KYRGYZSTAN, DARI TUPAI PEMAKAN KWACI HINGGA MENARI ONDEL-ONDEL!*
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
*KYRGYZSTAN, DARI TUPAI PEMAKAN KWACI HINGGA MENARI ONDEL-ONDEL!*
Kyrgyzstan ternyata menyimpan begitu banyak kejutan!
Negara di Asia Tengah yang merdeka dari Uni Soviet pada 31 Agustus 1991 ini terkenal dengan pegunungan yang indah, lembah hijau, dan tradisi masyarakat nomadnya.
Selama tiga hari di Kyrgyzstan, kami bukan hanya menikmati alam yang spektakuler, tetapi juga mengumpulkan berbagai pengalaman lucu yang rasanya akan terus dikenang.
Pagi itu, sebelum menuju Ala-Archa National Park, kami sengaja mampir ke supermarket.
Beli apa?
Kwaci!
Bukan untuk dimakan sendiri, melainkan untuk memberi makan tupai yang konon banyak berkeliaran di taman nasional tersebut.
*Ala-Archa National Park* berada di kawasan pegunungan Tian Shan, tidak jauh dari Bishkek, ibu kota Kyrgyzstan.
Kami naik cable car menuju bagian atas pegunungan. Pemandangannya cantik sekali. Gunung-gunung menjulang, pepohonan menghiasi lereng, dan udara pegunungan terasa begitu segar.
*Cable car di Ala-Archa* ini ternyata masih baru, mulai beroperasi pada Februari 2026.
Setelah turun, kami menuju sisi lain taman untuk mencari tupai.
Dan benar saja!
Ada tupai berbulu kemerahan dengan ekor cokelat muda. Ada pula yang tampak abu-abu dengan ekor putih, yang sekilas menyerupai tupai albino.
Begitu kami mengeluarkan kwaci, mereka mendekat.
Ha… ha…
Lucu sekali melihat tingkah mereka.
Rupanya kwaci yang dibeli pagi-pagi tidak sia-sia!
Perjalanan dilanjutkan ke *Osh Bazaar*, salah satu pasar tradisional terkenal di Bishkek.
Wuih… buah-buahannya menggoda sekali!
Anggurnya manis luar biasa, harganya pun murah. Berbagai buah segar tersusun cantik, membuat kami ingin mencoba semuanya.
Harga makanan yang kami temui juga terasa lebih murah dibandingkan di Indonesia.
Salah satu kesenangan travelling memang mengunjungi pasar tradisional. Di sanalah kita bisa melihat kehidupan masyarakat setempat, bukan hanya tempat-tempat yang sengaja dipercantik untuk turis.
Kebetulan sekali, saat kami berada di Kyrgyzstan sedang berlangsung perayaan 100 tahun Chuy Region.
Ada konser besar dengan penyanyi-penyanyi lokal, pertunjukan dan suasana pesta yang meriah.
“Wuih, hoki ya… grup kita memang selalu hoki!” komentar Sally.
Ha… ha…
Memang menyenangkan ketika tanpa direncanakan, kita mendapat kesempatan menyaksikan perayaan besar masyarakat setempat.
Keesokan paginya, petualangan berlanjut menuju *Chunkurchak,* sebuah kawasan lembah pegunungan yang luar biasa cantik.
Bayangkan…
Di kejauhan terlihat puncak gunung bersalju. Di lerengnya, dedaunan musim gugur mulai menguning keemasan, berpadu dengan pepohonan cemara yang tetap hijau.
Cantiknya!
Rasanya setiap sudut meminta difoto.
Apalagi rombongan kami memang tidak pernah kekurangan gaya.
Siekah, TikToker andalan kami, langsung beraksi!
Dengan bantuan drone dan kamera, kami sibuk bergaya, bernyanyi, bahkan menari Ondel-Ondel bersama.
Ha… ha…
Bayangkan sekelompok wisatawan Indonesia menari Ondel-Ondel di tengah pegunungan Kyrgyzstan!
Siekah dengan sabar mengatur gerakan dan mengambil video supaya hasilnya bagus.
Kami tinggal mengikuti instruksinya.
Kadang gerakannya kompak.
Kadang kacau.
Justru di situlah lucunya!
Wkwkwk…
Di *Chunkurchak* tersedia berbagai aktivitas seru.
P. Indra, Miming, Siekah dan Al memilih mencoba zipline, meluncur di atas kawasan pegunungan.
Sementara sebagian lainnya memilih naik chairlift, gondola berbentuk kursi terbuka.
