Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Love & Fogiveness

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Love & Fogiveness

Menyambung artikel kemarin tentang LOVE, pengampunan dimulai dengan Keputusan untuk Mengampuni.
BUKAN karena perasaan Mengampuni.
Mengampuni itu Keputusan, BUKAN Perasaan.
Prinsipnya:
Saat kita memutuskan, perasaan mengampuni akan mengikuti, perasaan berubah.

Yohanes 3:16 (TB) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Allah mengorbankan segalanya untuk kita. Tidak ada kesalahan orang lain yang terlalu besar, melampaui kesalahan kita sepanjang hidup terhadap Tuhan. Padahal Tuhan mengampuni dan mengasihi kita, masa kita tidak mau mengampuni orang lain?
Mak Jleb…..

It’s all about God, not us.
Semua tentang Tuhan, bukan kita….

Aliran Kasih Allah jauh lebih besar daripada apa pun yang kita alami dalam hidup ini. Melebihi sakitnya pengalaman masa lalu…. Kita mengampuni berdasarkan Kasih Allah – Kasih Ilahi yang mengalir melalui kita, bejana-Nya. Bukan dengan Human Love.

Caranya?
BERKATA dengan sikap Willing/ bersedia untuk Taat, bahwa kita Choose/ Memilih mengampuni, maka perasaan pun mengikuti.

1 Korintus 13:13 (TB) Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

*****
Corrie Ten Boom berasal dari keluarga Kristen di Belanda. Saat Nazi mengejar orang Yahudi, mereka mengambil resiko, menyembunyikan dan melindungi mereka di rumahnya. Suatu hari ketahuan.

Corrie, Betsy, kakaknya serta ayahnya dibawa ke penjara dan akhirnya ke kamp konsentrasi di Jerman yang terkenal kejam. Sang ayah meninggal 10 hari kemudian. Corrie dan Betsy melayani orang-orang di mana pun mereka berada. Begitu banyak kesaksian mereka betapa Allah tetap hadir di kegelapan kehidupan mereka.

No pit is so deep that He is not deeper still; with Jesus even in our darkest moments, the best remains and the very best is yet to be – Corrie Ten Boom.

Tidak ada lubang yang sebegitu dalam sehingga Dia tidak berada lebih dalam lagi; bersama Yesus, bahkan di saat-saat tergelap kita, yang terbaik masih ada dan yang terbaik masih akan terjadi – Corrie Ten Boom.

Kondisi fisik Betsy tidak sekuat Corrie. Jika tugas yang diberikan sipir penjara tidak selesai, Betsy dipukuli. Akhirnya Betsy meninggal.

Karena suatu kekeliruan, Corrie dilepaskan dari penjara 11 bulan kemudian.
Corrie pergi ke seluruh dunia bersaksi tentang Yesus dan pengalamannya di kamp konsentrasi.

Selesai berkotbah di Munich, dengan pesan:
“Ketika kita mengakui dosa-dosa kita, Tuhan melemparkan dosa-dosa itu ke lautan terdalam, hilang selamanya.”

Seorang pria datang menyalaminya.
Corrie merasa familiar dengan wajah pria ini, berusaha mengingat, di mana pernah berjumpa dengannya.
Lalu sadar, pria inilah yang memukuli dan menyiksa Betsy.

“Anda menyebut Ravensbrück tadi,” kata pria itu, “Sayalah penjaga di sana.” Ternyata dia tidak mengingat Corrie, diantara ribuan tahanan wanita.

“Tetapi sejak saat itu,” lanjutnya, “Saya menjadi seorang Kristen. Saya tahu, Tuhan telah mengampuni saya atas perbuatan kejam yang saya lakukan, tetapi saya ingin mendengarnya juga dari bibir Anda, Fraulein”–lagi-lagi tangannya terulur–
“Maukah kamu memaafkanku?”

