Category : Articles

Articles

Gozhali Syndrome.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Gozhali Syndrome.

Saya tidak tahu tentang Gozhali sampai anak-anak menyinggungnya di tengah perbincangan kami.
Segera saya google…
Sultan Gustaf Al Gozhali, wajahnya biasa saja, benar – benar wajah yang umum kita temui di mana saja.

Dulu mindset kita, yang bisa kaya dalam waktu secepat kilat, wajah-wajah cantik dan ganteng, yang melejit berprofesi sebagai artis atau entertainer.
Pokoknya yang kerap muncul di Televisi.

Dan Gozhali mengubah pandangan itu. Hanya dengan posting ribuan fotonya, yang notabene biasa pula… Dalam sekejap bisa meraup duit milyaran rupiah atau justru puluhan milyar? Entahlah.

“Ini lho jaman sekarang, caranya anak-anak muda menjadi kaya… Caranya beneran beda dengan jaman papa mama yang mesti kerja keras,” anak saya menjelaskan,
“Dan umurnya baru 22 tahun Ma… Seumuran Michelle… Keren ya? Jaman ini memang luar biasa.”

Saya pun manggut-manggut sambil bengong. Tidak paham dengan fenomena jaman ini.
Betapa kunonya diriku ini…… Sambil tepok jidat.
Gak mudeng, kata orang Jawa.
Posting foto thok, koq bisa kaya raya…

Orang-orang pun berlomba-lomba meniru apa yang dilakukan Gozhali, berharap mendapatkan rejeki nomplok yang serupa.
Who knows?


Fenomena Gozhali termasuk yang dibahas oleh Dr. Andik Wijaya dalam seminarnya. Ternyata Gozhali itu bukannya terjadi secara natural.
Gozhali itu sudah dipilih oleh ‘kekuatan besar’, dengan pertimbangan yang khusus, sehingga membangun mimpi banyak orang, bahwa kekayaan besar bisa diraih dengan mudah, cara-cara yang tak terduga.
Muncul pendapat di bawah sadar, ngapain juga kerja susah-susah, itu kuno. Jaman sekarang duit itu gampang.

Mengapa Gozhali?
Mengapa Indonesia?
Karena penduduknya banyak. Gozhali itu percontohan. Tidak mungkin ada Gozhali yang ke dua. Kekuatan besar itu akan memilihnya dari negara lain seperti India or China, yang penduduknya banyak pula. Sehingga efeknya akan berlipat ganda, mempengaruhi sangat banyak orang dengan teknik tsb.

Gozhali kelihatannya mendapatkan uang yang sangat banyak, tetapi ‘kekuatan besar’ di baliknya, memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar lagi. Konon yang diperoleh Gozhali gak ada apa-apanya dibandingkan keuntungan yang diraup ‘kekuatan besar’ itu.
Ini skenario besar yang mereka buat, yang pada akhirnya merembet pada Money Game dan Metaverse.

“Metaverse juga bukan sekedar ‘dunia baru’. Ada orang-orang yang memperoleh keuntungan di baliknya,” demikian dr. Andik menjelaskan,
“Yang ikut-ikutan kan gak tahu bagaimana mereka membangun perusahaan, mengambil keuntungan dan keluar dari bisnis itu. Ada tujuan dan strategi yang sudah diperhitungkan masak-masak. Itu kelasnya perusahaan dunia. Sedangkan kita yang terseret ikutan berinvestasi, hanya ikut-ikutan ingin menjadi generasi kekinian, tidak tahu strategi bagaimana perusahaan besar melakukannya. Akhirnya, perusahaan besar itu untung besar, sementara kita yang ikut-ikutan gak bisa keluar.”


Saya merenung dan mencerna pelajaran ini.
Saya paham sekarang.

Masih ingat cerita saya beli Apartemen di Johor karena diajari cara berinvestasi yang menguntungkan oleh seorang Motivator Top Indonesia?
Saat itu sang motivator bercerita, beliau memiliki lahan besar kongsi dengan tokoh properti Indonesia, dekat lokasi apartemen yang dijual, di kota Johor Bahru.
Berhektar-hektar. Konon beliau akan membangun proyek besar di sana.

