Articles

Lahir dari Luka, Tetapi Dipilih Tuhan: Kisah James Robison.

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

Lahir dari Luka, Tetapi Dipilih Tuhan: Kisah James Robison.

James Robison lahir dari sebuah kisah yang sangat kelam.

Ibunya, Myra Wattinger, bekerja sebagai seorang perawat praktis. Suatu hari ia merawat seorang pria tua yang sakit. Tetapi anak laki-laki dari pria tua itu, seorang pria alkoholik, memperkosanya. Dari peristiwa tragis itulah James dikandung.

Myra sangat terpukul. Malu. Hancur. Ia bahkan sempat ingin menggugurkan kandungannya. Tetapi dokter yang ditemuinya menolak melakukan aborsi. Bertahun-tahun kemudian James sering berkata bahwa hidupnya ada karena seorang dokter memilih mempertahankan kehidupan seorang bayi yang tidak diinginkan.

Bayangkan ironinya.

Seorang anak yang lahir dari kekerasan… justru dipakai Tuhan membawa pengharapan kepada jutaan orang.

James lahir tahun 1943 di Houston, Texas. Masa kecilnya sangat sulit. Karena merasa tidak mampu membesarkannya, ibunya sempat menyerahkannya kepada keluarga pendeta yang merawat James kecil selama lima tahun pertama hidupnya.

Tetapi suatu hari ibunya datang dan mengambilnya kembali.

James pernah menceritakan bagaimana ia bersembunyi di bawah tempat tidur sambil menangis dan mencengkeram lantai ketika harus dipisahkan dari keluarga yang ia kasihi. Luka penolakan itu membekas dalam hidupnya.

Ia tumbuh dalam kemiskinan, ketidakstabilan, dan kemarahan. Ayah biologisnya dikenal keras dan alkoholik. Tidak heran James muda pernah dipenuhi rasa rendah diri dan pertanyaan besar:

“Mengapa saya lahir?”

Tetapi Tuhan sering kali memulai karya terbesar-Nya dari tempat paling gelap.

Saat remaja, James mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Untuk pertama kalinya ia mulai memahami bahwa hidupnya bukan kecelakaan. Bahwa asal-usul seseorang tidak menentukan tujuan akhirnya.

Dan ia sering memakai hidupnya sendiri sebagai contoh ketika berkata:

“Manusia mungkin berkata kita tidak diinginkan, tetapi Tuhan tetap bisa berkata kita dipilih.”

Kalimat itu bukan slogan rohani. Itu adalah kesaksian hidupnya sendiri.

James mulai berkhotbah sejak muda. Bukan karena hidupnya sempurna, tetapi justru karena ia tahu bagaimana rasanya terluka, ditolak, dan merasa tidak berharga. Ia berbicara dengan hati yang nyata. Tidak menggurui. Tidak berpura-pura.

Bersama istrinya Betty, ia kemudian membangun Life Outreach International, pelayanan yang memberitakan Injil sekaligus memberi makan orang lapar, menyediakan air bersih, dan menolong mereka yang menderita di berbagai negara.

Salah satu hal yang sangat kuat dari hidup James adalah: ia tidak membiarkan masa lalu menentukan identitasnya.

Itulah sebabnya ayat ini sangat dalam maknanya:

“Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: baik Paulus maupun Apolos, baik Kefas, baik dunia, hidup maupun mati, _waktu sekarang maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya._ Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.” (1 Korintus 3:21-23, TLB)

Dalam bahasa Inggris tertulis:

“He has given you all of the present and all of the future.”

“Dia telah memberikanmu semua masa kini dan semua masa depan.”

Mengapa ayat itu berbicara tentang present dan future, tetapi tidak menyebut masa lalu?

*Karena bagi orang percaya, masa lalu sudah dipaku di kayu salib.*

Move On…. Tinggalkan!

Terlalu banyak orang masih hidup dari luka lama, rasa malu lama, kegagalan lama, dosa lama, dan penolakan lama. Padahal Yesus datang bukan hanya mengampuni dosa kita, tetapi juga memberi identitas baru.

James Robison memahami itu.

Ia bisa saja hidup sebagai korban. Ia bisa saja pahit kepada dunia. Tetapi ia memilih mempercayai tujuan Tuhan lebih besar daripada luka masa lalunya.

Dan sampai akhir hidupnya, dampaknya terus terasa.

Ada kehidupan yang berhenti saat seseorang meninggal. Tetapi ada kehidupan yang terus berbicara bahkan setelah orangnya tidak ada lagi.

James Robison termasuk yang kedua.

Dari seorang bayi yang nyaris diaborsi, ia menjadi suara pengharapan bagi dunia.

Dan mungkin itulah sebabnya kalimat Tuhan ini terasa begitu tepat untuk hidupnya:

“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia.” (Matius 25:21)

Betapa indahnya…..

“Your present circumstances don’t determine where you can go; they merely determine where you start.” – Nido Qubein

“Keadaan kita saat ini tidak menentukan ke mana kita bisa pergi; itu hanya menentukan dari mana kita memulai.”- Nido Qubein

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Pahlawan yang Terlihat Bodoh, tapi Dipakai Tuhan dengan Cara yang Jenius
Hidup yang Berdampak: Warisan yang Abadi.
“Apakah Anda Terbebas?”