Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Kita Hanya Bisa Memberi Apa Yang Kita Miliki…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kita Hanya Bisa Memberi Apa Yang Kita Miliki…

Minggu lalu saat saya mendapat kesempatan sharing topik “Aku cantik, aku dikasihi,” saya terpukau dengan kesaksian sahabat saya, B. Ena Maria.

B. Ena bercerita, beliau seorang perfeksionis. Karena itu, dia memastikan agar jangan sampai terjadi kesalahan bail pada suami, mau pun anak-anaknya. Sampai-sampai anak-anak menjulukinya “Mama Super Benar”.
Tetapi semua itu wajar dalam pandangan B. Ena. Demi kebaikan keluarga.

Sampai B. Ena sekolah di Charis dan melayani di AVL, yang merupakan bagian team multi-media.
Beberapa kali pada awal pelayanannya, B. Ena terlambat menampilkan PPT di layar.
Dia merasa bersalah sekali. Tetapi teman-teman berkata,
“Nggak apa-apa bu…”.

Penerimaan ini memacunya, untuk lebih baik lagi. Dia pun berlatih dan berusaha untuk selalu bisa menampilkan PPT tepat waktu.

Yang tidak disangkanya, ketika B. Ena merasa diterima, dikasihi dan tidak dihakimi alias ‘diampuni’, maka karakter B. Ena pun berubah.
Dia lebih mudah menerima kesalahan anak-anak dan keluarganya. Tidak lagi menuntut kesempurnaan seperti dulu lagi.

Kita hanya bisa memberikan apa yang kita miliki. Saat kita dikasihi, maka kita bisa membagikan kasih itu. Saat kita diampuni, dimengerti dan diterima, kita pun bisa memberikan pengampunan, penerimaan dan empati kepada orang lain.

Semakin kita memahami firman Tuhan dan kasih Tuhan, semakin kita menyerupai Dia. Itu rumusnya!

Wow…. Charis memang luar biasa. Sekolah di Charis bukan sekedar belajar mengejar nilai atau kelulusan, tetapi Charis itu sekolah kehidupan, yang mengubah kehidupan murid-muridnya.
Kami belajar melayankan kasih, menerima satu dengan yang lain, saling membangun, belajar menanti waktu Tuhan dll.
Keteladanan para guru, itu menjadi percontohan dan peta jalan bagi murid-murid.

Sementara di dunia, kita terbiasa diajar untuk fokus pada apa yang salah.
Ulangan 10 soal, salah 1, biasa guru fokus pada 1 yang salah itu. 9 soal yang betul tidak diapresiasi.
Belum lagi nanti dibandingkan dengan teman sebangku yang betul semua.
Salah satu jadi kelihatan jeleeek sekali.
Kita hidup di dunia yang terbiasa fokus pada apa yang salah.

Bahkan dulu dihukum disuruh menulis: “saya tidak akan terlambat lagi” atau ungkapan lain, sesuai kesalahannya sampai 100 kali.

Yang difokuskan kesalahannya, tidak heran kesalahan itu justru makin membesar, makin sering terlambat ….

Seorang sahabat yang lain, kesulitan mengampuni kakaknya. Karena terlalu percaya pada sang kakak, akhirnya bisnisnya justru bangkrut.

Sahabat ini mengerti sekali segala teorinya, menyimpan sakit hati ibarat minum racun tapi mengharapkan orang lain yang mati.
Tetapi tahu teori satu hal, dan sungguh-sungguh mengampuni hal yang berbeda.

Ketika sahabat ini sekolah, dia menyadari betapa Tuhan sangat sangat mengasihinya. Dia diterima, diampuni, dikasihi, saat dia masih berdosa.
Semakin dia menyadari hal ini, ternyata sekarang sahabat ini bisa mengampuni kakaknya.

Kembali terbukti, kita hanya bisa memberikan apa yang kita miliki. Saat sadar kita sudah diampuni, maka kita dapat mengampuni orang lain.

Ps. John bercerita, ada seorang wanita yang hidupnya amat sangat berantakan. Banyak sekali masalah-masalah yang dihadapinya.

Dia datang berkonsultas pada psychoterapist, ingin mengatasi permasalahannya.
Lalu sang psychoterapist ingin mencari tahu akar penyebabnya dan menggali pengalaman masa lalunya. Hingga akhirnya sampai pada peristiwa ketika dia masih kecil.

Entah mengapa, gurunya sangat tidak menyukainya. Lalu guru itu menyuruh gadis kecil ini menulis di papan tulis: “I am a failure – saya orang yang gagal.”
Tidak cukup sampai disitu, sang guru meminta teman-temannya menulis juga di papan tulis, komentarnya tentang gadis kecil itu.
Orang dunia suka sekali mem-bold, alias menekankan kesalahan secara umum. Biar semua orang tahu dan berpendapat sama dengannya.

“Bagaimana responmu saat itu?”
“Saya tidak berani mengangkat wajah saya…. sungguh memalukan dan saya merasa hancur. Saya menangis dan satu-satunya hal yang saya inginkan adalah mati saat itu juga.”
“Tahukah kamu bahwa Tuhan pun ada di sana saat itu? Tuhan segera berdiri dari kursi belakang, lalu menuju papan tulis, menghapus semua tulisan yang ada di sana. Dan Tuhan menulis dengan huruf besar-besar:
I LOVE YOU & FORGIVE YOU – Saya mengasihi dan mengampunimu.
Tidak penting apakah yang tertulis di papan tulis itu benar atau tidak, Tuhan memberimu kehidupan yang baru.”

Wow…. melegakan sekali bukan?
Tuhan tahu segala kesalahan kita, tetapi Dia tetap mengasihi kita dan menerima kita apa adanya. Dan yang lebih dahsyat lagi, Dia memberi kita awal yang baru saat kita percaya dan menerima-Nya sebagai Tuhan & Juruselamat pribadi kita. Kita menjadi ciptaan yang baru. Yang lama sudah berlalu dan sesungguhnya yang baru sudah datang.

Yeeeeeaaaaayyyy….

Mari kita hidupi kehidupan kita yang baru bersama Tuhan.

“God loves us as we are, but He also loves us too much to let us stay that way” – Max Lucado.

“Tuhan mengasihi kita apa adanya, tetapi Dia juga mengasihi kita terlalu banyak untuk membiarkan kita tetap seperti itu” – Max Lucado.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan
#MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Ashley & Carlie Terradez: Kekayaan Orang Fasik Disimpan Untuk Orang Benar… Yeaayyy…

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Ashley & Carlie Terradez: Kekayaan Orang Fasik Disimpan Untuk Orang Benar… Yeaayyy…

Ralat…Ralat…Ralat…. ternyata saya salah info.
Yang mengundang Ashley & Carlie Terradez itu AWM – Charis Indonesia.
Mereka diminta untuk mengajarkan tentang Healing & Financial Prosperity.
Cocok sekali!
Apalagi Carlie yang dulunya menderita Epilepsi parah, bahkan lumpuh, sembuh total.
Dan putrinya, Hannah Terradez menderita penyakit langka: Eosinophilic enteropathy, penyakit autoimmune langka, mengalami kesembuhan setelah didoakan oleh Andrew Wommack.

Setelah itu mereka menjadi murid Charis Bible College di Inggris lulus th 2008. Akhirnya, mereka pindah ke Colorado, USA.

Saat mengajar dan bersaksi, sungguh terasa powernya. Orang yang sudah menghidupi dan mengalami apa yang diajarkannya memang beda. Ada kuasa Ilahi yang mengalir, yang mempengaruhi iman pendengarnya.

Nach untuk acara sore harinya, P. Irwan Siregar & B. Angeline, direktur CBC Indonesia, memberikan kesempatan kepada Charis Indonesia Alumni (CIA) untuk berkolaborasi membuat events dengan para gembala yang juga alumni dari Charis.
Wuih… keren ya… bahkan setelah lulus pun masih dibimbing agar bisa terus maju serta mandiri.

Charis Bible College Indonesia memang ciamik!
Bangga menjadi bagian keluarga Charis!

******
Ashley menegaskan bahwa Kekayaan Orang Fasik Disimpan Untuk Orang Benar… Yeaayyy…

Tetapi nanti dulu, bukan dengan motivasi egois hanya untuk diri sendiri.

Definisi Kekayaan:
2 Korintus 9:8 (TB) Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

Kaya itu apa pun yang kita butuhkan tersedia, dan masih memiliki extra untuk dibagikan kepada orang lain. Tidak hanya itu malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan: perbuatan baik, kasih, pengampunan, empati, kepedulian dan saling mengasihi. Demikianlah hendaknya anak-anak Tuhan dikenal oleh dunia.

Amsal 13:22 (TB) Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.

Siapa orang benar itu?
Kita semua yang telah lahir baru.

Tujuan kekayaan itu diberikan, tentunya untuk menggenapi Amanat Agung, memenangkan jiwa-jiwa, mengabarkan Kabar Baik sampai ke ujung bumi dan memuridkan. Itulah hatinya Tuhan.

Bukan supaya lebih hebat dari tetangga atau sekedar memenuhi keinginan karena keinginan manusia itu tidak ada batasnya.

Banyak orang percaya antusias saat mendengar janji kelimpahan, tetapi tidak sedikit yang hanya pasif, sekedar menunggu jawaban doa

Cara kerja Tuhan tidak demikian.
Amsal 13:4 (TB) Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.

Jiwa orang yang rajinlah yang dijadikan kaya.
Karena kekayaan itu tidak jatuh dari langit.

Memang TUHAN yang akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Ulangan 28:8 (TB)
Tetapi Tuhan memberikannya dalam bentuk kekuatan untuk memperoleh kekayaan. (Ulangan 8:18)

Artinya, kita yang harus bekerja secara natural maka Tuhan yang akan melipatgandakannya secara supernatural.

Saat kita bekerjasama dengan Tuhan, melakukannya sesuai cara-cara Tuhan maka Mazmur 1:3 (TB) berjanji, kita akan seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang kita perbuat dijadikan Tuhan menjadi berhasil.

Penting diingat pula, saat kita mengerjakan yang natural, dengan sikap hati seperti di Kolose 3:17 (TB) Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Ketika kita rajin, itu kita sedang menghormati Tuhan.

Prinsipnya, agar makmur:

– Rajin, berikan sesuatu agar Tuhan dapat bekerja. Lakukan yang natural, supaya Tuhan dapat melipatgandakannya dan senantiasa taat pada tuntunan-Nya.

– Doakan pekerjaan, boss, rekan kerja dll.
Ada boss, rekan kerja yang menjengkelkan, selalu menyalahkan dan bersikap kasar.

Jangan mengutuki mereka. Di disitulah ladang kita mencari nafkah.

Lalu bagaimana?
Doakan dengan tulus, harapkan hal-hal yang baik terjadi pada mereka dan perkatakan serta nubuatkan hal-hal baik sebelum semuanya terjadi.

Kita menciptakan dan mengubah situasi melalui perkataan kita. Seperti Abraham yang memperkatakan bahwa doa bapak banyak bangsa, meski faktanya doa sudah tua dan Sara sudah mati haid.
Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Ketika konsisten melakukannya, oneday
Kita akan heran melihat dan berseri-seri, kita akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepada kita. (Yesaya 60: 5)

Seberapa ukuran kelimpahan itu?
– Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. Amsal 11:25 (TB)

– Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Amsal 11:24 (TB)

– Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” Kisah Para Rasul 20:35 (TB)

Amsal 3:10 (TB) berjanji, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Memberi itu tidak hanya uang, tetapi talenta, kemampuan, waktu, perhatian dan apa pun yang kita miliki. Saat kita menaburnya, menginvestasikannya dalam kehidupan orang lain, semua itu akan kembali kepada kita sesuai dengan ukuran yang kita berikan. Demikian prinsipnya.

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Lukas 6:38 (TB)

Jadi, jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, berlebih-lebihankah, kalau kami menuai hasil duniawi dari pada kamu? 1 Korintus 9:11 (TB)

Beri ijin Tuhan untuk memberkati kita, dengann cara memberi dengan sukacita menurut ukuran yang kita pakai.

Yuk praktik…..

Wealth acquired through ill-gotten means will not last long. In the end, money will flow to those who know how to manage it wisely. – Warren Buffett.

Kekayaan yang diperoleh dengan cara yang tidak benar tidak akan bertahan lama. Pada akhirnya, uang akan mengalir kepada mereka yang tahu bagaimana mengelolanya dengan bijaksana. – Warren Buffett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Ashley & Carlie Terradez:Harapan- Tuhan Menemui di Level Iman Masing-Masing.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Ashley & Carlie Terradez: Harapan- Tuhan Menemui di Level Iman Masing-Masing.

Jika ditanya, mengapa harus Sekolah Alkitab di Charis Bible College (CBC)?
Ini jawabannya. Karena setelah lulus, kami tidak dibiarkan jalan sendiri.
Tetap di supply dengan bahan-bahan langsung dari Colorado. Asalkan mau belajar, tidak akan kekurangan resources.
Guru-guru juga rutin datang secara berkala ke Indonesia.
CBC mengundang para alumni untuk hadir …..
Hubungan tetap terjalin manis dengan komunitas yang sungguh-sungguh cinta Tuhan ini.
Yeaaaayyyy…. Luar biasa bukan?

AWM-CHARIS INDONESIA mengundang Ashley & Carlie Terradez yang berasal dari Inggris dan sekarang sudah hijrah ke US, hadir di Jakarta.

Mengapa Ashley & Carlie istimewa?
Ashley spesialisasinya soal keuangan, sedangkan Carlie tentang kesembuhan. Nach masalah umum manusia itu 2: ekonomi & kesehatan.

Saya terkesan ketika Carlie mengupas tentang Yesus menyembuhkan orang kusta di Markus 1: 40-44, dia memohon, “Tuhan, jika Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Yesus tergerak oleh belas kasihan, mengulurkan tangan-Nya dan berkata, “Aku mau, jadilah tahir.” Seketika itu juga kustanya lenyap! Yesus pun memerintahkannya, “pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

Rupanya berita tentang kesembuhan si kusta menjadi viral terutama di antara para imam dan didengar pula oleh kepala rumah ibadat, yang bernama Yairus.

Dalam Markus 5, suatu ketika anak Yairus sakit, hampir mati. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”
Lalu pergilah Yesus dengan orang itu.

Di situ ada seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan.
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

Mengapa Yairus ingin Yesus datang ke rumahnya, dan menumpangkan tangan atas anaknya?
Karena itulah kesaksian cara si kusta sembuh, sehingga Iman Yairus demikian.

Apalagi saat Yairus menyaksikan wanita yang pendarahan 12 tahun sembuh dengan menjamah jumbai jubahnya, makin berimanlah hati Yairus: agar sembuh harus ada jamahan, sentuhan tangan Yesus.

Iman Yairus yang membara, membuat dia tidak goyah saat mendengar anaknya mati dan dia taat kepada Yesus yang berkata, “Percaya saja.”

Lalu Yesus datang ke rumahnya dan menumpangkan tangan pada anaknya, maka anak itu bangkit dari kematiannya.

Sementara di Yohanes 4:46-53 (TB) Di Kana, seorang pegawai istana dari Kapernaum memohon Yesus menyembuhkan anaknya yang hampir mati. Pegawai itu berseru, “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati!” Yesus menjawab, “Pergilah, anakmu hidup!” Ia percaya dan pergi. Dalam perjalanan, hambanya membawa kabar bahwa anaknya sembuh tepat saat Yesus berbicara. Ia pun sadar, lalu ia dan seluruh keluarganya percaya kepada Yesus!

Nach berita kesembuhan anak pegawai istana ini juga viral di kalangan pejabat istana.

Lukas 7:3-10 (TB) Seorang perwira Romawi meminta Yesus menyembuhkan hambanya yang sakit. Orang-orang Yahudi memohon kepada Yesus, “Ia layak ditolong karena mengasihi bangsa kami.” Yesus pun pergi. Namun, sebelum sampai, perwira itu mengirim pesan, “Tuan, aku tidak layak menerima-Mu. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku akan sembuh. Aku memahami otoritas, sebagaimana aku memberi perintah kepada prajuritku.”
Yesus kagum dan berkata, “Iman sebesar ini belum pernah Aku jumpai di Israel!” Ketika utusan itu kembali, hambanya telah sembuh.

Mengapa perwira ini yakin cukup dengan perkataan Yesus, hambanya akan sembuh?
Karena dia mendengar kesaksian pegawai istana yang anaknya sakit, disembuhkan cukup dengan perkataan Yesus.
Itulah level iman dan keyakinannya, maka Yesus menemuinya di level imannya.

Menarik bukan?

“Aku jarang berdoa lebih dari 30 menit, tetapi aku juga jarang melewatkan 30 menit tanpa berdoa. Ketika iman kita tumbuh, jawaban Tuhan datang semakin cepat dan semakin nyata.” – Smith Wigglesworth

I rarely pray for more than 30 minutes, but I also rarely go 30 minutes without praying. As our faith grows, God’s answers come more quickly and more clearly.” – Smith Wigglesworth

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Ketika Jawaban Doa Datang Tiba-Tiba….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Ketika Jawaban Doa Datang Tiba-Tiba….

Beberapa kali saya terpukau dengan kesaksian teman-teman yang mendapatkan jawaban doa dalam sekejap. Ada yang tiba-tiba mengalami terobosan ekonomi yang spektakuler, bisnisnya mendadak sukses, atau masalah yang tampaknya mustahil tiba-tiba terselesaikan. Dalam sekejap, mereka naik level—dari kondisi sulit menjadi berkelimpahan.

Tapi setelah berjalan sekian waktu, ternyata hasil akhirnya tidak seperti yang diharapkan. Ada yang kembali ke kondisi semula, bahkan lebih buruk. Bisnis yang tadinya melonjak justru hancur karena tidak siap mengelolanya. Ada juga yang diberi berkat besar, tetapi akhirnya kehilangan semuanya karena tidak cukup dewasa untuk mempertahankannya.

Sebaliknya, saya juga sering mendengar kisah teman-teman yang mengalami kesulitan keuangan yang luar biasa berat, seolah tidak mungkin terselesaikan. Di mata manusia, kondisi mereka nyaris tanpa harapan. Namun, ada perbedaan besar: mereka tidak menyerah, mereka tetap setia mencari Tuhan—mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.

Dari luar, tidak terlihat ada perubahan. Sepertinya mereka hanya menjalani hidup seperti biasa, tetap bekerja, tetap berdoa, tetap percaya, tetap bersyukur. Tidak ada yang spektakuler. Tapi satu hal yang mereka lakukan dengan luar biasa: mereka setia.

Mereka tetap bertumbuh dalam iman, semakin dewasa secara rohani, menaati Tuhan, dan mengerjakan hal-hal sederhana dengan ketekunan. Tidak ada keajaiban instan, tidak ada loncatan drastis, tetapi mereka terus berjalan dalam kesetiaan. Dan seperti janji Tuhan, “Barangsiapa setia dalam perkara kecil, akan dipercayakan perkara besar.”

Lalu, suatu hari… jawaban doa menyerang!

Tiba-tiba datang terobosan. Hutang lunas, sertifikat tanah yang sempat hilang kembali ke tangan mereka, peluang bisnis baru muncul begitu saja, berkat demi berkat mengejar mereka.

Dulu banyak yang meremehkan mereka. “Mana mungkin cuma kerja segitu-gitu aja bisa sukses?” “Masa cuma berdoa dan percaya aja bisa beres masalahnya?”

Tapi ketika waktunya tiba, hasilnya berbicara sendiri. Mereka yang dulu diremehkan, justru sekarang menjadi berkat bagi banyak orang.

Satu hal yang saya pelajari: ketika kita mengandalkan Tuhan dan setia mengerjakan apa yang ada di tangan kita, Tuhan sendiri yang akan melipatgandakannya.

Bukan kita yang mengejar berkat, tapi berkat yang mengejar kita.

Tuhan tidak pernah terlambat. Dia hanya sedang menyiapkan fondasi yang lebih kokoh agar berkat yang datang nanti tidak membuat kita jatuh, melainkan justru menguatkan kita.

Saat kita menanam bibit bambu, selama lima tahun pertama, tidak ada tanda-tanda pertumbuhan di permukaan tanah. Sementara itu, bibit cabe dan tomat yang ditanam pada waktu yang sama sudah panen berkali-kali. Pohon mereka berbuah lebat, sementara bibit bambu tetap tidak menunjukkan hasil.

Hhhmmm… menjengkelkan, bukan?

Terlintas di pikiran, “Percuma! Sia-sia! Buang waktu saja!”

Namun, kenyataannya tidak demikian. Selama lima tahun itu, akar bambu terus bertumbuh ke bawah, menembus tanah lebih dalam, memperkuat fondasinya. Meskipun tak terlihat, bambu itu sedang mempersiapkan diri untuk sesuatu yang besar.

Lalu, setelah lima tahun… dalam enam minggu saja, bambu itu tumbuh dengan kecepatan luar biasa, mencapai 95 feet (±29 meter)! Setelah itu, bambu terus tumbuh, berkembang biak, dan menjadi pohon yang kuat.

Sementara pohon cabe dan tomat yang panennya cepat sudah mulai mati karena umurnya singkat, pohon bambu tetap berdiri kokoh, bertahun-tahun kemudian.

Apakah kita sedang menantikan jawaban doa? Menunggu terobosan dalam keuangan, kesehatan, pekerjaan, atau keluarga?

Terkadang kita ingin hasil yang cepat, ingin doa segera dijawab, ingin keajaiban terjadi sekarang juga. Tapi Tuhan punya cara dan waktu-Nya sendiri.

Selama kita setia mengerjakan apa yang Tuhan percayakan, tidak ada yang sia-sia.

Meskipun hari ini tampaknya tidak ada perubahan, ingatlah: Tuhan sedang bekerja di balik layar. Dia sedang memperkuat akar kita, mempersiapkan kita agar saat terobosan datang, kita siap mengelolanya.

Ketika waktunya tiba, jawaban doa datang lebih cepat dari yang kita duga.

Mujizat yang dulu terasa mustahil, tercipta…

Dan kita hanya bisa terpukau.

Siap praktik? Yuk…!

A river cuts through rock, not because of its power, but because of its persistence.” – James Watkins

Sebuah sungai memotong batu, bukan karena kekuatannya, tetapi karena ketekunannya. – James Watkins

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan
#MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Mungkinkah Itu Ketidakpercayaan?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Mungkinkah Itu Ketidakpercayaan?

Sama seperti iman dapat muncul sebagai reaksi spontan saat mendengar Firman Tuhan, ketidakpercayaan juga bisa merayap masuk dengan halus ke dalam hati dan menghentikan aliran kasih karunia-Nya. Yesus sendiri menghadapi ketidakpercayaan di kampung halamannya, sehingga Ia tidak dapat melakukan mujizat di sana.

Ketidakpercayaan adalah topik yang sensitif bagi kebanyakan dari kita. Sering kali, kita menyamakan pengetahuan kita tentang iman dengan iman itu sendiri. Pengetahuan berasal dari pikiran, tetapi iman berasal dari hati. Keraguan ada di pikiran, tetapi ketidakpercayaan ada di hati.

Kita sering berpikir bahwa iman adalah kekuatan yang terus-menerus aktif dalam diri kita, sehingga kita bisa langsung berdoa kapan saja.
Tetapi, apakah kita berdoa dalam iman atau sekadar kebiasaan?
Iman yang sejati adalah respons dari hubungan kita dengan Tuhan dan dari mendengar Firman-Nya (Roma 10:17, Yohanes 5:19).
Hanya karena kita tahu tentang iman, memahami iman, dan merasa bahwa kita beriman, bukan berarti kita telah menerima dorongan segar dari Roh Kudus. Iman kemarin mungkin tidak lagi hidup hari ini.

Ketidakpercayaan muncul sebagai respons terhadap pancaindra, logika, dan perasaan kita pada saat itu. Ketidakpercayaan berjalan dengan melihat. Ketidakpercayaan tidak akan yakin sampai ia melihat atau merasakan jawabannya. Para murid telah diberikan kuasa untuk menyembuhkan orang sakit, dan mereka melakukannya. Namun, pada suatu kesempatan, mereka gagal menolong seorang anak yang kerasukan, dan Yesus menegur mereka karena ketidakpercayaan mereka! Mungkin mereka mulai mengandalkan pengalaman masa lalu dan kehilangan hubungan dengan Sumber iman yang sejati.