“Apartemen ini murah sekali, ke depan pasti untung. Karena saya gak bisa jual harga segitu di tanah di mana saya berinvestasi,” ujar sang motivator.

Percayalah kami semua. Jadilah nyaris semua peserta, puluhan orang berinvestasi, membeli apartemen di Johor Bahru yang ditawarkannya.

Yang tersimpan di pikiran bawah sadar kami, ingin kaya seperti sang motivator. Ini ‘jalan kebenaran’ menuju kesuksesan.
Sudah sesuai rumus dunia: Belajarlah pada tokoh yang sudah sukses. Bahkan ini berinvestasi di bawah arahan tokoh yang sudah terbukti sukses. Konon tanah sang tokoh lebih mahal daripada apartemen ini. Siiip…
Komplit… Plit… Plit.. Plit…

Tokoh ini sudah kaya raya, gak butuh duit. Dia mengajari kami, sebagai cara mengembalikan berkatnya kepada masyarakat, demikian sang motivator pernah bercerita. Luhur sekali niatnya.

Hingga kini apartemen kami masih ada. Kesulitan jual, karena ternyata kami belinya kemahalan puoolll… 40%. . Disewakan, murah sekali… Seharga kamar kost di Jakarta.
Tidak hanya itu, mau bayar maintanance fee, listrik dan air pun sulit. Tranfer ringgit ke johor gak mudah.

Bagaimana dengan lahan sang motivator?
Sudah dijual dan meraup untung tentunya. Mereka memang ahli di bidangnya. Tahu strateginya, invest dalam jumlah besar, tentu luwes nego ke sana ke mari. Punya koneksi. Kenalannya kelas atas.
Sedangkan kami yang cuma ikut-ikutan, berharap bisa mendapatkan untung, justru buntung.
Persis sama dengan yang dimaksud oleh Dr. Andik tentang Metaverse, hanya beda kasus.

“Jangan ikut-ikutan apa yang kita gak tahu,” pesan Christian.


Efek Gozhali telah membuat kita terbuai dan berharap memperoleh keuntungan-keuntungan besar dalam sekejap. Otak kita menganggap keuntungan money game itu wajar, lha wong Gozhali saja gak pakai modal bisa dapat duit segitu.

Saya paham sekarang, logika yang dijelaskan oleh Dr. Andik Wijaya.
Oh…. Pantesan!
Untung ikut seminar jadi paham.
Otak dan pengetahuan saya memang gak sampai ke sana, tetapi karena saya ikut seminar, belajar dari Dr. Andik, sekarang jadi paham. At least ke depan bisa mengambil keputusan yang lebih bijak.
Tuhan menghendaki kita berhikmat, belajar dan jadilah bijak. Keledai pun tidak jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya….

Gak usah repot-repot berusaha jadi Gozhali ke dua…
Terbukti money game seperti robot trading, hanya memberi keuntungan sesaat. Lalu raib tak berbekas.

Kerja cerdas dan simpan firman Tuhan saja sebanyak-banyaknya dalam hati, ikut resep sukses ala Tuhan yang sudah terbukti berhasil melewati berbagai berbagai generasi dan sukses. Setia dalam perkara kecil, maka Tuhan percayakan perkara-perkara besar. Gak keren memang, tapi itu resep sukses sepanjang jaman.
Ikut God’s Way not Our Way…


Sungguh benar nasehat orangtua, uang itu tidak kenal teman atau saudara, check & re-check.
Kerap ketika mengagumi seseorang, setiap perkataannya ditelan mentah-mentah.

