalam diri kita yang menjadi hidup. Iman dan visi akan lahir. Kita akan menemukan tujuan hidup kita!

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Roma 8:28 (TB)

Ketika kita menemukan tujuan hidup kita, maka kita menemukan kehidupan. Semuanya, sampai saat kita menemukan tujuan hidup kita, merupakan permukaan semu yang dimaksudkan untuk menipu kita. Begitu kita memahami bahwa Tuhan tinggal di dalam diri kita untuk tujuan unik yang akan memberkati orang lain, batasan akan runtuh dan kebebasan serta sukacita yang sejati akan dimulai.

[Repost ; “Why are you really on this earth?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

Read More
Articles

Benarkah Penyakit Dan Kebangkrutan Adalah Ujian Dari Tuhan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Benarkah Penyakit Dan Kebangkrutan Adalah Ujian Dari Tuhan?

“Saya sedang diuji Tuhan melalui penyakit kanker ini. Kalau tidak ada ujian, manusia itu ga belajar untuk pasrah dan tidak sungguh-sungguh bergantung kepada-Nya,” ujar seorang ibu dengan yakin.

“Kebangkrutan ini akibat saya terlalu sombong mengandalkan diri sendiri. Tuhan menghajar saya agar bertobat dan sadar,” ujar yang lain.

Dulu saya meng-amin-kan pernyataan-pernyataan di atas. Sehingga dalam hati kecil, timbul rasa takut kepada-Nya. Kalau tidak taat bisa celaka.

Benarkah Tuhan sekejam itu menimpakan hal buruk bahkan yang mematikan untuk anak-anak-Nya?
Akhirnya saya belajar dan mendapatkan pemahaman baru.
Iblis datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan tetapi Tuhan datang supaya kita mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Prinsipnya jelas sekarang:
Yang baik dari Tuhan, yang jahat itu kerjaan si iblis.

Ketika seseorang percaya bahwa penyakit kanker itu ‘ujian’ Tuhan agar dia taat, maka dia menerima dengan pasrah. Akibatnya dia tidak berusaha meraih kesembuhan yang dijanjikan Tuhan.
Yang bangkrut pun jadi pasrah dengan penuh ketakutan.
Padahal iblis sengaja memberi kita mindset yang salah, agar kita kalah.

Tanpa disadari dengan cara demikian, manusia punya alasan menyalahkan Tuhan dan berdiam diri dengan alasan, bahwa kegagalan atau penyakit ini dari Tuhan .
Proses dari Tuhan, istilah kerennya.

Bayangkan saja…
Apakah mungkin karena anak kita nakal lalu kita sengaja membuatnya jadi sakit? Apalagi sakit kanker yang mematikan.
Kita sebagai orangtua akan berusaha semaksimal mungkin agar anak kita sehat. Rela menjual apa yang kita miliki demi mengobati anak kita yang sakit. Bahkan kalau bisa, menggantikan dia pun rela.
Kalau kita manusia yang berdosa saja rela berbuat demikian, apakah mungkin Allah Yang Maha Kasih dan Maha Sempurna merancangkan hal buruk untuk anak-anak-Nya?

Daud menulis sebuah puisi:
Sekalipun ayah dan ibu meninggalkan aku, Allah akan memelihara aku.

Allah mengasihi kita, jauh melebihi orang tua dapat mengasihi kita.
Jadi kita bisa yakin bahwa hal-hal buruk, malapetaka dan penyakit BUKAN dari Tuhan.
Rancangan Tuhan bagi kita adalah masa depan yang penuh harapan. Bahkan Tuhan sudah berjanji akan menopang kita dengan tangan kanan-Nya yang memberi kemenangan.

“Umat-Ku binasa karena kurang pengetahuan (tidak mengenal Allah),” demikian kata Tuhan.

Dalam kehidupan ada hukum alam yang berlaku untuk siapa saja. Baik untuk orang yang beribadah kepada Tuhan, mau pun yang tidak.
Contohnya:
Kalau terlalu banyak makan junkfood tentu badan kita tidak sehat.
Kalau berbisnis dan tidak bisa dipercaya, tentu bisnis tidak akan maju.

Penyebab lainnya, penyakit dan kegagalan kadang bisa terjadi karena kita sendiri yang membuka celah. Bisa berupa mindset salah yang tidak disadari. Ketakutan, contohnya.
Terbukti ketakutan membuat sistim imun tubuh melemah.
Rasa takut juga membuat iblis memperoleh pijakan untuk masuk dalam kehidupan kita.

Kemungkinan lain, pikiran-pikiran dan perkataan-perkataan negatif, dosa, dan tindakan yang salah, menjadi benih dan juga celah bagi iblis untuk menguasai dan menghancurkan hidup manusia.

Saya suka sekali ketika sahabat saya P. Dolfi berkata,
“Kalau tidak mau sakit, ya jangan pernah pikirkan penyakit. Apalagi browsing internet dan diskusi tentang penyakit. Tenggorokan tidak enak? Jangan mikir: wah, jangan-jangan Covid nich! Tapi berpikirnya, Tuhan sudah menyembuhkan saya dari penyakit apa saja. Pakai otoritas/kuasa yang diberikan Tuhan. Perintahkan radang tenggorokan, pergi dalam nama Tuhan!”

Demikian juga dengan kebangkrutan. Klo tidak mau bangkrut, dipikirkan pun jangan.
Tidak ada pikiran yang gratis.

*The world as we have created it is a process of our thinking. – Albert Einstein*

*Dunia yang telah kita ciptakan itu merupakan hasil dari proses berpikir kita – Albert Einstein*

Apa yang kita pikirkan, akan menentukan arah hidup kita!

Informasi negatif dan berita-berita buruk yang setiap hari dibiarkan membombardir kehidupan kita, membuat benih janji-janji kelimpahan dan kesembuhan dari Tuhan tidak dapat bertumbuh serta berbuah.

Jika hidup kita terlalu bising, suara arahan dari Tuhan tidak terdengar.
Suara Tuhan itu suara yang lembut, penuh kasih dan hanya bisa didengarkan saat hati kita tenang serta fokus kepada-Nya.
“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!”, Kata Tuhan.

Kalau bukan melalui penyakit dan kebangkrutan, bagaimana cara Tuhan mendidik anak-anak-Nya?
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Ternyata Tuhan mendidik manusia melalui firman-Nya.
Hmmm… Saya paham sekarang!

Bagaimana dengan Anda?

 I want to do many good things for you’, the LORD says. ‘I want you to become rich and strong, and I do not want to hurt you. I want you to believe that you will have a good future life.*

Bukankah Aku sendiri tahu rencana-rencana-Ku bagi kamu? Rencana-rencana itu bukan untuk mencelakakan kamu, tetapi untuk kesejahteraanmu dan untuk memberikan kepadamu masa depan yang penuh harapan.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK PEDULI
KESEHATAN TERBAIK
www.mpoin.com

Read More
Articles

“Anda Memiliki Visi. Darimana Asalnya?”

“Anda Memiliki Visi. Darimana Asalnya?”

Kita semua hidup menurut gambaran yang kita miliki di dalam hati kita. Firman Tuhan mengatakan,
“Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.”
Matius 12:35 (TB)

Kekayaan yang tersimpan di dalam hati, meliputi sikap, harapan, gambaran tentang Tuhan dan gambaran tentang diri kita sendiri.

Apa yang ada di dalam hati kita memiliki sumber. Sumbernya bisa berupa pengaruh dunia, masa lalu, kegagalan dan ketakutan kita, atau, bisa juga janji Tuhan dan kepastian akan kebaikan-Nya dan kebenaran kita oleh iman. Visi dari dalam inilah yang akan menentukan jalan hidup kita.

Tuhan memberi Adam dan Hawa Taman dan semua potensi ciptaan-Nya yang “sangat baik”. Itu merupakan visi yang sangat mudah dipahami dan diikuti. Si ular memberi Hawa visi baru, yang mempertanyakan integritas Tuhan dan menjanjikan apa yang seharusnya disimpan Tuhan untuk diri-Nya. Adam dan Hawa telah mendengar firman Tuhan tetapi memilih untuk mempercayai perkataan si ular. Hanya kata-kata yang kita yakini yang akan berdampak dalam hidup kita. Kata-kata yang kita yakini menciptakan visi yang akan kita hidupi.

Setiap hari kita semua ditantang dengan visi dan suara yang terus bersaing menuntut perhatian kita. Sangat mudah untuk tersesat dalam kekacauan kegelapan dunia. Tetapi mereka yang tetap fokus pada kasih Tuhan dan persediaan-Nya yang melimpah bagi mereka, tidak akan terpengaruh oleh perkataan si ular. Visi mereka didasarkan pada janji-janji Tuhan. Pastikan visi kita adalah untuk hidup menghormati Tuhan, memberkati orang lain, dan tidak hidup dengan kecemasan, stres, dan kekurangan.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Yeremia 29:11 (TB)

[Repost : “You Have A Vision, Where Did It Come From?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

Read More
Articles

Lho Apa Hubungan Investasi, Tuhan & Agama?

