Strategi Cerdas Menghadapi Pengritik & Mengubahnya Menjadi Berkat!
Dikritik? Tidak disukai orang lain? Uh… Bikin baper…. Dan tidak menyenangkan tentunya.
Namun saat bergaul dengan orang-orang besar, seperti Dale Carnegie, beliau akan berujar: “Tidak ada orang yang mau menyepak anjing yang mati.”
Lho maksudnya? Dale Carnegie menjelaskan, ketika kritik datang atau ada orang yang tidak menyukai kita, bisa jadi itu merupakan pujian yang tersembunyi.
Anjing mati menggambarkan sesuatu yang tidak berharga. Sampai menendang atau menyepak pun, orang tidak sudi. Nach kalau kita disepak, itu karena kita berharga.
Kalau kita sampai dikritik, dibenci, tidak disukai, -bukan karena perbuatan atau sikap kita yang salah -, itu membuktikan kita sedang mengerjakan sesuatu yang berdampak dan mempengaruhi orang lain. Sehingga ada orang-orang yang merasa terganggu dan merasa perlu menyepak.
Gak usah sedih, kecewa … Ternyata Joel Osteen menjelaskan:
25% orang yang mengenal kita, tidak akan menyukai kita. Kelompok ini apa pun yang terjadi, tidak akan pernah menyukai kita.
25% lagi, tidak menyukai kita tetapi dapat diyakinkan agar menyukai kita.
25% lagi, menyukai kita tetapi dapat diyakinkan untuk tidak menyukai kita.
25% sisanya, menyukai kita dan akan selalu mendukung di belakang kita. No matter what…. Wow…
Memahami kebenaran ini, membuat kita realistis dan tidak menginginkan semua orang menyukai kita. Ketika kita ingin menyenangkan semua orang, maka kita tidak akan mencapai sesuatu.
I don’t know the key to success, but the key to failure is trying to please everybody. – Bill Cosby.
Saya tidak tahu kunci kesuksesan, tetapi kunci kegagalan adalah berusaha menyenangkan semua orang.- Bill Cosby.
Trying To Please everyone is a recipe for stress, misery and frustration. Be yourself it’ll be good to know who’s down with that.
Mencoba Untuk Menyenangkan setiap orang adalah resep untuk stres, sengsara, dan frustrasi. Jadilah dirimu sendiri, akan lebih baik mengetahui siapa yang di seberang kita.
Nach lho, Menarik sekali…
Dahlan Iskan berujar, dalam sebuah organisasi, 10% teratas adalah orang-orang yang terbaik. 10% terbawah adalah yang terburuk. 80% sisanya, tergantung siapa yang memimpin? Kelompok ini bisa dipengaruhi tergantung pemimpin dan orang-orang yang mempengaruhinya.
Pelajarannya: Kita tidak perlu fokus pada yang memang dalam keadaan apa pun, tidak berada di pihak kita. Wasting time. Buang-buang waktu. Sebaliknya, fokus saja pada kelompok yang memang bisa dipengaruhi untuk bersama-sama berjalan menuju tujuan yang sama. Tuhan menciptakan kita di dunia ini, memiliki peran yang tak tergantikan, memenuhi tujuan hidup dari Tuhan, menjadi bagian sesuatu yang besar. Jika kita tidak memenuhi tanggungjawab itu, bagian itu akan kosong … Menjadi tidak utuh lagi.
Dean Hawk memberikan ilustrasi dengan puzzle. Saat puzzle disusun, mulai nampak bentuk dan gambarnya. Tetapi ketika ada satu saja bagian puzzle yang hilang, maka lukisan puzzle itu menjadi berlubang dan tidak utuh lagi. Ini menggambarkan, seberapa pun besarnya peranan kita, peran kita itu penting.
Ibarat mobil, kehilangan sebuah baut, meski pun kecil, bisa mengakibatkan kecelakaan fatal.
Dan kita diberkati supaya dapat menjadi berkat bagi orang lain. Mari kita menggenapi peran kita yang tak tergantikan, yang telah ditetapkan Tuhan dengan menjadi diri kita yang terbaik.