Tidak banyak orang yang betul-betul tulus di dunia ini.
*Andrew Wommack mengajarkan, justru karena itu, jadilah yang tidak banyak itu.
Bersikaplah tulus dan jujur sehingga orang-orang di sekeliling bisa melihat Allah melalui kita.*

Yang mengaku beriman, beribadah dan membawa Nama Tuhan sudah banyak, namun *Andrew mendorong agar kita menjadi bukti hidup yang menjaga perkataan dan tindakan kita sedemikian rupa sehingga orang lain tidak bisa menuduh kita.*

Andrew menolak semobil berdua dengan sekretarisnya, meski dalam perjalanan pulang dari suatu acara, yang hanya 10 menit perjalanan. Memang tidak akan terjadi apa-apa tetapi Andrew sebagai duta Allah, memilih menjauhkan diri dari kemungkinan digosipkan oleh orang yang tidak mengerti.
Lebih baik menghindari ribuan pertempuran yang tidak perlu.

Inilah pelajaran yang sedang saya pelajari sekarang. Ide tulisan ini muncul karena saya sedang persiapan ujian.

Belajar sama-sama yuk…

In our behavior, in the words we write and speak, we can become ambassadors of God’s inspiration. Whenever we strive to lift up others in ways that are good and noble we are serving as radiating centers for God’s inspiration. – Wilferd Peterson.

Melalui perilaku, kata-kata yang ditulis mau pun diucapkan, kita bisa menjadi duta Allah yang menginspirasi. Setiap kali berusaha memotivasi orang lain dengan cara yang baik dan mulia, kita sedang melayani, menjadi pusat pancaran inspirasi dari Tuhan. – Wilferd Peterson.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Bali Timbungan dan Strategi Bagaimana Entrepreneur Sejati Menyiasati Pandemi…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Bali Timbungan dan Strategi Bagaimana Entrepreneur Sejati Menyiasati Pandemi…

“Bu Yenny, saya undang ya…,” kata P. Anton Thedy, boss TX Travel, sahabat saya.
Saya memilih tanggal 6 April karena Michelle, putri bungsu berulang tahun hari itu. Dan makanan khas Bali adalah makanan kesukaannya. Di Jakarta belum ada yang benar-benar cocok.

Ingin dengar pengalaman sahabat lama pula. Selalu ada yang bisa dipelajari ketika berjumpa dengan P. Anton.
Tidak salah ungkapan kuno, konon
“Pembicaraan 2 jam dengan orang yang bijak, hasilnya melebihi dari manfaat membaca 2 buku.”
Dan itu terbukti.

Bali timbungan milik P. Billy Hartono Salim, teman di beberapa grup pengusaha. Owner Beauty Care Herborist Miranda yang sudah TBK.
Lebih dari 7 bulan P. Anton  bergabung di sana. Dari konsultan bisnis, diangkat menjadi COO. Bali Timbungan ada 2 resto, di Sunset Road, Bali dan di Gedung Sarinah, Jakarta.

“Saya suka dan diberkati Tuhan secara nyata. Sudah biasa aktif mendadak pandemi, eh ditawari jadi konsultan di Bank BPR Lestari di bali. Sang owner, P. Alex pernah ikut tur TX Travel 15 tahun lalu. Loyalty programnya, menarik perhatian P. Billy, yang pernah ikut tur saya juga pada tahun 1989, ” demikian P. Anton menceritakan kisahnya,
“Setelah selesai dari Bank BPR Lestari pada bulan oktober 2021, dilanjut menjadi konsultan Bali Timbungan Resto dan Secret Garden yang berlokasi di Bedugul, bali.

Tuhan itu luar biasa, apa yg impossible buat manusia, jadi possible .
Bayangkan, di masa pandemi  sales justru berlipat kali ganda. Saya yang berpengalaman 42 tahun di Bisnis Travel, pada bulan pertama dipakai Tuhan menjadikan omset meningkat 2 kali lipat dan 5 kali lipat pada bulan ke 3. Tuhan itu Maha-kuasa dan Maha-dahsyat. Tidak hanya sebagai konsultan, saya pun diangkat sebagai COO posisi tertinggi di Bali, supaya ada otoritas dan di dengar oleh semua staf nya yang ratusan jumlahnya. Setiap hari saya bersukacita karena menjadi saluran berkat secara nyata.
Selama pandemi hampir 2 tahun resto nya sepi, gaji staf resto kecil karena service fee, sejak pertama buka tahun 2016, paling banyak 200 – 300k saja, sekarang sudah diatas 1juta bahkan 2 juta di bulan Desember 2021. PUJI TUHAN “