Ketidakpercayaan adalah satu-satunya hal yang dapat menghentikan kesembuhan. Parahnya, ketidakpercayaan sering kali tidak terdeteksi oleh pancaindra kita. Ada orang yang percaya pada kesembuhan dan bahkan mengaku beriman, tetapi sebenarnya masih bergumul dengan ketidakpercayaan. Saya sendiri pernah mengalaminya. Kita tidak selalu bisa melihat apa yang terjadi di dalam hati seseorang. Rasa bersalah, penghukuman diri, kepahitan, ketidaksediaan untuk mengampuni, atau ketakutan bisa mencemari hati dan menghambat iman yang sejati. Pikiran mungkin sudah yakin, tetapi hati masih berjuang.

Iman, seperti listrik, hanya akan mengalir jika saklarnya “dinyalakan”. Dalam hal iman, “saklar” itu adalah hubungan dengan Tuhan dan “mendengar” Dia. Iman yang berasal dari Tuhan membutuhkan kehidupan-Nya yang berdiam di hati dan keluar melalui mulut orang percaya.
Ketidakpercayaan menunggu dan melihat apa yang akan terjadi. Tetapi iman sejati sudah mengetahui hasilnya sebelum sesuatu terjadi.

********

Jika Anda seperti saya, mungkin Anda pernah mengalami situasi di mana Anda merasa sudah beriman, tetapi tidak yakin apakah Anda benar-benar terhubung dengan Tuhan dan menerima jawabannya. Bagaimana Anda tahu bahwa Anda telah percaya dan menerima dari Tuhan? Saya menemukan cara yang sangat sederhana untuk memastikan bahwa jawaban saya sudah pasti dan manifestasinya akan datang. Cara itu disebut damai sejahtera dari Tuhan.

> Janganlah kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Maka damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. (Filipi 4:6-7)

Dalam dua ayat singkat ini, Paulus memberikan rahasia untuk menerima dari Tuhan.
Pertama, jangan kuatir. Kekuatiran sebenarnya adalah ketidakpercayaan yang disertai kegelisahan.
Kedua, datanglah kepada-Nya dengan ucapan syukur.Apakah Anda tetap bersyukur meskipun sedang menghadapi tantangan? Apakah Anda lebih banyak mengucap syukur kepada-Nya, atau justru terus mengingatkan-Nya tentang masalah Anda?

Ketika kita memiliki hubungan yang nyata dengan Bapa—bukan hanya sekadar pengetahuan di kepala—maka kita tidak akan kuatir. Jika hanya memiliki pengetahuan tentang Tuhan tanpa persekutuan dengan-Nya, kita cenderung membiarkan perasaan dan gejala menguasai kita, sehingga tetap khawatir meskipun sudah berdoa. Tetapi jika kita sungguh-sungguh memiliki hubungan dengan Bapa, hati kita akan dipenuhi dengan ucapan syukur. Inilah lingkungan iman yang sesungguhnya, tempat kita bisa percaya dan menerima.

*Bagaimana Anda tahu bahwa Anda telah menerima dari Tuhan? Ketika hati dan pikiran Anda dipenuhi oleh damai sejahtera-Nya. Damai sejahtera yang supernatural adalah tanda utama dari iman yang sejati.*

Apakah ada kuasa dalam damai sejahtera? Renungkan ayat ini:

> Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera menghancurkan Iblis di bawah kakimu. (Roma 16:20)

Dalam damai sejahtera, Tuhan bangkit untuk membela Anda dan mencerai-beraikan musuh Anda. Selama Anda masih gelisah dan takut, Anda secara tidak sadar sedang “mengikat tangan Tuhan”. Tetapi begitu Anda bisa berdoa, percaya, dan kemudian beristirahat dalam damai sejahtera-Nya, maka Allah, sumber damai sejahtera, akan menghancurkan musuh-musuh Anda.

> Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera kepada kamu dalam segala hal dan setiap waktu. Tuhan menyertai kamu sekalian. (2 Tesalonika 3:16)

Siap praktik? Yuk…..

“God’s Word is not just to be read, but to be lived. Faith grows as we hear, believe, and act upon His Word.” — Smith Wigglesworth

Firman Tuhan bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dihidupi. Iman bertumbuh saat kita mendengar, percaya, dan bertindak atas Firman-Nya. Smith Wigglesworth.

Sumber Barry Bennett

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 43 44 45 46 47 404