Articles

Melawan Lupa

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Melawan Lupa!

Sahabat saya, Yuliadi post artikel yang sudah beberapa kali saya baca, tetapi kali ini, Tuhan berkata sesuatu secara pribadi.

Seorang anak Bertengkar dengan Ibunya dan Meninggalkan Rumah.

Saat berjalan tanpa tujuan, Ia Baru Sadar bahwa Ia sama Sekali tidak Membawa uang.
Ia Lapar sekali, ingin makan Semangkuk Bakmi.

Pemilik warung bakmi melihat anak itu Berdiri Cukup lama didepan Warungnya, lalu Bertanya.

“Nak, apakah Engkau ingin Memesan Bakmi?”

“Ya, tapi aku tidak Punya Uang,” jawab anak itu dengan malu-malu.

“Tidak Apa-apa, aku Akan Memberimu Gratis”.

Anak itu Segera Makan. Kemudian air Matanya mulai Berlinang.

“Ada apa Nak?” tanya Pemilik Warung.

“Tidak apa-apa, Aku Hanya terharu Karena Seorang yang Baru Kukenal Memberi aku Semangkuk Bakmi sedangkan Ibuku telah Mengusirku dari rumah. Kamu seorang yang Baru Kukenal tapi Begitu Peduli Padaku.”

Pemilik warung itu Berkata,

“Nak, mengapa kau Berpikir Begitu ; Renungkan hal ini,
Aku Hanya sekali saja Memberimu Semangkuk Bakmi & Kau begitu Terharu,
… Sedangkan …
Ibumu telah Memasak nasi lauk, dll Setiap Hari, berkali-kali, sampai Kamu Dewasa, Harusnya kamu Berterima Kasih Kepadanya …”

Anak itu Kaget Mendengar Hal tersebut dan merenung :

“Mengapa untuk Semangkuk Bakmi dari orang yang Baru Kukenal aku Begitu Berterima Kasih,
… Tapi …
Terhadap Ibuku yang Memasak Untukku selama Bertahun-tahun, Aku tak Pernah Berterima Kasih?”

Anak itu Segera Bergegas Pulang

Begitu Sampai di Ambang Pintu rumah,
ia Melihat Ibunya dengan Wajah Cemas.

Ketika Melihat Anaknya,
Kalimat Pertama-tama yang Keluar dari Mulutnya adalah “Nak.., Kau sudah Pulang, Cepat masuk, Ibu Telah Menyiapkan Makan Malam.”

Mendengar Hal itu,
si anak tidak dapat Menahan Tangisnya dan Menangis dihadapan Ibunya .

Sekali Waktu kita Mungkin akan Sangat Berterima Kasih untuk Suatu Pertolongan Kecil yang Kita Terima. Namun mengapa kita sering tidak Sadar & Lupa Berterima Kasih Akan Kebaikan-kebaikan yg kita telah terima berkali2 bertahun2 dari Orang-orang yang Sangat Dekat Dengan Kita dan orang2 yg setiap hari ada disekitar kita?


“Yenny, sadarkah kamu mengapa orang-orang di luar sana memuji-muji anakmu, sedangkan kamu tidak? Karena orang- orang di luar sana sedang Mengagumi Buah dari benih yang kamu tanamkan pada anak-anakmu. Buah jerih payahmu. Kamu melihat benih itu sejak ditanam, begitu lama tidak bertumbuh, namun kamu tetap setia menyiraminya… Hingga mulai tumbuh tunas, akhirnya menjadi pohon yang besar dan berbuah banyak dan manis. Kamu melihatnya, memupuk dan menyianginya… Bagimu sebuah kewajaran pohon itu berbuah.. “,
Tuhan memberikan pengertian,
“Orang yang memuji dan mengagumi secara berlebihan buah pohon itu, karena bukan dia yang menanam dan merawatnya. Dia tinggal memetik dan menikmatinya.”

Hhhmm…. Makes sense.
Dan anak kerap lupa ketika ada yang menyanjungnya: siapa yang sudah berinvestasi dalam hidupnya selama ini.
Benarkah ada orang di luar sana yang benar-benar bisa menerima, mengasihi dan rela berkorban habis-habisan melebihi orangtuanya sendiri? Berpuluh-puluh tahun pula…
Wallahualam….

Cream dan gula-gula di atas kue tart memang enak, tetapi ingat, terlalu banyak akan menyebabkan diabetes. Dan itu BUKAN makanan yang sesungguhnya! Yang makanan sejati justru kuenya, yang tidak semanis cream gula-gula diatasnya.


Sayang sekali Ada perselingkuhan yang terjadi, awalnya dimulai dengan hanya tersentuhnya hatinya karena menerima perlakuan yg menurutnya ‘istimewa’ di luar rumah. Tetapi sayangnya tanpa orang itu sadari, kerapkali penyebab ia merasa itu istimewa HANYA AKIBAT ia sudah merasa terbiasa/tidak peka/take it for granted/tidak bersyukur terhadap kebaikan sehari-hari dirumahnya.

Contohnya:
Ada wanita yg tersentuh hatinya karena diberikan hadiah oleh teman pria di kantornya. Padahal suaminya telah memberi dia dan anak-anaknya nafkah kehidupan selama Bertahun-tahun.

Ada pria yg tersentuh hatinya karena merasa diperhatikan, ketika ditawari dibikinin kopi oleh sekretarisnya. Padahal istrinya telah memasak untuknya dan untuk anak-anaknya bertahun2.

(Di sadur dari Focus to Family ministry )


Si suami or istri lupa, mereka bisa berada di level sekarang ini, karena sudah merintis keluarga bersama-sama dalam suka dan duka selama bertahun-tahun.
Siapa yang membawa ke level ini!? Ya pasanganmu!
Belum tentu, jika menikah dengan pria teman sekantor atau dengan si sekretaris, akan naik setinggi ini.

Dari pengalaman teman-teman, klo ada yang mau lagi dengan seseorang yang sudah menikah, biasanya pertimbangan ekonominya yang menonjol. Jarang ada yang benar-benar tulus.

Yang banyak terjadi di dunia sich, kata orang:
Ada uang, abang disayang.
Tak ada uang, abang melayang…

Mama saya mengajarkan, jangan pernah menikah lagi. Anak-anak nanti berantakan. Anakku, bukan anakmu… Repot, katanya.

Jangan lupa juga, teman sekantor or sekretaris nampak manis karena belum dinikahi. Coba klo beneran menikah, setiap hari bersamamu, tahu berbagai kekuranganmu, dijamin sikapnya gak akan semanis sekarang.
As simple as that!


LUPA, penyakit umum di jaman ini.
Begitu mudahnya orang-orang melupakan kebaikan orang lain mau pun Tuhan.

Tidak ada orang yang bisa naik ke atas sendirian. Begitu banyak orang-orang yang berjasa berinvestasi, menopang, mengangkat, memberi kesempatan kepada kita, dan bertoleransi dengan kebodohan, kesalahan, kenaifan kita. Orangtua dan pasangan, yang harus menanggung akibat kerugiannya.

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana,” nyanyian Musa

Menghitung hari-hari tidak sekedar menyadari tinggal berapa lama lagi hidup yang tersisa di dunia ini, tetapi juga menoleh ke belakang, menghitung sudah berapa lama Allah memelihara kita? Hitung berapa banyak pertolongannya?
Betapa Dia Allah yang senantiasa bisa diandalkan.
Dan bersyukurlah!
Berterima kasihlah.
Karena iblis tidak dapat menyelinap masuk di hati seseorang yang hatinya dipenuhi oleh ungkapan syukur.

Bagaimana pendapat Anda?

How we see ourselves is a critical factor in receiving from God.

Cara kita memandang diri sendiri merupakan faktor penting untuk menerima dari Allah.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
The End Of Yourself
Gozhali Syndrome.
There Is No Formula To Relationship ….