Category : Articles

Articles

Sangat Berkelimpahan

Sangat Berkelimpahan

Apakah kita bekerja sama dengan hati Tuhan bagi kehidupan kita?

Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu.
Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.
Mazmur 36:7-9 (TB)

Puji Tuhan! Anak-anak Tuhan harus sangat puas dengan kepenuhan dalam rumah-Nya! Yesus datang agar kita memperoleh hidup dengan segala kelimpahan (Yoh. 10:10). Kita bisa minum Air Hidup sepuasnya. Dia adalah Terang Dunia. Kelimpahan ini disediakan bagi semua yang telah menerima anugerah (Rom 5:17).

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,
Efesus 3:20 (TB)

Kekuatan untuk menjalani hidup yang berkelimpahan dapat dilakukan DI Amerika! Kita bisa memasukinya sebanyak yang kita mau. Percaya kepada janji-janji-Nya adalah kunci merasakan kepuasan akan kepenuhan di dalam rumah-Nya.

Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
2 Petrus 1:3-4 (TB)

Segala sesuatu telah diberikan (oleh kasih karunia anugerah), dan melalui janji-janji-Nya yang sangat besar dan berharga, kita dapat mengambil bagian dari mata air Kehidupan. Harapkan berkat-berkat-Nya. Harapkan perkenanan, peluang, kesehatan dan penyediaan dari Tuhan. Aktifkan iman kita pada kebaikan Tuhan dan bekerja samalah dengan Roh Kudus.

[Repost: Super Abundance – Barry Bennett. Diterjemahkan oleh: YennyIndra]

Read More
Articles

Kunci Sukses Menurut Tuhan.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kunci Sukses Menurut Tuhan.

Lima tahun lalu saya stay di Jakarta selama 2 tahun, menemani Michelle menyelesaikan SMU-nya. Menyenangkan sekali, di Jakarta mau belajar apa saja, ada. Saya pun rajin ikut berbagai seminar dan belajar dari berbagai inspirator mau pun motivator.

Ada motivator yang bercerita, karena dia pasang fotonya dengan berbagai pejabat tinggi, konglomerat, pengusaha sukses dan orang-orang terkenal, maka tarifnya naik.
Intinya, kita harus dikenal orang. Bahkan motivator lain berujar, ‘dosa’ besar kalau nama kita diketik di google dan gak muncul info apa pun. Harus dikenal orang dan usahakan jadi terkenal.

Saat ini saya sedang belajar tentang melayani Tuhan dari Andrew Wommack.
Andrew bilang, kunci suksesnya justru ‘End of yourself.’ Dia bersyukur karena tidak mempunyai banyak talenta, sehingga mengerjakan apa pun harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.
Tuhan justru suka memakai orang yang bukan siapa-siapa… Nach sebetulnya kebanyakan dari kita merupakan kandidat yang cocok!

Gubraaaaakkkkk…..
Mindset dan pola pikir saya mesti dibalik sekarang!!!!

Sikap kita yang benar sebagai anak-anak Tuhan adalah
Tanpa Tuhan aku tidak dapat berbuat apa-apa, tetapi bersama Tuhan aku dapat melakukan segala perkara karena Dia ada di dalamku.

Stop sebentar. Saya pun perlu mencerna hal ini.
Cara Tuhan sungguh berbeda dengan cara sukses menurut dunia.

“Beri maka kamu akan diberi,” rumusnya Tuhan. Padahal dunia mengajarkan, terima dulu, baru sebagian diberikan.

Kebanyakan dari kita tahu kehendak Tuhan dalam hidup kita. Tuhan dengan cara-Nya membuat kita mengerti.
Yang kerap terjadi, kita terlalu ‘cinta’ Tuhan, segera merealisasikannya dengan cara kita sendiri.
Bukan mentaati Tuhan tetapi mentaati lagu Frank Sinatra,
“I did it my way”.
Akibatnya stres, pusing dsb.
Tidak sedikit yang begitu terobsesi merealisasikan visi Tuhan, akibatnya menjadikan visi itu lebih penting daripada Tuhan.

Yang Tuhan mau, visi-Nya dilakukan sesuai God’s way.
Membangun hubungan dengan-Nya, jauh lebih penting daripada visi dan kehendak-Nya. Ketika kita merealisasikan visi Tuhan dengan cara Tuhan, maka Tuhan yang akan mengatur serta menyediakan apa pun yang diperlukan.

It’s all about Him, not me. Ini semua tentang Tuhan, bukan saya!

