Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Berubah VS Ciptaan Baru.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Berubah VS Ciptaan Baru.

Saya jatuh cinta pada peribahasa keren yang di post Bu Maria Kusumo.
Segera saya mengutipnya! Copy – Paste

Ada pepatah dalam berbagai bahasa yang mengungkapkan tentang sulitnya mengubah kebiasaan yang sudah lama terbentuk.

Bahasa Inggris memiliki ungkapan,
“You can’t teach an old dog new tricks”
Tidak mungkin mengajarkan trik-trik baru pada seekor anjing yang sudah tua.

Dalam Bahasa Perancis, dikenal
“Ce n’est pas a un vieux singe qu’on apprend a faire la grimace”
Tidak mungkin mengajar seekor monyet tua untuk membuat raut wajah yang lucu.

Kemudian, dalam Bahasa Spanyol,
“El loro viejo no aprende a hablar”
Burung beo yang sudah tua tidak lagi bisa belajar bicara.

Sungguh benar sekali peribahasa di atas, sangat sulit untuk berubah.
Dulu saya mati-matian belajar sabar.
Hmmm… Kadang bisa tapi di saat lainnya gagal lagi.

Teringat pelajaran menjahit di SMA, kalau baju sudah terlanjur jadi tapi lengannya kurang besar. Atau dipakai kurang nyaman…
Jauh lebih mudah membuat dari awal daripada memperbaikinya.
Meski berhasil diperbaiki, seringkali sudah tidak seindah sebelumnya.  Bekas-bekas jahitan yang sebelumnya, menimbulkan lubang yang membuatnya nampak kurang cantik.

Sampai saya belajar rahasia yang sangat luar biasa:
Ketika saya menerima Tuhan sebagai Allah dan Juruselamat pribadi saya, ternyata itu merupakan hidup yang ditukar.

Roh Allah tinggal di dalam roh saya yang dulunya mati (terputus dari Allah), nach sekarang saya menjadi Ciptaan Baru di dalam Tuhan!
Dahsyat…

Tidak heran jika Linda Rusnany, teman sebangku saat SMU berujar,
“Yenny, aku heran lho lihat kamu sekarang … Koq jadi pemberani sekali. Padahal dulu kamu itu penakut sekali.”

🙂 🙂 🙂
Lha kan sekarang ada Tuhan di dalam roh saya, Tuhan yang pemberani.

Dulu berkali-kali saya ikut seminar Public Speaking, tapi tetap saja tidak Pede bicara di depan orang banyak.
Nach sekarang saya berani.
Rahasianya apa dong?

Sekarang saat berbicara di depan umum, yang saya bicarakan tentang Tuhan. Apa yang saya sampaikan, sesuai tuntunan-Nya.
Jadi saya hanyalah saluran-Nya.
Ketika bagus, Allah yang dipermuliakan.
Ketika dicela pun, itu Tuhan…gak ada kredit buat saya.

Ada kalanya saya digerakkan Tuhan untuk menulis atau menterjemahkan artikel yang panjang.
Saya sadar, sebagian pembaca tidak suka. Selalu ada komplain.

Dulu saya sibuk mempertimbangkan bagaimana kalau di komplain?
Saya ingin menyenangkan semua orang.

Hari ini saya post terjemahan tulisan Andrew Wommack, tentang bagaimana cara mendengarkan suara Tuhan. Cukup panjang, bagus dan menjelaskan hal yang biasanya ‘rumit’, tetapi Andrew menjelaskannya dengan sederhana lengkap dengan contoh nyata dari pengalaman pribadinya.

“Bu, dahsyat sekali… Pengertian baru yang saya dapatkan,” ujar seorang pemimpin organisasi besar.

Wow… Saya senang sekali. Kalau pemimpinnya mendapatkan pewahyuan baru, maka seluruh anggotanya akan diberkati.

Sungguh pengalaman yang mengajarkan agar jangan mengandalkan pemikiran kita sendiri. Ternyata Tuhan ingin menjamah hati seseorang…

Nach karena saya ciptaan baru di dalam Tuhan, sekarang Tuhanlah yang menjadi Bossnya.
Semakin saya memberikan ruang yang lebih luas kepada Allah untuk bekerja, saya terpukau melihat cara Tuhan berkarya melalui hidup saya dan keluarga.

It’s all about God, not me.

Nach malangnya, masih banyak anak-anak Tuhan yang belum tahu rahasia ini.
Meski sesungguhnya mereka ciptaan yang baru, banyak yang mengira bahwa mereka masih ciptaan lama yang sedang berusaha memperbaiki diri, dengan usaha nereka sendiri, supaya jadi lebih baik.
Semakin mengandalkan diri sendiri, mereka semakin frustrasi.

Kadang bisa, lalu jatuh lagi. Sedikit lebih baik, tapi gagal lagi.

Rahasia yang ke dua, menjadi ciptaan baru cukup hanya diterima dengan iman.
Lalu kita memperbaharui pikiran kita sesuai dengan firman-Nya.
Selebihnya, bergantung saja kepada-Nya.
Tuhan yang akan mengerjakannya di dalam kita.

Secara berangsur-angsur, kita akan menjadi seperti apa yang kita fokuskan.
Ketika kita fokus pada Tuhan dan firman-Nya, perspektif kita seperti perspektif Tuhan.
Cara kita berpikir, berkata-kata dan bersikap, semakin hari semakin menyerupai Dia.
Tanpa disadari, kita sudah berada di tengah-tengah kehendak Allah!
Dan tengah menggenapi tujuan hidup yang Tuhan rancangkan.

Nach berarti kita menghidupi janji-Nya,
“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”

Wow….
Kita akan menerima apa yang kita minta.
Keren bukan?

Mau? Praktik yuk….

If you are in struggle, remember: “In everything, God can do anything.” – Roy Lessin.

Saat menghadapi pergumulan, ingatlah: “Dalam segala situasi, Tuhan bisa melakukan apa saja.” – Roy Lessin.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan ??YennyIndra??

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Arti Hidup Berkelimpahan.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Arti Hidup Berkelimpahan.

Tahukah Kita….

Bagian terbaik dari Kehidupan Berkelimpahan bukanlah sekedar kita bisa mendapatkan semua yang kita inginkan atau butuhkan dalam kehidupan ini, tetapi saya percaya, ini lebih mengenai bagaimana kita bisa lebih menyerupai Bapa surgawi kita!
Menjadi penyumbang, penghasil, dan pemberi, bukan hanya menjadi pengambil dan pengguna semata!

Yesus berkata dalam, (Yohanes 10:10 AMP) “… Aku datang agar mereka dapat memiliki dan menikmati hidup, dan memilikinya dalam kelimpahan (memiliki sepenuhnya, hingga meluap berkelimpahan).”

Dia juga berkata dalam, (Yohanes 15: 5 AMP)
“Akulah Pokok anggur; kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, dia akan menghasilkan banyak buah (yang melimpah). Namun, terpisah dari Aku [jika kamu terputus dari persatuan yang penting dengan-Ku] kamu tidak dapat melakukan apa-apa.”

Hari ini, marilah kita berusaha untuk tidak sekedar menjadi pengguna, konsumen, dan pengambil yang berlebihan. Melainkan menjadi penyumbang, penghasil, dan pemberi !!!

(Yohanes 15:16 AMP)
“Kamu tidak memilih Aku, tetapi Aku telah memilih kamu dan Aku telah menetapkan kamu [Aku telah menanam kamu], agar kamu dapat pergi dan menghasilkan buah dan terus menerus menghasilkan, supaya buahmu dapat bertahan lama [agar tetap melekat, tetap tinggal], sehingga apa pun yang kamu minta kepada Bapa di dalam Nama-Ku [artinya datang sebagai wakil-KU], Dia dapat memberikannya kepadamu. “

Bapa dalam nama Yesus, berilah kami kebijaksanaan untuk membantu orang lain mengenal siapa Engkau sesungguhnya, dan membantu mereka menerima Kehidupan yang Berkelimpahan dengan Kasih Karunia, Kasih serta Damai dalam Putra-Mu Yesus Kristus.

[Artikel Arthur Meintjes, diterjemahkan oleh: YennyIndra]

??YennyIndra??
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Berjumpa Dengan Teman Yang Jauh Lebih Sukses. Bagaimana Sikap Kita?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Berjumpa Dengan Teman Yang Jauh Lebih Sukses. Bagaimana Sikap Kita?

