Articles

Berubah VS Ciptaan Baru.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Berubah VS Ciptaan Baru.

Saya jatuh cinta pada peribahasa keren yang di post Bu Maria Kusumo.
Segera saya mengutipnya! Copy – Paste

Ada pepatah dalam berbagai bahasa yang mengungkapkan tentang sulitnya mengubah kebiasaan yang sudah lama terbentuk.

Bahasa Inggris memiliki ungkapan,
“You can’t teach an old dog new tricks”
Tidak mungkin mengajarkan trik-trik baru pada seekor anjing yang sudah tua.

Dalam Bahasa Perancis, dikenal
“Ce n’est pas a un vieux singe qu’on apprend a faire la grimace”
Tidak mungkin mengajar seekor monyet tua untuk membuat raut wajah yang lucu.

Kemudian, dalam Bahasa Spanyol,
“El loro viejo no aprende a hablar”
Burung beo yang sudah tua tidak lagi bisa belajar bicara.

Sungguh benar sekali peribahasa di atas, sangat sulit untuk berubah.
Dulu saya mati-matian belajar sabar.
Hmmm… Kadang bisa tapi di saat lainnya gagal lagi.

Teringat pelajaran menjahit di SMA, kalau baju sudah terlanjur jadi tapi lengannya kurang besar. Atau dipakai kurang nyaman…
Jauh lebih mudah membuat dari awal daripada memperbaikinya.
Meski berhasil diperbaiki, seringkali sudah tidak seindah sebelumnya.  Bekas-bekas jahitan yang sebelumnya, menimbulkan lubang yang membuatnya nampak kurang cantik.

Sampai saya belajar rahasia yang sangat luar biasa:
Ketika saya menerima Tuhan sebagai Allah dan Juruselamat pribadi saya, ternyata itu merupakan hidup yang ditukar.

Roh Allah tinggal di dalam roh saya yang dulunya mati (terputus dari Allah), nach sekarang saya menjadi Ciptaan Baru di dalam Tuhan!
Dahsyat…

Tidak heran jika Linda Rusnany, teman sebangku saat SMU berujar,
“Yenny, aku heran lho lihat kamu sekarang … Koq jadi pemberani sekali. Padahal dulu kamu itu penakut sekali.”

🙂 🙂 🙂
Lha kan sekarang ada Tuhan di dalam roh saya, Tuhan yang pemberani.

Dulu berkali-kali saya ikut seminar Public Speaking, tapi tetap saja tidak Pede bicara di depan orang banyak.
Nach sekarang saya berani.
Rahasianya apa dong?

Sekarang saat berbicara di depan umum, yang saya bicarakan tentang Tuhan. Apa yang saya sampaikan, sesuai tuntunan-Nya.
Jadi saya hanyalah saluran-Nya.
Ketika bagus, Allah yang dipermuliakan.
Ketika dicela pun, itu Tuhan…gak ada kredit buat saya.

Ada kalanya saya digerakkan Tuhan untuk menulis atau menterjemahkan artikel yang panjang.
Saya sadar, sebagian pembaca tidak suka. Selalu ada komplain.

Dulu saya sibuk mempertimbangkan bagaimana kalau di komplain?
Saya ingin menyenangkan semua orang.

Hari ini saya post terjemahan tulisan Andrew Wommack, tentang bagaimana cara mendengarkan suara Tuhan. Cukup panjang, bagus dan menjelaskan hal yang biasanya ‘rumit’, tetapi Andrew menjelaskannya dengan sederhana lengkap dengan contoh nyata dari pengalaman pribadinya.

“Bu, dahsyat sekali… Pengertian baru yang saya dapatkan,” ujar seorang pemimpin organisasi besar.

Wow… Saya senang sekali. Kalau pemimpinnya mendapatkan pewahyuan baru, maka seluruh anggotanya akan diberkati.

Sungguh pengalaman yang mengajarkan agar jangan mengandalkan pemikiran kita sendiri. Ternyata Tuhan ingin menjamah hati seseorang…

Nach karena saya ciptaan baru di dalam Tuhan, sekarang Tuhanlah yang menjadi Bossnya.
Semakin saya memberikan ruang yang lebih luas kepada Allah untuk bekerja, saya terpukau melihat cara Tuhan berkarya melalui hidup saya dan keluarga.

It’s all about God, not me.

Nach malangnya, masih banyak anak-anak Tuhan yang belum tahu rahasia ini.
Meski sesungguhnya mereka ciptaan yang baru, banyak yang mengira bahwa mereka masih ciptaan lama yang sedang berusaha memperbaiki diri, dengan usaha nereka sendiri, supaya jadi lebih baik.
Semakin mengandalkan diri sendiri, mereka semakin frustrasi.

Kadang bisa, lalu jatuh lagi. Sedikit lebih baik, tapi gagal lagi.

Rahasia yang ke dua, menjadi ciptaan baru cukup hanya diterima dengan iman.
Lalu kita memperbaharui pikiran kita sesuai dengan firman-Nya.
Selebihnya, bergantung saja kepada-Nya.
Tuhan yang akan mengerjakannya di dalam kita.

Secara berangsur-angsur, kita akan menjadi seperti apa yang kita fokuskan.
Ketika kita fokus pada Tuhan dan firman-Nya, perspektif kita seperti perspektif Tuhan.
Cara kita berpikir, berkata-kata dan bersikap, semakin hari semakin menyerupai Dia.
Tanpa disadari, kita sudah berada di tengah-tengah kehendak Allah!
Dan tengah menggenapi tujuan hidup yang Tuhan rancangkan.

Nach berarti kita menghidupi janji-Nya,
“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”

Wow….
Kita akan menerima apa yang kita minta.
Keren bukan?

Mau? Praktik yuk….

If you are in struggle, remember: “In everything, God can do anything.” – Roy Lessin.

Saat menghadapi pergumulan, ingatlah: “Dalam segala situasi, Tuhan bisa melakukan apa saja.” – Roy Lessin.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan ??YennyIndra??

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Impulsive Desire
Mengapa Manusia Lebih Suka Melihat Kekurangan Diri Sendiri?
Apakah Hidup Kita Dibentuk oleh Ketakutan?