Corrie terpaku – dia harus mengampuni – tetapi tidak bisa. Betsie meninggal – bisakah dia menghapus ingatan akan kematiannya yang mengerikan?
Rasanya seperti berabad-abad, bergumul dengan hal tersulit yang harus dilakukannya.
Yesus berkata, ”Jika kamu tidak mengampuni pelanggaran orang lain, Bapamu di surga juga tidak akan mengampuni pelanggaranmu.”

Corrie terpaku. Rasa dingin mencengkeram hatinya.
Namun pengampunan bukanlah sebuah emosi. Pengampunan adalah tindakan kemauan. Kemauan terlepas dari suasana hati.

“Yesus, tolong aku!” Corrie berdoa dalam hati. “Tolong agar aku bisa mengangkat tangan.”

Dengan gerakan kaku, Corrie menyambut tangan yang terulur kepadanya.
Dan hal yang luar biasa terjadi. Arus mengalir dari bahu, ke lengan, lalu ke tangan mereka yang bersatu. Kehangatan Ilahi yang menyembuhkan seperti membanjiri seluruh tubuhnya, membuatnya berlinang air mata.

“Aku memaafkanmu, saudaraku!” Corrie menangis. “Dengan sepenuh hati!”

Untuk waktu yang lama mereka saling berpegangan tangan, mantan penjaga dan mantan tahanan. Corrie belum pernah merasakan kasih Tuhan sedalam yang dirasakannya saat itu.

“Saya harap saya bisa mengatakannya! Bahwa pikiran belas kasihan dan kemurahan hati mengalir secara alami dari diri saya sejak saat itu, tetapi ternyata tidak,” ujar Corrie, “Ada satu hal yang saya pelajari di usia 80 tahun, yaitu saya tidak bisa menyimpan perasaan dan perilaku yang baik–saya hanya bisa mengambilnya dari Tuhan setiap hari….. Karena setiap kali aku datang kepada-Nya, Dia mengajariku sesuatu yang baru.”

Manusia memang diciptakan untuk hidup bergantung kepada-Nya.
Mari kita belajar….

The measure of a life, after all, is not its duration, but its donation. – Corrie Ten Boom.

Bagaimanapun juga, ukuran sebuah kehidupan bukanlah pada lamanya seseorang hidup, namun pada dampak kehidupannya: apakah dunia menjadi lebih baik karena kehadirannya.. – Corrie Ten Boom.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

 

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

L.O.V.E

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

L.O.V.E

Nyaris semua orang merasa mengerti tentang Love, namun ketika Tuhan mengajari topik ini, saya terperangah. Begitu banyak pemahaman baru dan menarik yang harus dihidupi.
Makes sense mengapa selama ini kerap doa tidak terjawab!

Ada Human Love (Kasih Manusia) dan Devine Love (Kasih Ilahi).
Kamu baik dengan saya, maka saya pun baik dengan kamu, itu Human Love.. kasih yang bersyarat.
Divine Love adalah kasih Allah yang mengalir melalui kita, jadi dasarnya bukanlah apa yang kamu lakukan, melainkan apa yang Allah lakukan kepada saya. Karena Allah mengasihi saya tanpa syarat, maka saya pun mengasihimu…. no matter what… apa pun yang kamu lakukan.

Wow….
Divine Love TIDAK berarti selalu Setuju dengan apa yang orang lain lakukan… ketika sesuatu salah, Divine Love akan dengan jujur menegurnya.
Divine Love mengasihi orang lain dengan tulus, dan memikirkan kepentingannya, bukan kepentingan kita.

Divine Love juga menetapkan Boundaries– batasan, tidak mengijinkan orang lain berbuat yang tidak pantas kepadanya.
Divine Love menerapkan disiplin, agar orang yang berada di bawah otoritasnya, hidup benar sesuai kehendak Allah.
****
Di dunia ini hanya ada 2 area:
– Area Allah
– Area si musuh (dosa)

Jika mengasihi, berarti berada di areanya Allah.
Sebaliknya, jika tidak mengampuni, berada di areanya musuh.
Tidak ada daerah netral atau pun daerah abu-abu.
Sungguh mengagetkan!

Kesimpulannya, Mengampuni bukanlah Pilihan, melainkan suatu Keharusan jika ingin hidup di area Allah.

*****
Ketika doa-doa kita seolah tidak terjawab, coba check & re-check, apakah kita berjalan dalam kasih?

Seorang tokoh rohani terkenal berujar,
“Saat ada symptom yang menyerang, cepat-cepat saya check apakah saya hidup di dalam Divine Love?”

Musuh memiliki pijakan dan berhak memporakporandakan hidup kita, berada di area kekuasaannya. Sebaliknya, dia tidak bisa berbuat apa-apa, jika kita berjalan dalam Divine Love.

Janji-janji Tuhan tidak bisa dimanifestasikan secara efektif, ketika kita berada di area dosa. Bahkan nyaris tidak bisa bekerja, kan kita berada berseberangan dengan Allah.

Meski pun habis-habisan mendeklarasikan Janji-Janji-Nya, ibarat aliran listrik yang tidak bisa mengalir melalui kayu.
Sebaliknya jika kita hidup dalam kasih, ibarat logam, aliran listrik mengalir dengan lancar. Masalahnya ada di dalam kita sendiri: kita ini kayu (di area musuh) atau logam (di area Tuhan).

******
Hhhmmm…..bagaimana jika hati kita masih panas, terluka dan rasanya gak mampu untuk mengampuni?
Berdoa kepada Tuhan, minta Tuhan yang menolong dan mengalirkan kasih-Nya melalui kita.
Lalu AMBIL KEPUTUSAN untuk Mengampuni.
Saat keputusan itu dibuat, dengan sikap hati ingin taat kepada Tuhan, pada saat itulah Pengampunan Ilahi mengalir melalui kita.
It’s all about God, not us.
Semua tentang Tuhan dan bukan kita.
Bagian kita hanyalah Willing-bersedia untuk taat.

Siap praktik? Yuk….

“It is not hard to obey when we love the one whom we obey” – St. Ignatius of Loyola.

“Tidak sulit untuk taat ketika kita mencintai orang yang kita taati” – St. Ignatius dari Loyola.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

 

Read More
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

How To Handle Difficult Things?

 

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

*How To Handle Difficult Things?*

Seorang hamba Tuhan terkenal, Ed Dufresne, saat muda bekerja di perusahaan konstruksi. Dia berasal dari keluarga yang amburadul dan tidak mengenal Tuhan.
Ada seorang rekan kerjanya, yang setiap minggu mengajak Ed agar beribadah ke gereja.
Dengan berbagai alasan, Ed selalu menolak.

Hingga suatu hari Ed bertanya,
“Jika saya ikut kamu pergi beribadah 1X saja, apakah kamu bersedia berhenti mengajak saya ke gereja?”

“Deal. Oke. Asal kamu ikut saya ke gereja 1X saja, saya tidak akan mengajakmu lagi ke gereja.”

Ed pun pergi ke gereja. Dan dia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Peristiwa itu mengubah seluruh jalan hidup Ed Dufresne, hingga akhirnya beliau menjadi hamba Tuhan yang mendunia.

Yang menarik, Ed memperhatikan, setiap kali usai berbicara dengannya, rekan itu selalu masuk ke suatu ruangan kosong di kantor mereka. Ada apa gerangan?
Ed tidak dapat menahan rasa ingin tahunya, lalu bertanya kepada rekan tsb.

“Supaya aku tidak membunuhmu, Ed….”, sahutnya.
Gubraaaakkkkk……….

Rupanya, berbagai alasan yang dikemukakan Ed Dufresne, sesungguhnya menjengkelkan hatinya. Namun rekan itu memilih masuk ke ruangan itu untuk berdoa berbahasa lidah (berdoa berbahasa roh), agar dia lebih peka terhadap roh dan bisa menahan lidahnya supaya tidak mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan.
Dengan kata lain, rekan itu mengalahkan kedagingannya, dengan berdoa dalam roh dan fokus pada Roh Allah yang tinggal di dalam hatinya….

Wow…. teknik yang menarik, joss dan bisa diteladani.

Kebetulan sekali B. Mira juga bercerita, teman kami sebut saja Ani namanya, terakhir ini rutin ikut berdoa berbahasa lidah (BBL) bersama kami.

Ani bercerita, kadang dia benar-benar sumpek dan ga tahan dengan mamanya yang sudah tua dan suka mengomel gak ada habisnya jika terjadi sesuatu yang tidak berkenan kepadanya.
Apa yang dilakukan Ani?
Dia langsung Berdoa Berbahasa Lidah, dan dengan teknik ini, dia mampu menghindarkan diri dari peperangan yang tidak perlu.

Ani tidak perlu marah, menjawab sang mama hingga timbul peperangan, atau pun memendam kejengkelan. Dengan berdoa berbahasa lidah, Ani menyerahkan permasalahan kepada Roh Kudus.

1 Petrus 5:7-9 (TB) Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

Lalu apa yang terjadi?
Roh Kudus yang pegang kendali.
Hati Ani damai. Hati mamanya berubah. Dan segala sesuatu bisa diselesaikan dengan sangat baik.
Dahsyat bukan?

Seandainya saja para suami- istri menggunakan teknik ini, tentunya tidak akan terjadi perceraian lagi.
Konon setiap tahun prosentase perceraian di seluruh dunia meningkat. Di Indonesia, kasus perceraian th 2022 naik lebih dari 15% dibanding tahun sebelumnya.

Teknik simple tapi Joss….
Hhhmmmm…. renungan hari ini pendek saja, namun praktis.
Saya pun memutuskan untuk belajar! Ini peneguhan Tuhan.
Dua contoh pelajaran datang bersamaan: Ed Dufresne & Ani. Berarti sesuatu yang penting.

Sebelum bertemu dengan seseorang atau menghadapi masalah yang kemungkinan membuat kita emosi, better kita menyediakan waktu untuk berdoa dalam roh.
Agar kita lebih sadar roh daripada dikuasai kedagingan natural kita, saat mendengar hal-hal yang bisa menggesek atau mengungkit ego kita untuk bereaksi.

Teringat ungkapan Victor Frankl,
*”Segala sesuatu dapat diambil dari seseorang kecuali satu hal: kebebasan manusia yang terakhir—untuk memilih sikap, dalam situasi apa pun, untuk memilih jalannya sendiri.”*

*Between stimulus and response, there is a space. In that space is our power to choose our response. In our response lies our growth and our freedom – Viktor Frankl.*

*Di antara stimulus dan respon, ada ruang/jeda. Dalam ruang itulah terletak kekuatan kita untuk memilih respon. Dan pada RESPON itu, terletak PERTUMBUHAN dan KEBEBASAN kita – Viktor Frankl.*

Nach di dalam jeda inilah, kita memilih agar menundukkan diri kepada kehendak Allah, dan ber-respon sesuai kehendak-Nya.
Ketika lahir baru, kita menjadi ciptaan baru. Secara otomatis kasih dan karakter Allah dalam 1 Korintus 13:4-7 (TB) – Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. – itu sudah ada di dalam diri kita.

Tergantung seberapa banyak kita hendak menyerahkan diri kepada Allah dengan cara memperbaharui pikiran sesuai firman-Nya. Semakin kita memilih bertindak, berpikir, dan bereaksi sesuai firman-Nya, semakin menyerupai Kristus.

Sementara itu, semakin fokus kita menggali fiman dan menghidupinya, semakin kita mengasihi dan percaya kepada Tuhan.
Sebaliknya, semakin jarang menggali dan mendengarkan firman, maka iman dan kasih kita kepada Tuhan makin luntur.

Tuhan tetap mengasihi kita sama ukurannya, entah kita membaca dan menghidupi firman atau tidak. Namun kasih kita kepada-Nya yang berubah. Pada akhirnya, semakin menjauh, tinggal tersisa pengetahuan di kepala saja, tetapi tidak ada iman yang teguh di hati.

Karena itu, mari fokus menggali serta menghidupi firman dan berdoa di dalam roh.
Ide-ide kreatif pun muncul saat kita berdoa dalam roh.

Demikian juga Roh [Kudus] MEMBANTU dan menopang dalam kelemahan kita; karena kita tidak tahu, doa apa yang harus dipanjatkan atau bagaimana penyembahan yang layak itu seharusnya, maka Roh Kudus Sendiri yang pergi menghadap Bapa, memenuhi permohonan dan memohon demi kepentingan kita, dengan kerinduan dan rintihan yang tak terkatakan, yang terlalu dalam untuk diucapkan. Roma 8:26 AMPC

Mau hidup berkemenangan? Yuk….

God has equipped you to handle difficult things. In fact, He has already planted the seeds of discipline and self-control inside you. You just have to water those seeds with His Word to make them grow! – Joyce Meyer.

Tuhan telah memperlengkapi Anda untuk menangani hal-hal sulit. Faktanya, Dia telah menanam benih disiplin dan pengendalian diri dalam diri Anda. Anda hanya perlu menyirami benih itu dengan Firman-Nya untuk membuatnya bertumbuh! – Joyce Meyer.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Berkat & Tidur, Apa Korelasinya?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Berkat & Tidur, Apa Korelasinya?

Kerapkali kita tidak bisa memanifestasikan apa yang Tuhan janjikan, karena kita merasionalisasi perintah Tuhan dengan pikiran kita.
Repotnya Janji Tuhan itu ditujukan kepada HATI kita BUKAN untuk Pikiran.

Janji Tuhan harus diterima dengan Iman.
Semua Janji Tuhan sudah tersedia di alam rohani. Untuk menerimanya, kita harus melihat dengan mata iman, hal-hal yang tidak kelihatan secara kasat mata.

Bagaimana caranya kita bisa beriman?
Iman timbul karena pendengaran, dan pendengaran akan Firman Tuhan.
Sementara Iman bekerja oleh kasih.
Semakin memahami betapa Allah mengasihi kita, semakin mudah kita percaya dan beriman.

Ketaatan kita kepada perintah-perintah-Nya, menjadi pelaku firman – DOERS- makin mengalami bukti melalui pengalaman, bahwa Allah senantiasa bisa diandalkan…
Maka kita pun makin beriman.

******

Inilah kutipan lagu pujian Raja Salomo yang terkenal:
Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya;
jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam,
dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah —
sebab _Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur._

Ini rahasianya: Tuhan memberkati justru saat seseorang tidur.

Koq bisa?
Orang yang bisa tidur, adalah orang yang percaya kepada Tuhan. Beriman.
Orang kalau galau, tidur pun tak nyenyak.
Pada saat kita tidur nyenyak dengan pikiran yang tenang serta damai itulah, Tuhan men-download ide dan hikmat-Nya agar kita menjadi sehat, makmur dan memiliki ide-ide kreatif sehingga berkelimpahan. Diberkati agar dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Tuhan menganugerahkan kepada kita kemampuan, potensi dan petunjuk untuk memperoleh kekayaan, kelimpahan, damai sejahtera serta perkenanan-Nya. Berkat Tuhan bukanlah barang jadi melainkan potensi untuk memperoleh kekayaan.
Ada bagian kita untuk mengerjakannya dengan sikap beriman. Merealisasikan potensi itu menjadi kekayaan, kelimpahan dan kesehatan nyata, sehingga menjadi sesuatu yang bisa dinikmati di alam natural.
Itulah sebabnya Faith (iman) dan Grace (anugerah) harus seimbang.

Dalam merealisasikannya ada 2 cara, dengan bergantung pada kekuatan sendiri atau dengan cara Tuhan.

Dulu sebelum sekolah Charis, saya punya ide dan menentukan apa yang akan saya lakukan, lalu berdoa minta Tuhan memberkatinya. Tuhan sekedar stempel.
Meski kelihatannya berdoa, sesungguhnya saya mengandalkan kekuatan saya sendiri. Saya yang mengendalikan serta memegang otoritasnya. Saya kerap meniru cara orang-orang sukses yang terkenal, bagaimana caranya menjalankan bisnis dan meraih kesuksesan.
Akibatnya, stres dan berbeban berat karena saya berusaha mengendalikan semuanya, padahal saya bukan Tuhan. Kadang bukannya terealisasi, sebaliknya justru kacau balau.

Praying is not telling God what to do. It’s trusting that God knows what to do -Stormie Omartian

Berdoa bukanlah memberitahu Tuhan apa yang harus dilakukan. Melainkan kepercayaan bahwa Tuhan tahu apa yang harus dilakukan – Stormie Omartian

Setelah sekolah di Charis, saya belajar bahwa Tuhanlah yang pegang kendali dan otoritas. Tugas saya adalah melekat, menempel pada Tuhan seperti ranting yang menempel pada pokok pohon anggurnya. Dia tidak bisa berbuah sendiri. Pokok anggur atau Tuhanlah yang membuatnya menghasilkan buahnya. Dan mengikuti Tuhan. Kerap caranya berbeda dengan nalar saya.  Tetapi saya belajar percaya bahwa Tuhan tahu apa yang terbaik dan yang harus dilakukannya.

Promosi datang dari Tuhan.
Kesuksesan dari Tuhan.
Damai sejahtera dari Tuhan juga.

Jadi saya hanya mengikuti-Nya langkah demi langkah, sambil terus belajar.
Saya gak ‘ngoyo’, kata Orang Jawa, tidak bersusah payah.
Sebaliknya mengikuti slogan Nike : Just Do It.
Lakukan saja apa yang Tuhan mau…

Saya belajar ternyata ini yang dikerjakan oleh Andrew Wommack dan guru-guru Charis lainnya. Mereka hidup secara ‘supernatural’, berbeda dengan cara hidup kebanyakan orang di dunia ini. Dan saya sedang terus belajar meneladaninya.

Semakin hari, hidup saya makin tenang. Semua anugerah dari Tuhan dan untuk kemuliaan Tuhan. So simple.

Semakin lama berjalan bersama Tuhan, semakin yakin bahwa All is well – Semua baik-baik saja.
Tugas saya fokus mengarahkan pandangan kepada Allah dan mengikutinya langkah demi langkah. Dan setiap langkah merupakan suatu mujizat!

Lord, I love you full…

If you open your heart to God, and allow Him to speak to you, then that is what He will do.

Jika Anda membuka hatimu kepada Tuhan, dan mengijinkan-Nya untuk berbicara kepadamu, maka itulah yang akan Ia lakukan.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Offended – Tersinggung & Bunga Rampainya…

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Offended – Tersinggung & Bunga Rampainya…

Seorang teman memutuskan tidak beribadah ke gereja lagi karena tersinggung. Koq ya terlalu teman-teman segerejanya, padahal sudah melayani bersama-sama bertahun-tahun. Bisa-bisanya bersikap dan mengatakan hal-hal yang membuatnya dipermalukan. Tega nian….
Familiar dengan kisah ini?

I have been there….
Saya juga pernah tersinggung berat, justru melalui pengalaman itu Tuhan mengajar saya tentang Offended- Ketersinggungan, sehingga saya bisa menulis artikel ini.

Dalam sebuah kasus yang menyebabkan kita tersinggung, selalu ada bagian yang kita benar, tetapi ada bagian yang kita salah.
Nach jika kita berpegang, fokus pada bagian kita yang benar, maka kita tidak akan bersedia berubah dan mengakui bagian kita yang salah.
Tanpa mengakui kesalahan, bersedia menerima situasi yang ada serta bertanggungjawab, maka kita tidak akan ke mana-mana. Harus bersedia bertobat, alias berbalik dari jalan lama yang salah.

Sesungguhnya, setiap Offended/Ketersinggungan, itu hanyalah Puncak Gunung Es, yang muncul di permukaan. Sedangkan di bawahnya, tersimpan bongkahan Gunung Es besar yang perlu dibenahi… karakter-karakter manusia lama kita, yang harus dikikis agar semakin serupa dengan Kristus.

Offended itu berbahaya sekali. Saat tersinggung, iblis punya pijakan dalam kehidupan kita.
Dan apa yang dilakukan oleh si musuh?
Iblis Twist – memutarbalikkan – segala sesuatu yang kita lihat dan kita dengar.
Segala sesuatu yang kita lihat dan dengar, menjadi berbeda dengan fakta yang terjadi. Semakin mendukung, mendorong, dan membuat hal-hal yang menyinggung kita justru makin kuat. Akibatnya, kepahitan di hati kita makin mendalam, lalu melebar ke segala arah.

Parahnya lagi, makin banyak saudara-saudara seiman lain yang membuat kita lebih tersinggung lagi. Hal-hal sepele yang ‘mbencekno’ kata Orang Surabaya, terjadi di sana sini. Makin banyak orang yang membuat kita tersinggung dan terluka.

Tidak sedikit orang-orang yang akhirnya memilih meninggalkan Tuhan dan hatinya menjadi keras…. bahkan akhirnya menolak Tuhan dan kehilangan keselamatannya.

“Gak usah gereja-gerejaan lagi….”, katanya dengan geram.

Repotnya, ketika kita offended, siapa yang tertarik kepada kita? Orang-orang yang offended juga.
Like attracts like.
Jadilah barisan orang-orang yang sakit hati. Perpecahan dan pertengkaran terjadi. Aura negatif menguat, si musuh pun bersorak-sorai.

******
Saya memutuskan meski ada bagian saya yang benar, pokoknya Let It Go.
Telan semua yang mbocengli, gak tau diri, gak tau terimakasih, sakit hati dimanfaatkan orang, dikhianati dll dan Ampuni….

Gak bisa dengan kekuatan sendiri. Jujur datang kepada Tuhan, minta Roh Kudus yang menolong serta memampukan. Dan Tuhan, Allah yang menjawab doa…. mengajar dan membimbing.
Saya memilih menjadi seperti Kristus karena disitulah letak jalan kedamaian dan kelimpahan baik roh, jiwa mau pun tubuh.
Hidup terlalu berat untuk dijalani sendiri, saya memilih menjalaninya bersama Tuhan.

Saya murid Charis. Murid itu tugasnya memang belajar… that’s why saya sekolah. Mau belajar. Mau berubah jadi lebih baik. Bayar uang sekolah agar dikoreksi, dibimbing supaya semakin hari semakin serupa dengan Kristus.

Koreksi selalu membuat kita tidak nyaman saat kita mengalaminya. Tetapi seperti artikel yang saya tulis kemarin, tanpa koreksi, kita tidak memperoleh hikmat/wisdom sehingga menjalani kehidupan dengan Hard Way, not God’s Way… Bahkan kita bisa mengalami ‘usia yang diperpendek tanpa sengaja’ karena menolak dikoreksi…. oh….

Ketaatan membuahkan berkat. Itu saja prinsip saya…
Semakin hari hubungan pribadi saya dengan Tuhan kian meningkat dan hidup jadi enteeeeng….damai, sejahtera, sukacita…
Tidak berarti hidup tanpa masalah, namun dalam menjalaninya, ada keyakinan teguh dalam hati, jika Tuhan di pihakku, siapa dapat melawan aku?

Mazmur 1:1-3 (TB)
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa,
dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN,
dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air,
yang menghasilkan buahnya pada musimnya,
dan yang tidak layu daunnya;
apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Sungguh-sungguh tercipta secara alami….

Mengalami Effortless Change – Perubahan Tanpa Usaha dan menerima hal-hal dahsyat yang tak terpikirkan….
Wow……
Mau? Yuk…..

Not everything that offends us should offend us, and not everything that offends us is persecution – Russel D. Moore.

Tidak semua yang menyinggung kita seharusnya memang membuat kita tersinggung, dan tidak semua yang menyinggung kita adalah penganiayaan – Russel D. Moore.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
1 88 89 90 91 92 398