Fokusnya, menjadikan kehidupan orang lain menjadi lebih baik karena mereka mengenal kita serta mendapatkan manfaat, berkat, keuntungan karena nilai-nilai yang kita hidupi, sudah memberkati mereka. Itu yang dikatakan hidup kita menjadi demonstrasi kebaikan-kebaikan Tuhan, yang disalurkan bagi sesama.
You are where God wants you to be at this very moment. Every experience is part of His divine plan.
Anda berada di tempat yang diinginkan Tuhan saat ini. Setiap pengalaman merupakan bagian dari rencana ilahi-Nya.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK- PEDULI KESEHATAN
Tanpa disadari, ketakutan kerap menjadi bagian kehidupan yang seolah normal. Sedemikian terbiasanya kita hidup dan mengambil keputusan berdasarkan rasa takut, dan itu umum dilakukan oleh orang-orang di sekeliling kita, karenanya kita menganggapnya wajar. Memang sewajarnya begitu.
Saat pandemi, kuat sekali teror ketakutan. Semua orang takut tertular, phobia lihat orang yang tidak pakai masker, bahkan bisa sedemikian marahnya karena takut tertular. Dan terbawa hingga kini. Apa pun yang dilakukan, dihantui rasa takut, dan keputusan diambil berdasarkan rasa takut.
HP saya diretas. Padahal semua data kita selalu dihubungkan dengan nomor HP, email dll.
“Lebih baik semua rekening bank diblokir dulu. Mobile Banking matikan dulu… bisa dikuras saldonya,” begitu saran dari sana sini. Blokir semua kartu ATM & KK sudah pasti merepotkan, setelah selesai, mengaktifkannya juga repot sekali. Tetapi ketakutan itu masuk akal sich. Makes sense.
“HP segera diformat ulang… bahaya,” ujar yang lain. “Hacker bisa melihat kegiatanmu lho…”
Ke Samsung Service Center, bisa format tapi gak bisa back up data. Tidak ada service back up data. Waduh….
Apa yang harus saya putuskan? “Jangan ambil keputusan berdasarkan ketakutan.. Ingat, ketakutan itu roh dari iblis. Perintah Tuhan, Tunduk kepada Allah dan lawan si iblis”, suara lembut dalam hati dengan tegas.
Dalam tinggal tenang dan percaya, terletak kekuatanmu “Tenang dulu. Minta arahan Tuhan, Yenny,” bisik hatiku. Segera roh ketakutan dan teror dihardik dan menguatkan kepercayaan kepada Tuhan. Prinsipnya, tunduk kepada Allah!
Sambil terus berdoa dalam roh, bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Mengingat kembali pertolongan-pertolongan Tuhan di masa yang lalu. Kalau dulu saya ditolong, sekarang juga. Mau mati di padang Western Australia saja, Tuhan kirim malaikatnya, sekarang juga.
Saya jaga betul Tidak Memikirkan Panjang Lebar kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa terjadi… Apa yang kita fokuskan, membesar! Memilih fokus pada Tuhan dan pertolongan-Nya.
Bayangkan, ada yang bercerita, konon ada yang rekening di berbagai bank bisa dikuras habis oleh kejahatan Cyber semacam itu. Makin ngeri… Tutup telinga dan percaya kepada Tuhan saja. Saya membayangkan malaikat-malaikat Tuhan dikirim menjagai saya dan teman-teman yang jadi sasaran hacker. Tuhan yang berperang ganti saya….
Saldo M-Banking saya pindahkan. Disisakan hanya untuk keperluan sehari-hari. Yang pakai token tentu aman.
“Install antivirus dulu saja B. Yenny…”, ujar Handi, ‘malaikat’ yang dikirim Tuhan, setelah seharian saya gak tau apa yang mesti dilakukan. Langsung begitu diinstall, ditemukanlah file yang disusupkan dan di delete.
Keesokan paginya, Handi menyarankan install antivirus lainnya. “Untuk jaga-jaga…”, katanya. Test ulang, file-file yang kurang oke, meski file biasa, saya delete juga. Thanks Handi, kamu betul-betul malaikat yang dikirim Tuhan!