Pelajaran kami sekarang tentang Vision, guru saya Dean Hawk mengupasnya hingga cara memanage keuangan, menciptakan kesuksesan dengan cara Tuhan – God’s way. Menarik dan praktis.
Itulah gunanya sekolah. Diajar membenahi setiap aspek kehidupan kita.

Teringat beberapa tahun lalu, saat reuni. Kami semua terpesona dengan Amin, yang sukses abis di Jakarta.

“Aku blas gak pernah dengar brand mau pun nama perusahaan Si Amin.  Koq bisa ya dia sesukses itu?,” Ujar Nita dengan nada kurang suka plus meragukan.

“Nit, klo kita gak pernah dengar brand & perusahaan Amin, mungkin karena kita stay di daerah. Kita yang belum sampai levelnya Si Amin. Dan lagi apa pentingnya sich mesti punya brand & perusahaan yang gebyar-gebyar? Yang penting terbukti, hasil bisnisnya dahsyat. Di setiap apartemen premium di Jakarta, Amin punya investasi dan disewakan dalam US dollar pula…”

Saya tidak paham cara berpikir Nita. Dia seolah tidak percaya, dirinya yang selalu ranking atas, harus mengaku kalah dengan Amin yang saat sekolah tidak hanya tidak menonjol, bahkan masuk ranking bawah.

Dan lagi apa gunanya gebyar-gebyar? Mending seperti Amin, tidak terkenal tetapi asetnya banyak.
Anak saya pernah magang pada designer terkenal saat baru lulus. Showroomnya di gedung terkenal di Jakarta Pusat, tapi saat lihat omset dan keuntungannya ternyata tidak seheboh tampilannya.

*Ada yang berlagak kaya, padahal tak berharta; ada yang berlagak miskin, padahal kaya raya, kata Raja Salomo (Sulaiman).

Nach, pilih mana?

Itulah hidup!
Orang bilang ada Book Smart dan ada pula yang Street Smart.
Book Smart person adalah seseorang yang cerdas dan berpendidikan akademis.
Street Smart person adalah seseorang yang tahu bagaimana menangani situasi praktis dalam kehidupan sehari-hari yang diperlukan untuk “menyelesaikan sesuatu” tetapi tidak berpendidikan atau berbakat secara akademis
.
Nach Amin termasuk yang Street Smart.

“Min, kapan ada waktu? Ngopi yuk… Ajarin aku dong bagaimana caranya berinvestasi yang bagus. Tapi jangan yang mahal-mahal ya  …? Yang sesuai kantongku saja…,” ujar saya sambil terbahak.

Bagi saya, saat bertemu praktisi yang terbukti sukses, ini kesempatan emas untuk belajar. Amin sudah terbukti dan bukan sekedar teori lagi.
Tidak hanya investasi di apartemen dan perkantoran, tetapi dia merambah invest di lokasi bagus, membangun rumah lalu dijual lagi. Pergudangan juga. Pokoknya, Amin itu betul-betul bertangan dingin.

Kata pepatah,
“Perbincangan 1 jam dengan orang bijak, hasilnya melebihi membaca 10 buku.”

Dan ingat:
Sukses itu diciptakan, bukan kebetulan.
Kapan lagi bisa belajar dengan ahli seperti dia? Bergaul dengan teman-temannya yang orang-orang sukses pula…
Like attracts like. Orang akan menarik pribadi yang sejenis dengan dia.
Rugi dong klo sirik dan menjauh seperti sikap Nita.
Nita kehilangan banyak kesempatan berharga karena sikap dan cara pikirnya

“When you are a giraffe and you receive criticism from turtles they are reporting on the view from the level they’re on…[in those terms] you can not explain to a turtle a giraffe decision”. – T.D. Jakes

Ketika Anda adalah seekor jerapah dan Anda menerima kritik dari kura-kura, maka si kura-kura menceritakan apa yang dilihatnya dari tingkat di mana dia berada … [Kura-kura berada di posisi rendah, hanya bisa melihat 1-2 meter di depannya  Berbeda dengan jerapah yang tinggi. Pandangannya luas hingga puluhan meter ke depan.]. Hhmm.. dalam kasus ini, Anda tidak dapat menjelaskan keputusan jerapah kepada kura-kura”.  – T.D. Jakes

Cara pikir, wawasan dan kemampuan Amin tentu berbeda dengan teman-teman yang lain. Sikap yang bijak, Ya bergurulah…. supaya naik level. ‘Kecipratan’ pintarnya..

Amin sudah berkelimpahan. Dia senang berbagi tips dan menuntun teman-temannya agar bisa meningkat hidupnya.
Sesungguhnya, setiap manusia itu punya kerinduan untuk berbagi dan membantu orang lain. 
Asalkan kita memiliki hati yang tulus, – bukan memanfaatkan teman lho – dan serius ingin belajar dan maju, Tuhan akan mempertemukan kita dengan orang-orang baik di sepanjang jalan kehidupan kita. Orang-orang yang membawa kita naik dan bukan turun.

Ikut seminar mesti bayar jutaan rupiah, bahkan puluhan juta klo yang top.
Mengapa mesti gengsi belajar dengan teman sendiri?
Kalau pun kita tidak jadi invest seperti Amin, ya gapapa.
At least, wawasan kita makin bertambah luas.
Mungkin saat ini kita tidak butuh, siapa tau ke depan nanti kita butuh?
Atau mungkin ada orang lain atau anak kita yang butuh?

Itulah sebabnya saya suka menyimpan kontak orang-orang yang saya temui, lengkap dengan profesinya.
Kerap saya tidak butuh, tetapi saat anak-anak saya butuh sesuatu, setidaknya saya tahu ke mana saya harus bertanya.
Kalau pun orang itu tidak bisa membantu, biasanya dia akan kasi referensi ke teman atau perusahaan yang kami butuhkan.

Karena itu jangan mendekat kepada orang lain, klo ada butuhnya saja. Orang gak suka tuh.
Biasakan berbuat baik kepada siapa saja dan kapan saja. Yang kita bisa, bantu… Biar pun gak ada ‘untung’nya bagi kita.
Istilah saya, menggelar karpet kehidupan yang memudahkan jalan hidup kita di masa depan. 
Ibarat kita menanam berbagai benih kebaikan di mana saja: ada cabe, tomat, rambutan, durian, mangga…. Gak usah kuatir kelaparan, setiap hari pasti ada panen yang bisa kita kumpulkan

Tuhan mengatur dunia ini menurut Hukum Tabur Tuai.
Belum tentu kita menabur di sini, lalu menuai di sini pula.
Mungkin menuainya di sana.
Saat kami terjebak & nyaris mati di padang gurun Western Australia, kami ditolong orang yang sama sekali tidak pernah ketemu. Gratis pula…

Tabur saja apa yang kita bisa dengan apa yang Tuhan percayakan di tangan kita, gak usah pikirkan hasilnya.
Itu urusan Tuhan.
Percaya saja dengan janji-Nya.
Setuju?

Give generously and generous gifts will be given back to you, shaken down to make room for more. Abundant gifts will pour out upon you with such an overflowing measure that it will run over the top! Your measurement of generosity becomes the measurement of your return.

Beri dengan murah hati, maka hadiah yang berlimpah akan mengalir kembali kepada Anda, diguncang-guncang agar memiliki ruang lebih.  Hadiah yang melimpah akan dicurahkan kepada Anda dengan ukuran yang berlimpahan sehingga akan meluap-luap!  Ukuran kemurahan hati Anda menjadi ukuran pengembalian Anda pula.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Apakah Anda hidup dari jiwa atau dari roh?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Apakah Anda hidup dari jiwa atau dari roh?”

Sebagian besar dari kita begitu terbiasa hidup dari jiwa, sehingga ketika lahir baru, kita tidak benar-benar berubah.
Kita tetap hidup dari jiwa kita, bahkan saat menggunakan kosakata rohani sekali pun. Perasaan dan emosi, terus mendominasi kita, kemudian kita bertanya-tanya mengapa janji Tuhan tidak terealisasi dalam kehidupan kita.

Bagaimana kita bisa menentukan jika kita hidup dari jiwa kita?

  1. Perasaan menjadi motivasi kehidupan kita.
    Perasaan sedih, marah, kepahitan, takut, depresi, duka, dll, merupakan sesuatu yang normal, bahkan diharapkan.
    Kita mengevaluasi hari-hari kita berdasarkan perasaan. Maka berdoa atau membaca Firman hanya dilakukan jika kita menginginkannya. Akibatnya kita mudah lelah.
  2. Kehidupan doa (seandainya ada waktu untuk berdoa) dimotivasi oleh emosi.
    Berdoa hanya karena ingin terlepas dari ketakutan, kesedihan, simpati atau perasaan berduka. Doa didasari oleh reaksi emosional bukannya didorong oleh visi rohani.
  3. Membiarkan pancaindra yang mengevaluasi pertumbuhan rohani dan berkat-berkat Tuhan dalam kehidupan kita.
    Percaya hanya pada apa yang dilihat dan dirasakan. Membiarkan tubuh memberi tahu apakah kita sudah sembuh atau belum. Firman Tuhan bukanlah otoritas utama dalam kehidupan. Iman hanya bergantung pada apa yang terlihat kasat mata, bukan pada yang tak terlihat (rohani)

Hidup dari Roh adalah dimensi kehidupan yang berbeda.

  1. Kita dimotivasi oleh Firman.
    Mempercayai apa yang tertulis dalam firman Tuhan, di atas apa yang kita rasakan. Memilih bersyukur, bersukacita dan bersikap positif. Mengevaluasi hari-hari kita berdasarkan benih yang telah kita taburkan dalam kehidupan orang lain. Bahkan kita rela mempersembahkan korban pujian, jika perlu. Menolak membiarkan emosi mengalihkan perhatian kita dari Kebenaran.
  2. Kehidupan doa kita dimotivasi oleh visi kemenangan, janji-janji Tuhan serta kasih.
    Kita mengizinkan Tuhan menunjukkan kemenangan, bahkan sebelum kita berdoa. Doa merupakan kerja sama kita dengan kehendak Tuhan, bukannya mengemis, mengeluh dan takut untuk berharap. Memutuskan untuk berdiri teguh di atas kebenaran firman Tuhan dan memilih mengabaikan berbagai laporan negatif. Pewahyuan jauh lebih penting dibandingkan informasi.
  3. Percaya bahwa Firman Tuhanlah yang mengatur jalan hidup kita. Mengevaluasi hidup berdasarkan visi dari janji-janji serta berkat Tuhan yang bekerja untuk kita. Memiliki pandangan positif yang didasari oleh Firman Tuhan, bukannya oleh emosi dan keadaan yang bersifat sementara. Memahami bahwa kita lebih dari pemenang dan hidup berkelimpahan sudah menjadi milik kita karena iman.

Hidup dalam Roh tersedia bagi semua orang.
Pertanyaannya : Apakah kita memilihnya?

[Repost ; “Are you living from your soul or from your spirit?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Kata-Kata Itu Berkuasa. Berhati-hatilah Apa Yang Kita Katakan Pada Diri Kita Hari Ini.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kata-Kata Itu Berkuasa. Berhati-hatilah Apa Yang Kita Katakan Pada Diri Kita Hari Ini.

Saya membaca kesaksian seseorang yang sudah mengenal Tuhan selama 40 tahun, namun hidupnya jauh sekali dari gambaran seorang yang mengenal Tuhan.

Hidupnya amburadul. Kecanduan minuman keras dan ketergantungan obat tidur karena insomnia.
Menderita depresi dan membenci dirinya sendiri pula.

“Saya kehilangan ibu dan teman baik saya, lebih dari 25 tahun. Kehilangan pekerjaan, rumah bahkan anggota keluarga saya lainnya,” tuturnya dengan nada pilu,
“Putra saya yang berusia 25 tahun, terdampar di penjara karena menjual dan mengkonsumsi narkoba.”

Pada suatu hari dia menonton pengajaran tentang Anugerah Kasih Allah di televisi.
Dia menangis… Menyadari meski pun hidupnya kacau balau, namun Tuhan tetap mengasihi dan menerimanya tanpa syarat. Semua dosa-dosanya sudah diampuni. Dosanya yang merah seperti kirmizi, diubah Tuhan menjadi seputih salju.
Hal itu melegakan hatinya.
Untuk pertama kalinya, seolah dia dilepaskan dari beban ribuan ton yang menindih hidupnya selama ini.

Sadar, dia dibenarkan karena beriman pada pengorbanan Tuhan baginya dan bagi seluruh umat manusia. Bukan karena apa yang harus dilakukannya.

Mulailah dia menyadari siapa dirinya di dalam Tuhan. Identitas barunya di dalam Tuhan.
Dia adalah ciptaan yang baru. Yang lama sudah berlalu dan sesungguhnya, yang baru sudah datang.

Uniknya, ketika dia memahami hal itu, dan rutin mendeklarasikan bahwa dirinya orang yang benar didalam Tuhan dan sudah memiliki segala karakter sesuai yang Tuhan berikan, maka semakin hari hidupnya berubah.

Ketika mulutnya sendiri yang berbicara dan telinganya mendengar, saat itulah iman timbul!

Alkohol tidak lagi menarik hatinya. Tidur lelap tidak menjadi masalah lagi.
Kesembuhannya dimulai dari dalam ke luar.
Healing from The Inside Out.

Ketika pikiran dan hatinya terus menerus diisi kebenaran Firman Tuhan, maka kebenaran itulah yang membebaskannya.
Karena firman itu roh dan hidup, serta berkuasa untuk mengubah situasi dan permasalahan kita.
Sekarang dia sembuh dari kecanduannya secara natural. Dia pun mengajarkan hal yang sama kepada putranya.
Kemerdekaan dan kelepasan pun terjadi.

Sungguh melegakan menyadari bahwa kasih dan penerimaan tanpa syarat Tuhan sudah menjadi milik orang-orang yang menerima  Tuhan sebagai Juru Selamat pribadinya. Kemerdekaan, kemakmuran, kelimpahan, kesembuhan, hikmat, kemenangan dan apa pun yang kita butuhkan, sudah menjadi warisan kita.
Wow…

Tetapi mengapa kita kerap tidak mengalaminya?

Kesaksian ini membukakan pengertian di benak saya, betapa sering kita justru mengakui keadaan kita saat ini, apa yang kita lihat dan kita rasakan saat ini. Keadaan yang tidak kita inginkan, justru terus menerus diucapkan. Terjadilah menurut imanmu. Hal-hal yang tidak kita sukai itulah yang tercipta!

Pria ini sembuh dan keadaan ekonominya pun membaik, karena dia mengakui jati dirinya sesuai yang Tuhan firmankan.

Pria ini berkata,
Saya dibenarkan Tuhan karena saya beriman kepada-Nya. Saya dibebaskan dari kecanduan alkohol. Oleh bilur-bilur-Nya saya sudah sembuh.
Saya kepala dan bukan ekor. Tetap naik dan bukan turun. Diberkatilah aku, yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harap kepada Tuhan. Aku seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air… Yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun- tahun kering, yang tidak berhenti menghasilkan buahnya. Apa saja yang aku perbuat menjadi berhasil. Aku memiliki pikiran Allah. Aku lebih dari pemenang karena Tuhan didalamku.”

Saat pria ini mendeklarasikan hal ini, bagaimana keadaannya?
Kecanduan, bangkrut dan super-amburadul.
Tetapi ketika pria terus menerus memperkatakan apa yang dikatakan Tuhan tentang dia, maka dia menjadi sesuai apa yang diucapkannya.

Yang tidak kelihatan (rohani), menciptakan apa yang kelihatan (jasmani).

Bukankah kita mencipta melalui perkataan kita, seperti juga Allah menciptakan alam semesta dengan perkataan-Nya?

Ingin mujizat kesembuhan, lepas dari kecanduan, mengalami terobosan keuangan, menjadi pribadi yang berhikmat?
Sepakat dengan Tuhan dan deklarasikan!

Setuju?

Fear will always rely on memories and not promises to guide you.
Forget the former things; do not dwell on the past. See, I am doing a new thing!

Ketakutan selalu bergantung pada ingatan masa lalu, dan bukan pada janji-janji Tuhan untuk membimbing Anda.
Lupakan hal-hal yang dulu;  jangan memikirkan masa lalu.  Lihat, Aku melakukan hal baru!

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 236 237 238 239 240 404