Category : Articles

Articles

Bagaimana Saya Tahu Kalau Saya Betul-Betul Beriman Atau Tidak?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Bagaimana Saya Tahu Kalau Saya Betul-Betul Beriman Atau Tidak?

Chat masuk dari sahabat saya, Denny Christian. Artikel tulisan Barry Bennett & artikel lainnya, yang dipilih Denny selalu bagus dan menggigit.
Saya pun meminta ijin, tidak hanya menterjemahkannya, tetapi melengkapinya dengan contoh kasus supaya para pembaca jelas dan paham.

Iman bukan masalah mental atau sekedar pikiran. Iman itu dari hati. Dengan hati manusia percaya, bukan dengan kepala,. (Roma 10:8-10).

Keras kepala bukanlah iman, meskipun iman yang benar akan menghasilkan ketekunan.
Iman BUKAN sekedar pengetahuan tentang iman. Mengetahui sesuatu itu benar dan menjadi keras kepala, tidak sama dengan “MENDENGAR” dari Tuhan dan berjalan dalam damai sejahtera, keyakinan dan kepastian.

Ketika seseorang berdoa mengharapkan terjadinya kesembuhan, banyak yang bingung antara pengetahuan di kepala mereka, memang kehendak Tuhan untuk menyembuhkan VS iman yang dimaksud Tuhan Yesus agar kesembuhan terjadi.

Pengetahuan itu penting, tetapi pengetahuan BUKAN iman.
Iman hanya memiliki satu sumber; Mendengar dari Allah.
(Roma 10:17).

Sekian puluh tahun lalu, gembala saya di Jogja, putranya sakit dan panas tinggi. P. Gembala dan istrinya berdoa dan mereka berdua diingatkan akan janji Tuhan bahwa putranya akan sembuh. Baik sang gembala mau pun istrinya, yakin mendengar pesan yang sama dan mereka berdua sepakat serta yakin sepenuh hati, putranya sembuh.
Tanpa ke dokter dan ke rumah sakit,
putranya sembuh secara supernatural.

Tidak lama kemudian ada jemaat baru yang suaminya mengalami kecelakaan. Dalam kondisi gegar otak, dokter menyarankan operasi. Tetapi si ibu ini, bersiteguh menolak operasi. Dia ingin meniru apa yang dialami putra gembalanya.
Sang gembala sudah menjelaskan, tetapi dia bergeming.
Akhirnya, suaminya meninggal.

Di mana letak perbedaannya?
Sang gembala & istri MENDENGAR Suara Tuhan, melalui ayat yang diingatkan.
Suara Tuhan bisa juga diterima melalui firman yang tengah dibaca, seolah-olah dihidupkan oleh Roh Kudus, menjadi Rhema – Suara Tuhan Yang Hidup secara pribadi untuk kita.
Ada banyak cara Tuhan berbicara, tetapi yang paling sering melalui firman yang dihidupkan oleh Roh Kudus.
Dan kita yang mendengar suara-Nya tahu, tahu dan tahu…

Berbeda dengan si ibu yang suaminya kecelakaan, dia tahu secara mental, di dalam pikirannya bahwa kehendak Tuhan menyembuhkan.
Tetapi dia TIDAK mendengar suara Tuhan dan TIDAK menerima arahan Tuhan secara spesifik, bahwa Tuhan akan menyembuhkan secara supernatural.

Tuhan bisa menyembuhkan secara Natural mau pun Supernatural. Dokter dan obat pun sarana yang dipakai Tuhan untuk menyembuhkan.

Greg Mohr menjelaskan kita harus seimbang. Jika sakit karena hal natural, penyembuhannya natural. Yang disebabkan hal supernatural, penyembuhannya supernatural.

Pelajaran pentingnya, kita Tidak Bisa meniru pengalaman orang lain. Itu bukan iman.
Kesembuhan Bukan Formula!
Tuhan Yesus berulangkali menyembuhkan orang buta tetapi caranya tidak pernah sama.


Seorang teman bertanya,
“B. Yenny, saya mulai meriang. PCR gak bu? Klo PCR lalu positif, saya jadi kuatir. Saya ‘mengimani’ oleh bilur-bilur Yesus, saya sudah sembuh”

“PCR saja…”

Untung contoh serupa diajarkan di sekolah.
Nach itu gunanya sekolah.

Kalau kita masih bertanya kepada orang lain, berarti TIDAK YAKIN alias Tidak Beriman. Pasti Tidak mendengar suara-Nya.

Kalau kita benar-benar Mendengar Suara Tuhan, ada Keyakinan Yang Tidak Tergoyahkan, biar pun seluruh dunia berbeda pendapat, kita Tetap Yakin karena kita tahu, tahu dan tahu…

Cara Tuhan berbicara itu spesifik, personal dan satu-satunya untuk orang tersebut.

Semak duri yang menyala dan tidak terbakar, hanya terjadi satu kali dalam sejarah, dan satu-satunya untuk Musa. Dan Musa tahu, tahu dan tahu… Semak Duri Yang Menyala & Tidak Terbakar, Itu Tuhan.
Demikian juga ketika kita mendengar suara-Nya. Yakin. Pasti. Personal hanya untuk kita.

• Kita harus dihidupkan oleh Roh Kudus (Rm. 8:16).
• Iman bersifat rohani (2 Kor. 4:13), BUKAN emosional.
• Jenis iman Tuhan (iman yang diaktifkan dengan mendengarkan suara-Nya) tidak akan pernah gagal.
• Ketika iman yang benar diaktifkan di bidang penyembuhan, sakit penyakit harus tunduk! Penyembuhan dimulai.
Keadaan kita akan menjadi lebih baik, bukan lebih buruk.

Tidak ada penghukuman jika kita tidak benar-benar beriman kepada Tuhan.
Tuhan memahami koq level iman kita masing-masing.
Berita baiknya, Tuhan akan menemui kita di setiap level iman yang kita miliki.
Dan Dia menerima kita apa adanya.

Jangan biarkan ke-keraskepala-an kita, pada akhirnya membunuh kita.
Saat bimbang, kita tidak akan memperoleh apa-apa. (Yakobus 1:6-7)
Justru kebimbangan itu yang menjadi pijakan iblis untuk menghancurkan serta memporak-porandakan hidup kita.

Datang kepada Tuhan, Serahkanlah segala kebimbangan dan kekuatiran kita kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kita.
1 Petrus 5:7 (TB)

Lakukan apa yang kita bisa secara alami untuk tetap hidup dan berkembang, serta tinggallah di hadirat Tuhan: berdoa dan baca firman -, sampai kita memperoleh kepastian ilahi, tentang apa yang harus kita lakukan.
Tuhan itu setia dan senantiasa mengasihi kita.
Janji-Nya selalu YA dan AMIN.

Praktik yuk….

When God speaks, he does not give new revelation about himself that contradicts what he has already revealed in Scripture. Rather, God speaks to give application of his Word to the specific circumstances in your life. When God speaks to you, he is not writing a new book of Scripture; rather, he is applying to your life what he has already said in his Word. – Henry T. Blackaby, Hearing God’s Voice.

Ketika Tuhan berbicara, dia tidak memberikan pewahyuan baru tentang diri-Nya yang bertentangan dengan apa yang telah dia ungkapkan dalam Kitab Suci. Sebaliknya, Tuhan berbicara untuk memberikan penerapan Firman-Nya pada keadaan khusus dalam hidup Anda. Ketika Tuhan berbicara kepada Anda, dia tidak sedang menulis sebuah kitab baru yang berbeda dengan Kitab Suci; sebaliknya, dia menerapkan dan meneguhkan pada hidup Anda apa yang telah dia katakan dalam Firman-Nya. – Henry T. Blackaby, Mendengar Suara Tuhan.

Note:
Artikel Barry Bennett ini juga memperjelas topik Mendengar Suara Tuhan. Sila Klik Link

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Bagaimana Kita Tahu, Jika Kita Mendengar Suara Tuhan?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Bagaimana Kita Tahu, Jika Kita Mendengar Suara Tuhan?”

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,”
Yohanes 10:27 (TB).

Mendengarkan Tuhan adalah kunci iman, kemenangan, damai sejahtera, ketekunan, dan kemakmuran di setiap area kehidupan kita.

“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”
Yohanes 15:7-8 (TB).