Wow… Sungguh terpukau saya mendengarnya.
Inilah contoh entrepreneur sejati, boss yang rendah hati.
P. Anton itu meraih predikat travel dengan franchisee terbesar di Indonesia, pioneer charter flight di Indonesia dan berbagai pencapaian keren lainnya.
Dan ke *Korea Utara* bersama P. Anton, sungguh kenangan yang tak terlupakan. Bak pejabat kami disambut di negara yang tertutup, nyaris ga ada turis.

Ketika pandemi, bisnis travel nyaris mati, beliau tidak segan-segan bekerja pada perusahaan orang lain. Berkarya membantu bisnis orang lain dan menyelamatkan ratusan pekerjanya agar tidak di phk, justru berhasil menolong mereka mendapatkan income yang jauh lebih besar.
Salut!!!!
Inilah sikap anak Tuhan sejati, yang patut diteladani.

Kesempatan ini bisa diperoleh, karena P. Anton melayani customernya dengan baik sehingga meninggalkan kesan respect di hati P. Alex dan P. Billy. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan. Taburlah kebaikan, kita akan menuai buah manis, saat membutuhkannya.

*****
Bali Timbungan di Gedung Sarinah ditata khas ala Bali.
“Beneran suasana, nuansa mau pun aroma yang dihirup begitu masuk ruangan, khas Bali,” ujar Ivana, menantu saya dengan kagum.

Begitu duduk di meja yang telah disediakan, disajikan minuman rempah. P. Anton sengaja meletakkan 2 gelas air rempah di hadapan saya. Lalu saya diarahkan memberikan jeruk nipis di gelas yang pertama.
Wow… Warnanya berubah! 🙂 It’s a magic.
Perubahannya menyolok, karena di sebelahnya tidak berubah.
Pintarnya P. Anton membangun suasana pembuka…

Takjil jenangnya, uenaak…
“Topoki ala indo..” canda Ivana & Michelle.

Sate lilit, Ayam Betimbu – ayam yang dimasak dengan slow-cooking pakai bambu, jadi dari bambu dituang dulu ke dalam mangkuk, sebelum dinikmati.
Mangkuk yang dipakai buatan Korea. Makanan tetap hangat selama 45 menit.

Sup Ikan plus ikan goreng ala Mak Beng.
Ssstttt… Sup Ikan dan ikan gorengnya beneran gak kalah dengan yang di Bali. Bahkan lebih enak.
Semuanya enak dan empuk. Disajikan dengan cantiknya. Ivana cinta sekali dengan sambal matahnya. Minta tambah.. Betul-betul istimewa.

Makanan utama yang disajikan namanya *Megibung*, makanan para bangsawan, yang isinya berbagai lauk pilihan, untuk di makan bersama.
Yeaaayyyy jadi bangsawan deh!

Di tengah ada bebek yg dipenuhi bumbu rempah-rempah.
Duh… P. Indra ga suka bebek, batin saya.
Tetapi setelah mencobanya, sama sekali ga ada rasa bebeknya. Empuk, bumbunya enak. Nikmat sekali. P. Indra justru nambah lagi .

Bebek Timbungan dari Tabanan, topnya resto ini, dikelilingi dengan sate lilit ayam dengan bumbu kacang, Sudang lepet khas Singaraja , Ayam suwir khas Klungkung, Udang goreng, Cumi goreng, Kerang Bakar Jimbaran.

“Bali on one plate….”, ujar P. Anton.
Benar sekali ya… Gak usah repot-repot ke Bali, ke tempat masing-masing makanan khasnya, di sini sudah  lengkap, dari semua daerah ada, tinggal menyantapnya. Terpilih dan terjamin.