Awalnya agak ngeri.
Lho, kok tidak ada kabinnya?
Kaki menggantung bebas, angin sepoi-sepoi menerpa wajah dan kaki.
Tetapi setelah berjalan…
Wuih, asyik sekali!
Pemandangan terlihat begitu jelas, tanpa terganggu pantulan kaca seperti pada gondola tertutup.
Kami pun bebas menikmati keindahan lembah dari ketinggian.
Sepanjang perjalanan terlihat pula rumah-rumah tradisional berbentuk bundar yang disebut *yurt,* tempat tinggal khas masyarakat nomad Asia Tengah.
*Yurt* dirancang agar mudah dibongkar dan dipindahkan, sesuai kehidupan masyarakat penggembala yang dahulu berpindah mengikuti musim.
Unik sekali!
Pengalaman makan kami pun menarik.
Restoran yang kami kunjungi memiliki dinding bernuansa tanah liat, dengan ruang-ruang makan terpisah untuk sekitar delapan hingga dua belas orang.
Rasanya seperti makan di dalam rumah tradisional, hangat dan akrab.
Kami juga mengunjungi *Bishkek Central Mosque,* dikenal sebagai *Imam Sarakhsi Mosque atau Turkish Mosque.*
Masjid megah bergaya Ottoman ini dibangun dengan dukungan Turki. Kubah besar dan menara-menaranya mengingatkan pada arsitektur masjid-masjid di Istanbul.
Satu lagi tempat bersejarah yang menarik perhatian adalah *Victory Square, dengan Eternal Flame atau Api Abadi.*
Api ini merupakan penghormatan kepada mereka yang gugur dalam Perang Dunia II. Monumennya dibangun pada 1985, dengan tiga lengkungan yang melambangkan bentuk yurt tradisional Kyrgyzstan.
Melihat api yang terus menyala, saya teringat betapa mahalnya harga sebuah perdamaian.
Kita bisa bebas bepergian, tertawa dan menikmati kehidupan hari ini karena generasi sebelumnya telah melewati berbagai pergumulan sejarah.
Keesokan paginya, kami meninggalkan Kyrgyzstan menuju perbatasan Kazakhstan, perjalanan sekitar empat jam.
Tiga hari berlalu begitu cepat.
Dari memberi makan tupai, mencicipi anggur supermanis, menikmati konser seratus tahun Chuy, naik cable car dan chairlift, hingga menari Ondel-Ondel di tengah pegunungan.
Sungguh pengalaman yang tidak biasa!
Tetapi yang paling membuat saya tersenyum justru ketika menonton kembali video-video buatan P. Indra & Siekah.
Melihat kami semua tertawa, menari, kadang salah gerakan, tetapi tetap menikmati setiap momennya.
Saya semakin menyadari…
Bertambahnya usia tidak berarti kita harus kehilangan keceriaan.
Kita boleh semakin dewasa dalam berpikir, tetapi hati tetap bisa ringan, spontan dan penuh sukacita.
Tidak perlu selalu tampil sempurna.
Tidak masalah kalau gerakan menari kurang kompak.
Yang penting, kita masih bisa tertawa bersama!
Karena pada akhirnya, travelling bukan hanya tentang seberapa indah tempat yang dikunjungi.
Melainkan seberapa banyak sukacita yang kita bagikan sepanjang perjalanan.
Dan Kyrgyzstan telah memberi kami keduanya.
Pemandangan yang indah…
Serta kenangan yang membuat hati terus tersenyum.
*”Age is an issue of mind over matter. If you don’t mind, it doesn’t matter.” — Mark Twain.*
*”Usia adalah persoalan cara berpikir. Jika kita tidak menjadikannya masalah, usia pun tidak perlu menjadi penghalang.” — Mark Twain*
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopiCantik #yennyindra #Kyrgyzstan #TravelStories #InspirasiKehidupan #RasaSyukur
“Menjadi dewasa bukan berarti kehilangan keceriaan. Selama kita masih bisa tertawa, mencoba hal baru dan menikmati kebersamaan, setiap musim kehidupan tetap mempunyai keindahannya sendiri.” — Yenny Indra
“Growing older doesn’t mean losing our joy. As long as we can still laugh, try new things, and cherish moments together, every season of life has its own beauty.” — Yenny Indra
Yenny Indra
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Anda Mungkin Suka Juga
Apa Yang Anda Ciptakan Dalam Hidup?
Maret 28, 2020
Rest In The Lord.
Juli 30, 2019
