Berani Bertanya, Berani Bertumbuh
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
Berani Bertanya, Berani Bertumbuh
Mengapa ada orang yang mampu melihat dunia dengan cara yang berbeda, sementara sebagian besar dari kita menerima segala sesuatu apa adanya? Pertanyaan itu membawa saya kepada kisah Albert Einstein.
Einstein lahir di Jerman pada tahun 1879. Sejak kecil ia dikenal sebagai anak yang pendiam, tetapi memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa. Ia tidak puas hanya menerima jawaban. Ia ingin mengerti mengapa sesuatu bisa terjadi. Ketika sistem pendidikan pada zamannya lebih menekankan hafalan dan disiplin, Einstein justru lebih tertarik memahami konsep daripada sekadar mengingat fakta. Rasa ingin tahunya tidak pernah padam.
Setelah lulus dari ETH Zurich, ia tidak langsung menjadi profesor terkenal. Sebaliknya, ia bekerja sebagai pegawai di Kantor Paten Swiss di Bern. Pekerjaannya bukan meneliti alam semesta, melainkan memeriksa dokumen-dokumen penemuan orang lain. Namun di sela-sela pekerjaannya, pikirannya terus bekerja. Ia berdiskusi dengan beberapa sahabat dekat dalam sebuah kelompok kecil yang mereka sebut Olympia Academy. Mereka membaca buku, saling mengkritik, berdiskusi, dan mempertanyakan berbagai hal. Di sanalah kebiasaan berpikir Einstein semakin terasah.
Ada satu pertanyaan sederhana yang terus mengisi pikirannya sejak remaja,
“Bagaimana jika seseorang dapat bergerak secepat cahaya?”
Pertanyaan itu terdengar aneh.
Tidak ada laboratorium. Tidak ada teleskop canggih. Hanya sebuah imajinasi. Namun justru dari pertanyaan sederhana itulah lahir salah satu teori paling berpengaruh dalam sejarah ilmu pengetahuan.
Tahun 1905, yang kemudian dikenal sebagai Annus Mirabilis atau Miracle Year, Einstein menerbitkan empat makalah ilmiah yang mengubah dunia fisika. Saat itu ia belum menjadi ilmuwan terkenal. Ia masih bekerja di kantor paten. Namun pikirannya sudah melampaui zamannya.
Tidak semua orang langsung menerima gagasannya. Banyak ilmuwan bersikap skeptis karena teorinya menantang cara berpikir yang selama ini dianggap benar. Namun Einstein tidak berhenti bertanya. Ia lebih tertarik mencari kebenaran daripada mengejar pengakuan manusia.
Ada satu kutipan Einstein yang sangat terkenal, “Imagination is more important than knowledge.”
Banyak orang salah memahaminya, seolah-olah Einstein menganggap pengetahuan tidak penting. Padahal bukan itu maksudnya. Baginya, pengetahuan adalah apa yang sudah kita ketahui hari ini, sedangkan imajinasi memberi keberanian untuk menjelajahi apa yang belum pernah diketahui.
Membaca kisah itu membuat saya bertanya kepada diri sendiri. Kapan terakhir kali saya benar-benar penasaran? Bukan sekadar mencari jawaban di internet, tetapi sungguh-sungguh berpikir. Sungguh-sungguh bertanya.
Sering kali kita berhenti belajar bukan karena sudah tahu banyak, melainkan karena berhenti bertanya. Padahal setiap pertumbuhan selalu dimulai oleh sebuah pertanyaan.
Mengapa?
Bagaimana?
Apakah ada cara yang lebih baik?
Saya percaya prinsip yang sama juga berlaku dalam kehidupan rohani. Orang yang terus bertumbuh bukanlah mereka yang merasa sudah mengetahui semuanya.
Justru mereka yang terus datang kepada Tuhan dan bertanya,
“Apa yang ingin Engkau ajarkan melalui situasi ini?”
atau,
“Apa yang masih perlu Engkau ubah dalam hidup saya?” Pertanyaan-pertanyaan seperti itu membuat tetap rendah hati, tetap mau belajar, dan tetap terbuka untuk diubahkan.
Semakin bertambah usia, saya semakin menyadari bahwa orang yang berhenti bertanya biasanya juga berhenti bertumbuh. Karena itu jangan takut bertanya. Jangan takut berpikir. Jangan takut melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Siapa tahu, perubahan besar dalam hidup kita justru dimulai dari satu pertanyaan sederhana yang selama ini belum pernah kita beranikan untuk ajukan.
“Pertumbuhan tidak selalu dimulai dari jawaban yang hebat. Sering kali, pertumbuhan dimulai dari keberanian mengajukan pertanyaan yang tepat.”
“The important thing is not to stop questioning. Curiosity has its own reason for existing.”— Albert Einstein.
“Yang terpenting adalah jangan pernah berhenti bertanya. Rasa ingin tahu memiliki alasannya sendiri untuk ada.” — Albert Einstein.
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan
Jawaban dapat menambah pengetahuan. Tetapi pertanyaan yang tepat dapat
mengubah arah hidup.” “Answers add knowledge. But the right question can change the direction of your life. – Yenny Indra