Dessertnya pun unik.
Pisang Goreng panas dingin.
Lho apa itu???
Pisang goreng dilumuri sirup, klo dimakan langsung, lengket.
Maka dicelup dulu selama 10 detik ke dalam air es, barulah dimakan dengan ice cream. Jadi rasanya panas dingin. Unik ya…
Lalu Klepon goreng khas Gianyar yang disajikan dengan ice cream pula.
Semakin langka dan aneh, tentu makin ingin tahu.

Yang membuat istimewa lagi, ketemu P. Anton, setiap makanan ada ceritanya. Nach ini yang bikin saya ingin menuliskannya.
Ketika ada kisahnya, sensasinya terasa berbeda. Betul kan?

Inilah bedanya klo boss tour & travel kawakan menjalankan bisnis resto… Serasa ikut tour… Wkwkwk….

Apa pun ketrampilan, ilmu, pengalaman, pengetahuan yang kita miliki, sesungguhnya adalah ‘perlengkapan senjata’ yang dianugerahkan Tuhan, bagi kita untuk mengalahkan tantangan kehidupan.
Itu menjadi pembeda unik antara kita dengan orang lain. Setiap kita khas, limited edition dan punya sesuatu yang tidak dimiliki orang lain. One of a kind… Jika saja kita menyadari dan bijak memanfaatkannya.

Thanks P. Billy & P. Anton, jamuan makan malamnya: Authentic Balinese Food, yang berkesan.
Sukses untuk Bali Timbungan & Secret Garden…

Thank You for The Food we eat, Thank You for Good Friends, Thank You for The World so sweet, Thank You for The Birds that sing, Thank You GOD for everything. Amen.

Terima kasih untuk makanan yang kami makan, terima kasih untuk teman baik, terima kasih untuk dunia yang begitu manis, terima kasih untuk burung yang bernyanyi, terima kasih Tuhan untuk semuanya.  Amin.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Jangan keras kepala!”

Gospel Truth’s Cakes*
Yenny Indra

Jangan keras kepala!”

“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
Yohanes 10:10 (TB).

Seberapa sering saya mendengar orang Kristen menghubungkan penyakit, kehilangan dan tragedi dengan Tuhan?
Yesus datang untuk memberikan hidup yang berkelimpahan, tetapi banyak umat-Nya yang menolak pemberian itu.
Mereka lebih suka melihat diri mereka sedang diuji oleh penyakit dan kehilangan. Mereka percaya, kegagalan yang mereka alami, pantas mendapatkan hukuman ilahi.
Mereka belum memahami makna salib atau kelahiran baru.

Penyakit datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan.
Tragedi datang untuk mencuri, membunuh, dan menghancurkan.
. Kemiskinan datang untuk mencuri, membunuh, dan menghancurkan.
Perceraian, penyakit, kekhawatiran, depresi, kegagalan, ketakutan, dan kelaparan semuanya datang untuk mencuri, membunuh dan menghancurkan.
__Ini tidak mewakili sifat Tuhan atau metode yang Dia gunakan dalam hidup kita.
TUHAN BUKAN PENCURI!

“Setiap pemberian yang baik datangnya dari Allah.”
(Yakobus 1:17).

Tanyakan pada diri sendiri, mengapa Tuhan perlu membuat Anda sakit?
Apa yang mungkin Dia ajarkan kepada Anda?
Beberapa orang mungkin berkata, “Dia ingin saya belajar kesabaran.”

Nah, kesabaran adalah buah Roh.
Penyakit tidak dapat menggantikan pekerjaan Roh!
Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, iman, kelemah-lembutan dan pengendalian diri,
semuanya ada di dalam kita oleh Roh Allah.
Penyakit tidak dapat melakukan untuk Anda apa yang telah Tuhan berikan secara cuma-cuma kepada Anda.