“Jika kita sulit menantikan Tuhan, itu adalah indikasi bahwa harapan kita tertuju pada sesuatu yang lain”, ujar Greg Mohr, salah satu guru favorit saya di Charis,
“Diperlukan disiplin yang tinggi – jiwa yang sejahtera – untuk menantikan Tuhan, di saat orang lain atau pikiran alamiah Anda menyodorkan pilihan yang masuk akal atau meyakinkan”

Sekarang saya mengerti, namun sejujurnya, perlu usaha dan kerendahan hati serta kesabaran untuk menghidupinya.
Bersama Tuhan, kita pasti bisa.
Praktik yuk…

God loves you, is for you, and is not finished blessing you! Don’t let your attitude and your words block the blessing! – Barry Bennett.

Tuhan mengasihi Anda, untuk Anda, dan belum selesai memberkati Anda!  Jangan biarkan sikap dan perkataan Anda menghalangi berkat itu!  – Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://instagram.com/mpoinpipaku.id?igshid=rjebfgas4dec

Or

https://mpoin.com/

Read More
Articles

“Kasih Karunia Menabur dan Menuai.”

“Kasih Karunia Menabur dan Menuai.”

Sebagian orang menyimpulkan bahwa Injil kasih karunia berarti akhir dari asas menabur dan menuai. Mereka melihat menabur sebagai “pekerjaan”.

Apa yang tampaknya tidak mereka sadari adalah bahwa kita semua menabur, sepanjang hari, setiap hari.
Kita menabur pikiran, kata-kata, waktu, keterampilan, sikap, dan berbagai sumber daya.
Kita menabur kasih atau kepahitan, damai sejahtera atau perselisihan, sukacita atau ketakutan.

Menabur bukanlah pekerjaan agar mendorong Tuhan melakukan sesuatu. Menabur merupakan tanggapan atas kasih karunia anugerah Tuhan supaya berlipat ganda dalam kehidupan kita dan kehidupan orang-orang di sekitar kita.

“Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
Seperti ada tertulis: “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.”
Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;
2 Korintus 9:8-10 (TB)

Jika menabur dianggap pekerjaan, mengapa kasih karunia atau anugerah Tuhan memberikan benih kepada penabur dan kemudian melipatgandakan benih yang ditabur?
Apa yang gagal dilihat oleh sebagian orang, bahwa anugerah Tuhan itu berada di dalam benih. Persediaannya yang melimpah dibungkus dengan benih yang membawa potensi panen yang tak terbatas di dalamnya.
Menabur bukanlah pekerjaan, itu merupakan tanggapan atas kasih karunia anugerah Tuhan!

Menabur dan menuai juga diharapkan di Taman Eden sebelum dosa masuk. Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
Kejadian 1:29 (TB)

Itu diajarkan sebagai prinsip Kerajaan oleh Yesus dalam beberapa kesempatan. (Markus 4: 1-29) (Lukas 6:38)

Itu diajarkan berulang kali oleh Paulus.
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
Galatia 6:9 (TB)(2 Kor 9: 6-11)

Bahkan “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Lihat Matius 6:33 (TB)

Kita semua menabur sebagai tanggapan atas sesuatu.
Kita menabur sebagai tanggapan atas ketakutan kita, atau kita menabur sebagai tanggapan atas kasih karunia-Nya.

[Repost ; “The Grace of Sowing and Reaping”. – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

Read More
Articles

Apa Yang Anda Lakukan Saat Takut?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Yang Anda Lakukan Saat Takut?

Yang paling umum, fokus memikirkan masalah yang dihadapi.
Tetapi yang sering terjadi, bukan fokus pada solusinya, karena kadang seolah menghadapi jalan buntu, jadi justru memikirkan kemungkinan terburuknya.
Semakin berputar-putar lebih lama, semakin terasa berat masalahnya. Tentu saja jalan keluar makin jauh karena tembok-tembok ketakutan baru dipasang di depannya.

Hal kedua yang kerap dilakukan, curhat mengulang-ulang ceritanya. Semakin diulang, semakin tertanam dalam otak dan ingatan.

Saat tidak tahu jalan keluarnya, tidak sedikit orang yang curhat kepada orang yang salah. Ibarat sakit gigi, curhat kepada dokter spesialis Jantung, atau justru curhat dengan tetangga atau saudaranya pernah sakit gigi.
Komentar, info dan saran berdatangan, namun belum tentu tepat sasaran.
Nach justru bikin ruwet.