SMS masuk banyak sekali, si pembobol mencoba memakai data Kartu Kredit yang saya pakai untuk langganan di google, microsoft. Hanya KK dari bank tsb. yang saya blokir.
Masalah kerap datang tiba-tiba tanpa disangka. Respon kita saat menghadapi masalah itulah yang menentukan endingnya seperti apa?
Kita tidak bisa melarang burung buang kotoran di kepala kita, namun kita bisa melarangnya bersarang di kepala kita, demikian kata pepatah.
Jangan sampai masalah yang tak terduga ini, lalu responnya sedemikian ketakutan, phobia… sehingga saat membereskannya nanti, justru jauh lebih merepotkan lagi, bahkan jadi jauh lebih berat daripada masalah yang sesungguhnya. Terbukti hingga kini M-Banking tetap aman koq….
Mari kita jalani hidup ini dengan percaya dan terus bergantung kepada Allah…. apa pun yang terjadi.
Your Attitude is Your Choice not chance. You can not Change what you can not Confront. You need to Believe in you because God Believe in you – John Hagee.
Sikap Anda adalah Pilihan Anda bukan kebetulan. Anda tidak dapat Mengubah apa yang tidak Anda Hadapi. Anda harus Percaya pada diri Anda karena Tuhan Percaya pada Anda – John Hagee.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK- PEDULI KESEHATAN
Penebusan Bagian 2 – Perlukah Mengakui Dosa? – Bagaimana Hidup Di Perjanjian Baru?
Seseorang akan berkata, “Bagaimana Allah dapat mengampuni dosa-dosa kita, sebelum kita melakukannya?” Nah, sebaiknya kita berdoa agar Dia bisa melakukan itu, karena Yesus hanya mati sekali untuk dosa-dosa kita; 2.000 tahun yang lalu; sebelum kita melakukan dosa apapun. Jika Dia tidak dapat mengampuni dosa sebelum kita melakukannya, maka Anda tidak dapat diselamatkan.
Dikatakan dalam Ibrani 10:10-12, 14 TB Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus. Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. Tetapi Ia, (Yesus) setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.
Kita telah menerima penebusan yang kekal, bukan sementara (Ibr. 9:12). Satu pengorbanan dilakukan untuk semua dosa selamanya, dan kita telah disempurnakan selamanya. Bagaimana kita dapat membaca ayat suci ini dan sampai pada kesimpulan lain selain bahwa setiap dosa—masa lalu, sekarang, dan masa depan—diampuni dan penebusan kita adalah kekal?
Jika kita telah menerima pengorbanan Yesus untuk dosa-dosa kita dengan iman, maka roh kita sempurna (Ibr. 12:23)! Kita telah lahir baru. Sejuta tahun dari sekarang, roh kita identik dengan apa yang ada sekarang, dan identik dengan Yesus (1 Kor. 6:17 dan 1 Yoh 4:17). Sepertiga dari penebusan kita sudah selesai. (karena roh kita sempurna, Roh Allah tinggal di dalam roh kita)
Jadi, apakah saya meremehkan dosa atau mengatakan bahwa dosa tidak penting? TIDAK! Dosa adalah hal yang mengerikan, dan merupakan jalan masuk bagi Setan ke dalam hidup kita (Rm. 6:16). Aku benci dosa! Saya menjalani kehidupan yang lebih suci daripada kebanyakan dari Anda yang membaca ini. Saya hanya menghargai darah dan penebusan Yesus di atas dosa. Pengorbanannya jauh lebih besar daripada semua pelanggaran masa lalu, sekarang, dan masa depan seluruh umat manusia. Yesus membayar lebih hutang kita.
Anda mungkin berkata, “Bagaimana dengan 1 Yohanes 1:9?” Saya senang Anda menanyakannya.