Seruput Kopi Cantik

Yenny Indra

Lho Apa Hubungan Investasi, Tuhan & Agama?

“Bu Yenny, saya memilih gak usah beribadah tetapi jaga hidup yang baik saja. Jaman sekarang agama dijadikan sarana untuk ‘membujuk atau menipu’ orang lain,” ujar seorang teman.

Saya paham sekali dan mengalaminya juga. Investasi bodong, pemimpinnya memanfaatkan tokoh-tokoh agama dan bahkan dia sendiri menunjukkan bahwa dia seorang yang sangat ‘rohani’ tetapi berakhir dengan menilap uang ribuan orang.

Beberapa teman membujuk, “Itu lho rohaniwan besar itu saja ikut berinvestasi. Pasti dia sudah tanya Tuhan dulu. Kita ini jemaat, lihat saja dan mengikuti tokoh yang sudah top dan tinggi rohaninya.”

Akibat salah investasi, ketika rugi, kita cenderung ‘menyalahkan’ Tuhan. Menyamakan tokoh agama itu dengan Tuhan, lalu kecewa meninggalkan Dia.

Saya pun pernah begitu.

Padahal gak ada ayat yang bilang begitu. Tuhan TIDAK PERNAH memerintahkan kita membabi-buta meniru dan mengikuti tokoh ‘hebat’, meski pun dengan dalih surga & agama.

“Cari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu,” demikian perintah Tuhan.

Terlanjur kecewa. Koq Tuhan tidak melindungi sich?

Ketika saya menjauh dari-Nya, hati saya semakin galau. Hidup terlalu berat untuk dijalani sendirian.

Saya merenung.

Sejak awal menikah dan berbisnis, hidup saya tidak lepas dari pertolongan Tuhan yang satu, kepada pertolongan Tuhan yang lain. Begitu banyak hal-hal mustahil terjadi. Dan saya sadar, Tuhanlah yang mencurahkan berkat-Nya.

Hidup tidak lepas dari masalah. Badai kadang datang tanpa diundang dan tanpa permisi pula. Dulu kerap stres, ga bisa tidur, akibatnya bad-mood. Betapa beratnya hidup.

Tetapi semakin saya mengenal-Nya, badai tetap ada namun saya bisa tidur nyenyak karena Tuhan menopangku.

Apakah saya akan meninggalkan-Nya karena ‘tertipu’ berinvestasi pada sesuatu yang dikelola orang yang menyalahgunakan nama Tuhan?

“Tidak,” saya memutuskan dalam hati, “Saya tidak mampu menjalani hidup ini sendirian.”

Ketika saya merenungkan hal ini lebih dalam, saya mendapatkan pemahaman baru. Sebetulnya, kesalahan ada di pihak saya. Tuhan sudah beri rambu-rambu, sekaligus saya diberi kebebasan memilih. Kalau saya sengaja memilih melanggar rambu-rambunya, lalu menerima konsekuensinya, itu bukan salah Tuhan. 100% salah saya!

“Bu Yenny sering sekali membahas tentang benih ya? Saya sampai hafal,” ujar teman lain.

“Iya pak, di sekolah saya belajar bahwa prinsip benih itulah prinsip dasarnya kehidupan. Kalau kita paham prinsip itu, segalanya jadi mudah dipahami, kata guru saya.”

Saya beberapa kali berinvestasi dan rugi. Mengapa?

Karena kerapkali saya terpukau dengan keuntungan besar.

Benihnya ‘keserakahan dan ingin cepat kaya’.

Padahal Raja Salomo / Sulaiman berkata,

Berkat dalam hidup menyertai orang yang jujur ??dan setia, tapi hukuman menghujani orang yang tamak dan tidak jujur.

Suatu ketika salah berinvestasi properti di negara tetangga. Kami semua berangkat sekitar 10 keluarga, ada yang dengan pasangan, sendiri dan dengan pasangan serta anak juga.

Kami berada di sana 3 hari 2 malam. Dikumpulkan bersama-sama. Keesokan harinya melihat properti, mempelajari penawaran, dan seingat saya hanya 1 orang yang tidak membeli. Nyaris semua teman membeli, jadi ada rasa kebersamaan, merasa pasti ini pilihan yang baik.

