Pilih Apa yang Kita Dengarkan, Pilih Kehidupan yang Kita Jalani
Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra
Pilih Apa yang Kita Dengarkan, Pilih Kehidupan yang Kita Jalani
Berulangkali teman-teman, bahkan hamba-hamba Tuhan, mengirim video dan artikel, minta pendapat saya. Nyaris semuanya topik-topik kontroversial.
Teman-teman, karena saya sekolah di Charis Bible College (CBC), saya sangat selektif dalam mendengarkan pembicara. Bukan karena merasa paling benar, tetapi karena saya sudah menikmati buahnya. Ini bukan teori. Ini hasil.
Kenapa harus selektif?
Karena apa yang kita dengar, itu yang akan membentuk cara kita berpikir. Dan cara kita berpikir, itu yang menentukan arah hidup kita.
Kalimat sederhananya begini:
“What you see and hear is what you get.”
Caranya bagaimana saya menjaga diri?
Sederhana, tapi disiplin.
Sebelum mendengarkan pembicara baru, saya check dan recheck. Apakah dia pernah diundang ke CBC Colorado? Saya suka mendengarkan kotbah berbahasa Inggris. Sambil belajar bahasa juga. Sambil menyelam, minum air.
Apakah jaringan pelayanannya selaras dengan pengajaran yang saya pegang? Apakah roh dan arah pengajarannya sejalan?
Kalau tidak jelas, saya tidak buang waktu.
Saya juga lebih memilih membaca dan mempelajari kisah para jenderal iman yang sudah terbukti. Orang-orang yang hidupnya menghasilkan buah nyata, bukan sekadar kata-kata.
Zaman boleh berubah, tetapi kebenaran Firman Tuhan tidak pernah berubah.
Dan jujur saja, saya punya begitu banyak materi pengajaran yang bagus. Bahkan sampai hari ini, saya masih kekurangan waktu untuk mempelajarinya.
Jadi buat apa saya menghabiskan waktu untuk sesuatu yang kontroversial, yang manfaatnya belum tentu jelas?
Lebih berbahaya lagi, di sosial media. Sekali kita klik sesuatu yang negatif, algoritma akan “memberi makan” kita dengan hal yang sama, berulang-ulang.
Tanpa sadar, kita sedang membangun dunia dalam pikiran kita sendiri.
Itu sebabnya Firman Tuhan berkata dalam Ulangan:
“Aku memperhadapkan kepadamu kehidupan dan kematian… pilihlah kehidupan.”
Perhatikan, Tuhan tidak memilihkan. Kita yang memilih.
Kehidupan seperti apa yang kita jalani hari ini, itu hasil dari apa yang kita izinkan masuk ke dalam hati dan pikiran kita.
Saya mau cerita sedikit.
Suatu hari sahabat saya, Pak Irsan, kirim foto dari Penang. Saya kaget lihat matanya. Lalu dia cerita, setahun sebelumnya dokter sudah bilang kondisi saraf matanya tipis dan hampir putus. Risiko besar, bisa lepas retina. Disarankan segera laser.
Tapi dia memilih jalan iman.
“Kan Barry bilang kesembuhan adalah hak perjanjian orang percaya…,” ujarnya yakin,
“Andrew Wommack sering bilang lawanlah iblis maka ia akan lari dari padamu.”
Selama satu tahun, dia terus berbicara kepada matanya. Memerintahkan saraf, kornea, dan retina untuk pulih dalam nama Yesus.
Dan hasilnya?
Ketika dicek dengan alat OCTA, alat yang sangat canggih di Penang, matanya dinyatakan normal.
Ini bukan kebetulan. Itu bukti jawaban dari Tuhan.
Pak Irsan adalah murid CBC Distance Learning. Bahkan lulus lebih cepat, 6 bulan, dari jadwal yang semestinya 1 tahun.
Dan yang menarik, dia terus mengulang pelajaran level 1 sampai tujuh kali.
Mungkin di seluruh dunia cuma ada 1 murid yang sebegitu konsisten mengulang pelajaran seperti ini.
Only one in the world… wkwkwk…
Darimana saya tahu?
Krn setiap hari beliau kirim quotes apa yang di dapat dari video yg ditontonnya. Bahkan saat mau ke medan, ada pesta or kematian, ijin ke sy…
Hahaha….. padahal saya bukan siapa-siapa… sekedar sahabat saja.
Saya tanya, mengapa sich koq ngotot banget, mesti mengulang-ulang pelajaran level 1? Heran saya… dikasi materi baru dari guru-guru CBC di youtube, ga mau. Aneh kan?
Kenapa tidak lanjut ke materi baru?
Jawabannya sederhana, tapi dalam.
Karena dari pelajaran dasar itu, dia beberapa kali mendapat arahan Tuhan yang sangat tepat. Termasuk keputusan investasi emas, di waktu yang pas, dengan hasil yang tepat.
Artinya apa?
Kualitas hidup kita bukan ditentukan oleh seberapa banyak hal baru yang kita konsumsi, tapi seberapa dalam kita mencerna kebenaran yang benar.
Inilah yang saya lihat dari hidupnya.
Kemakmuran, kesehatan, damai sejahtera, sukacita, itu datang dengan alami. Tidak dikejar, tapi mengikuti.
Hidupnya jadi damai… semeleh, kata orang Jawa.
Tenang, tidak reaktif, tidak panik. Karena dia berjalan dengan arah.
Bukan karena dia hebat. Tapi karena dia konsisten mendengar suara yang benar.
Jadi kalau ditanya, apakah kita mau hidup seperti itu?
Jawabannya bukan di luar sana.
Jawabannya ada di pilihan kita setiap hari.
Apa yang kita dengar.
Apa yang kita tonton.
Apa yang kita izinkan masuk.
Kalau mau hasil yang berbeda, jangan terus konsumsi hal yang sama.
Mulai pilih kehidupan.
Mulai pilih kebenaran.
Dan mulai praktik.
Tidak perlu tunggu siap.
Mulai saja…. yuk
“Guard your mind, and you will guard your life.” – Joyce Meyer.
“Jagalah pikiranmu, maka engkau menjaga hidupmu.” – Joyce Meyer.
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan