Iman Dimulai Sebelum Bukti Muncul.
Seruput Kopi Cantik
?Yenny Indra
Iman Dimulai Sebelum Bukti Muncul.
Ada musim-musim dalam hidup yang terasa membingungkan. Kita sudah berdoa, sudah berusaha, bahkan merasa telah melakukan yang terbaik, tetapi hasilnya belum juga terlihat. Pintu yang kita harapkan terbuka ternyata masih tertutup. Jawaban yang kita nantikan belum juga datang. Bahkan terkadang keadaan justru tampak semakin tidak masuk akal.
Saat berada di musim seperti itu, biasanya pikiran kita mulai bekerja lembur. Muncul berbagai pertanyaan yang melemahkan hati. “Bagaimana kalau gagal?” “Bagaimana kalau semua ini sia-sia?” “Bagaimana kalau Tuhan tidak menjawab doa saya?” Tanpa sadar, pikiran berubah menjadi mesin pencari masalah. Sedikit saja ada berita buruk, kita langsung menghubungkannya dengan keadaan kita. Sedikit hambatan membuat kita merasa semuanya akan berakhir buruk.
Padahal sering kali yang berubah bukanlah keadaan, melainkan cara kita memandang keadaan.
Saya pernah membaca sebuah penjelasan menarik tentang cara kerja otak. Ketika seseorang memutuskan untuk percaya bahwa sesuatu akan berhasil, otaknya mulai mencari berbagai bukti yang mendukung keyakinan itu. Sebaliknya, ketika seseorang sudah yakin bahwa semuanya akan gagal, otaknya juga akan bekerja keras menemukan alasan mengapa kegagalan itu pasti terjadi. Otaknya sama. Dunianya sama. Yang berbeda hanyalah apa yang dipilih untuk dipercaya.
Prinsip ini sebenarnya sudah lama diajarkan dalam Firman Tuhan. Apa yang terus memenuhi pikiran kita perlahan akan membentuk cara kita memandang kehidupan, lalu memengaruhi setiap keputusan yang kita ambil.
Karena itu saya belajar bahwa iman bukanlah menutup mata terhadap kenyataan. Iman adalah memilih melihat kenyataan dari sudut pandang Tuhan.
Abraham menjadi teladan yang indah. Secara manusia hampir tidak ada alasan baginya untuk tetap berharap. Usianya sudah lanjut, tubuhnya semakin lemah, dan janji Tuhan belum juga digenapi. Namun ia memilih tetap percaya. Ia tidak menunggu bukti baru untuk mulai percaya. Ia lebih dahulu mengambil keputusan untuk percaya, lalu tetap berdiri di atas keputusan itu.
Sering kali kita justru melakukan kebalikannya. Kita berkata, “Kalau nanti saya melihat hasilnya, baru saya percaya.” Padahal iman berkata, “Saya percaya, karena itu saya akan melihat.”
Dalam perjalanan hidup, saya beberapa kali mengalami hal yang sama. Ketika sedang berada di tengah proses, saya bertanya-tanya, “Tuhan, sebenarnya Engkau sedang mengerjakan apa?” Jawabannya tidak selalu datang saat itu juga. Namun ketika menoleh ke belakang, saya baru menyadari bahwa tidak ada satu langkah pun yang sia-sia. Tuhan sedang menyusun sesuatu yang jauh lebih indah daripada yang mampu saya bayangkan.
Mungkin hari ini Anda sedang berada dalam masa penantian. Doa belum terjawab. Usaha belum membuahkan hasil. Jalan di depan masih tampak berkabut. Jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa Tuhan sedang diam. Sangat mungkin Dia sedang bekerja di balik layar, mempersiapkan sesuatu yang belum dapat kita lihat.
Karena itu, keputusan terpenting yang dapat kita ambil hari ini bukanlah menyerah, melainkan tetap percaya. Sebab sering kali mukjizat tidak dimulai ketika keadaan berubah. Mukjizat dimulai ketika hati memutuskan untuk tetap mempercayai Tuhan, meskipun mata belum melihat apa pun.
“Keadaan tidak selalu berubah seketika. Tetapi ketika kita memutuskan untuk percaya kepada Tuhan, cara kita memandang keadaan mulai berubah. Dan sering kali, di situlah mukjizat mulai bekerja.”
“Life can only be understood backwards; but it must be lived forwards.”- Søren Kierkegaard.
“Hidup hanya bisa dipahami ketika menoleh ke belakang, tetapi harus dijalani dengan terus melangkah ke depan.” – Søren Kierkegaard.
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan
Keajaiban bukan selalu ketika keadaan berubah. Kadang keajaiban pertama adalah hati yang tetap tenang di tengah penantian.”
“Miracles are not always when circumstances change. Sometimes the first miracle is a heart that remains at peace while waiting.” – Yenny Indra