1 Yohanes 1:9 TB mengatakan, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia [Allah] adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Kita TIDAK harus mengakui dosa supaya diselamatkan, menjaga, atau mempertahankan keselamatan kita. Jika saya percaya demikian, saya akan membunuh setiap orang yang datang untuk keselamatan. Saya mungkin pergi ke neraka, tapi itulah satu-satunya cara mereka bisa sampai ke surga. Kita perlu mengakuinya, bukan supaya dilahirkan kembali, tetapi karena daging kita tercemar. Hal itu membuka celah, memberi Setan hak legal untuk berfungsi ke dalam kedagingan kita (Rm. 6:16).
Mengakui dosa kita artinya, kita kembali kepada persetujuan dengan Allah dan keluar dari persetujuan dengan iblis. Itu menghentikan Setan mendominasi kita melalui dosa itu dan menarik pengampunan serta kemurnian, yang sudah ada dalam roh kita yang sudah lahir baru, ke dalam daging kita.
Roh kita yang dilahirkan kembali telah ditebus selamanya (Ibrani 9:12). Dua pertiga lainnya, jiwa dan tubuh kita, juga telah dibeli dengan darah-Nya, tetapi penebusannya belum terjadi. Namun, Tuhan telah membuat ketentuan untuk ini juga.
Roma 8:23 TB berbunyi, “Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
Efesus 1:14 TB mengatakan, “Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.
Ketika penebusan selesai dalam roh, jiwa, dan tubuh, kita akan mengenal Dia sebagaimana kita dikenal (1 Kor. 13:12). Pada saat yang sama, kita dapat mengalami pembaharuan pikiran melalui Firman-Nya. Meskipun kita sedang menunggu penebusan tubuh kita, kita dapat menerima kesembuhan selama kita masih hidup dalam tubuh kita yang fana. Tuhan telah menyediakan baik bagi jiwa maupun tubuh, meskipun penebusannya belum dinyatakan.
Sayangnya, kebanyakan orang Kristen tidak memanfaatkan persyaratan ini. Mereka belum juga memperbaharui pikiran mereka selaras dengan firman Tuhan, dan mereka masih belum mengerti bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita. Galatia 3:13 TB Rata-rata orang percaya Perjanjian Baru masih berusaha membuat Tuhan menanggapi mereka berdasarkan kinerja mereka. Mengapa? Karena mereka tidak tahu bahwa perjanjian pelaksanaan Hukum Perjanjian Lama sudah berakhir. Kita sekarang berada di bawah pelayanan kasih karunia dan iman Perjanjian Baru (2 Kor. 3:7-8).
Hukum diberikan untuk menginsafkan orang akan kebenaran diri sendiri sehingga mereka dapat melihat kebutuhan mereka akan seorang penyelamat. Puji Tuhan, kita sekarang tidak lagi di bawah Hukum. Satu Timotius 1:9 mengatakan bahwa Hukum tidak dibuat untuk orang benar. Dan siapa yang benar? Setiap orang yang dilahirkan kembali (2 Kor. 5:21).
Ibrani 7:12 dan 18 mengatakan, “Untuk mengubah imamat, perlu juga ada perubahan hukum. Karena sesungguhnya perintah itu dibatalkan karena kelemahan dan ketidakberuntungannya.”
Sungguh pernyataan yang radikal! Pembatalan! Kata disannulling secara harfiah berarti pembatalan, membuat batal demi hukum. Hukum Perjanjian Lama telah dibatalkan, dibatalkan, dihapuskan. Hukum itu lemah dan tidak menguntungkan. Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita yang sementara, sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. Galatia 3:24 TB
Efesus 1:3-5 mengatakan, “[Dia] telah memberkati kita dengan segala berkat rohani…telah memilih kita…Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya”
Dalam bahasa Yunani, “hath” adalah bentuk aortas, yang berarti kesepakatan yang sudah selesai—ini adalah fakta yang tercapai. Jadi betapa diberkatinya kita dengan semua berkat rohani. Ayat 6 mengatakan bahwa kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Efesus 1:6 TB Sungguh, pernyataan itu terlalu diremehkan. Kata Yunani yang digunakan untuk “diterima” hanya digunakan dua kali dalam Perjanjian Baru. Tempat lainnya adalah di Lukas 1 di mana Malaikat Jibril menampakkan diri kepada Maria.
Gabriel berkata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” (ayat 28).