“Saat itu gengsi kita digelitik, masa yang lain beli dan kita tidak?,” ujar seorang teman setelah kami menyadari salah mengambil keputusan.

Kesimpulannya:

Alasan kami saat mengambil keputusan tidak bijak. Gengsi! Takut ditolak.

“Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Itu akan menyelamatkan engkau dari kejahatan yang tersembunyi

dan dari mereka yang berbicara mendua hati,” kata Raja Salomo.

Setiap orang berjualan, apalagi properti tentu yang ditonjolkan keunggulannya.

“Nanti di seberangnya akan dibangun fasilitas bla.. bla… Bla…”

Di mana-mana begitu. Perkara beneran fasilitasnya dibangun atau tidak, urusan belakangan. Pokoknya properti sudah terjual.

Beli apartemen, viewnya dahsyat. Sudah serah terima, ternyata di depannya dibangun towet baru, viewnya ganti dinding tower baru.

Itu sudah rahasia umum.

Kesalahannya, kami tidak mencari Tuhan terlebih dahulu. Tuhan tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Kami tidak mengumpulkan data yang valid pula, hanya modal percaya. Yang mengajari berinvestasi tokoh kaya dan punya nama besar. Masa bisa salah sich?

Padahal itu persepsi saya sendiri…

Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.

Istilah lainnya, perhatikan buahnya!, buah senantiasa menunjukkan jenis benih yang ditanam. Kalau buahnya mangga, yang ditanam pasti benih mangga. Gak mungkin durian.

Ketika memutuskan, juga tidak minta petunjuk Tuhan. Saya sempat extend, dalam hati sempat curiga, koq apartemen yang dibeli mahal sekali. Tapi kan sudah bayar DP. Kartu kredit sudah digesek.

“Ah, gak mungkinlah… Wong kita diajari berinvestasi. Belajar sama orang yang lebih sukses dan kaya daripada kita, menurut teori itu sudah jalur yang benar.” saya menghibur diri.

Tapi saat mengalami kerugian, cenderung menyalahkan Tuhan.

Saya belum sekolah waktu itu, gak paham juga hingga sedetil itu. Ternyata Tuhan benar-benar menghendaki, hidup kita betul-betul mengikuti arahan-Nya langkah demi langkah.

I did it God’s way, istilah kerennya.

Sejujurnya ini lebih mudah dikatakan daripada dipraktekkan. 

Andrew memberi contoh, kalau belum dapat jawaban Tuhan, ya tunggu. Sampai berbulan-bulan. Yakin, baru bertindak.

Bahkan Andrew saat sedang membangun sekolah, kehabisan dana, dia menunggu … Hingga 3 bulan kemudian dana terkumpul, lanjut lagi. Andrew ‘kekeuh’ tidak mau pakai kredit bank, meski bank sudah menawarkan, karena Tuhan mau Sekolah Charis dibangun tanpa hutang bank.

Pertanyaannya:

Beranikah saya bersikap seperti Andrew? Meski pun sekarang saya sudah sekolah dan tahu teorinya?

Ditanya seantero dunia, mengapa proyek mandeg? Malu kan? Kasi alasan apa dong?

Tentu teman-teman baik akan menawarkan bantuan dan solusi logis ala dunia.

Kalau saya bersikukuh bilang tunggu Tuhan, tentu saya dianggap gak waras. Gak logis.

Beranikah saya?

‘I did it God’s way’ butuh keberanian untuk taat. Melawan arus.

Saya pun sadar sekali ….

Seharusnya saya mengamati segala sesuatu dengan prinsip benih.

Meski yang berbicara, membujuk, itu tokoh besar, terkenal, pejabat top, memukau bahkan rohaniwan, kalau saya benar-benar menilainya dari buahnya, seharusnya tidak mungkin tertipu dan salah langkah.

Sebenarnya Tuhan sudah memberikan banyak sekali rambu-rambunya…. Saya juga sudah belajar dan membacanya bertahun-tahun, tetapi saat praktek, koq bisa lupa…

Saya pun menepuk jidat….

Yenny … Oh yenny…

Belajarlah lebih cerdik…. !

Fear and intimidation is a trap that holds you back. But when you place your confidence in the Lord, you will be seated in the high place.

Ketakutan dan intimidasi adalah jebakan yang membuat kita jatuh. Tetapi ketika  menaruh kepercayaan kepada Tuhan, kita akan didudukkan di tempat yang tinggi (dilindungi).

YennyIndra

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU

PRODUK TERBAIK

PEDULI KESEHATAN

Read More
1 263 264 265 266 267 308