Setiap kata yang kita ucapkan itu benih, yang akan menghasilkan buah sesuai jenisnya.

Curhatlah pada ahli yang menguasai bidang tersebut. Itu akan menghindarkan kita dari ribuan pertempuran yang tidak perlu.

Dan jangan lupa, berdoa. Tuhan yang akan mengarahkan kita untuk menemukan solusinya. Mempertemukan dengan orang-orang yang tidak terduga.
Hikmat Tuhan hanya bisa didengar saat hati kita tenang.

Sadarkah kita, kalau saja kita tahu kebenaran situasi yang kita hadapi, kita bisa menyelesaikan dengan cepat dan tepat sasaran.
Yang menjadi masalah, kita hanya tahu sepotong di sini dan sepotong di sana. Seperti puzzle yang berlubang di sana sini. Gak jelas gambar apa dan harus melangkah ke mana yang efisien?

Nach ternyata kita sudah diberi senjata yang luar biasa oleh Tuhan.
Kita diberi firman dan Tuhan sudah berjanji, perkataan yang Kuucapkan tidak kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi berhasil melakukan apa yang Kukehendaki, dan mencapai segala yang Kumaksudkan.

Berarti jika kita menggunakan kata-kata kita yang selaras dengan firman, kita akan menciptakan kehidupan? Deklarasi janji-Nya, agar Tuhan beri hikmat, jalan keluar mau pun arahan-Nya supaya kita menang.

Bahkan kita bisa meminta-Nya berperang bagi kita.
Dan Tuhan sudah berjanji, firman-Nya tidak akan kembali dengan sia-sia.

*Fear will always rely on memories and not promises to guide you.*

*Ketakutan akan selalu bergantung pada ingatan dan bukan pada  janji -janji (Tuhan) untuk membimbing Anda.*

??YennyIndra??
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
?? *MPOIN PLUS & PIPAKU* ??
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
Articles

“Apakah Anda sedang memikirkan diri Anda sendiri sampai mati?”

“Apakah Anda sedang memikirkan diri Anda sendiri sampai mati?”

Kurangnya kedamaian di dalam hidup dan hati baik orang percaya mau pun tidak percaya, dapat ditelusuri secara langsung dari cara kita berpikir dan apa yang kita pikirkan.

Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
Roma 8:6 (TB)

Pikiran duniawi tidak selalu berarti dipenuhi oleh nafsu atau hal-hal yang vulgar. Meskipun pikiran semacam itu termasuk, namun pikiran duniawi melibatkan pemikiran apa pun yang melahirkan ketakutan, kekhawatiran, depresi, keputusasaan, kemarahan, rasa bersalah atau kepahitan.
Pikiran duniawi mendorong kita ke dalam siklus merasa kehilangan, pikiran yang merusak, dan menimbulkan penyakit yang disebabkan oleh dosa Adam.
Pikiran duniawi merupakan cara berpikir mandiri, yang terlepas dari pikiran-pikiran Tuhan.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Yeremia 29:11 (TB)

Pemikiran Tuhan datang dari kodrat-Nya, yaitu kasih.
Keinginan hati Tuhan adalah untuk memberkati, menyembuhkan dan memakmurkan kita. Pikiran duniawi menghalangi berkat Tuhan, karena bekerja sama dengan dunia yang merusak.

Ketika kita terobsesi dengan masalah tagihan, kesehatan, hubungan yang rusak, politik, maka kita menciptakan “bagaimana jika” dalam pikiran, kita menabur benih kematian (kehilangan dan kerusakan) di dalam jiwa kita.

Orang yang berpikiran rohani mengharapkan yang terbaik. Fokus mereka pada persekutuan mereka dengan Bapa dan janji-janji-Nya. Orang yang berpikiran rohani melihat Tuhan sebagai sumber mereka. Oleh karena itu, mereka memilih damai dan sukacita-Nya. Mereka memilih untuk mengasihi, memberi dan mengampuni. Mereka hidup dari atas dan bukan dari bawah.

Bagaimana cara kita menjawab pertanyaan ini akan mengungkapkan apakah kita berpikiran duniawi atau rohani. Apakah kita selalu mengharapkan yang terbaik dari Tuhan dalam hidup kita?
Jika tidak, inilah waktunya untuk memurnikan hati kita dan bersekutu dengan Bapa. (Lihat Yakobus 4: 7)

Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
Yakobus 4:7 (TB)

[Repost ; “Are You Thinking Yourself To Death?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

Read More
1 263 264 265 266 267 314