Mengapa Tuhan ingin menguji Anda?
Bukankah Yesus sudah menggantikan Anda dalam setiap ujian ilahi dan mengalahkan dosa, neraka, dan kematian bagi Anda? Apakah Anda juga harus pergi ke salib untuk menebus diri Anda sendiri?

Kapan kita akan memahami karunia kebenaran? (Rom. 5:17) > Kapan kita akan mengerti bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus tinggal di dalam kita?
Kapan kita akan menerima bahwa Dia ingin memberi kita segala sesuatu dengan cuma-cuma? (Rom. 8:32)
Kapan kita akan berhenti berjuang melawan karunia hidup yang berkelimpahan?

Jangan keras kepala dan keras hati. Dia ada di pihak kita, bukan melawan kita. (Rom. 8:31).

[Repost ; “Don’t be hard headed!”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Investasi Rugi, Salahnya Tuhan?*

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Investasi Rugi, Salahnya Tuhan?

Di sekolah, dalam group discussion seorang teman bercerita, beberapa temannya kehilangan uang karena robot trading yang konon diprakarsai oleh sebuah institusi keagamaan. Leadernya yang mengajak mereka ikut. Awalnya senang, untungnya gede. Tapi saat raib, mereka kecewa.

Dan repotnya, saat yang ‘mengajak’ itu leader dari sebuah institusi keagamaan maka Tuhan ikut ‘dibenci dan disalahkan’.
Kita cenderung ‘menyamakan’ leader, pemimpin agama, orang yang mengaku beragama tertentu, dengan Tuhan.

“Ngakunya orang beragama…., koq kalau marah melebihi orang yang gak kenal Tuhan,” seorang teman tersinggung.

Padahal kita semua ini masih manusia biasa, bukan malaikat.
Dari pengalaman pribadi, saya merasakan, saat hubungan dengan Tuhan beres, saya cenderung lebih sabar. Tapi ketika jauh dari Tuhan, tidak jarang karakter lama menggoda, jauh lebih emosian.

Demikian pula soal uang dan investasi.
Kita sendiri yang ambil keputusan, terima keuntungannya, koq giliran rugi, Tuhan yang disalahkan?

Akhirnya setelah jatuh bangun, trial & error, saya mengambil keputusan: apa pun yang terjadi, untung or rugi, itu tanggung jawab saya!

Leader boleh membujuk, tapi sesungguhnya kita memang setuju, maka transfer uangnya. Kalau mau untungnya, ya mesti mau resikonya juga.

****
Sekian tahun lalu, saya belajar dari buku Anthony Robbins, T. Harv Eker dll cara mengatur keuangan.
Kalau ada uang lebih, mau berinvestasi itu dibagi.

Misal uang yang mau diinvestasikan itu 100, begini cara mengaturnya.

Berapa uang yang berani kita investasikan untuk yang high risk?
High Risk, resiko tinggi, tentu high return. Untungnya gede. Tapi kalau hilang, ya relakan. Jangan sampai mengganggu perekonomian keluarga, apalagi bisnis kita.

Kemudian tentukan berapa yang medium risk?
Medium tentu untungnya tidak sebesar yang high risk. Resiko kelas menengah.

Sisanya taruh di Low Risk, seperti deposito, tabungan dll. Kalau banknya bagus, super aman. Tapi bunganya keciiil, bisa lebih rendah dari inflasi. Duit kita menyusut tanpa disadari.
Tabungan sewaktu-waktu bisa diambil. Deposito tunggu jatuh tempo. Kadang saya lebih suka money market, setara deposito, pencairan bisa sewaktu-waktu, butuh 3 hari kerja.

Penting kita punya tabungan, asuransi dll. Saat ada kebutuhan mendesak, gak perlu ‘gedor-gedor pintu surga.’
Yang lebih penting lagi, Andrew Wommack mengajarkan, kita harus punya ‘rumah perbendaharaan alias tabungan’ agar Tuhan bisa memberkati kita.