Kata Yunani untuk “sangat disukai” adalah satu-satunya saat kata ini digunakan. Ketika dikatakan bahwa kita diterima di tempat yang dikasihi, dikatakan Dia telah membuat kita sangat disukai. Maria tidak punya info apapun tentang orang percaya yang telah lahir baru. Setiap kita diterima, dipilih, dan sangat disukai. Itu semua merupakan bagian dari penebusan.
Memahami penebusan, pengampunan penuh atas dosa-dosa kita, adalah dasar untuk memahami Perjanjian Baru dan bagaimana Allah berurusan dengan kita hari ini. Jika kita dilahirkan kembali dan masih mengajukan pertanyaan seperti ini: “Dapatkah saya kehilangan keselamatan saya?” “Jika saya mati dengan dosa yang tidak diakui, apakah saya akan masuk surga?” atau “Apakah Tuhan menjawab doa seseorang yang masih berdosa?” maka Anda tidak mengerti arti penebusan.
Penebusan sangat praktis, dan pemahaman kita tentangnya akan menentukan apa yang dapat kita terima dari Allah, tidak hanya dalam kekekalan, tetapi juga di sini dan saat ini.
If we don’t know God’s nature or really understand Him, we’ll never effectively walk in the blessings and power of God – Andrew Wommack.
Jika kita tidak mengenal sifat Allah atau benar-benar memahami Dia, kita tidak akan pernah berjalan secara efektif dalam berkat dan kuasa Allah – Andrew Wommack.
Yang belum membaca bagian 1 bisa KLIK: https://yennyindra.com/2023/03/penebusan-bagian-1-bagaimana-pengampunan-dosa-di-perjanjian-baru/
Sumber: Andrew Wommack.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Awalnya ragu-ragu menceritakan pengalaman ini, tetapi karena banyaknya pertanyaan, “mengapa tidak ada Seruput Kopi Cantik hari ini?”, akhirnya saya memilih untuk bercerita.
Hari Senin, saya order paket JNE diambil di rumah. Sudah transfer, lalu malam ada chat paket dari JNE plus foto. Tanpa berpikir panjang, saya klik. Ini awal kena hacked alias diretas. Tapi saya gak sadar. Selasa pagi, sekitar pk.8.30 sedang WA call, tiba-tiba suara hilang. Muncul info, WA di HP ini sudah tidak berlaku. Lho??? Akan diganti ke Whatsapp Business. Curiga…. jangan-jangan di Hacked.
Kata teman-teman, di uninstall dulu lalu install lagi. Takut salah, segera saya ke Samsung Service Center. Di uninstall lalu install ulang, ternyata muncul, permintaan pindah ke Whatsapp Business dan klo mau data harus dialihkan. Waduh…. bisa pindah ke hacker nich! Singkat cerita, di info bisa diinstall tapi data hilang semua karena gak di back up di google. “Masa???” , kaget setengah mati.
Christian, putra saya yang pernah kena hacked bilang, jangan diapa-apakan tunggu 12 jam nanti WA bisa kembali, sementara lapor ke Whatsapp by email. Ya sudah … pulang.
Timbul pikiran galau, kalau beneran gak di back up dan hilang semua bagaimana? “What if?” Menggoda menari-nari di kepala. Terus bagaimana dengan teman-teman yang dihubungi hacker? Padahal WA gak bisa dipakai. Duh, gak bisa mikir! Telpon dari beberapa teman masuk. Curiga ada orang yang minta dikirimi uang. Duh makin tegang nich…
Di tengah situasi kacau seperti ini, apa yang selama ini kita simpan dalam hati itu muncul.
HP di hacked orang itu Fakta. “Ingat Yenny, berita itu Fakta. Setiap hari koran datang, bagaimana beritanya di koran? Setiap hari ganti berita. Kesimpulannya: Fakta itu Terus Berganti!”, suara di hati saya menegaskan.