Tinggal di dalam Dia dapat digambarkan sebagai merenungkan terus-menerus Firman-Nya, hingga Firman itu dihidupkan ke dalam roh kita. Ketika Firman-Nya dihidupkan ke dalam roh kita, itu yang disebut sebagai “mendengar” suara Tuhan, atau, mendapatkan pewahyuan.

“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Roma 10:17 (TB).

Ketika kita benar-benar mendengar ‘suara’ Tuhan di dalam roh kita, maka iman akan menjadi hidup. Apa pun keadaannya, kita akan tetap teguh hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, memiliki visi, kedamaian, dan ketekunan. Mungkin ada rintangan yang dulunya nampak mustahil untuk diatasi, tetapi sebuah firman dari Tuhan membuatnya terlihat kecil. Tidak ada yang bisa menghentikan kita. Perkataan Tuhan itu telah membuka kunci iman yang membawa kemenangan.

Kita harus tiba ke tempat di mana Firman Tuhan menjadi begitu nyata bagi kita, sehingga Tuhan berbicara langsung kepada roh kita. Ketika menghadapi suatu kebutuhan, kita pergi kepada Bapa melalui Firman-Nya. Kita tidak lagi bergantung pada apa yang ditangkap oleh panca indra kita, melainkan diteguhkan oleh janji Tuhan. Janji-Nya tidak mungkin gagal. Nyatakan Kebenaran-Nya. Percaya janji-Nya. Deklarasikan kemenangan. Dan terimalah penyediaan-Nya.

[Repost ; “How do you know that you’ve heard from God?” – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Ingin Tahu Rahasia Kesuksesan Andrew Wommack? Cukupkah Sekedar Berdoa?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Ingin Tahu Rahasia Kesuksesan Andrew Wommack? Cukupkah Sekedar Berdoa?

Mengikuti Kingdom Business Summit 2021 sungguh menyenangkan. Banyak hal yang bisa dipelajari dan ide-ide segar mengalir.
Belajar dari orang-orang hebat, membuat kita ketularan semangatnya.

Belajar dari John Maxwell bagaimana beliau memastikan pertumbuhan personal growth-nya, sungguh mengagumkan.

Kisah John KLIK LINK:

https://yennyindra.com/2021/06/kingdom-business-summit-2021/

Masalahnya, mampukah saya setekun itu memprogram diri seperti John?

Ketika tiba giliran Andrew Wommack membawakan sesinya, sungguh melegakan. Andrew pribadi yang sukses mendunia pula, tetapi dengan cara yang berbeda.

Dengan polosnya Andrew bercerita, dia tidak punya program pengembangan diri seperti John. Bahkan dia tidak menetapkan target tertentu. Kunci Sukses Andrew, hidup memprioritaskan Tuhan, fokus kepada-Nya dan mengikuti arahan Tuhan langkah demi langkah.
Sebetulnya cara Andrew sukses jauh lebih simple.

Tetapi saya tidak paham juga, bagaimana seolah Andrew hanya fokus pada yang rohani semata, koq bisa membangun sekolah dengan biaya puluhan juta dollar plus puluhan cabang di seluruh dunia. Bebas hutang pula.

Ada teman yang Full hanya berdoa tanpa mengurusi bisnisnya, terbukti tidak sukses. Bagaimana dengan Andrew?

Tuhan itu Allah yang menjawab ‘doa’… Pertanyaan saya pun dijawab-Nya.

Hingga tiba sesi Billy Epperhart, CEO dari Andrew Wommack Ministries dan Sekolah Charis.
Billy bercerita, Andrew sebagai leader, memonitor berapa pemasukan ke dalam ministry setiap harinya. Untuk pengeluaran dan penggunaannya, menjadi tugas Billy.

Kita bisa terkecoh seolah Andrew hanya fokus pada sisi rohani saja. Ternyata tidak!
Andrew seimbang mengerjakan yang rohani dan yang natural. Beliau tahu apa yang terjadi, strategi apa yang sedang dan akan dijalankan, serta peduli dengan para staffnya.
Meski pun Tuhan mengirimkan tokoh-tokoh hebat untuk bergabung dalam pelayanannya, Andrew tetap terlibat disana.

Dibutuhkan kebijaksanaan, jiwa yang besar dan kerendahan hati sehingga orang-orang yang terbaik di bidang masing-masing, bersedia bekerjasama menjadi bawahan Andrew, untuk merealisasikan visi yang Tuhan berikan.
Billy Epperhart, adalah seorang entrepreneur, penulis, pembicara dan pendiri dari wealthbuilder.com. Dalam Business Summitt ini,. Billy mengupas tentang investasi, terutama dalam bidang properti dengan sangat apiknya.

Tuhan mendorong saya mendengarkan lagi pelajaran Arthur Meintjes, dan menemukan jawaban lainnya.

Arthur menegaskan, kunci sukses adalah Do The Basic Well. Kerjakan hal-hal yang mendasar dengan sebaik-baiknya.

Kesuksesan Andrew tidak terjadi dalam semalam. Dia mentaati Tuhan sejak remaja. Mengikuti arahan Tuhan, bergabung dengan US Army, dikirim ke Vietnam. Ikut berperang. Di kancah perang itulah, dia justru memiliki banyak waktu mempelajari firman dan membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, di dalam bunker yang dijaganya. Jalan Tuhan itu unik, berbeda dengan pemikiran kita. Bayangkan, justru dalam peperangan Andrew punya waktu membangun hubungan pribadi yang intens dengan Tuhan.

Kembali ke US, melayani Tuhan bertahun-tahun hingga Tuhan menuntunnya membuka Sekolah Charis. Andrew selain mengerjakan yang rohani, dia juga tekun mengerjakan yang natural.

Arthur mengingatkan, saat kita setia mengerjakan hal-hal yang basic, Tuhan akan membukakan pintu-pintu kesempatan sehingga tujuan hidup kita bisa tercapai.

Tugas kita sebagai anak Tuhan adalah ‘to get to know Him’, menyadari serta mengenal-Nya.

Ketika seseorang berjalan dalam kehendak Tuhan, maka Dia akan mendownload pengetahuan, lalu Tuhan membimbingnya, agar dia mengerti apa yang harus dikerjakan langkah demi langkah.
Tidak hanya itu, Tuhan akan mengirimkan orang-orang yang akan menjadi ‘mentor’, ‘penolong’ dan berbagai ‘kebetulan’ terjadi di sepanjang jalan kehidupannya.

Tiba-tiba ada jago IT yang sebelumnya bekerja di Google, ingin membantu project Andrew, contohnya.  Andrew bercerita, dia sama sekali tidak paham tentang IT. Tuhan tahu itu, maka dikirim-Nya orang yang tepat.
Demikian pula Tuhan memperlengkapi apa yang dibutuhkan Andrew di bidang-bidang lainnya.
Hhmm… Ternyata begitu cara kerjanya.

Tuhan pula yang menggerakkan dan menjamah hati para partner Andrew yang tersebar di seluruh dunia, sehingga setia men-support pelayanannya.

Inilah yang dikehendaki Allah, agar kita bekerjasama dengan-Nya.
Tuhan yang membimbing langkah demi langkah, tidak sekaligus tetapi langkah demi langkah. Dan setiap langkah merupakan suatu mujizat. Semua tercipta karena kita terus menerus bergantung kepada Allah. 

Saya paham sekarang.
Bagaimana dengan Anda?

When ordinary people pray, extraordinary things can happen – Brian Houston

Ketika orang biasa berdoa, hal-hal yang luar biasa pun dapat terjadi -Brian Houston

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

Read More
Articles

Apa Yang Membuat Hidup Layak Diperjuangkan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Yang Membuat Hidup Layak Diperjuangkan?

Anak orang kaya bunuh diri! Sungguh mengherankan. Semua fasilitas ada. Sekolahnya pintar. Overseas grad pula. Apa yang kurang?

Sementara di jalanan, anak-anak gelandangan yang tidak punya rumah, tidur di emperan toko. Makan dengan mengais sampah.  Tetap bersemangat hidup.

Kontras sekali bukan?
Lalu apa sebenarnya Makna Kehidupan?
Apa yang membuat hidup seseorang layak diperjuangkan?

Viktor Frankl, seorang neurolog dan psikiater Austria, merupakan korban Holocaust yang selamat. Beliau menjadikan pengalamannya di 4 kamp konsentrasi Nazi, termasuk Auschwitz, yang terkenal sebagai tempat paling kejam yang pernah ada dalam sejarah, sebagai laboratorium hidup untuk membuktikan teorinya yang terkenal: Logoterapi.

Logo artinya meaning atau kebermaknaan. Frankl mengembangkan terapi yang didasarkan pada pencarian makna kehidupan. Menurut Frankl, yang dicari setiap orang, secara fundamental itu kebermaknaan hidup.

Semua itu dituliskannya dalam bukunya yang terkenal mendunia,  berjudul Man’s Search for Meaning yang telah diterbitkan dalam 49 bahasa dan 190 edisi.

Di kamp konsentrasi, istrinya yang sedang hamil dibunuh, orangtuanya, saudara-saudara dekatnya semua meninggal, kecuali seorang saudarinya yang sudah berimigrasi ke Australia sebelumnya. Peristiwa kejam bertubi-tubi menimpa Frankl.

“Manusia dapat mempertahankan sisa kebebasan spiritual, kebebasan pikiran, bahkan dalam kondisi stres fisik dan psikis yang begitu mengerikan,” jelas Frankl
Segala sesuatu dapat diambil dari seseorang  kecuali satu hal: kebebasan manusia yang terakhir—untuk memilih sikap, dalam situasi apa pun, untuk memilih jalannya sendiri.”

Nazi bisa menyiksa tubuh Frankl, tetapi mereka tidak bisa memenjarakan pikirannya.
Dan Frankl memilih tetap waras: dengan cara memilih respon yang sesuai. Teknik inilah yang kemudian dituangkan dalam logoterapi.

Tidak sedikit tawanan yang menjadi gila, kehilangan kontrol, bahkan bunuh diri. Namun sesungguhnya, setiap orang memiliki kemerdekaan yang sama.
Respon yang berbedalah yang mengakibatkan hasil yang berbeda.

Between stimulus and response, there is a space. In that space is our power to choose our response. In our response lies our growth and our freedom – Viktor Frankl.

Di antara stimulus dan respon, ada ruang. Dalam ruang itulah terletak kekuatan kita untuk memilih respon. Dan pada RESPON itu, terletak PERTUMBUHAN dan KEBEBASAN kita – Viktor Frankl.

Wow…. Memahami hal ini membuat kita sadar, hidup tidak lagi dipenuhi oleh drama, perasaan cengeng, mental victim- merasa menjadi korban-, mau pun mengasihani diri sendiri. Kita punya kebebasan untuk memilih dan bertindak.

Prinsipnya, fokus pada yang bisa kita kendalikan, – pilih respon yang benar-,  serahkan kepada Tuhan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan.

Dari pengalamannya yang sangat tragis, Frankl membawa sebuah paradigma baru dalam ilmu psikologi, yang menjadi solusi bagi orang-orang yang mengalami gangguan psikologis karena ketidakmampuan mereka menentukan orientasi hidup yang tepat.
Wow….!!!
Ada hal positif yang tercipta dari sejarah yang terburuk sekali pun.

****

Menurut Frankl, berfokus pada ‘kesuksesan’ & ‘kebahagiaan’ justru bisa membawa manusia tersesat saat mengejarnya
Lho????

“Jangan bertujuan untuk sukses.  Semakin kita membidik dan menjadikannya target, semakin kita melewatkannya.  Karena kesuksesan, seperti halnya kebahagiaan, tidak dapat dikejar;  itu harus terjadi, dan hanya terjadi sebagai efek samping yang tidak diinginkan dari dedikasi pribadi seseorang untuk tujuan yang lebih besar daripada dirinya sendiri, atau sebagai produk sampingan dari penyerahan seseorang kepada orang lain, selain dirinya sendiri,”
Frankl menjelaskan,
“Kebahagiaan atau kesuksesan terjadi, karena kita membiarkannya terjadi tanpa mempedulikannya. Dengarkan apa yang diperintahkan hati nurani kita,  lakukan dan terus lakukan sesuai apa yang kita tahu.  Kemudian kita akan melihat, dalam jangka yang sangat panjang, saya katakan!—kesuksesan akan mengikuti kita, justru karena kita lupa memikirkannya.”

Dikombinasikan dengan pendapat Johann Wolfgang Von Goethe,
Kebahagiaan mau pun kekayaan, merupakan hasil sampingan yang diperoleh dalam proses mengerjakan tugas untuk merealisasikan tujuan hidup yang diberikan Tuhan dalam hidup setiap manusia, yang perannya tak tergantikan. Kesuksesan dan berkat, diberikan Tuhan agar dimanfaatkan menjadi berkat bagi orang lain. Diberkati untuk menjadi berkat. Saat mengerjakannya, hidup jadi bermakna dan kebahagiaan pun tercipta.

*****

Di kamp konsentrasi, Frankl menemukan 2 jenis manusia, yang menurutnya, terhormat dan yang tidak terhormat. Terlihat watak asli seseorang di sana. Tidak perlu ‘Jaim’, toh belum tentu besok masih hidup. Sebagian besar egois sekali.

“Kami yang tinggal di kamp konsentrasi dapat mengingat orang-orang yang berjalan melewati gubuk, menghibur orang lain, memberikan potongan roti terakhir mereka.  Memang sedikit jumlahnya, tetapi mereka membuktikan bahwa segala sesuatu dapat diambil dari seorang, kecuali satu hal: kebebasan manusia yang terakhir – untuk memilih sikap dalam situasi apa pun, untuk menentukan jalannya sendiri.”

Teringat kisah Corrie Ten Boom yang selamat dari kamp konsentrasi bercerita, dia dan saudarinya, Betsie, melayani dan mendoakan orang-orang yang sakit di sana, meski mereka sendiri disiksa dan menderita. Kisah hidupnya ditulis dalam buku berjudul “The Hiding Place”, yang difilmkan pula, menjadi best seller.

“Kita harus memberi tahu orang-orang apa yang telah kita pelajari di sini.  Kita harus memberi tahu mereka bahwa tidak ada lubang yang sebegitu dalamnya sehingga Tuhan tidak lebih dalam lagi menyertai kita.  Mereka akan mendengarkan kita, Corrie, karena kita sudah mengalaminya di sini” , ujar Betsie Ten Boom, saudari Corrie yang meninggal di kamp konsentrasi menjelang mereka dibebaskan.

Di kegelapan sejarah yang paling pekat, Betsie dan Corrie Ten Boom menemukan makna hidup: merealisasikan tujuan hidup dari Tuhan: mengasihi sesama. Membuktikan bagaimana doa terjawab dan berbagai mujizat terjadi.  Karena di kegelapan itu pun Tuhan menyertai mereka, memberikan damai sejahtera yang melampaui akal manusia.

The measure of a life, after all, is not its duration, but its donation.*
Never be afraid to trust an unknown future to a known God – Corrie Ten Boom
.

Kehidupan bukan diukur oleh lamanya seseorang hidup, melainkan dari apa yang dibagikannya kepada orang lain. Jangan pernah takut  mempercayakan masa depan yang tidak kita diketahui, kepada Tuhan yang  kita kenal- Corrie Ten Boom.

Sebagai penutup, meski pun seseorang memiliki semua fasilitas dan kekayaan, jika tidak menggenapi tujuan hidup dari Tuhan, hidupnya jadi tidak bermakna.
Inilah saat yang tepat bagi kita untuk memastikan bahwa kita benar-benar sedang menggenapi rancangan Tuhan saat menciptakan kita. Hidup hanya sekali,
mari kita menjalani hidup yang bermakna!

Life is never made unbearable by circumstances, but only by lack of meaning and purpose.- Victor Frankl

Hidup tidak pernah dibuat tak tertahankan oleh keadaan, namun kurangnya makna dan tujuan hiduplah yang membuat hidup tak tertahankan. – Victor Frankl

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Insecurity, Bagaimana Solusinya?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Insecurity, Bagaimana Solusinya?

Sadarkah kita, bahwa setiap orang memiliki perasaan tidak aman pada dirinya, hingga level tertentu? Levelnya berbeda pada tiap orang.

Saya paham sekali hal ini, karena berulangkali pindah kota dan harus memulai membangun relationship yang baru.
Pada dasarnya, setiap kita ingin diterima. Itulah sebabnya, kita mencoba menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana kita berada. Supaya bisa diterima.

Arthur Meintjes, guru saya menjelaskan, perasaan aman hanya bisa diperoleh ketika kita mengenal Allah dengan cara bercermin pada firman-Nya. Ketika kita mengenal-Nya, secara alami kita akan mengenal diri kita sendiri.

Menggantungkan rasa aman kita pada harta, kekayaan, prestasi, penerimaan orang lain, semua itu sementara belaka. Dan standarnya selalu berubah-ubah. Hanya standar Tuhan yang tetap sama, baik dahulu, sekarang mau pun selama-lamanya.

“Perubahan sejati, adalah perubahan yang tidak diusahakan”, tegas Arthur, “Jika diusahakan, perubahannya hanya diluarnya saja.”

Mak Jleb!!!!
Pernah melihat orang-orang yang di gereja bagaikan malaikat, tetapi diluar gereja berubah 180 derajat?
Itu karena perubahan yang diusahakan.

Perubahan yang sejati, cukup berfokus pada firman Tuhan dan menghidupinya hari lepas hari. Bercermin senantiasa pada firman-Nya. Tanpa diusahakan pun kita akan lebih sabar, lebih berhikmat dan orang di sekeliling kita bisa merasakan perubahan karakter kita.

Kita kerap salah paham dengan kata Saleh, yang diartikan sebagai tanpa dosa atau seminimal mungkin berbuat dosa.
Arthur menjelaskan saleh artinya konsisten dengan Allah.
Ketika kita konsisten dengan-Nya, maka secara natural, kita akan memiliki standar moral tertentu, menolak kefasikan serta nafsu duniawi dan menjadikan kita hidup bijaksana.

Koq bisa?
Karena prinsipnya, kita akan menjadi serupa dengan apa yang kita fokuskan. Kalau tujuan hidup kita adalah memanifestasikan Yesus dalam hidup kita dengan cara fokus pada firman-Nya, maka karakter Kristus secara alami akan terpancar melalui kehidupan kita.

Ini bukan keputusan sekali seumur hidup, tetapi keputusan setiap hari, untuk menjalani hidup yang berkenan kepada-Nya.
Ibarat menyetir mobil, setiap saat harus diarahkan kembali agar jalannya mobil tetap lurus.

Kapan kita tahu kalau sudah mulai melenceng?
Ketika kita kehilangan damai sejahtera.
Ketika kebutuhan untuk dihargai dan diterima orang lain sedemikian pentingnya bagi kita, perlu direview kembali, kemungkinan besar hubungan kita dengan Tuhan, tidak berada pada jalur yang benar.

Kunci sukses hidup di dalam Tuhan: jadikan Tuhan pusat kehidupan kita, maka Dia akan menerangi serta membimbing kita untuk membereskan setiap aspek kehidupan kita.

When you flow with The Lord, you will find, all things fall into place.

Ketika kita mengalir dengan Tuhan, kita akan menemukan, segala sesuatu berada pada tempat yang seharusnya.

Tidak berarti segala sesuatu beres dengan sendirinya, tetapi Tuhan akan mempertemukan kita dengan orang-orang yang tepat. Memberikan kita pengertian, apa yang harus kita lakukan. Semakin kita melangkah bersamanya, maka kita akan menyadari, Tuhan membimbing kita langkah demi langkah. Tidak sekaligus, tetapi langkah demi langkah. Dan setiap langkah merupakan suatu mujizat.

Dan berita besarnya, penerimaan, kehormatan, umur panjang, kesuksesan akan menyertai kita… Sesuai janji-Nya, kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, sepanjang umur hidupku….

Orang-orang di sekitar kita akan menghargai, bukan karena banyaknya barang-barang branded yang menghiasi tubuh kita, melainkan karena mereka merasakan ada wibawa Allah yang terpancar melalui kehidupan kita.

Allah yang berdiam di dalam roh kita, termanifestasi melalui jiwa dan tubuh kita.
Menarik bukan?

The way your life is going, is a reflection of what is going on in your heart. – Andrew Wommack.

Bagaimana hidup Anda berlangsung, merupakan cerminan dari apa yang terjadi di dalam hati Anda.  – Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 224 225 226 227 228 314