Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Sukses ala God’s Way? Ini Rahasianya!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Sukses ala God’s Way? Ini Rahasianya!

Siapa pernah berdoa tapi setengah hati, tahu bahwa iman kita gak bulat?

Siapa pernah deklarasi tapi keraguan tak jua sirna, tahu persis yang diucapkan sekedar perkataan, tanpa keyakinan?

Saya tunjuk jari!

Tahu teorinya di kepala tetapi saya tidak tahu cara mengatasinya.
Tuhan merespon iman, bukan kata-kata yang diucapkan dalam doa atau dideklarasikan.

Saya pun berusaha membangun iman dan kepercayaan.
Tetapi iman seolah nun jauh di sana….
Sementara saya seolah jalan di tempat.


Setelah perjalanan panjang bertahun-tahun akhirnya saya menemukan rahasianya, pikiran saya tidak kudus!

Sebagian besar isi kepala isinya berita dunia yang menakutkan, kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa terjadi maka janji Tuhan dan iman yang tersisa terjepit bahkan nyaris mati oleh kekuatiran dunia.
Saya terlalu mendengarkan perkataan-perkataan lain yang BUKAN Perkataan Tuhan!

Saya mengerti prinsip ini:

 *Stop imitating the ideals and opinions of the culture around you, but be inwardly transformed by the Holy Spirit through *a total reformation of how you think. This will empower you to discern God’s will as you live a beautiful life, satisfying and perfect in his eyes. Rom 12-2 (TPT)

Berhentilah meniru cita-cita/idola, kebiasaan, gaya hidup, dan pendapat budaya di sekitarmu, tetapi biarkan Roh Kudus mengubahmu dari dalam dengan cara mereformasi total cara berpikirmu. Selaraskan dengan firman Tuhan. Ini akan memberdayakanmu untuk memahami kehendak Tuhan saat kamu menjalani kehidupan yang indah, memuaskan dan sempurna di mata-Nya.

Tetapi firman Tuhan kan banyak, yang mana?
Ternyata yang ini:

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang BENAR, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Filipi 4:8 TB

Yang benar itu apa? Firman Tuhan.
Firman Tuhan saja yang bisa membawa kita kepada yang mulia, adil, suci, manis dan sedap didengar. Pikirkanlah itu!
Artinya, kalau berita dunia, apa yang dikatakan teman, dokter atau hasil laboratorium berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Firman, tinggalkan.
Pilih hanya mendengarkan firman!

Ketika pikiran saya tujukan HANYA pada Tuhan dan firman-Nya, damai sejahtera memenuhi hati dan pikiran saya. Sesuai dengan firman, yang hatinya teguh, percaya kepada-Mu, Kau jagai dengan damai sejahtera yang sempurna, sebab kepada-Mulah dia percaya. (Yes 26:3)

Ternyata Tuhan memang mengajari kita untuk menguduskan pikiran kita dengan firman-Nya. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
Yohanes 17:17 TB


Saat hati dipenuhi dengan damai sejahtera Allah yang sempurna, maka kita dapat berdoa dan mendeklarasikan janji Tuhan dengan iman yang bulat, penuh serta utuh.

Kuasa dan otoritas telah diberikan Allah kepada setiap orang percaya. Kita mencipta dengan perkataan yang keluar dari mulut kita seperti halnya Allah menciptakan dunia dengan perkataan. (Kej 1:3)

As He is so are we in this world – sama seperti Dia kita ada di dunia ini. (1 Yoh 4:17)

Mintalah, maka kamu akan diberikan kepadamu (Mat 7:7).
Apa yang kita minta, akan kita terima. Kadang butuh waktu dan proses untuk menerimanya.

Hati-hati jangan membatalkan doa kita dengan ucapan negatif yang berlawanan dengan apa yang kita doakan.

Apa yang kita lakukan saat menanti?
Rest In The Lord. Percaya. Tidak usah ‘menolong’ Tuhan dengan cara kita sendiri, itu yang bikin kacau balau.

Rest In The Lord, beristirahat di dalam Tuhan, artinya kita menerima bahwa segala sesuatu telah diselesaikan Tuhan di atas kayu Salib, dan kita menerima segala sesuatu yang kita butuhkan di dalam karya Salib Kristus, dengan iman.