Anthony Robbins memberi contoh, yang high risk 10.
Medium risk, 20 lalu sisanya Low risk 70.
Saat  yang high risk uang sebesar 10 ini ada keuntungan misal 2, jadi 12, yang 2 cepat-cepat diambil, dimasukkan ke low risk.
Demikian juga yang medium risk, saat ada keuntungan, segera ambil dan masukkan ke low risk.
Jadi resikonya tetap sama.

Yang sering terjadi, saat lihat keuntungannya besar, semua uang yang dimiliki, langsung dipindahkan ke high risk. Begitu habis, ludes semuanya.
Sejujurnya, ini lebih gampang diceritakan daripada dipraktekkan.

*****
Pada suatu hari minggu sekitar tahun 2005 – 2006, saya bertemu dengan Ani. Sebelumnya Ani pernah ikut investasi Seven Diamonds yang marak waktu itu, dan rugi. Karenanya, ketika ramai SwissCash, Ani menolak ikut.

Saya minta saran Ani. “Terserah”, sambil menceritakan pengalamannya.
Ketika itu P. Indra menyuruh saya hari Senin, transfer ikut Swisscash. Sungkan terus menerus dibujuk temannya.
“Ikut sedikit gapapa… Semua teman ikut lho, tinggal P. Indra.”

“Ci Yenny, Pendeta A dan jemaatnya juga ikut lho…” teman ini membujuk saya juga.

Tidak sedikit orang-orang yang memanfaatkan tokoh-tokoh agama untuk memuluskan bisnisnya.
Bangga sekali dengan Greg Mohr, guru saya di Charis, yang menolak tegas ‘persembahan’ mau pun namanya dimanfaatkan oleh orang-orang seperti itu, yang berusaha memanfaatkan nama Tuhan untuk kepentingan pribadi.
Dunia penuh godaan, butuh keteguhan hati untuk bisa berdiri diatas kebenaran–Nya.

Hari itu P. Surnarmo yang kotbah.
“Haregene di jaman modern seperti ini, masih ada orang yang percaya, uang bisa beranak besar-besaran tanpa bekerja…”

Pulang gereja, Ani langsung berkomentar,
“Itu lho… Langsung dijawab Tuhan…”

Kami pun selamat dari Swisscash. Batal transfer.
Apakah Tuhan selalu menyelamatkan dengan cara Supernatural seperti itu? Gak juga.

Tuhan ingin saya berhikmat, belajar dan tidak serakah. Apalagi saat itu pertumbuhan rohani saya belum seperti sekarang. Mudah tergiur untung besar, bahkan tidak bertanya dulu pada Tuhan, ini oke or tidak.

Jiwasraya saya ikut investasi juga. Untung gak besar. Orang Jawa itu gak pernah gak untung… Sudah rugi masih bisa bilang untung. Padahal itu punya pemerintah. Ya dikembalikan sich, dicicil dan lama. Daripada pusing saya pilih kembali secepatnya meski rugi.

****
Ada teman yang japri diskusi tentang investasi, setelah saya post artikel:

Tentu artikel ini bukan untuk yang jago di bidang keuangan tapi mungkin bisa membantu ibu-ibu seperti saya…

“Chris mama mau invest….. Oke ga?”

“Pokoknya gampang. Terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) ga? Kalau ga, gak usah! Jika tiba-tiba hilang, mau cari kemana? Investasi itu ambil bond pemerintah saja. Memang bisa naik turun. Mama ngerti kan, bond itu ada jatuh temponya. Kalau rugi ya diemin. Tunggu sampai jatuh tempo akan balik 100% lagi.”

Saya pegang prinsip itu. Dibantu juga oleh Relationship Manager (RM) beberapa bank. Saya lihat, yang hasilnya oke, simpan lebih besar di sana.
Reksadana ya pilih yang isinya perusahaan blue-chip.
Pilih bond yang jatuh temponya gak lama, biasa naik turunnya tidak terlalu drastis.