“Yang merupakan Kebenaran Sejati itu apa? Firman Tuhan/Janji Tuhan,yang tetap sama dahulu, sekarang dan selama-lamanya tidak berubah Apa Janji Tuhan? “Aku memberikan kepadamu Masa Depan Penuh Harapan” “What things soever you desire, when you pray, believe you have them, you shall have them. Apa pun yang kamu inginkan, ketika kamu berdoa, percayalah kamu sudah menerimanya, maka kamu akan memilikinya.” Apa yang kamu inginkan? Whatsapp kembali dan pulih seperti semula! Teman-teman tidak ada yang tertipu.
Lalu kamu pilih mana? “Tuhan saya memilih percaya kepada-Mu. Klo saat ini data Whatsapp saya benar-benar hilang, tetapi Tuhan bisa memerintahkan malaikat-malaikat dengan cara yang ajaib, bawa kembali data-data WA saya. Tuhan, saya gak tau apa yang dilakukan hacker. Ada ribuan kontak di HP saya. Tuhan kirim malaikat-malaikat-Mu melindungi nama-nama yang menjadi sasaran hacker. Saya menolak galau, tetapi menyerahkan segala kekhawatiranku ke tangan-Mu karena Tuhan yang memelihara kami semua.
Saya percaya ketika saya meninggikan Firman Tuhan/Janji Tuhan di atas fakta, maka fakta yang akan Tunduk kepada Firman/Janji Tuhan. Fakta yang akan menyesuaikan diri dengan Perkataan Firman Tuhan. Lalu saya berdoa dalam roh dan menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan. Sambil berulangkali deklarasi janji-janji-Nya. Bukan karena ketakutan, tetapi dengan otoritas Tuhan, memerintahkan agar semua janji-janji-Nya termanifestasi.
Sempat ada telpon-telpon mencurigakan masuk. Bahkan dari Malaysia. Telpon dari nomor call center bank yang dipelesetkan ditambah 1 angka nol. Rupanya mereka coba membobol kartu kredit. Segera saya blokir kartunya.
Setelah 12 jam, install ulang dan whatsapp kembali dengan utuh. Wow… Puji Tuhan. Ternyata sudah disetting backup setiap hari. Chat dari beberapa teman masuk. Saya infokan, HP saya di hacked. Untunglah mereka tanya dulu. Check & recheck sangat penting.
Seandainya saya membiarkan pikiran-pikiran ‘what if’ menghantui, tentunya seharian hidup saya kacau balau…. Arena peperangan mental ada di pikiran, kepala kita.
IMAN ITU TERLETAK DI HATI, BUKAN DI KEPALA
Pelajarannya, – Apa pun yang terjadi, yang pertama harus datang kepada Tuhan dan minta arahan-Nya. – Dengarkan suara di hati, bukan di kepala. Jangan ambil keputusan berdasarkan ketakutan, tetapi dengarkan suara-Nya di hati. – Two Steps Verification sebagai langkah pengaman di whatsapp dan telegram itu penting sekali agar tidak mudah diretas. – Jangan lupa Back-up chat di setting WA. – Check & Recheck jika ada yang mencurigakan.
Let God’s promises shine on your problems – Corrie Ten Boom.
Biarkan janji Tuhan menyinari masalah Anda – Corrie Ten Boom.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK- PEDULI KESEHATAN
Serba-Serbi Doa Kesembuhan, Part 3 : Kesembuhan Supernatural.
Kebanyakan orang, mencari Tuhan sebagai upaya terakhir, setelah terlebih dahulu minum obat dan ke dokter, tetapi gak sembuh. Bahkan ada yang mencari Tuhan, setelah dokter angkat tangan.
Repotnya lagi, selama ini mereka hanya ke gereja sebagai rutinitas, tidak memiliki cukup banyak firman yang tersimpan di dalam hatinya.
Kesembuhan Ilahi sesungguhnya prinsipnya mudah. Secara umum, Kesembuhan Ilahi diraih melalui Iman. Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Ketika firman Tuhan yang dihidupkan, kita terima dari Roh Kudus sebagai rhema (suara Tuhan) itu tertanam di dalam hati kita (bukan sekedar di kepala), sampai hati kita penuh dengan firman-Nya yang hidup, maka kesembuhan pun mengalir dan termanifestasi dalam tubuh kita.