Selama menanti manifestasi janji-Nya, apa yang harus kita lakukan dalam posisi rest in the Lord?
Deklarasikan janji-Nya, sepakat dengan perkataan-Nya dan berdoalah di dalam roh.


Ketika pikiran yang kudus, dilengkapi dengan terus berdoa dalam roh, maka semuanya saling melengkapi.

Berbahasa Roh artinya kita berbicara kepada Allah, Roh Kudus menyampaikan keluhan kita yang tak terkatakan dan Allah sendiri yang berbicara melalui kita.

Roh Kudus menimba hikmat Allah dan menterjemahkannya ke dalam pikiran kita, sehingga kita memperoleh hikmat-Nya yang melampaui segala akal sesuai dengan Yeremia 33:3 TB: “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”

Kita menjadi outstanding, luar biasa karena Allah yang membukakan rahasia-rahasia yang tersembunyi.

Saat terus menerus berdoa dalam roh maka banyak hal-hal yang kelihatannya natural, ternyata itu supernatural. Kita dan Kristus menyatu. Kita memiliki pikiran Kristus dan dipenuhi oleh-Nya. Keinginan kita selaras dengan keinginan-Nya. Jauh lebih peka mendengar suara-Nya serta memahami kehendak-Nya.

Meski kita membaca Alkitab, tanpa pertolongan Roh Kudus, hanya sekedar tulisan semata. Tetapi dengan pertolongan Roh Kudus, saat membaca firman-Nya, dihidupkan menjadi pewahyuan yang menjawab kebutuhan spesifik kita.

Segala keberhasilan tercapai karena Anugerah Tuhan, bukan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Sehingga kita sadar sesadar-sadarnya, ini Tuhan yang hebat, bukan kita. Maka pujian dan kemuliaan kita panjatkan dengan penuh syukur hanya bagi Dia.

Kita pun menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana (2 Korintus 2:14) sehingga orang-orang di sekitar kita ingin mengetahui rahasia keberhasilan kita.

Hidup kita menjadi surat pujian yang dapat dibaca semua orang (2 Korintus 3:2), yang ditulis oleh Roh dari Allah, yang hidup di dalam hati manusia. (2 Korintus 3:3)

Luar biasa bukan?
Yuk kita laksanakan….

“I have come to see clearly that life is more than self. It is more than doing what I want, striving for what will benefit me, dreaming of all I can be. Life is all about my relationship with God. There is no higher calling, no loftier dream, and no greater goal than to live, breathe, and be poured out for Jesus Christ.”–Jamie in Brother Andrew’s “The Calling” ? Brother Andrew, The Narrow Road: Stories of Those Who Walk This Road.

Saya melihat dengan jelas bahwa hidup lebih dari sekedar hidup untuk diri sendiri. Lebih dari melakukan apa yang saya inginkan, berjuang untuk apa yang akan menguntungkan saya, memimpikan semua yang saya bisa. Hidup tentang hubungan saya dengan Tuhan. Tidak ada panggilan yang lebih tinggi, tidak ada mimpi yang lebih tinggi, dan tidak ada tujuan yang lebih besar daripada hidup, yang bernafas, serta dicurahkan bagi Yesus Kristus.”- Brother Andrew.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Fondasi Dasar Pernikahan

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Fondasi Dasar Pernikahan.

Pernikahan itu idenya Allah lho!
Adam tidak pernah menyadari kebutuhannya akan seorang istri yang sepadan, hingga Allah menciptakan Hawa baginya.
So sweet…..

Karenanya, kita perlu mendengarkan dan mengerti rancangan Allah tentang pernikahan. Sang designer yang tahu persis bagaimana pernikahan harus dijalankan sesuai dengan prinsip kasih-Nya. Di atas semuanya, Allah yang harus menjadi pusat pernikahan yang bahagia.

Healthy relationship with others begin with a healthy relationship with God.

Hubungan yang sehat dengan orang lain dimulai dengan hubungan yang sehat dengan Tuhan.

Ketika hubungan kita dengan Tuhan intim, penuh, utuh, maka kita merasa puas dan utuh. Kasih Allah memenuhi hidup kita. Dalam jangka panjangnya, kita dapat mengasihi orang lain, bertoleransi, menjadi lebih sabar dan dapat menerima kekurangannya serta berempati.
Kita hanya bisa memberikan apa yang kita miliki. Kasih Tuhan yang membuat kita dipuaskan, membuat kita dapat membagikan kasih pula kepada pasangan, anak, teman serta sesama.


Did you know that God didn’t put you together with your spouse to make you happy? God’s purpose for marriage is to learn to serve each other and work together in unity. Why? Because there is power in agreement,” ujar Andrew Wommack.

Tahukah kamu bahwa Tuhan tidak menyatukanmu dengan pasanganmu untuk membuatmu bahagia? Tujuan Tuhan bagi pernikahan, agar keduanya belajar saling melayani serta bekerja sama dalam kesatuan. Mengapa? Karena ada kekuatan dalam kesepakatan,” ujar Andrew Wommack.*

Wow…
Pemahaman ini menempelak saya.
Pantas rumah tangga bermasalah terus karena kedua belah pihak menuntut untuk dibahagiakan.

Coba kalau keduanya sibuk untuk melayani satu sama lainnya, sibuk melakukan hal-hal terbaik bagi pasangannya, tentunya kebahagiaan akan tercipta secara natural.
Kebahagiaan itu tercipta sebagai efek samping dari melayani satu dengan yang lain dengan penuh kasih.
Hhhmmm…. Saya paham sekarang.

Tujuan Tuhan agar suami istri ini dapat bekerja sama menggenapi rancangan Tuhan dalam hidupnya.
Dua lebih baik daripada seorang diri.
Api yang menyala sendirian mudah padam, tetapi bersama-sama akan menyala berkobar-kobar.

Ada mujizat dalam pelipatgandaan. Ada kekuatan dan berkat berkelimpahan di dalam kesepakatan. Sinergi namanya, sehingga satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat membuat lari sepuluh ribu orang.


Di Facebook saya muncul tulisan apik dari Frita Haryanto
“Di 12 tahun pernikahan ini, cuma mau minta sama Tuhan supaya saya sebagai isteri dimampukan melihat suami seperti Tuhan melihatnya sehingga saya dapat dengan lebih tepat berfungsi sebagai penolong.”
.
Happy wedding anniversary teman pewaris kasih karuniaku, rekan dlm peperangan rohaniku, sahabat dalam perjalanan menuju keserupaan dengan Tuhan @winardiyonathan

Saya tidak mengenal Frita Haryanto dan suaminya, Winardi Yonathan secara pribadi, tetapi saya jatuh cinta pada doanya:
sebagai isteri dimampukan melihat suami seperti Tuhan melihatnya sehingga saya dapat dengan lebih tepat berfungsi sebagai penolong.

Frita sungguh-sungguh menyadari posisinya sebagai penolong bagi suaminya, bukan pesaing atau justru pemimpin dalam rumahtangganya.

So sweet….

Bertemanlah dengan teman-teman berkualitas, bahkan di sosmed, yang sesungguhnya saya tidak pernah mengenalnya secara pribadi. Namun demikian, wall facebooknya pun memberkati saya.


Kerap kita salah menilai seseorang karena kita melihat menurut kacamata kita sendiri, bukan kacamatanya Allah.

Joyce Meyer mengatakan, jika saja setiap hari kita minimal 5 kali memuji kelebihan pasangan kita, dan bukan menyoroti kesalahannya, tentu rumah tangga kita akan berubah. Pernikahan dipulihkan.

Betapa seringnya kita melihat pasangan, dengan harapan dalam hati, pasangan kita sehebat pasangan lainnya.
Sibuk ingin mengubahnya sesuai keinginan kita.

Sesungguhnya, what you see is what you get. Apa yang kita lihat saat pacaran, ya itu yang akan kita terima ketika menikah.

Hanya saja dengan penuh percaya diri, kita kerap berharap setelah menikah, pacar kita akan berubah. Banyak yang berjanji, nanti setelah menikah aku akan Bla… Bla… Bla.. Pada kenyataannya ya akan jadi ‘pepesan kosong’.
Kalau mau berubah, ya berubahlah sekarang.


Tidak ada pasangan yang sempurna. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Two Edged Sword.
Setiap pedang punya dua mata.
Orang yang kuat, tegas, ulet, pekerja keras dan logikanya kuat, biasanya tidak romantis.
Tidak bisa berpuisi dan merayu-rayu dengan kata dan hadiah-hadiah yang memabukkan.

Sebaliknya yang pintar merayu, biasanya kurang trampil bekerja.
Tidak ada manusia sempurna di dunia ini.
Seperti kita sendiri juga tidak sempurna.

Karena itu, marilah kita kembali kepada prinsip dasar pernikahan:
Untuk melayani satu dengan yang lain dan menggenapi rancangan Tuhan dalam kehidupan kita.

Siap?

Marriage is not 50-50. Divorce is 50-50. Marriage has to be 100-100. It isn’t dividing everything in half, but giving everything you’ve got!”? Dave Willis

Pernikahan bukan 50-50. Perceraian itu 50-50. Pernikahan harus 100-100. Bukan membagi segalanya menjadi dua, tetapi memberikan semua yang Anda miliki!”? Dave Willis

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa yang Tuhan izinkan?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa yang Tuhan izinkan?”

Setelah terjadinya beberapa jenis tragedi atau bencana alam, kita sering mendengar orang Kristen berkata bahwa Tuhan mengizinkan bencana ini terjadi demi tujuan yang lebih besar. Konsep seperti itu menunjukkan bahwa Tuhanlah yang sebenarnya bertanggung jawab atas tragedi itu.
Jika Dia mengizinkannya, Dia pasti menyetujuinya.
Benarkah?

Ketika orang tua memiliki seorang anak remaja, lalu si remaja tersebut memutuskan untuk mengambil mobil milik keluarganya, merampok bank, melindas pejalan kaki serta terlibat dalam kejar-kejaran yang berbahaya dengan polisi, apakah berarti si orang tua yang membiarkan hal ini terjadi? Apakah itu kehendak orang tuanya, dengan mempercayai, ada kebaikan yang lebih besar yang akan dicapai melalui kematian orang lain?

Mungkin ini akan membantu kita memahami sedikit lebih baik, sifat dan hati Tuhan sesungguhnya.
Dia menciptakan manusia menurut gambar-Nya dan memberikan bumi kepada manusia (Mzm 115:16).
Namun, Dia secara tegas melarang manusia untuk makan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat.
Dia TIDAK mengizinkannya. Dia melarangnya.

Keputusan manusia untuk tidak taat, tentu tidak seharusnya menimpakan tanggung jawabnya kepada Tuhan, mau pun segala konsekuensi yang harus ditanggung karena ketidaktaatan itu.

Malaikat (–iblis) juga memberontak melawan Tuhan dan diusir dari surga. Tuhan memberikan ‘free will’, kemampuan memilih, bagi malaikat-Nya dan manusia yang Dia ciptakan menurut gambar-Nya sendiri.
Pilihan itu memberikan kesempatan kepada manusia untuk menunjukkan kesetiaan dan kasih mereka kepada Tuhan, atau justru menunjukkan kemandirian mereka, memilih hidup terpisah dari Tuhan.
Tanpa pilihan, tidak akan ada hubungan persekutuan yang sejati dengan Tuhan.

Jadi, apakah Tuhan mengizinkan pemberontakan, dosa, korupsi, kegelapan dan bencana? TIDAK.
Kodrat manusia mencakup kemampuan untuk memilih (free will) . Kemandirian (hidup terpisah dari Allah) dan penderitaan bukanlah kehendak Tuhan saat itu, dan itu juga bukan kehendak Tuhan sekarang. Dia tidak membiarkan penderitaan dan tragedi terjadi di bumi. Dia membiarkan manusia menjadi manusia. Kesalahan dilakukan oleh Adam, bukan Tuhan.

Cuaca yang merusak, korupsi, penyakit, kematian, perang, kebencian, perselisihan, imoralitas, kejahatan dan pelanggaran hukum merupakan akibat dari apa yang diizinkan oleh manusia. Tuhan tidak mengizinkannya. Tetapi Dia harus menghormati keputusan manusia.

Guna menebus dosa umat manusia dan memberikan kesempatan untuk menjalani hidup yang baru, Tuhan pun menjadi manusia. Hanya seorang manusia yang secara hukum dapat menebus apa yang telah diperbuat oleh dosa manusia.
—— Yesus-lah Manusia itu.
Hanya mereka yang memilih percaya bahwa manusia dapat dipulihkan kembali dengan keinginan Tuhan untuk membawa kehidupan serta terang bagi umat manusia.
Tuhan bukanlah pencipta penderitaan, tetapi Dialah Sang Pencipta penebusan, kehidupan baru, penyembuhan, pembebasan, kedamaian, sukacita dan kelimpahan.

Kapasitas untuk memilih masih ada di dalam diri kita.
Dia mengizinkan kita kembali kepada-Nya dengan damai.

[Repost ; “What does God allow?”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Anda Clark Kent Or Superman?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Anda Clark Kent Or Superman?

Pernah menonton film Superman? Aktor yang memerankan Superman, bernama Clark Kent. Berwajah kalem, culun dan sedikit kuno.
Tetapi ketika berubah menjadi Superman, wow…. Berubah menjadi pria pemberani dan mengorbankan diri untuk membantu orang yang membutuhkan. Pahlawan yang gagah perkasa.
Sungguh menarik dan menyenangkan.
Semua orang ingin menjadi pahlawan dan berbuat baik, menolong orang lain. Diberkati untuk memberkati.

P. Irsan mengingatkan saya, salah satu inti pelajaran guru kami: Wendell Par.
Orang yang percaya Tuhan ibarat Clark Kent yang masuk sebuah bilik telepon, tetapi dalam sekejap keluar sebagai Superman.
Karena sesungguhnya setiap kita hanyalah seperti Kent yang culun, kuno, lugu tetapi ketika kita masuk ‘bilik telepon’ – hadirat Tuhan, saat keluar kita bak Superman.

Jikalau kita tinggal di dalam Tuhan, dan firman Tuhan tinggal di dalam kita, kita menjadi Superman. Karena kuasa, hikmat, kepandaian, kebijaksanaan Tuhan, mengalir melalui kita.
Sesungguhnya setiap kita hanyalah wadah, yang seharusnya mengalirkan Tuhan, melalui kita.
Sehingga setiap orang yang melihat kita, melihat Allah di dalam kita.

Baunya koq harum ya jika berada di dekat kita, karena Tuhan itu harum.
Hati koq damai ya jika di dekat kita, karena Tuhan itu Raja Damai.
Bijak sekali ya…. Karena Tuhan itu Sumber Hikmatnya.

Sayangnya, banyak di antara kita yang tidak punya waktu masuk dan diam di dalam bilik telepon.
Untuk membangun hubungan berkualitas dengan Tuhan, menggali firman-Nya, memahami hati serta kehendak-Nya…
Akibatnya, tidak pernah berubah menjadi Superman. Tetap menjadi Clark Kent.

Tuhan sudah merancangkan tujuan hidup yang luar biasa, di sisi lain banyak orang yang membutuhkan pertolongan, uluran tangan atau sekedar informasi dari kita, agar mereka bisa bertemu dengan kebaikan, takdir atau apa pun namanya, yang mereka butuhkan.
Semua tertunda, karena kita tidak membayar harga, menyediakan waktu, untuk mendengarkan arahan-Nya. Sayang sekali bukan?

Padahal kepuasan dan kebahagiaan sejati tercipta, saat kita menggenapi tujuan Tuhan dalam hidup kita dan membuat kehidupan orang lain menjadi lebih baik Karena mengenal kita.
Tuhan bisa saja memilih orang lain yang taat dan kita kehilangan kesempatan besar.

Raja Daud bukanlah pilihan pertama Tuhan. Saul yang semula dipilih Tuhan. Karena Saul tidak taat, dan enggan bertobat, akhirnya, dipilihlah Daud untuk menggantikannya.
Sayang ya….

Tidak hanya Saul, jika kita tidak bersedia dipakai, Tuhan juga akan memilih orang lain.
Agar bisa dipakai, kita perlu menyediakan waktu meneladani Daud yang terus membangun hubungan pribadi dengan Tuhan ketika menggembalakan domba.
Melatih diri menjadi yang terbaik, dengan apa yang Tuhan taruh di tangan kita.
Daud melatih diri menggunakan batu dan umban, alat sederhana yang tidak sehebat pedang, dalam pandangan masyarakat umum, tetapi melalui batu dan umban, pada akhirnya membawa Daud menjadi seorang raja.

*****

P. Jacob teman sekelas di Charis post tulisan apik Steven R Covey,
Jika kita tidak berhati-hati untuk selalu meminum ‘air kehidupan’ (firman Tuhan) setiap hari, lambat laun kita akan mudah merasa asing kepada Tuhan dan jalan-jalan-Nya, serta identitas serta tujuan Ilahi kita sendiri – Steven R Covey.

Dan tulisan ini menempelak saya.
Mudah sekali bagi kita, *merasa* mengenal Tuhan, berdoa dan bahkan dengan fasih bercerita tentang Tuhan atau menggunakan istilah-istilah rohani, tanpa benar-benar membangun hubungan pribadi dengan Tuhan.
Dari sisi luar, orang lain pun tidak ada yang tahu. Kelihatannya aktif beribadah dan melayani.

Hubungan dengan Tuhan Wajib dan Harus dibangun setiap hari. Fresh from the oven.
Kita tidak dapat hidup dengan urapan, hikmat, serta perkenanan kemarin atau seminggu yang lalu, untuk hidup hari ini.

Darimana kita bisa melihat perbedaannya?
Apakah kita tetap Clark Kent atau sudah jadi Superman?
Jawabannya yang membedakannya.

Ada perbedaan antara orang yang beribadah kepada Tuhan dan yang tidak.
Kita menjadi serupa dengan apa yang terus menerus kita lihat, dengar dan fokuskan.

Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri adalah karakter Allah yang seharusnya muncul, jika kita sungguh-sungguh menghidupi firman-Nya. Damai sejahtera yang melampaui segala akal yang akan memenuhi hidupnya.

Apa yang keluar dari mulut kita?
Gossip, ujaran kebencian, emosi, kata-kata sia-sia atau hal-hal baik yang membawa keharuman bagi Nama Tuhan, dan membuat orang lain bersemangat penuh dengan harapan baru? Apa yang keluar dari mulut, meluap dari dalam hatinya.

Mari kita bersama-sama check dan re-check, masihkah kita berada di jalur yang benar?
Atau hanya diluar saja kita kelihatan mengasihi Tuhan tetapi buahnya tidak ada?

Though we cannot see the heart, we can see the life.”
? David Paul Kirkpatrick

Meskipun kita tidak dapat melihat hati, namun kita dapat melihat kehidupannya.”- David Paul Kirkpatrick

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kami bukan dari dunia ini.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kami bukan dari dunia ini.”

“Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang.”
Ibrani 13:14 (TB).

Ada pertentangan ilahi antara yang surgawi dan duniawi.
Kita dipanggil menjadi garam dan terang di dunia ini, sementara pada saat yang bersamaan kita di sadarkan bahwa dunia ini bukanlah rumah kita. Kita sedang mencari rumah masa depan.

“Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.”
Yohanes 18:36 (TB).

Jika Yesus tidak mendorong murid-murid-Nya untuk menggulingkan Roma di zaman mereka, apakah kita dipanggil untuk menggulingkan “Roma” di zaman kita?
Apakah ada perbedaannya antara pergi ke seluruh dunia untuk memuridkan, dengan pergi ke seluruh dunia dan berkuasa?

“Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.”
1 Korintus 7:31 (TB).

Apa perspektif Yesus dalam doa terakhir-Nya sebelum Dia ditangkap?

“Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia….Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.”
Yohanes 17: 14,16 (TB).

Yesus bukan dari dunia ini, begitu pula kita.
Saya percaya bahwa orang Kristen seharusnya berusaha mempengaruhi budaya kita dan membela kebenaran di tengah kegelapan. Tetapi kita juga harus menyadari bahwa sistem dunia ini hanya akan ditundukkan oleh Sang Raja pada saat kedatangan-Nya.

“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
Matius 24:14 (TB).

[Repost ; “We are not of this world”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 190 191 192 193 194 404