Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Rhema Part 5 – Solusi Bagi Semua Masalah


Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Rhema Part 5 – Solusi Bagi Semua Masalah

Faith comes by hearing NOT by heard, hearing by the word of God.
Iman datang dengan –mendengarnya sekarang bukan dengan mendengar pada masa lampau-, mendengarkan Firman Tuhan.

Artinya Rhema – suara Tuhan yang spesial untuk kita- haruslah Fresh, segar.
Itulah sebabnya hubungan dengan Tuhan pun harus senantiasa Fresh, baru setiap hari. Kita perlu arahan-Nya yang baru setiap hari.
Arahan kemarin, sudah basi untuk hari ini.

Nach kita bisa berguru belajar Firman, sekolah, bergaul dengan orang-orang yang mengenal Tuhan lebih baik daripada kita, tetapi kita tetap tidak bisa menerima rhema dari mereka. Orang-orang hebat ini membantu bahkan memberikan peta jalan bagaimana membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Tetapi kita sendiri yang harus mengambil waktu teduh, membangun hubungan pribadi dengan-Nya, melalui doa, menggali firman serta berdoa berbahasa lidah.
Itu tidak bisa diwakilkan.

Saat kita ‘mengejar’ Tuhan sungguh-sungguh, fokus kepadanya, kita akan menerima Rhema, yang menjadi solusi, jawaban spesifik bagi setiap permasalahan yang kita hadapi.

Setelah merenungkan pelajaran-pelajaran ini, sesungguhnya apa pun permasalahan yang kita hadapi, kunci sukses solusinya adalah mengejar Rhema.

Banyak diantara kita, saat menghadapi masalah berat, mencari pendeta atau pemimpin kita, minta didoakan.
Itu baik, tetapi tidak cukup stop sampai disitu.
Di doa pagi Berdoa Berbahasa Lidah (BBL), kami berdoa sepakat. Jawaban doa banyak sekali diterima …
Tetapi tetap ada yang belum menerima jawaban doa, nach kejar Rhema dari Tuhan.

Illustrasinya begini. Seorang teman bercerita tentang nikmatnya steak di resto tertentu.

“Dagingnya juicy banget…. hhmmm seolah meleleh di mulut. Belum lagi mashed potatonya, creamy…. enaaaakkk pokoknya.”

Kita hanya bisa membayangkan betapa enaknya steak yang diceritakan, sesuai deskripsi yang diceritakan teman tadi.
Sampai kita makan sendiri, menikmati steak enak tersebut, barulah kita merasakan kenikmatannya.

Demikian juga dengan Rhema, saat kita hanya sekedar belajar, mendengar bahkan mengajarkannya, sesungguhnya kita belum merasakannya. Kita tetap memperoleh manfaatnya, namun terbatas.

Tetapi ketika ayat tertentu itu menjadi Rhema, itu menjadi hidup dan bisa menjawab permasalahan kita dengan tepat.
Kita mengenal Tuhan secara pribadi.

Saat kita menerima Rhema, ada lonjakan iman yang luar biasa. Percaya & yakin, meski seluruh dunia meragukannya…. Dari lubuk hati yang terdalam, kita tahu… tahu… dan tahu… doa sudah terjawab, meski secara kasat mata keadaan masih tetap sama. Jawaban doa sedang on the way, dalam perjalanan.

Misalnya, sedang dalam pergumulan tentang properti. Di Alkitab ga ada ayat tentang properti tetapi ketika menerima Rhema, Roh Kudus bisa membuat kita mengerti saat membaca ayat yang menjadi Rhema tadi, keputusan apa yang harus diambil sesuai kehendak-Nya.
Kita Tahu, Tahu dan Tahu…
Kelihatannya natural tetapi Supernatural. Bisa Tuhan mengarahkan melalui keadaan, atau tuntunan & pengertian supernatural.

Seorang hamba Tuhan bercerita, beliau dalam keadaan berbeban berat. Lalu Roh Kudus mengarahkan dia untuk ikut ibadah tertentu.
Pendeta yang berkotbah membawakan kotbah yang sama sekali tidak berhubungan dengan masalah yang dihadapinya. Hamba Tuhan ini tetap mendengarkan dengan penuh ekspektasi.
Di akhir kotbahnya, tiba-tiba sang pendeta mengucapkan beberapa kalimat yang sama sekali tidak nyambung dan tidak ada hubungan dengan kotbahnya, meluncur begitu saja. Dan kalimat-kalimat yang tidak nyambung itulah jawaban yang dibutuhkan oleh si hamba Tuhan tersebut.
Wow….. cara Tuhan itu tak terduga.

Masih ingat peristiwa di loteng Yerusalem di hari Pentakosta?

Kisah Para Rasul 2:6-10 (TB) Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma.

Ketika Rasul-rasul dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus, mereka berdoa dalam roh, mereka berbicara dalam bahasa-bahasa lain, seperti Partia, Media, Elam, Roma dsb. Sehingga orang-orang keheranan. Padahal mereka orang Galilea.

Dengan cara yang sama ketika kita mendapat Rhema, dengan pertolongan Roh Kudus, akan diterjemahkan untuk menjawab kebutuhan kita secara spesifik.

Bagaimana penerapan praktisnya?
Lakukan apa yang kita tahu langkah demi langkah dalam tuntunan Roh Kudus. Dia akan membuat kita mengerti, apa langkah selanjutnya yang harus kita ambil.
Roh Kudus akan memperlengkapi kita dengan hal-hal yang tidak kita mengerti.
Artinya, hubungan yang intim dengan-Nya tidak tergantikan.

Apa pun permasalahan yang kita hadapi, baik ekonomi, kesehatan, rumah tangga, anak, hikmat, dll akan teratasi jika kita mendapatkan Rhema dari Tuhan dan mengerjakan bagian kita dengan tuntunan Roh Kudus.
Tidak ada yang mustahil bersama Tuhan, bahkan akan mendapatkan hal-hal yang supernatural.

Yuk praktik….

“Prayer is an open door which none can shut. Devils may surround you on all sides, but the way upward is always open”. – Charles Spurgeon.*

“Doa adalah pintu terbuka yang tidak bisa ditutup oleh siapa pun. Iblis mungkin mengelilingi Anda di semua sisi, tetapi jalan ke atas selalu terbuka. “- Charles Spurgeon

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity

Rhema Part 4 -Prophesy He Will Do It Again.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Rhema Part 4 -Prophesy He Will Do It Again.

Alkitab adalah kisah-kisah perjumpaan Tuhan dengan manusia dan perjumpaan manusia dengan Tuhan.
Demikian juga, dengan kesaksian, perjumpaan Ilahi Tuhan dengan manusia.
Itulah sebabnya kita bisa menemukan jawaban Tuhan di sana.

Saat mendengar kesaksian jangan hanya terpukau dengan wow-nya tetapi cari prinsip yang belum kita kerjakan. Itulah penyebab kita belum mendapatkan jawaban doa.

If God has done it before, it is a prophesy for us, that He will do it again.

Jika Tuhan telah melakukan hal itu sebelumnya, itu merupakan nubuat bagi kita, bahwa Dia akan melakukannya lagi.

Selama ini saya belajar, jika berdoa, jangan diulang-ulang. Ibarat main game, belum sampai finish alias termanifestasi, jika diulang, seperti mulai dari awal lagi. Gak sampai-sampai jadinya. Bahkan saya pernah menulisnya dalam Seruput Kopi Cantik.

Saat belajar dari Norvel Hayes, beliau juga terus menerus mendoakannya hingga termanifestasi.
Oh…..

Nach saat berbincang-bincang dengan P. Ashang, beliau juga terus menerus mengulang doanya: memerintahkan kesembuhan terjadi.

P. Ashang itu stroke selama 5 tahun, ke toiletpun mesti dibantu dengan kursi roda.
Tetapi beliau pribadi yang cinta Tuhan dan cinta firman.
Sekarang sembuh total 99%, tinggal sedikit jari-jari tangan kanan yang belum sempurna.

“P. Ashang klo saya belajar, teorinya doa itu gak boleh diulang-ulang, berarti mulai dari nol lagi….”, ujar saya.

“Tapi saya kan tidak tahu doa mana, perintah mana yang sampai ke sasaran. Jadi saya terus memerintahkan stroke pergi dan kesembuhan terjadi.”, jawab P. Ashang.

P. Ashang betul-betul sembuh dari stroke, bahkan setiap pulang gereja, sengaja berjalan kaki bersama keluarga untuk melatih kakinya. Rumahnya berjarak beberapa kilometer dari gereja. Berjalan normal tanpa bantuan tongkat atau apa pun, bahkan sudah bisa bekerja memperbaiki jam. Itu pekerjaan detil yang membutuhkan ketrampilan tangan. Bukti nyata kesembuhannya.

Hibungan dengan Tuhan itu bukan formula. Jika P. Ashang berhasil, meski berbeda dari yang dipelajari secara teori, itu patut diterima dan dipelajari.

Setelah berdiskusi dan merenungkannya, kesimpulannya begini:
– Rahasianya bukan tentang doa diulang-ulang atau tidak.
Tetapi sikap hati saat memperkatakannya.

– Banyak orang mengulang-ulang doa dan perintah, dengan harapan bisa beriman. Berusaha Percaya. Sesungguhnya belum betul-betul percaya.

– Kasus P. Ashang berbeda. Dia memperkatakan dan memerintahkan penyakit pergi dengan penuh iman.

Darimana saya tahu?
Setiap hari, jam 3 subuh, P. Ashang itu bangun mempelajari firman. Setelah itu rutin ikut doa pagi Berdoa Berbahasa Lidah. Beliau itu full firman.

Tidak hanya itu, saat di gereja ada pendeta tamu, bule pula, betbondong-bondong semua daftar minta didoakan, termasik P. Ashang.
Rupanya giliran P. Ashang didoakan bersamaan dengan kelas Dicipleship Evangelism (DE). P. Ashang memilih ikut DE dan batal didoakan. Ini bukti nyata sikap hati P. Ashang yang memprioritaskan firman. Tidak heran saat beliau berkata-kata memerintahkan stroke pergi dalam Nama Yesus, stroke pun tunduk. Meski kesembuhan P. Ashang juga melalui proses, tidak instan. Tetapi makin hari makin sempurna.

Nach saat P. Ashang mengulang-ulang perintahnya, ibarat dia memberondong musuh dengan tembakan. Gak perlu tahu tembakan yang mana yang mengenai sasaran, toh pelurunya banyak.

Pertanyaan berikutnya, apa yang harus dilakukan jika belum sungguh-sungguh beriman?

Markus 11:22-24 (TB) Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah!
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.
Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Jika belum beriman, artinya kita harus kembali kepada ayat 22:
“Percayalah kepada Allah!”

Dalam versi Basic English:
“Mark 11:22 (BBE) And Jesus, answering, said to them, HAVE GOD’S FAITH. – Dan Yesus, menjawab, berkata kepada mereka, MILIKILAH IMAN TUHAN.”

Caranya?
Dengarkan/ Membaca firman Tuhan.
*Roma 10:17 (TB) Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.*

Dan renungkan “Galatians 2:20 KJV
I am crucified with Christ: nevertheless I live; yet not I, but Christ liveth in me: and the life which I now live in the flesh I live by the faith of the Son of God, who loved me, and gave himself for me”, ujar P. Dolfi,
“Galatia 2:20 KJV

Aku telah disalibkan bersama Kristus; namun aku hidup; tetapi bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan kehidupan yang kuhidupi sekarang di dalam daging, aku hidup oleh IMAN ANAK ALLAH, yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku”.

Perhatikan, I live by the faith of the Son of God, saya hidup oleh iman anak Allah.
Bukan sekedar iman manusia, yang bergantung pada pancaindra, melainkan kita hidup dengan imannya Yesus.
Sesuai dengan Markus 11:22.

Sekarang kita Pede bukan, apa yang kita katakan sama bobotnya dengan perkataan Yesus sendiri?
Jika syarat dalam ayat 22 sudah terpenuhi, dengan sendirinya saat kita memerintahkan ayat 23, pasti berhasil karena kita memerintahkan dengan otoritas dan kuasa.

Setuju? Yuk….praktik.

If we’re gonna stand,
We stand as giants. If we’re gonna walk, we walk as lions. Everywhere we go, the battle has been won.

Jika kita berdiri,
Kita berdiri sebagai raksasa. Jika kita berjalan, kita berjalan seperti singa. Ke mana pun kita pergi, pertempuran telah dimenangkan.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity

Rhema Part 3 – TERUS MEMPERKATAKAN

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Rhema Part 3 – TERUS MEMPERKATAKAN

Ketika hati kita berkobar-kobar – Thrilled- baik saat membaca firman atau mendengarkan pelajaran firman Tuhan, jangan biarkan lewat begitu saja.

Catat, selidiki dan dengarkan berulangkali. Konon minimal dengarkan dengan penuh perhatian 6 kali.
Ini cara menangkap pewahyuan orang lain, lalu direnungkan, diselidiki, agar kita bisa menangkapnya menjadi pewahyuan pribadi kita.

Itulah Rhema, suara Tuhan yang secara spesifik untuk kita, sehingga bisa mengarahkan langkah-langkah apa yang harus diambil.
God’s Way… jalan kebenaran Tuhan yang akan memerdekakan kita!

Hanya kebenaran Firman Tuhan yang kita Mengerti, yang dapat memerdekakan kita!

Saya sudah mendengarkan kesaksian Norvel Hayes tentang kesembuhan putrinya sekian tahun lalu, tetapi saat itu saya hanya sebatas mengaguminya.
Kali ini, dalam keadaan butuh, saya mendengarkannya, hati ini berkobar-kobar, seolah hidup dan saya TAHU, TAHU dan TAHU…. ini RHEMA TUHAN.

Dengan cermat, saya mendengarkannya berulang-ulang, menggali dan mempraktikkannya.
Roh Kudus mendorong untuk membaca dan menerjemahkan artikel yang saya post beberapa hari lalu: “NOW Healed! Sembuh SEKARANG JUGA!”

Kolose 1:12-14 berbunyi, “Mengucap syukur kepada Bapa yang telah mempertemukan kita untuk mendapat bagian dalam warisan orang-orang kudus dalam terang: yang telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan yang memasukkan kita ke dalam kerajaan Putra-Nya yang terkasih: Di dalam Dialah KITA MENDAPATKAN PENEBUSAN melalui darah-Nya, yaitu pengampunan dosa.”

Karena Yesus telah membeli penebusan kita, segala sesuatu menjadi milik kita sekarang. Kita tidak berusaha untuk membuat Tuhan memberikan kepada kita apa yang telah Dia jadikan milik kita. Kita hanya harus menyadari bahwa itu adalah milik kita sekarang dan MENERIMA dengan iman apa yang telah Dia jadikan milik kita.

Kita mengambil tempat kita di dalam Kristus dan berkata, “Sembuh SEKARANG Juga!”

Pemikiran Perjanjian Baru juga mengatakan, “SEKARANG sejahtera, SEKARANG berkecukupan, SEKARANG berkemenangan, SEKARANG hikmat, SEKARANG damai, SEKARANG sukacita, SEKARANG utuh!”

Kata NOW – SEKARANG, itu begitu hidup dan ditekankan olrh Roh Kudus dan menyadarkan bahwa saat kita MEMERINTAHKAN, benda-benda mau pun tubuh kita itu TUNDUK dalam Nama Yesus.
Hasilnya nyata dan kasat mata.

Persis seperti kisah Markus 11: 12 -14, Yesus mengutuk pohon ara karena tidak berbuah. Markus 11:14 (TB) Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nya pun mendengarnya.

Keesokan harinya, murid-murid terpukau melihat pohon ara itu kering sampai ke akar-akarnya, Markus 11:22-24 (TB)
Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah!
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.
Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Saat Yesus mengutuk pohon ara, seketika itu juga pohon itu kering sampai ke akar-akarnya, meski kelihatannya masih tetap segar. Manifestasinya kasat mata keesokan harinya.

Apakah dulu saya memerintahkan penyakit pergi?
Yess! Tapi stop dan tidak konsisten hingga menifestasi kasat mata.

Yang saya pelajari dari Norvel Hayes, beliau TERUS MEMPERKATAKAN hingga Manifestasi Sempurna.

Iman itu sesuatu yang Aktif,
Let go & Let God – berserah kepada Tuhan pun sesuatu yang Aktif, bukan duduk manis & relaks.

Iman timbul karena pendengaran, pendengaran oleh firman Kristus. Tetapi iman dilepaskan melalui perkataan.

Mendengarkan Firman Tuhan & Memperkatakan Firman itu bagian kita yang tidak bisa diwakilkan. Itu cara membangun iman dan melepaskan kuasa Tuhan.

Jawaban doa senantiasa melibatkan Tuhan dan kita. Ada bagian Tuhan dan ada bagian yang harus kita kerjakan.
Anugerah sudah diberikan Tuhan, gratis ditawarkan bagi setiap manusia, namun untuk memperoleh keselamatan, diperlukan respon iman dari pihak kita. Grace & Faith.

Setuju?
Mari kita praktikkan.

Faith is believing something BEFORE it makes sense AFTER it does.

Iman adalah percaya sesuatu, SEBELUM sesuatu terjadi, dan itu baru menjadi masuk akal SETELAH semuanya terjadi.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Rhema Part 2: Membuat Iman Tak Tergoyahkan

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Rhema Part 2: Membuat Iman Tak Tergoyahkan.

Melanjutkan kisah kemarin, apa yang terjadi saat saya mengambil waktu doa khusus?
Memang benar, tidak ada sesuatu yang spektakuler yang terjadi.

Berjam- jam berdoa berbahasa lidah, membaca dan menyelidiki firman, tentu saja tetap menulis dsb.

Sekitar seminggu kemudian, seperti biasa saya bangun pukul 04.00. Tiba-tiba antara sadar dan tidak sadar, entah darimana asalnya, saya diingatkan pada seorang dokter yang kami temui sekitar 3 bulan yang lalu.

Saat itu sambil lalu saja kami bercerita tentang masalah yang kami hadapi. Ini sesuatu yang langka sekali.
Dokter ini bercerita ada pasiennya yang pernah mengalami masalah yang sama, sembuh di dokter & rumah sakit di luar negeri.
Saya diberi foto kartu nama dan obat yang digunakan oleh pasiennya.

Pagi itu juga, saya chat sang dokter, meminta ijin bolehkah saya diperkenalkan dengan pasiennya?
Uniknya, chat saya langsung dijawab subuh itu, pk. 4 pagi.
Ini Tuhan…!

Ternyata dokternya berkenan dan pasiennya, sebut saja P. Budi baik sekali.
Kebetulan? Saya yakin ini perjumpaan Ilahi – Divine Connection.
Sebagian besar jawaban Tuhan, disampaikan melalui cara-cara yang natural, tetapi sesungguhnya supernatural.

Dari pembicaraan dengan P. Budi, saya tahu, pilihan A yang merupakan pilihan favorit orang Indonesia, tidak oke.
Demikian pula dengan pilihan B, yang menjadi favorit ke dua.
Dari pengalaman P. Budi, pilihan C yang membuahkan hasil nyata.

Saya memperoleh Peta Jalan. Apakah berarti C itu jawaban dan solusi bagi saya?
Belum tentu.
Saya perlu membawanya kembali kepada Tuhan, dan mencari arahan-Nya yang tepat bagi saya.

Prinsipnya, kita TIDAK bisa meniru pengalaman orang lain.
Berulang kali Tuhan Yesus menyembuhkan orang buta, tetapi caranya selalu berbeda.

Kami melakukan bagian kami, apa yang baik dan benar menurut pandangan kami, sambil terus mengantisipasi arahan dan gerakan Tuhan yang merupakan arahan-Nya bagi kami.

Salah satu kebiasaan saya, suka bekerja sambil mendengar pengajaran firman Tuhan. Ketika saya memilih mendengarkan dari youtube, ternyata kisah Norvel Hayes, yang pernah saya dengarkan bahkan saya tulis di Seruput Kopi Cantik sekian tahun yang lalu.

Zona Hayes adalah putri pengusaha sekaligus salah satu “jenderal iman,” terkenal: Norvel Hayes.

Saat berusia remaja, Zona memiliki 46 kutil yang tumbuh di tubuhnya. Sungguh menjadi beban yang berat bagi gadis remaja ini. Norvel Hayes, senantiasa berdoa, meminta Tuhan menyembuhkan putrinya. Hanya itu cara yang diketahuinya. Gerejanya tidak mengajarkan kesembuhan Ilahi.

Suatu ketika Norvel Hayes diangkat Tuhan ke surga. Tuhan langsung bertanya kepadanya,
“Berapa lama kamu membiarkan kutil ada di tubuh putrimu?”
Dengan kaget Norvel Hayes menjawab,
“What do you mean?”