Dan kunci suksesnya, hubungan pribadi dengan Tuhan. Ini benar-benar tak tergantikan. Rhema dari Tuhan tidak pernah gagal. Rhema (Suara Tuhan, Firman yang dihidupkan) itulah yang membuat kita mampu berdiri teguh memegang Janji Tuhan, apa pun situasinya.
Nach, yang kerap menjadi penghalang, kebanyakan orang melihat gejala-gejala penyakit, setelah didoakan, lalu bertanya-tanya, “Koq gejalanya masih ada ya?” Lalu ‘merasa’ belum disembuhkan. Ini Mindset Yang Salah!
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.1 Petrus 2:24 TB
Setiap kita yang sudah percaya Yesus dan lahir baru, kesembuhan dari segala penyakit SUDAH DIBAYAR LUNAS oleh YESUS 2000 tahun yang lalu. Penyakit SUDAH tidak berkuasa lagi atas kita. Saat gejala penyakit timbul, segera TOLAK Dalam Nama Yesus. Usir. Kita orang yang sehat (sudah sembuh), menendang penyakit yang berani meneror kita. Persis seperti saat ada pencuri masuk rumah, kita usir dan telpon polisi.
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Yakobus 4:7 TB
Karena ketidaktahuan, kerap kita justru menerima dan sepakat dengan penyakit. “Iya tuh… saya pilek allergi” Saya pun baru sadar setelah belajar, bahwa ternyata sakit datang, karena kesalahan saya sendiri. “Umat-Ku binasa karena kurang pengetahuan,” kata Tuhan.
Fenomena ke dua yang kerap terjadi, kalau gejala-gejala penyakit masih ada, Dianggap Belum Sembuh! Salah itu….
Kebenaran yang harus diterima jika ingin kesembuhan Ilahi itu demikian:
Kita DISEMBUHKAN KARENA FIRMAN TUHAN BERKATA KITA SUDAH SEMBUH 1 Petrus 2:24 TERIMA dan Titik. Sepakat Dengan Tuhan: Saya Sudah Sembuh!
“Gejala masih ada tuh, Bu Yenny….” “Kamu percaya gejala atau percaya Tuhan? Klo Firman Tuhan bilang SEMBUH berarti KAMU SEMBUH.”
Memanifestasikan kesembuhan di dalam roh kita, supaya sampai ke tubuh natural itu syaratnya Iman. Pertarungannya ada di kepala. Karena kepala percaya apa yang diterima oleh pancaindra. “Masih sakit, masih benjol, masih berair dll”
The Impossible is reserved for Faith – Nancy Dufresne. Yang Mustahil dicadangkan untuk direalisasikan melalui Iman – Nancy Dufresne.
Si musuh (iblis) sengaja menarik perhatian kita melalui pancaindra. Dibuatnya setelah didoakan, justru makin gatal, sakit, merah dll. Supaya iman kita luntur, dan manifestasinya gagal.
Jangan lihat apa yang ditangkap pancaindra, tetapi terima firman dengan penuh iman: Aku Sudah Sembuh, karena Firman Tuhan berkata demikian. Ketika kita Berani Berdiri Teguh di atas Janji Tuhan, meninggikan Firman Di atas Fakta yang kasat mata, bahwa “Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh”, pada waktunya nanti gejala dan penyakit akan kalah dan sirna.
Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu: ”Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nya pun mendengarnya. Markus 11:12-14 TB
Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: ”Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering.” Yesus menjawab mereka: ”Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Markus 11:20-24 TB
Tuhan Yesus begitu mengutuk pohon ara, saat itu juga pohon itu Sudah Mati. Tetapi manifestasinya, baru terlihat keesokan harinya. Yesus tidak perlu melihat, karena Dia tahu, apa yang dikatakannya pasti terjadi. Dengan cara yang sama, saat kita didoakan kesembuhan, instan sudah terjawab. Tetapi manifestasinya butuh waktu. Siap terima kesembuhan Ilahi?
Agree with God’s Word and present it back to Him in faith – Victoria Osteen.
Sepakat dengan FirmanTuhan dan serahkan kembali kepada-Nya dengan Iman – Victoria Osteen.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN