Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
6 Keranjang 7 Langkah, Semua Orang Bisa Kaya!
Wow…. inilah seminar yang dibawakan Lim Tung Ning saat Kopdar Doa Pagi BBL. Prinsip sederhana, jika benar-benar dipraktikkan akan mengubah kondisi keuangan mau pun masa depan kita.
Menarik sekali, Tung Ning membuka dengan mengingatkan, tentang Keuangan sesungguhnya adalah tentang Perilaku kita. Nilai-nilai dan prioritas kita dalam kehidupan.
Begitu banyak orang terjerat pada utang, membeli secara kredit meski jaauuuh lebih mahal, membuat hidup mereka tidak ke mana-mana, karena tidak bisa menunda kesenangan. Menggunakan uang masa depan.
Raja Salomo dengan tegas berkata, “Jangan Berhutang! yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi”
Sebaliknya, orangtua yang gak boros, anaknya gak boros juga. Orangtua yang suka berbagi, maka anaknya pun murah hati. Warisan perilaku, karakter dan kebiasaan.
Dan sebagai orang beriman kepada Allah, kita sadar, Sumber Berkat kita sejati ya Allah. Kita menjalani kehidupan dengan caranya Allah, God’s Way. Karena seluruh harta, waktu, talenta bahkan hidup kita pun merupakan titipan Tuhan …. kita sekedar pengelola miliknya Tuhan.
Apa rahasia 6 Keranjang 7 Langkah?
6 Keranjang Keuangan:
1.Keranjang Kekekalan.
Semua kekayaan materi kita, adalah titipan Tuhan. Bersifat sementara & tidak kekal. Kita hanyalah Pengelola milik-Nya.
2. Keranjang Pemulihan.
Perbaiki kondisi keuangan yang timpang dan tutup lubang utang (jika ada).
3. Keranjang Keamanan.
Membangun fondasi keuangan dengan pemahaman keuangan yang benar dan tertata. Membeli yang dibutuhkan bukan sekedar memuaskan keinginan. Menyisihkan uang untuk Dana Darurat (termasuk Asuransi), Dana Pensiun, Dana Pendidikan Anak atau membeli rumah, itu wajib.
4. Keranjang Pertumbuhan.
Setelah kondisi keuangan aman dan stabil, mulailah berpikir mengembangkan kekayaan, melalui bisnis dan investasi.
Untuk itu butuh belajar baik pengetahuan mau pun strateginya, lalu bijak dalam mengelolanya.
5. Keranjang Kemewahan.
Kaya dan hidup mewah adalah impian banyak orang. Sah-sah
saja menikmatinya, tetapi pastikan dulu kita sudah memenuhi dahulu nomor 1 sd 4. Ini rahasia suksesnya!
Banyak orang di jaman ini yang masih terlibat hutang, belum menabung, gak punya dana pensiun, dana darurat, apalagi investasi, tapi mengutamakan kemewahan terlebih dahulu…. pakai duit kredit pula. Tidak heran hidupnya akhirnya terpuruk, terperosok ke dalam ‘lubang serigala’
*Tung Ning menantang, harus berani kembali Titik Nol: bereskan utang dan ubah perilaku serta gaya hidup! Dibutuhkan kerendahan hati untuk mempraktikkannya.*
6. Keranjang Pusaka.
Sewajarnya, kita mewariskan sesuatu yang luar biasa pada keturunan dan generasi sesudahnya.
Apa saja? Kesejahteraan, keamanan dan nama baik adalah sebagian pusaka yang kita tinggalkan.
Keenam keranjang itu merupakan tahapan yang wajib kita lalui untuk memiliki kehidupan keuangan yang sehat.
7 Langkah:
1. Pay God First, memberi pertama kepada Tuhan.
2. Menyiapkan Tabungan Perdana.
3. Membasmi semua utang konsumtif.
4. Membangun Dana Pengaman.
5. Menyiapkan 3P:
– Papan – rumah pribadi.
– Dana Pensiun
– Dana Pendidikan Anak.
6. Mengembangkan Kekayaan.
7. Meninggalkan warisan (sebuah pusaka)
Tung Ning menegaskan prinsip terbaik pengelolaan keuangan yang benar adalah:
– Pay God First – Persembahkan dulu untuk Tuhan yang pertama.
– Pay Yourself Second – Sisihkan untuk tabungan, yang ke dua.
– Pay Your Need Third – Bayar Kebutuhanmu, yang ke tiga.
– Pay Your Want Fourth – Bayar Keinginanmu, yang ke empat.
Banyak orang yang beranggapan, ini hanya cocok untuk orang yang banyak duit.
Siapa bilang?
Memberi persembahan kepada Tuhan sebagai yang utama, membuat kita memiliki mental berkelimpahan dan senantiasa bersyukur. Hukum kehidupan itu Tabur dan Tuai.
Kebiasaan menghabiskan gaji karena memenuhi keinginan sehingga ‘Besar Pasak daripada Tiang’ sudah umum.
Memaksa diri menabung 100 ribu/bulan, jika dilakukan dengan disiplin, itu akan mengubah seluruh kehidupan kita. Memberikan rasa aman. Dan kita bisa belajar mengelola uang untuk mencapai tujuan di masa depan: agar memperoleh passive income, uang yang bekerja untuk kita sehingga kita menikmati financial freedom, bebas secara keuangan. Jika tidak menabung, lalu uang apa yang mau dikelola?
Setia dalam perkara kecil, kita akan dipercaya dalam perkara besar.
“Apakah cicilan NOL % benar-benar nol %?”, tanya Tung Ning.
Lalu meluncurlah cerita lucu & tragis.
Sekian puluh tahun lalu, Tung Ning hendak membeli TV seharga 12 juta rupiah. Ketika di kasir, ditawari cicilan 0% dengan kartu kredit tertentu.
Oh… oke juga tuh. Jadilah beli TV 12 juta, hanya bayar 1 juta.
Hhhmmm … di kantong tersisa 11 juta.
Nach …kan masih ada duit, ingat istri ingin kulkas baru yang besar.
Jadilah Tung Ning beli lagi kulkas besar, ditawari cicilan 0% lagi, maka uang hanya berkurang 1 juta lagi. Di kantong masih tersisa cash 10 juta rupiah.
Tetapi sekarang Tung Ning punya hutang TV 11 juta + Kulkas 11 juta = 22 juta. Padahal uang di kantong sisa 10 juta.
Nach tanpa disadari ambil uang masa depan dengan berhutang 12 juta…
Guuuubbbrrraaakkk……
Kredit dan cicilan memang menggoda.
Membeli mobil mewah dengan mencicil alias berhutang… padahal saat dijual lagi harga pasti turun jauh, belum lagi biaya-biaya sampingannya. Ruginya, alamaakk…
Andrew Wommack menyarankan, tabung sendiri uang cicilannya setiap bulan, setelah cukup, beli cash…. jauh lebih hemat dan bebas stress.
Pada akhirnya, kuncinya ada di Penguasaan Diri. Kembali perilaku, kedewasaan dan kebijaksanaan diri yang menentukan.
Buku ini membahas pula tentang berbagai investasi, pilihan-pilihan apa saja yang ada dan bagaimana memilihnya dst.
Asuransi berjangka atau unitlink?
Bolehkah berinvestasi di instrumen derivatif seperti futures ( index, forex atau komoditas) yang menawarkan keuntungan luar biasa?
Praktis, simple tapi tepat sasaran.
Yang ingin belajar lebih mendalam, sila beli bukunya.
Yuk belajar…. ga ada sukses secara kebetulan.
“Whenever we spend money instead of investing it, we are actually taking from ourselves—we are taking both the time we spend to make the money and the future freedom it can buy.”—Grant Sabatier
“Kapan pun kita membelanjakan uang alih-alih menginvestasikannya, sebenarnya kita mengambil keuntungan dari diri kita sendiri—kita menggunakan waktu yang kita habiskan untuk menghasilkan uang dan kebebasan masa depan yang bisa diraih.”—Grant Sabatier
YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan
You may also like
<strong>DARI BUKHARA HINGGA SEVEN LAKES.* <strong><
<strong>WELCOME TO BUKHARA!</strong>
<strong> EMPAT “TAN”, SATU PETUALANGAN DIMULAI</strong>
Arsip
- Oktober 2026
- September 2026
- Agustus 2026
- Juli 2026
- Juni 2026
- Mei 2026
- April 2026
- Maret 2026
- Februari 2026
- Januari 2026
- Desember 2025
- November 2025
- Oktober 2025
- September 2025
- Agustus 2025
- Juli 2025
- Juni 2025
- Mei 2025
- April 2025
- Maret 2025
- Februari 2025
- Januari 2025
- Desember 2024
- November 2024
- Oktober 2024
- September 2024
- Agustus 2024
- Juli 2024
- Juni 2024
- Mei 2024
- April 2024
- Maret 2024
- Februari 2024
- Januari 2024
- Desember 2023
- November 2023
- Oktober 2023
- September 2023
- Agustus 2023
- Juli 2023
- Juni 2023
- Mei 2023
- April 2023
- Maret 2023
- Februari 2023
- Januari 2023
- Desember 2022
- November 2022
- Oktober 2022
- September 2022
- Agustus 2022
- Juli 2022
- Juni 2022
- Mei 2022
- April 2022
- Maret 2022
- Februari 2022
- Januari 2022
- Desember 2021
- November 2021
- Oktober 2021
- September 2021
- Agustus 2021
- Juli 2021
- Juni 2021
- Mei 2021
- April 2021
- Maret 2021
- Februari 2021
- Januari 2021
- Desember 2020
- November 2020
- Oktober 2020
- September 2020
- Agustus 2020
- Juli 2020
- Juni 2020
- Mei 2020
- April 2020
- Maret 2020
- Februari 2020
- Januari 2020
- Desember 2019
- November 2019
- Oktober 2019
- September 2019
- Agustus 2019
- Juli 2019
- Juni 2019
- Mei 2019
- April 2019
- Maret 2019
- Februari 2019
- Januari 2019
- Desember 2018
- Desember 2016
- November 2016
- Mei 2016
- Februari 2016
- Januari 2016
- Desember 2015
- November 2015
- Oktober 2015
- September 2015
- Agustus 2015
- Juli 2015
- Juni 2015
- Mei 2015
- April 2015
- Januari 2015
- Desember 2014
- September 2014
- Mei 2014
- Maret 2014
- Februari 2014
- Januari 2014
- Desember 2013
- Oktober 2013
- Agustus 2013
- Juli 2013
- Juni 2013
- Mei 2013
- Maret 2013
- Februari 2013
- Januari 2013
- Desember 2012
- November 2012
- Oktober 2012
- September 2012
- Agustus 2012
- Juli 2012
- Juni 2012
- Mei 2012
- Februari 2012
- Agustus 2011
- Juni 2011
- Mei 2011
- April 2011
- Maret 2011
- Februari 2011
- Januari 2011
- November 2010
- Oktober 2010
- September 2010
- Juli 2010


