Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Doa Tidak Terjawab?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Doa Tidak Terjawab?

Prinsip dasar yang harus dipegang, bahwa *Janji Allah Ya & Amin. Jika doa tidak terjawab, kesalahan Pasti Bukan di pihak Tuhan, melainkan di pihak kita.*

Lalu solusi bagaimana?
Lilian Barbara Yeomans, dokter yang akhirnya fokus pada kesembuhan Ilahi mengajarkan, jika doa tidak terjawab, – kita tidak menerima buahnya-, artinya ada yang belum kita mengerti dan belum kita lakukan.
Gali dan pelajari firman lebih lagi, karena ada hal-hal yang belum kita pelajari, belum kita mengerti. Bisa jadi justru ada hal-hal salah yang kita lakukan selama ini.

Umat-Ku binasa karena kurang pengetahuan, demikian kata Hosea.

Karena itu, kembali kepada Tuhan, minta Roh Kudus mengajar kita, di mana kita miss, luput dan memperbaiki sesuai kehendak-Nya.

Ibrani 4:14-16 (TB) Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Ada seorang teman sebut saja Budi, yang sakit. Ketika kami sharing, saya menyarankan agar dia perlu tekun bergabung saat kebenaran firman Tuhan disampaikan, menyediakan waktu pribadi untuk menggali firman secara pribadi juga, disamping doa dan penyembahan. Karena Kebenaran Firman yang Dimengerti, lalu ditindaklanjuti – menjadi Pelaku Firman – itulah yang bisa menyembuhkannya. Tetapi Budi menolak.

“Aku punya cara sendiri untuk berdoa dengan Tuhan. Pokoknya caraku berbeda….:aku maunya begini, ujarnya ‘kekeuh’.

Teman lain yang ‘mengaku’ sudah mengenal Tuhan, tetapi enggan membicarakannya, selalu berkata,
“Setiap orang kan punya jalan sendiri untuk approach Tuhan, biarlah itu menjadi sesuatu yang pribadi bagi saya,” katanya sambil menolak halus.

Tuhan menegaskan, dalam Yohanes 14:6
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Hanya ada satu jalan menuju Bapa, yaitu melalui Yesus.
Jika teman ini mendekati Tuhan melalui jalan yang lain, Sudah Pasti tidak akan bertemu dengan Bapa.

Bagi dunia, ada seribu jalan menuju Roma.
Tetapi bagi Tuhan, hanya ada satu jalan untuk appoach Bapa!

Demikian juga dengan Budi, setelah bertahun-tahun berdoa dan mendekati Tuhan dengan caranya, dan tidak sembuh, sesuai dengan saran Lilian B. Yeoman, inilah saatnya Budi berganti cara yang lebih baik.

Teringat preview buku Andrew Wommack “Berdoa dengan cara yang lebih baik.”:
Jika doa Anda selama ini tidak terjawab, mungkin ini cara berdoa yang lebih baik. Karena terbukti Andrew sudah mendapatkan buah, alias hasilnya.
Hhhmmm…. menarik bukan?

Tidak hanya Budi, saya juga.
Ada aspek-aspek dalam hidup saya yang sudah saya doakan bertahun-tahun, belum juga terjawab, ini waktunya untuk belajar lebih lagi, koreksi diri, di mana saya luput sehingga tidak mendapatkan hasil yang diharapkan.

Jawaban Tuhan itu personal, pribadi bagi setiap orang. Karena itu kita tidak bisa meniru pengalaman orang lain. Bukan Formula yang bisa dikerjakan sendiri. Melainkan Hubungan Pribadi dengan Tuhan yang tidak dapat digantikan oleh apa pun juga. Dalam Pengenalan Pribadi akan Dia, kita memperoleh jawaban dan solusi pribadi bagi setiap kita. Karena sesungguhnya Tuhan itu sendirilah Jalannya menuju kesembuhan, terobosan ekonomi, kebijaksanaan, promosi, mengalami keberhasilan hidup sejati yang memuaskan olehkarena kita menggenapi rancangan Tuhan dalam menciptakan kita.

Menarik bukan?
Mari kita praktikkan!

“Wait on the Lord” is a constant refrain in the Psalms, and it is a necessary word, for God often keeps us waiting. He is not in such a hurry as we are, and it is not his way to give more light on the future than we need for action in the present, or to guide us more than one step at a time. When in doubt, do nothing, but continue to wait on God. When action is needed, light will come.” – J.I. Packer, Knowing God.

“Menantikan Tuhan” adalah pengulangan yang terus-menerus dalam Kitab Mazmur, dan ini adalah kata yang penting, karena Tuhan sering membuat kita menunggu. Dia tidak terburu-buru seperti kita, dan itu bukan cara-Nya untuk memberi lebih banyak pencerahan bagi masa depan, melampaui apa yang kita perlukan untuk bertindak saat ini, atau untuk membimbing kita lebih dari satu langkah pada suatu waktu. Jika ragu, jangan lakukan apa pun, namun teruslah menantikan Tuhan. Ketika tindakan diperlukan, pencerahan akan datang. -J.I. Packer.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Merealisasikan Janji-Janji Allah. Bagaimana Caranya?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Merealisasikan Janji-Janji Allah. Bagaimana Caranya?

Pada umumnya setiap kita senang sekali, ketika diajar atau dibukakan harta karun yang Allah sudah sediakan bagi kita.
Semuanya ada…
Wow…

Hebatnya lagi, harta karun itu SUDAH ada di dalam roh setiap orang percaya yang sudah lahir baru…
Yeaaaaayyyy…… kekayaannya sudah ada di dalam kita. Gak perlu berkelana pergi ke seantero negeri atau bahkan mengelilingi dunia, untuk memperolehnya….
Gak perlu seperti film Indiana Jones, yang dengan susah payah mencari di mana harta karunnya berada. .
Dahsyat bukan?

Tetapi sayangnya, sekedar tahu harta karunnya, tanpa tahu cara dan jalan untuk memanifestasikannya, ibarat kita window shopping, sekedar melihat cantik-cantiknya barang yang dipajang, tapi gak tahu cara untuk memperolehnya.

Tuhan ingin kita tidak hanya mengenal karakter-Nya, Dia ingin kita juga mengenal jalan-jalan-Nya. Dan jalan Tuhan bukan jalan kita. Kita tidak bisa memahami cara Tuhan bertindak, jika Dia tidak mengajarkannya kepada kita. Tuhan melihat masa depan. Dia tahu apa yang terbaik bagi kita hingga jauh ke depan.

Daud menulis, “Allah telah memperkenalkan JALAN-JALAN-NYA kepada Musa, PERBUATAN-PERBUATAN-NYA kepada orang Israel. -?He made known his ways unto Moses, His acts unto the children of Israel.

Ternyata tidak cukup tahu harta karun yang kita miliki, karakter dan kehendak-Nya, tetapi perlu tahu juga rencana Tuhan, jalan dan tindakan (act) untuk merealisasikannya, alias memanifestasikannya.
Semua harta karun itu masih berada di alam roh, perlu ditransfer ke alam natural.
Tahu bagaimana landingnya di alam natural.

Nach di mana caranya?
Semua sudah tertulis di dalam firman-Nya.
Segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan, membutuhkan Iman dari pihak kita untuk merealisasikannya di alam natural.
Iman itu mengerjakan kehendak Tuhan melalui jalan Tuhan.

Jika kita perlu kesembuhan, kita perlu tahu bagaimana kesembuhan bekerja. Jika kita perlu terobosan ekonomi, kita perlu tahu bagaimana kemakmuran bekerja. Dan itu tidak ada rumus baku. Allah yang mengajarkan dan menyatakannya di dalam persekutuan pribadi kita dengan-Nya.

Firman Tuhan berisi kehendak Allah, pemikiran serta karakter-Nya. Firman itu standar kebenarannya karena itu untuk merealisasikannya, pastikan selaras dengan firman-Nya. Tidak bisa dengan cara kita sendiri atau cara dunia yang kelihatannya spektakuler.

Sepadan dengan itu, ada jalan-jalan Tuhan, yang akan membawa kita kepada rancangan Tuhan bagi kita. Disitulah kita bisa menerima yang terbaik dari Tuhan, tepat ditengah-tengah kehendak Allah dan yang terbaik untuk kita.
That’s why kita tidak bisa meniru orang lain karena tugas dan rancangan Tuhan bagi setiap orang berbeda.

Kesuksesan tercipta ketika kehendak dan jalan Tuhan berjalan beriringan mencapai tujuan-Nya.

Cara dan tindakan yang harus kita lakukan, bukanlah formula yang bisa kita jalankan sendiri, melainkan hubungan pribadi dengan Tuhan yang intim setiap hari. Tuhan yang akan menunjukkan apa yang harus kita kerjakan langkah demi langkah.

Kebenaran Tuhan itu dinyatakan kepada kita, saat kita bersekutu dengan-Nya melalui doa, penyembahan, menggali firman maka pewahyuan datang. Tidak selalu datang saat berdoa, bisa jadi sesudahnya, ide muncul. Atau bertemu orang yang tepat memberikan solusi dsb. Yang jelas, kita tahu, tahu dan tahu… KNOWING, apa yang harus kita lakukan. Ketaatan setiap harinya, membawa kita tepat di tengah-tengah kehendak Tuhan.

Urapan dan jalan Tuhan bulan lalu, atau minggu lalu, tidak cocok untuk dilaksanakan hari ini. Sudah basi.

Jalan Tuhan yang kita taati, meluputkan kita dari akibat-akibat yang tidak baik yang bisa terjadi. Bukan Tuhan yang menghukum saat kita tidak taat, tetapi saat kita tidak taat, artinya kita keluar dari perlindungan Tuhan maka si musuh punya pijakan, dia segera memporakporandakan hidup kita. Saat ketidaktaatan terjadi, kuasa Tuhan tidak bisa bekerja karena kita berada di teritori kekuasaan si musuh.

Asaf berkata,
Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya mereka hidup menurut jalan yang Kutunjukkan! Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan terhadap para lawan mereka Aku balikkan tangan-Ku.

Padahal Tuhan yang berperang bagi kita, jika kita memilih taat.
Tuhan ingin kita menyesuaikan hidup kita dengan-Nya agar Dia dapat melakukan tujuan-tujuan Illahi-Nya di dalam dan melalui kita agar kita dapat mengalami kepuasan yang sempurna, kehidupan yang terbaik, karena kita menggenapi rancangan Tuhan dalam menciptakan kita.

Siap praktik? Yuk….

Believe you receive when you pray, not when you see it
– Andrew Wommack.

Percayalah kamu menerima jawabannya ketika kamu berdoa, bukan ketika kamu melihatnya -Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Makna Paskah Yang Sejati…

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Makna Paskah Yang Sejati…

Pernahkah kita menyadari bahwa Paskah jauh lebih berharga daripada Natal, meski pun perayaan Natal nampak lebih heboh?

Natal memperingati kelahiran Yesus, itu awal kisahnya. Namun *Paskah adalah puncak dari tujuan Yesus datang ke dunia: Mati di Kayu Salib dan Bangkit mengalahkan maut. Supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut* (Ibrani 2: 14-25)

Ketika anak-anak sekolah minggu ditanya:
“Mengapa Yesus harus mati disalib?”
“Untuk menebus dosa seluruh umat manusia.”

Yess tetapi yang perlu ditekankan lagi, Tujuan Yesus mati di kayu salib: Agar Relasi Kasih Manusia dengan Allah Dipulihkan kembali, seperti saat Adam & Hawa belum jatuh ke dalam dosa.

Ketika menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi kita, pada saat itu secara instan, kita menjadi Warga Negara Kerajaan Allah.
Roh kita yang dulunya terpisah dari Allah, sekarang dipulihkan. Allah Tritunggal tinggal di dalam roh kita, dengan segala kekayaan-Nya termasuk kuasa yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati, sekarang tinggal di dalam roh kita. 1/3 dari diri kita sudah kekal.
Yang perlu dibenahi adalah jiwa dan tubuh kita. Dengan memperbaharui pikiran kita sesuai dengan Firman Tuhan (Rom 12; 1-2).

Posisi kita dipulihkan seperti yang Allah kehendaki saat menciptakan manusia: kita hidup dengan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, Dia yang mencukupi segala kebutuhan kita. Setiap hari sejuk, seperti Adam, bercakap-cakap dengan Allah menikmati persekutuan pribadi yang intim dengan-Nya.
Hidup kita di bumi seperti di surga.

Mengapa faktanya tidak demikian?
Karena kita masih hidip di dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa dan manusia punya Free Will & Free Choice. Manusia punya kehendak bebas dan bisa memilih.
Dia bisa memilih hidup dan taat pada Hukum Kerajaan Allah atau tetap memilih hidup menurut Hukum Dunia. Atau setengah-setengah? Tentu hasil dan konsekuensinya berbeda.

Tuhan mengejar Relasi Kasih dengan manusia, sehingga rela mengorbankan anak-Nya yang tunggal, agar dosa yang menghalangi hubungan itu dibayar Lunas di Kayu Salib.

Wow….. Sungguh Tuhan sangat menghargai kita!

Seharusnya, setelah lahir baru, cara hidup kita berbeda karena kita 100% milik Allah.
Hidupku bukan aku lagi, karena Kristus ada didalamku.
Kita menjadi Ciptaan yang Baru. (2 Korintus 5:17)

Jika kita mau taat dengan cara hidup sesuai Hukum Kerajaan Allah 100%, – hidup God’s Way – maka seluruh janji-janji Allah akan terealisasi dalam kehidupan kita.
– Hidup di bumi seperti di surga.
– Menjadi Terang & Garam dunia
Dan kita akan mencapai keutuhan hidup yang sejati, yang paling memuaskan yang bisa dialami oleh seorang manusia.
Why?
Karena kita menggenapi rancangan Tuhan saat menciptakan kita. Untuk itulah kita ada di dunia ini.

Pertanyaannya:
Bersediakah kita membayar harganya?
Pilihan ada di tangan kita sendiri.

“Life is wasted if we do not grasp the glory of the cross, cherish it for the treasure that it is, and cleave to it as the highest price of every pleasure and the deepest comfort in every pain. What was once foolishness to us—a crucified God—must become our wisdom and our power and our only boast in this world.”- John Piper

“Hidup ini sia-sia jika kita tidak memahami kemuliaan salib, menghargainya sebagai harta karun, dan berpegang teguh pada salib sebagai harga tertinggi dari setiap kesenangan dan kenyamanan terdalam dalam setiap penderitaan. Apa yang tadinya merupakan kebodohan bagi kita—Allah yang disalibkan—harus menjadi hikmat dan kekuatan kita serta satu-satunya kebanggaan kita di dunia ini.”- John Piper

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Mendengar Tuhan & Menemukan Kebenaran Sejati, Mau?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mendengar Tuhan & Menemukan Kebenaran Sejati, Mau?

Di sebuah peternakan, terlihat banyak domba-domba sedang merumput di padang yang luas.
Lalu diadakan test 1, seseorang pria menirukan suara gembala yang bersiul memanggil para domba. Namun domba-domba itu cuek saja…tetap merumput. Bahkan tidK sedikit pun terganggu, atau pun sekedar menoleh melihat darimana asal suara itu.

Lalu diadakan test ke 2, seorang wanita menirukan suara siulan sang gembala. Sama saja …. domba-domba itu tidak peduli.

Test ke 3, gembala yang sesungguhnya bersiul… apa yang terjadi?
Segera domba-domba itu menegakkan kepalanya, mencari arah suara… dan mereka pun berbondong-bondong menghampiri sang gembala, mengikuti di belakangnya. Unik sekali…

Tuhan berkata, domba-domba saja mengenal suara gembalanya, semestinya orang-orang yang mengaku percaya Tuhan pun mengenal suara Tuhannya.

Sesungguhnya setiap orang yang percaya Tuhan, dapat mendengar suara Tuhan, bahkan orang tidak percaya pun bisa. Permasalahannya, apakah kita mengenali suara itu sebagai suara Tuhan.

Bayi yang baru beberapa lahir, mengenali suara ibunya. Tetapi dia tidak paham apa yang dikatakan oleh ibunya. Bayi itu belum memahami bahasa yang digunakan ibunya untuk berkomunikasi.
Orang-orang yang masih bayi rohani, mengenali suara Tuhan, namun dia tidak paham apa yang dikatakannya.
Why?
Karena dia belum mengenali bahasanya Tuhan.

Bahasanya Tuhan apa dong?
Pada mulanya adalah firman, firman itu bersama-sama dengan Allah, firman itu adalah Allah.
Artinya, firman itulah bahasanya Allah.

Jika kita ingin memahami apa yang Allah katakan, kita harus paham firman-Nya.
Semakin banyak firman yang kita pahami, semakin mudah kita menangkap maksud Tuhan serta tuntunan-Nya.

Kerap kita luput mendengarkan suara Tuhan, karena di sekeliling kita begitu banyak suara. Jika kita tidak bermaksud untuk mendengar-Nya, maka meski sesungguhnya Tuhan senantiasa berbicara, kita bisa luput mendengarnya karena tidak familiar dengan suara-Nya.

Kunci untuk mendengar suara Tuhan adalah hubungan pribadi dengan-Nya, yang semestinya dibangun secara konsisten. Semakin bergaul karib, semakin kita paham akan kehendak-Nya, caranya bekerja, berkomunikasi, mengarahkan dst.

“Trisno jalaran soko kulino – Cinta timbul karena terbiasa.”
Semakin terbiasa kita bergaul dengan-Nya, kita pun semakin mengasihi Tuhan, semakin ingin senantiasa berdekatan dengan-Nya. Maka hati kita berkobar-kobar … penuh gairah, semangat, untuk melakukan kehendak-Nya.
Iman itu bertindak. Iman tanpa perbuatan itu mati.

Manfaatnya, semakin peka mendengar suara Tuhan, semakin kita terlindung dari berbagai pertempuran yang tidak perlu, terhindar dari jalan uang salah sehingga membuat hidup lebih efektif dan efisien.
Kita menemukan kebenaran yang sejati dan hakiki.
Bukankah Allah adalah Sang Kebenaran itu sendiri?

Allah tahu di mana harta karun tersimpan, cara memperoleh, menggunakannya serta bagaimana kelimpahan itu tidak hanya bermanfaat untuk kepentingan kita sendiri, namun memberkati kehidupan irang lain pula. Inilah rahasia memperoleh kepuasan hidup yang sejati. Hidup yang bermakna serta meninggalkan jejak pada kekekalan: diberkati agar menjadi berkat bagi sesama.

Efek sampingnya, setiap aspek kehidupan kita akan berada di tempat yang seharusnya. Berkat, kebaikan serta kepuasan hidup yang utuh dan sejati, tercipta secara natural karena kita benar-benar berada di tengah-tengah kehendak Allah.
Bahkan hal-hal baik itu yang mengejar kehidupan kita.

Mau? Yuk praktik….

Our failure to hear His voice when we want to is due to the fact that we do not in general want to hear it, that we want it only when we think we need it. – Dallas Willard.

Kegagalan kita mendengar suara-Nya pada saat kita menginginkannya disebabkan oleh kenyataan, pada umumnya kita tidak ingin mendengarnya, dan kita menginginkannya hanya pada saat kita merasa membutuhkannya. -Dallas Willard.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Mujizat VS Kesembuhan.Kesaksian Willy Phelps

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Mujizat VS Kesembuhan.Kesaksian Willy Phelps

Apa bedanya?
Tuhan TERPAKSA melanggar hukum alam demi menolong kita, itu yang disebut mujizat.
Mujizat kesembuhan terjadi instan. Langsung sembuh.

Mujizat BUKAN yang terbaik dari Tuhan.
Yang terbaik dari Tuhan, ya anak-anak-Nya hidup dalam Berkat Anugerah Tuhan.
Tidak sekedar sembuh instan tetapi Tuhan ingin kita memiliki hikmat hingga bisa hidup dalam Anugerah Kesehatan Ilahi.

Dr. John G Lake berkata, “Kadang-kadang kesembuhan instan merupakan kutukan, karena beberapa orang sembuh, pergi dan melupakan Tuhan yang telah menyembuhkannya. Dia percaya, orang yang sembuh secara bertahap, melihat dirinya semakin sehat, sembuh saat dia berjalan bersama Tuhan, dan selama dalam perjalanan itu, si sakit bisa belajar mengenal Tuhan melalui firman-Nya, yang menjadi bekal yang sangat berharga bagi masa depannya.”

Kesembuhan itu berbeda dengan mujizat. Kesembuhan itu proses. Ada bagian yang harus dilakukan agar kesembuhan tercipta.

Tanpa menyadari kebenaran ini, kerap orang membuat kesalahan, menganggap kesembuhan harus instan.
Lebih penting daripada segera sembuh, sesungguhnya kualitas kepribadian kita yang makin beriman dan memiliki pengetahuan tentang firman, dan pengenalan akan Tuhan, yang akan memberkati kehidupan kita, tidak sekedar dalam bidang kesehatan saja tetapi meliputi seluruh aspek kehidupan kita. Bahkan bisa diwariskan kepada anak cucu pula.

Masih ingat kisah 10 orang lepra di Lukas 17: 11-19?
Mereka minta disembuhkan. Tuhan Yesus TIDAK berdoa atau menumpangkan tangan, hanya meminta mereka menunjukkan diri pada para imam. Ketika mereka PERCAYA & MENTAATINYA, dalam perjalanan mereka sembuh.
Tetapi ada 1 orang yang sembuh, seorang Samaria, dia kembali kepada Yesus untuk mengucapkan terimakasih, bersyukur, memuliakan Allah dan tersungkur di kaki Yesus.

Lukas 17:12-13, 17-19 (TB) Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”
Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”
Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

9 orang lainnya memang sembuh, namun hanya sampai di situ saja. Sedangkan 1 orang Samaria ini dijadikan Tuhan Whole, Penuh, Utuh dalam setiap aspek kehidupannya.

Perhatikan, kesembuhan 10 orang lepra TIDAK INSTAN. Ada bagian mereka untuk Percaya dan Taat Bertindak meresponi apa yang Tuhan Yesus perintahkan.

Untuk jaman sekarang, kita perlu MENDENGAR dari Tuhan sendiri, respon apa yang harus kita lakukan. Karena kita tidak berjumpa secara fisik dengan Tuhan Yesus, seperti 10 orang lepra ini.

Peryanyaannya:
– Apakah kita Mendengar Tuhan?
Agar bisa mendengar Tuhan kita harus membangun hubungan dengan-Nya?
– Sudahkah kita membangun hubungan dengan-Nya?
– Jika sudah membangun hubungan dan sudah mendengar arahan-Nya, apakah kita sudah bertindak mentaati-Nya?
Hanya Pelaku Firman, yang mendapatkan apa yang didoakannya!