Semua gak ada yang pasti di dunia ini.
Saya bukan tipe yang berani… Pilih untung gak usah terlalu besar tapi aman. Enak makan enak tidur.
Pernah juga meski bond pemerintah, akhirnya cut-loss, jual rugi karena trendnya turun terus. Ngeri saya…. Jatuh temponya lama pula.
Sebel juga sama RM yang menyarankan ambil bond seri tersebut, ternyata rugi.

Akhirnya saya belajar, gak bisa menyalahkan orang lain. Itu sepenuhnya tanggungjawab saya sendiri.
Selama kita tidak mau mengakui kesalahan dan bertobat, artinya berbalik dari jalan yang salah dan mengubah pola pikir yang salah, kita akan stagnan, mandeg, jalan di tempat.
Jika bertobat, baru Tuhan bisa menolong kita.

Di dalam doa dan perenungan, saya mendapat pengertian baru,
Duit/harta itu kalau mau datang, gak ada yang bisa menghalanginya. Demikian pula, saat mau hilang, bisa hilang dalam sekejap.
Karena itu hati jangan melekat pada harta, karena sumber berkat kita yang sejati itu Tuhan sendiri.
Saya belajar jangan sampai semua itu membuat hidup saya tidak bahagia, stress dll. Itu menjadi penyebab berbagai penyakit.
Selama saya bersama dengan Tuhan, semua akan baik-baik saja.

Semakin dekat dengan Tuhan, makin banyak menyimpan firman Tuhan, hidup makin tenang dan Tuhan pertemukan dengan orang-orang baik dan tepat.
Teringat quotes ini:

When you flow with The Lord, you will find all things fall into place.

Ketika Anda mengalir dengan Tuhan, Anda akan menemukan segala sesuatu jatuh pada tempat yang seharusnya.

Bagaimana pendapat Anda?

“A wise person should have money in their head, but not in their heart.” Jonathan Swift.

Orang bijak seharusnya memiliki uang di kepala mereka, tetapi tidak di hati mereka.”  Jonathan Swift.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Apa yang akan Anda kehendaki?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa yang akan Anda kehendaki?”

Salah satu aspek yang paling luar biasa dari penciptaan manusia oleh Allah, yaitu Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri. Kita serupa dengan Tuhan.
Kehendak Tuhan adalah memberi kita kehendak. Tanpa memiliki kehendak, kita tidak diciptakan menurut gambar-Nya.

“karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.”
Filipi 2:13 (TB).

Apa yang Tuhan kerjakan di dalam kehendak kita?
Bukankah Tuhan bekerja di dalam kita dengan keinginan untuk mengasihi, memberi, memaafkan, memberkati dan menyembuhkan?
Hidup Allah yang ada di dalam kita, semestinya hidup-Nya pula yang dijalani melalui kita!

“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”
Yohanes 15:7 (TB).

JIKA kita tinggal di dalam Dia dan firman-Nya tinggal di dalam kita, kita bisa meminta apa yang KITA inginkan!!

Beberapa orang mengambil gagasan “itu bukan saya, itu Kristus,” sedemikian ekstrem sehingga mereka menjadi lumpuh, takut bahwa apa pun yang mereka pilih untuk dilakukan pastilah keinginan dari daging, bukan dari Tuhan. Hanya sedikit yang menyadari bahwa Tuhan-lah yang menciptakan keinginan, ide, dan inspirasi untuk “memiliki kehendak dan melakukan menurut kerelaan-Nya!”

Jangan salibkan kehendakmu!
Itu bukan dari iblis atau daging untuk berkehendak dan melakukan kesenangan-Nya! Anda bebas untuk bermimpi, memberkati, melayani, memberi dan memotivasi orang lain.
Anda tidak perlu minta tiga mimpi dan penglihatan, sebelum Anda melakukan sesuatu! Kehendak Anda telah ditebus! Gunakan untuk kemuliaan Tuhan.
Jangan serahkan semuanya pada Tuhan padahal sebenarnya Dia sudah menaruh semua kehendak-Nya di dalam ANDA.

“Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.”
2 Korintus 8:3 (TB).

[Repost ; “What will you will?”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 185 186 187 188 189 314