Ternyata ketika kita MEMBIARKAN sesuatu yang tidak kita inginkan tetap berada di sana, artinya kita MENGIJINKANNYA.
wow….
Tuhan Yesus menegaskan jika Norvel Hayes MENGUTUK, MEMERINTAHKAN KUTIL PERGI TERCAMPAK hingga ke akar-akarnya, maka kutil-kutil itu akan SEMBUH.

Tuhan Yesus SUDAH memberi kita Otoritas, Nama-Nya, untuk dipergunakan melawan penyakit dan hal-hal yang melawan kita dari si musuh. Tugas kitalah yang menggunakannya, BUKAN minta lagi Tuhan yang melakukannya. Itu bagian kita!

Kembali ke bumi, Norvel Hayes mentaatinya. Ayah Zona segera meletakkan tangannya di atas lututnya, mengutuk pertumbuhan akar kutil di dalam nama Yesus, dan memerintahkan kutil-kutil itu untuk menghilang sesuai Markus 11:23-24.

Aku berkata kepadamu:
Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi PERCAYA, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan TERJADI BAGINYA. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, PERCAYALAH bahwa kamu TELAH MENERIMANYA, maka hal itu akan DIBERIKAN KEPADAMU. Markus 11:23-24 TB

Apa yang terjadi setelah didoakan?
Kutil-kutil itu tetap di sana.
Apa yang dilakukan Norvel Hayes?
Dia BERSYUKUR KARENA KESEMBUHAN ON THE WAY.
Dia terus melakukan ini selama enam bulan, mengakui kesembuhan ini seratus kali sehari, tetapi tetap tidak ada bedanya.

Ketika Zona mengungkapkan kekesalannya tentang situasi tersebut, Norvel berkata kepadanya dengan yakin,
“Saya tidak melihat perubahan apa-apa secara kasat mata. TETAPI kutil-kutil ini tidak punya pilihan apa pun; mereka HARUS MATI DAN MENGHILANG. Terima kasih, Tuhan, karena telah menghilangkan pertumbuhan kutil-kutil dari tubuh putriku.”

Pada akhir 90 hari, saat Zona sedang mengatur pakaian musim gugurnya, dan setelah sekitar enam kali menjangkau pakaiannya, baru sadar ternyata pertumbuhan kutilnya benar-benar hilang. Kutil-kutil LENYAP BEGITU SAJA .
Dalam sekejap, jawaban doa tercipta.

Wow……

Doa itu sebuah revolusi yang tidak kelihatan,
Di permukaan seolah tidak terjadi apa-apa,
Tetapi tiba-tiba….
Menyerang!

Hhmmm bagaimana kisah selanjutnya? Tunggu besok y…

God desires all believers to be so familiar with His Love that our approach toward Him is bold – Andrew Wommack.

Tuhan menginginkan semua orang percaya agar begitu akrab dengan Kasih-Nya sehingga pendekatan kita terhadap-Nya adalah keberanian. – Andrew Wommack

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Rhema Part 1

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Rhema Part 1

Prinsip dasar yang wajib diingat,
Firman Tuhan itu Ya & Amin.
Jika kita belum mendapatkan jawaban doa, kesalahan pasti di pihak kita, BUKAN di pihak Tuhan.

Jika doa kita tidak mendapat jawaban, atau situasi tidak berubah, artinya ada sesuatu yang terlewat, yang kita belum tahu, yang belum kita lakukan, sehingga jawaban doa tidak termanifestasi. Jangan pasrah, menyerah tanpa usaha.

Berdoa itu bukan sekedar meminta, lalu amin dan pergi.
Atau menganggap klo didoakan banyak orang, bak demo, lalu doanya bisa ‘memaksa’ Tuhan agar segera dikabulkan. Istilah Andrew Wommack berusaha ‘memiting tangan Tuhan’.

Bukan juga klo sudah berdoa sepakat lalu rileks, tinggal santai-santai.

Berdoa itu menyamakan persepsi dengan Tuhan, mencari kehendak-Nya, agar kita dapat mengikuti jalan-jalan-Nya.
Mengantisipasi, respon apa yang harus kita lakukan – tindakan iman- agar doa kita segera termanifestasi.

Orang buta yang disembuhkan Tuhan, diminta untuk mmembasuh matanya yang diberi tanah liat yang dicampur ludah, di Kolam Siloam.
Sebelum matanya bisa melihat, orang buta ini harus melakukan tindakan iman, pergi ke Kolam Siloam. Dan taat.
Bukan kolam yang lain, artinya si orang buta harus bisa mendengar Tuhan dengan benar.

Ada bagian yang Tuhan lakukan dan ada bagian yang harus kita lakukan.

Andrew Wommack menulis buku, “Berdoa dengan cara yang lebih baik”, menawarkan dengan begitu manisnya:
Jika Anda tidak memperoleh hasil yang Anda inginkan, pertimbangkanlah untuk mengubah cara Anda, mungkin ada Cara yang Lebih Baik untuk Berdoa.

Ingat kata Hosea 4:6
Umat-Ku binasa (cut off = terpotong) karena kurang pengetahuan.

Itulah sebabnya, berdoa dan belajar itu sesuatu keharusan.

The more you learn, The more you see dan tambahan dari Imam, sohib dari Suroboyo, The more you earn.

Semakin banyak Anda belajar, Semakin banyak Anda melihat
Semakin banyak Anda menghasilkan.

Bisa dilanjutkan lagi, semakin mudah Anda disembuhkan, semakin mudah memperoleh solusi, semakin mudah diberkati dst. dst…

******

Beberapa waktu yang lalu saya mengalami masalah. Seperti biasa, masalah datang tiba-tiba, tanpa ‘kulonuwun’ alias permisi pula.

Segala teori yang saya tahu, sudah saya kerjakan tetapi tidak membuahkan hasil yang permanen.
Sembuh sementara, lalu kumat lagi… bak yoyo.
Situasi yang melelahkan dan membuat tegang. Dan sangat mengganggu pula.
Semakin lama tidak menemukan solusi, makin membuat tertekan dan tanpa sadar, menimbulkan kelelahan secara mental.

Teringat akan kisah Dave Robinson, seorang hamba Tuhan yang merasa burn-out, lalu beliau mengambil keputusan untuk menambah waktu doanya secara khusus: saat jam makan siang.

Salah seorang jemaatnya, seorang wanita bertanya,
“Pastor, saya dengar Anda mendedikasikan waktu khusus untuk berdoa?”
“Ya…”
“Apa yang terjadi dan apa perbedaannya?”
“Tidak ada yang terjadi…. Yang jelas mulutku cape, dan saya hafal sekali lubang-lubang yang ada di tembok ruangan itu.”

3 bulan kemudian, saat bertemu dengan wanita itu lagi, tiba-tiba Ps. Dave Robinson bertanya,
“Ada apa dengan pinggangmu. Itu terkena penyakit Rheumatoid arthritis.”

“Darimana Pastor tahu? Saya tidak pernah menceritakannya kepada siapa pun?”

“Ketika melihatmu, saya seolah melihat film dan Roh Kudus memberi tahu tentang apa yang kamu alami…”

Segera Ps. Robinson mendoakan wanita itu, dan seketika itu juga sembuh total…
Yeaaayy…

Berdoa secara khusus dari hari ke hari, kelihatannya tidak terjadi apa-apa, tetapi sesungguhnya, hubungan dengan Tuhan makin intim, makin sehati.

Doa itu sebuah revolusi yang tidak kelihatan,
Di permukaan seolah tidak terjadi apa-apa,
Tetapi tiba-tiba….
Menyerang!

*******
Saya paham, saat tidak tahu apa yang harus dilakukan, satu-satunya jalan adalah mengambil waktu untuk berdoa. Baik berdoa dengan bahasa yang kita mengerti, terlebih berdoa berbahasa lidah.

John G. Lake berkata, saat berdoa berbahasa lidah, sesungguhnya Roh Kudus yang berdoa melalui mulut kita.
Jika Roh Kudus yang berdoa bersama-sama kita, tentunya hasilnya pasti supernatural karena Tuhan kita adalah Tuhan yang supernatural.

Yang kita butuhkan adalah Rhema, suara Tuhan yang secara spesifik untuk kita, sehingga bisa mengarahkan langkah-langkah apa yang harus diambil.
God’s Way… jalan kebenaran Tuhan yang akan memerdekakan kita!

Saya pun belajar..
Bagaimana dengan Anda?

Don’t magnify the problems, MAGNIFY your GOD. Talk about His Greatness – Joel Osteen

Jangan memperbesar masalah, MAGNIFY your GOD. Bicara tentang Kebesaran-Nya – Joel Osteen

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 51 52 53 54 55 398