*****
Bagaimana dengan kesembuhan instan?

Richard Roberts, putra Jendral Iman Oral Roberts, yang terkenal dengan pelayanan kesembuhannya bercerita, ayahnya akan memberikan kotbah singkat tentang kesembuhan lalu sekali pelayanan, menumpangkan tangan atas 7000 hingga 10.000 orang sakit. Beliau berjalan terus sementara mujizat terjadi.

Suatu ketika diadakan kebaktian kesembuhan di sebuah auditorium di Roanoke, Virginia. Ruangan penuh sesak. Seorang anak laki-laki yang kakinya panjang sebelah dan harus menggunakan alat penyangga bernama, Willy Phelps disuruh ibunya merangkak menerobos kerumunan orang sakit.
“Carilah tempat untuk duduk, Brother Roberts akan menemukanmu,” ujar ibunya. Ada sebuah ruang kecil dekat platform, Willy duduk di sana.
Setelah kebaktian selesai, Oral Roberts berjalan keluar menemukan anak ini duduk di sana, lalu dengan heran bertanya,
“Apa yang kau lakukan di sini nak?”
“Saya menunggu Brother Roberts,” jawabnya yakin.
“Why?”
“I am supposed to be healed today- “Saya harus disembuhkan hari ini.”
“Siapa namamu?”
“Willy Phelps.”
“Saya Brother Roberts…”
“You are? – kamu?”
“Brother Roberts, I am supposed to be healed – Saudara Roberts, saya seharusnya disembuhkan.”
“Saya sudah menumpangkan tangan atas ribuan orang hari ini, saya sangat lelah.”
“I don’t know about that, but I am supposed to be healed today – Saya tidak tahu tentang itu, tetapi saya seharusnya disembuhkan hari ini.”
“Well Willy, if you’ll PRAY with me and BELIEVE, we expect miracle – Baiklah Willy, jika kamu mau BERDOA bersama saya dan PERCAYA, kita berharap mujizat”.
Willy kakinya mengenakan besi yang menempel pada sepatunya agar dapat berjalan karena kakinya pendek sebelah.

Ibunya sudah menyiapkan sepasang sepatu baru dan Willy mendeklarasikan, keesokan harinya dia ke sekolah tanpa logam dan penyangga di sepatunya.
Selesai mendoakan, Oral Roberts pergi.
Sampai beberapa waktu kemudian, mendengar kabar tentang Willy Phelps.

Keesokan harinya, Willy berkata kepada ibunya,
“Ibu, kenakan sepatu di kakiku. Saya akan berjalan mengelilingi ruangan.” Dia melakukannya, dan dia ke sekolah tanpa logam di kakinya.
Sekolah pun geger melihat apa yang terjadi.
Gurunya menceritakan kesaksian ini dan beliau berkata,
“Tentunya ini semua membutuhkan biaya yang sangat mahal…”
“No Mam, it didn’t cost anything. Jesus did it – Tidak, Bu, tidak ada biaya apa pun. Yesus yang melakukannya…”
Wow….

Willy tetap berkontak dengan Oral Roberts ministry dan tetap sembuh hingga akhir hidupnya.

Hati saya berkobar-kobar menonton kesaksian ini, that’s why sengaja sebagian kata-katanya saya kutip dalam Bahasa Inggris karena lebih menggigit. Kesembuhan instan pun membutuhkan Iman Percaya yang tak tergoyahkan.
Praktik yuk…


*Mark 11:24 KJV
[24] Therefore I say unto you, What things soever ye desire, when ye pray, believe that ye receive them, and ye shall have them.

Markus 11:24 KJV
[24] Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Apa saja yang kamu inginkan, ketika kamu berdoa, percayalah bahwa kamu menerimanya, maka kamu akan menerimanya.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 75 76 77 78 79 404