Articles

JANGAN PAKSA ORANG BERJALAN DENGAN SEPATU KITA…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

JANGAN PAKSA ORANG BERJALAN DENGAN SEPATU KITA…

Saya baru belajar sesuatu yang menarik dan mak jleb….

Semestinya ketika ada teman yang curhat dan membutuhkan solusi, salah satu pertanyaan terpenting yang perlu kita tanyakan adalah:

“Apa yang Tuhan katakan kepadamu?”

Lalu tugas kita bukan buru-buru memberikan sepuluh langkah berdasarkan pengalaman kita, melainkan membantu dan memotivasinya supaya berani berdiri di atas kebenaran yang Tuhan tunjukkan kepadanya.

Kebiasaan banyak orang, termasuk saya, justru sebaliknya.

Begitu mendengar masalah teman, spontan kita berkata,

“Oh, dulu saya juga pernah mengalami seperti itu. Saya begini….”

Lalu keluarlah resepnya.

Saya melakukan A, berhasil. Jadi kamu lakukan A.

Saya memilih B, sukses. Kamu juga pilih B.

Saya membangun bisnis dengan cara C, berkembang pesat. Berarti C adalah jawabannya.

Padahal belum tentu.

Pengalaman kita berharga, tetapi pengalaman bukan formula.

Orang lain tidak hidup dengan sepatu kita.

Level imannya berbeda. Karakternya berbeda. Latar belakang keluarga berbeda. Musim kehidupannya berbeda. Kapasitas finansial berbeda. Bahkan ketika masalahnya sama-sama bisnis, produknya bisa berbeda, pasarnya berbeda, kompetitornya berbeda, timing-nya pun berbeda.

Strategi yang membuat saya berhasil belum tentu membuat orang lain berhasil.

Sebaliknya, kegagalan saya menggunakan sebuah strategi juga tidak otomatis berarti strategi itu buruk untuk orang lain.

Di sinilah saya semakin menyadari betapa pentingnya belajar mendengar tuntunan Tuhan secara pribadi.

Lihatlah Petrus dan Yohanes.

Sesudah kebangkitan, Petrus bertanya tentang Yohanes, “Tuhan, bagaimana dengan dia?”

Jawaban Tuhan kurang lebih sangat sederhana: kalau Aku menghendaki dia tetap hidup sampai Aku datang, apa urusanmu? Engkau, ikutlah Aku.

Mak jleb!

Dengan kata lain, jangan sibuk mengukur perjalananmu dengan perjalanan orang lain.

Tuhan mempunyai jalan bagi Petrus. Tuhan juga mempunyai jalan bagi Yohanes.

Bahkan dalam pelayanan Paulus, Roh Kudus pernah melarang mereka memberitakan Firman di suatu daerah, lalu mengarahkan mereka ke Makedonia. Memberitakan Firman tentu sesuatu yang baik. Tetapi sesuatu yang baik belum tentu merupakan instruksi Tuhan untuk kita pada saat itu.

Inilah mengapa kita membutuhkan Roh Kudus.

Tuhan mengetahui seluruh gambar yang tidak kita lihat.

Dia tahu kemampuan seseorang. Dia tahu apa yang sudah ditanam dalam dirinya. Dia tahu orang-orang yang akan ditemuinya. Dia tahu pintu mana yang harus diketuk dan pintu mana yang justru harus dilewati. Dia bahkan sudah mengetahui apa yang menunggu di tikungan berikutnya ketika kita belum melihat apa-apa.

Kenneth E. Hagin banyak mengajarkan pentingnya orang percaya belajar mengikuti pimpinan Roh Kudus dari dalam. Andrew Wommack juga menekankan bahwa orang percaya mempunyai Roh Kudus dan perlu belajar mengenali pimpinan-Nya melalui Firman.

Artinya, ketika seseorang datang kepada kita meminta nasihat, mungkin salah satu pelayanan terbaik yang dapat kita berikan bukan membuatnya bergantung kepada kebijaksanaan kita, tetapi membantunya semakin mampu mengenali tuntunan Tuhan.

Tentu bukan berarti kita tidak boleh memberikan pengalaman atau nasihat.

Pengalaman bisa menjadi referensi. Nasihat bisa membuka perspektif. Orang bijaksana memang mau menerima nasihat.

Tetapi akhirnya kita perlu mengatakan:

“Ini yang saya pelajari dari perjalanan saya. Tetapi tanyakan kepada Tuhan apa yang harus kamu lakukan.”

Ada perbedaan besar antara memberikan lampu dan mengambil alih kemudi.

Saya boleh membantu menerangi beberapa kemungkinan. Tetapi saya tidak berhak mengemudikan kehidupan orang lain.

Dan ini juga mengajar saya ketika menerima nasihat.

Saya boleh mendengar pengalaman orang yang saya hormati. Saya boleh belajar dari orang yang lebih sukses. Saya boleh bertanya kepada mentor. Tetapi jangan memakai pengalaman mereka sebagai pengganti tuntunan Tuhan.

Karena manusia hanya mengetahui sebagian cerita kita.

Tuhan mengetahui semuanya.

Jadi lain kali seorang teman datang dan berkata, “Menurutmu saya harus bagaimana?”

Mungkin jangan terlalu cepat menjawab.

Dengarkan.

Lalu tanyakan:

“Apa yang Tuhan katakan kepadamu?”

Bantu dia kembali kepada Firman. Bantu dia mengenali damai dan tuntunan Roh Kudus. Kalau Tuhan sudah memberikan arah, dorong dia mempunyai keberanian untuk melangkah.

Karena tujuan seorang sahabat yang baik bukan membuat orang semakin membutuhkan jawabannya.

Sahabat yang baik menolong seseorang semakin mengenal suara Tuhan bagi dirinya sendiri.

“The Spirit of God will always guide you in line with the Word of God.”— Kenneth E. Hagin.

“Roh Tuhan akan selalu menuntun kita selaras dengan Firman Tuhan.” — Kenneth E. Hagin.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

“Pengalaman orang lain bisa menjadi pelajaran, tetapi jangan menjadikannya peta perjalanan kita. Tuhan mengenal jalan yang dirancang-Nya khusus untuk kita.”
— Yenny Indra

“Someone else’s experience can teach us, but it should never become the map for our journey. God knows the path He has designed specifically for us.” — Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Iman Natal.”
Bom Bisa Menghancurkan Kota, Kasih Tuhan Mengubah Hati
Asuransi VS Iman: Perlukah Punya Asuransi?