Articles

Sisi Pandang Lain Dari Metaverse

https://mpoin.com/

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sisi Pandang Lain Dari Metaverse.

Papa saya pribadi yang luar biasa menurut saya, untuk ukuran orang di jamannya, lahir di tahun 1926. Beliau suka membaca, belajar dan dalam beberapa area, menguasai karena belajar secara otodidak.
Memainkan piano, biola dan belajar akuntansi secara mandiri. Double Book Keeping, katanya. Beliau suka mencipta lagu. Salah satunya menciptakan lagu untuk kota kami, “Kebumen Beriman.”
Oh ya… Papa selalu bercerita, beliau itu minimal juara ke 3 di sekolahnya. Mantan guru dan kepala sekolah pula.

Adik bungsu saya, Wihono Gustan, yang mewarisi papa, belajar memainkan drum, komputer secara otodidak.
Sementara saya, betul-betul biasa saja.
Gak ada sesuatu yang istimewa.
Menulis dan membaca, kesukaan saya. Tetapi bagi keluarga pebisnis, tentu itu bukan sesuatu yang bisa dibanggakan.
Sulit di bidang itu untuk menghasilkan uang di Indonesia.
Kalau di negara-negara maju, memang bisa.

*****
Andrew Wommack bercerita, ketika Tuhan mengarahkan dia ke Vietnam, meninggalkan bangku kuliah, ibunya protes. Semua orang mengatakan dia tidak mungkin bisa berhasil.

Selama 13 bulan di Vietnam, Andrew tekun belajar firman Tuhan. Dan Andrew bersaksi, masa-masa di Vietnam, di tengah peperangan yang bisa saja merenggut nyawanya, justru saat terbaik dalam hidupnya.
Why?
Di sana Andrew dapat fokus membangun hubungan dengan Tuhan. Dan itulah rahasia kesuksesannya.

Selama 31 tahun, Andrew hanya menggembalakan beberapa gereja kecil. Tuhan membukakan rahasia, jika dia bertekun untuk menanamkan firman Tuhan dalam hatinya, dia akan berhasil.
Terbukti. Di gereja kecil itu, orang mati dibangkitkan, kesembuhan dan berbagai terobosan terjadi. Rumus yang sama bagi setiap bidang kehidupan kita, karena firman itu perkataan Allah sendiri bahkan Pribadi Allah yang adalah roh, hidup dan berkuasa.

Firman Tuhan itu benih. Dan di dalam benih tersimpan mujizat.
Manusia sekarang sangat cerdas dan canggih bukan?
Banyak yang menganggap bergantung pada firman, itu hidup cara kuno, ketinggalan jaman. Gak cocok untuk dunia yang sedang heboh-hebohnya mengejar metaverse.
Benarkah?

Coba renungkan.
Bisakah manusia yang hebat dan canggih menciptakan benih?
Tidak bisa!!!!
Manusia bisa menciptakan benih tiruan dengan komposisi yang sama dengan benih aslinya tetapi ketika ditanam, benih tiruan Tidak Bertumbuh.
Tidak ada kehidupan didalam benih buatan manusia.

Sedangkan benih dari Tuhan, saat ditanam, akan bersemi, bertumbuh, pada akhirnya menghasilkan buah yang memiliki biji alias benih yang mengandung kehidupan pula. Buahnya bermultiplikasi.

Hanya Tuhan yang bisa menciptakan kehidupan. Ingat itu!

*****
Sebetulnya, saya tidak berani ikut-ikutan berbicara tentang Metaverse. Saya tidak betul-betul paham sepenuhnya.
Tapi ada pengalaman yang saya pikir berguna untuk teman-teman.

Beberapa bulan lalu, keponakan & fam main ke rumah. Saya senang ngobrol dengan anak-anak muda. Saya bertanya tentang Metaverse.

“Saya juga gak betul-betul mengerti. Tapi kalau perusahaan besar seperti Adidas, Nike, sudah invest di sana, tentunya mereka punya team yang jago. Ya mestinya kita ikutan saja dalam skala kecil, biar gak ketinggalan mumpung harga masih terjangkau. Seperti Crypto dll. invest juga,” keponakan menjelaskan.

“Ikut Robot Trading?”
“Ikut juga… Tapi gak besar. Selama ini lancar sich.”

Ketika saya diskusi dengan Christian, putra saya,
“Gak usah ikut-ikutan yang kita gak tahu. Orang itu banyak yang ikut-ikutan teman, biar kelihatan masa kini. Gak ketinggalan jaman. Takut dianggap kuno.
Chris menjelaskan,
“Aku prefer invest pada sesuatu yang aku tahu, seperti saham. Banyak yang menganggap invest ala Warren Buffett itu kuno, kelamaan… untungnya kecil. Tapi itu yang aku benar-benar tahu. Better invest di saham. Sudah pasti.”

Untung punya anak yang bijak. Saya pun urung ikut-ikutan.

*****

Saat ikut seminar Metaverse Dr. Andik Wijaya, saya lebih terbuka. Inilah infonya:

The Central Saint Giles adalah pusat perkantoran di London.
Untuk persiapan return to office setelah pandemi, Google membeli seluruh CSG dengan harga USD 1 billion/ sekitar IDR 14,3 T; CSG_ dirancang untuk menampung 10.000 karyawan Google UK. [BBC, January 14, 2022]

Ironi, ketika BigTech membeli real office, banyak perusahaan “gurem” panik ingin membeli virtual office di “Metaverse”; Camkanlah:

Tanpa pengetahuan, kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.
Be WiSe!

Wow…. Saat seminar, Dr. Andik membukakan fakta lainnya, Bill Gates membeli lahan besar-besaran untuk menanam kentang di daerah Texas. Real Land, tanah beneran bukan lahan virtual.

Betul juga ya…. Kita hanya bisa melihat sepotong informasi, cara perusahaan raksasa seperti Adidas, Nike, Ralph Lauren berinvestasi dari berita dan sosmed. Itu yang di expose. Tentu ada tujuannya. Tapi cara mereka mengambil untung, lalu keluar dari bisnis itu, kan kita gak tahu strateginya.* Level kita belum sampai ke sana.

Dipikir lagi secara nalar, ditraktir makan di Metaverse tetap lapar bukan? Kita butuh makan di dunia nyata.
Apalagi ibadah di Metaverse….
Benarkah itu yang berkenan di hadapan Tuhan atau sekedar supaya nampak kekinian? Jangan sampai sudah cape-cape beribadah, saat bertemu Tuhan, ditolak-Nya.
Ini masalah kekekalan, selama-lamanya.
Salah pilih bisa celaka dua belas….
Better yang pasti-pasti saja seperti saran Christian.

Saya merenung.
Iblis itu raja penipu. Iblis menipu manusia, membuatnya ingin seperti Allah, dan mendorongnya ‘merasa’ tidak membutuhkan Allah.
Sebetulnya strategi iblis tetap sama, gak pintar-pintar amat, persis yang digunakannya untuk menipu Hawa saat di Taman Eden. Membujuk Hawa makan buah pohon pengetahuan baik dan jahat, agar bisa menjadi seperti Allah.

Dengan menciptakan Metaverse, manusia ‘meniru’ Allah menciptakan dunia. Tapi soal makan, menanam kentang, berkantor, tetap butuh melakukannya di dunia nyata.

Akhirnya terbukti investasi robot trading bermasalah. Ketika sedang happening, kerap kita blur untuk melihat kebenaran ada di mana. Sama seperti saat ini, manusia terpukau dengan ‘benih tiruan’, padahal benih tiruan tidak bisa tumbuh dan berbuah.

*****
Menaman benih asli memang tidak spektakuler, butuh waktu, tapi hasilnya kekal. Terjamin di dunia hingga ke kekekalan.

Andrew butuh waktu puluhan tahun menggali, menanam benih kebenaran firman Tuhan dalam hidupnya serta merawatnya.
Hasilnya, Sekolah Charis tersebar di seluruh dunia. Menjangkau jutaan jiwa. Hidup orang-orang dimerdekakan, mengalami kesembuhan, kelimpahan dan hidup yang berkualitas.

Kita terpukau dengan kesaksian Andrew, membangun sekolah dengan dana hingga puluhan juta dollar setara triliunan rupiah, tanpa hutang. Kita ingin seperti Andrew.
Pertanyaannya:
Bersediakah kita menanam benih dengan setia seperti Andrew?

Bagaimana dengan saya?
Hobi menulis dan membaca tidak keren. Terlalu biasa.
Tetapi ketika saya dengan setia melatihnya, lalu saya terus menerus belajar menanam benih firman Tuhan serta membagikannya pada teman-teman melalui tulisan, hasilnya luar biasa. Sudah lebih dari 16 tahun saya menulis.
Secara materi, tidak memperoleh apa-apa. Tulisan dibagikan dengan gratis.

Tetapi ketika saya mendengar teman-teman diberkati, hidupnya diubahkan, itu sungguh luar biasa. Membahagiakan!
Saya tengah menggenapi tujuan Tuhan menciptakan saya, menjadi berkat bagi orang lain.
Saya punya banyak teman di berbagai penjuru dunia, karena Seruput Kopi Cantik. Amazing!

Bisnis saya diberkati. Tidak secara langsung tetapi banyak teman-teman yang membeli dan mempromosikan Brand produk kami: MPOIN & PIPAKU.

Hargai apa pun yang Tuhan berikan, meski sederhana & tidak spektakuler, manfaatkan bersama Tuhan. Maka hal-hal yang tidak terpikirkan akan terjadi.
Bersama Tuhan, kita akan melakukan perkara-perkara yang besar bagi kemuliaan-Nya!
It’s all about God, not me!

Rather than love, than money, than fame, give me truth.- Henry David Thoreau

Lebih dari cinta, lebih dari uang, lebih dari ketenaran, beri aku kebenaran-Mu – Henry David Thoreau

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Show Me Your Friends, And I’ll Show You Your Future.
INDAH pada WAKTUNYA
“Injil Dua Dimensi.”