Monthly Archives: Nov 2022

Articles

Apakah meditasi Alkitabiah itu?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah meditasi Alkitabiah itu?

Kita semua pernah mendengar ungkapan, “Kita dibentuk oleh apa yang kita makan”, dengan cara serupa kita mengatakan “Kita dibentuk oleh apa yang kita pikirkan”.

Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.
Amsal 23:7 TB

Kita menjadi diri kita hari ini, dibentuk oleh hal-hal yang kita ijinkan untuk dipikirkan dan direnungkan di dalam hati kita. Apa yang kita fokuskan hari ini, akan membangun hari esok.

Hidup seseorang ditentukan oleh pikiran yang mendominasi pikirannya.
Tuhan tetaplah sama, tidak peduli apa yang kita pikirkan!

Tetapi jika seseorang tidak memperbaharui pemikirannya dengan kebenaran firman Tuhan, dan menyelaraskan diri dengan Firman-Nya, maka dia secara bertahap akan mengalami hal-hal buruk sebagai konsekuensinya, akibat memikirkan hal-hal yang salah.
Seseorang tidak akan mengalami Tuhan, melampaui pemikiran dan pemahamannya akan Tuhan dan firman-Nya.

Apakah meditasi Alkitabiah itu?

Arti kata meditasi atau merenungkan: terlibat di dalam kontemplasi, kebulatan pikiran dan perhatian, memfokuskan pikiran seseorang pada sesuatu untuk direnungkan. Merencanakan atau memproyeksikannya di dalam pikiran.

Disadari atau tidak, setiap hari, kita semua menghabiskan banyak waktu untuk bermeditasi! Terlalu sering kita bermeditasi, memikirkan dan merenungkan keadaan negatif, kekurangan yang dirasakan, frustrasi, kekhawatiran dan kata-kata negatif orang lain.
Jika saja kita bersedia meluangkan lebih banyak waktu untuk merenungkan sifat Allah, berkat-berkat perjanjian, janji-janji Allah dan Firman-Nya, semua itu akan membawa kehidupan serta kedamaian bagi kita!

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Filipi 4:8 TB

Apa yang kita pikirkan hari ini?
Apa yang tertanam di dalam ruang di hati dan pikiran kita?
Semua itu akan menciptakan masa depanmu.
Pada hari ini pilihlah untuk melihat kemungkinan, bukannya masalah.
Jangan melihat kekurangan, tetapi lihatlah benih kelimpahan. Jangan melihat penyakit, lihatlah masa mudamu diperbaharui seperti burung rajawali.
Jangan biarkan kepahitan dan perselisihan bercokol di dalam hatimu.
Lihat bagaimana diri kita mengasihi, memberi dan memaafkan.
Lihatlah hari yang menyenangkan dan nikmatilah!
Hidup adalah pilihan!

You can have HEAVEN ON EARTH!

Anda dapat memiliki & menikmati SURGA DI BUMI!

Sumber: Barry Bennett & Andrew Wommack

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Saat Terjerat Dalam Ketakutan….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Saat Terjerat Dalam Ketakutan….

Apa yang membuat kita mudah terjebak dalam kegalauan, stress dan putus asa?
Karena lupa ingatan!
Lho?????

Yes, kita kerap lupa akan kebaikan, kesetiaan dan pemeliharaan Tuhan selama ini, sehingga begitu mudahnya terjatuh dalam ketakutan.
Padahal kalau saja mita bersedia menoleh ke belakang dan menghitung banyaknya berkat, penyertaan dan bagaimana Tuhan telah meluputkan kita dari berbagai masalah pada masa lalu, maka dengan tegas kita dapat berseru:
“Tuhan ada di pihakku, siapa dapat melawan aku?”

Sssttt…..!
Ini pun peringatan saya bagi diri saya sendiri.


Ketika Raja Daud galau, takut, dan merasa lemah, apa yang dilakukannya?
Dia bernyanyi dan bermazmur:

Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: ”Di mana Allahmu?”
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku?
Berharaplah kepada Allah!
Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Daud begitu dicekam oleh ketakutan dan ancaman musuh, lalu dia menguatkan hatinya. Dia menegur dirinya sendiri:
Berharaplah kepada Allah!
Dan Daud MEMILIH bersyukur serta memuji Dia sebagai penolongnya yang selalu bisa dipercaya.


Salah satu hal penting dalam hidup adalah mendirikan menara peringatan dan rutin mengunjunginya.

Apa itu menara peringatan?
Momen-momen khusus bersama dengan Tuhan dan pertolongan-pertolongan Tuhan dalam kehidupan kita di masa yang lalu.

Bagi saya pribadi:

  • Kami memulai bisnis dari nol dan Tuhan memberkatinya hingga kini.
  • Saat mobil kami selip di padang Western Australia, dan terjebak semalaman di sana, dengan cara ajaib Tuhan kirimkan pertolongannya.
  • Tuhan kirimkan ‘malaikat-Nya’ sehingga Iphone Christian yang sudah dicuri orang di Barcelona bisa kembali. Dan banyak lagi….

Setiap peristiwa dijadikan ‘batu’ untuk membangun menara peringatan akan kebaikan-Nya.
Semakin rutin kita mengunjunginya, semakin sadar, betapa kita memiliki Allah yang baik dan senantiasa bisa diandalkan!
Hati pun bersukacita, penuh semangat untuk menyongsong kehidupan.
Bersama Tuhan aku akan melakukan hal-hal yang besar!

Ingatan adalah bagian penting kehidupan. Bagaimana kita bisa menggunakan imajinasi secara positif, yang selaras dengan firman, kebenaran serta janji-janji-Nya.

Apa yang membuat kita stres?
Membiarkan imajinasi selaras dengan berita-berita dunia yang menyebarkan berita buruk dari dunia. Lalu di entertain, direnungkan, melebar kepada kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi.
Membiarkan gambaran-gambaran buruk dunia memenuhi pikiran kita.

Apa yang kita lihat di dalam imajinasi, menentukan arah hidup dan endingnya ke mana.

“Tapi itu mungkin terjadi, Bu Yenny….”

“Setuju tapi bagi orang yang tidak mengenal Tuhan.
Kita ini anak-anak Allah. Tuhan berjanji, ada perbedaan bagi orang-orang yang beribadah kepada-Nya.
Janji Allah senantiasa Ya dan Amin.
Kalau tidak mengalami seperti yang dijanjikan-Nya, kesalahan BUKAN di pihak Allah, tetapi di pihak kita.
check dan re-check.

Jangan ijinkan pikiran merajalela dan mengembara ke mana-mana, karena iblis dengan senang hati mengarahkannya kepada hal-hal yang negatif. Pikiran kita adalah tanggung jawab kita untuk mendisiplinkannya. Banyak orang tidak menyadari dan tidak tahu hal ini. Tidak heran hidupnya dipenuhi oleh kekalahan.

Kita bisa memilih fokus kepada Allah, pada apa yang dilakukan-Nya dan janji-janji-Nya. Dengan membayangkannya dan membiarkannya menyelimuti pikiran serta hati kita, maka kedamaian, sukacita dan kuasa-Nya akan memenuhi kehidupan kita.
Dan terjadilah menurut imanmu!

Ingat kembali kemenangan-kemenangan kita dan bersyukurlah. Kalau dulu saya ditolong Tuhan, sekarang juga!
Ingatan yang benar dan sesuai kehendak-Nya membuat kita bersemangat menyongsong masa depan..
Setuju?

A grateful heart is a magnet for miracles!

Hati yang bersyukur adalah magnet yang menarik berbagai mujizat!

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Singkirkan Rubah-rubah Kecil & Jadilah Pemenang!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Singkirkan Rubah-rubah Kecil & Jadilah Pemenang!

Saya membaca Alkitab harian, peristiwa Lazarus mati. Martha dan Maria, saudaranya, tentu sedih sekali. Mereka menyesal, kecewa, dan ‘getun’ dalam Bahasa Jawa, seandainya saja Yesus ada di sini, tentu saudaraku, Lazarus, tidak mati.
Yesus itu keterlaluan, sudah diberi kabar, bukannya cepat-cepat datang, justru menunda-nunda. Perasaan terluka, kepahitan dan berbagai pikiran ‘seandainya’ berputar-putar di kepala mereka, ditengah kesedihan yang mendalam.

Ketika Yesus benar-benar datang, berbagai perasaan yang sulit diungkapkan, mereka rasakan.
Mereka berdua mengungkapkan penyesalannya, seandainya Yesus datang tentu Lazarus tidak mati.
Yesus berbicara tentang kebangkitan, tentu saja baik Martha dan Maria paham sekali, suatu kali kelak…
“Ya,” kata Marta, “dia akan bangkit ketika semua orang bangkit, pada hari terakhir.”

Makin membingungkan lagi ketika Yesus berkata,
Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”
Blank. Gak paham blas.

Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: ”Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka: ”Tuhan, marilah dan lihatlah!”

Maka menangislah Yesus.
Martha dan Maria berpikir, sudahlah… Semua sudah berakhir. Yesus saja cuma bisa menangis…

Kata Yesus: ”Angkat batu itu!”
Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: ”Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”

Sama seperti kita, Martha pun berpikir menurut akal dan pengertiannya, Lazarus sudah membusuk di kubur. Jangan di otak atik lagi. Sudah mati. Sudah habis. Tamat.

Jawab Yesus: ”Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?”
Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: ”Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.”
Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: ”Lazarus, marilah ke luar!”
Yohanes 11:43 TB

Lazarus bangkit dari kubur dan hidup.


Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!
Kidung Agung 2:15 TB

Dalam hidup ini, sesungguhnya Tuhan sudah menyiapkan kita menjadi orang hebat dengan masa depan yang luar biasa. Tetapi di sepanjang jalan, begitu banyak rubah-rubah kecil yang kalau dibiarkan, akan menghambat bahkan bisa membuat kebun anggur kita kehilangan buahnya.

Masalah-masalah sepele, hal-hal remeh namun menyita perhatian kita sehingga kita kehabisan waktu dan energi untuk menggenapi tujuan Allah yang besar. Akhirnya membuat mimpi kita mati. Endingnya kita menjadi orang-orang biasa, yang saat mati membawa talentanya yang tidak digunakan. Mubazir!

Roh Kudus mengingatkan,
“Yenny, kamu tidak akan mencapai garis finish jika sibuk meladeni penonton di tepi lintasan. Run your own race and be a champion! Kamu diciptakan Tuhan unik spesial dan tak tergantikan. Be yourself. Genapi tujuan hidupmu.”

Roh Kudus menunjukkan ayat ini, kisah tentang Yusuf yang bermimpi, bahwa saudara-saudara serta orangtuanya akan menyembah dia.

Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya. Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!”
Kejadian 37:18?, ?20 TB

Saudara-saudara Yusuf yang dipenuhi iri hati dan kemarahan, mereka membuka celah bagi iblis, apa yang dikejar oleh si iblis?
Agar mimpi Yusuf mati!

Demikian pula terhadap kita, iblis ingin membunuh mimpi dan potensi kita. Menyibukkan kita dengan hal-hal yang gak penting blas! Tapi menghabiskan waktu kita.

Inilah saatnya kita kembali kepada visi Tuhan. Siapkan hati dan datang kepada Yesus. Dia mampu membangkitkan Lazarus yang sudah mati 4 hari, maka Dia pun sanggup membangkitkan mimpi kita yang sudah mati, lalu bersama-Nya kita merealisasikan visi, mimpi serta tujuan hidup kita di dunia ini.

Ingat kita bukan orang-orang biasa!
Kita istimewa, spesial, unik, satu-satunya di dunia ini, membawa misi Tuhan yang tak tergantikan. Don’t Limit God!
Jangan batasi Allah!
Kita hanya perlu bersedia menjadi bejana kosong, yang rela menyalurkan-Nya melalui kehidupan kita.
It’s all about God, not me

Mari kita laksanakan! Tuhan Yesus memberkati…

Peace is not just the absence of anxiety and fear. PEACE IS THE PRESENCE AND ATMOSPHERE OF GOD.

Kedamaian bukan hanya ketiadaan kecemasan dan ketakutan. DAMAI ADALAH KEHADIRAN DAN SUASANA DI DALAM HADIRAT TUHAN.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Penangkal Pasangan Berpaling Ke Lain Hati? Simak Yuk!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Penangkal Pasangan Berpaling Ke Lain Hati? Simak Yuk!

“Bu Yenny, bagaimana penangkalnya agar pasangan tidak berpaling ke lain hati?,” tanya seorang ibu muda yang cantik.

Waduh….

“Pertanyaan yang sulit bu… Coba saya renungkan dulu! Satu hal yang saya pegang, takut itu iman terhadap hal yang negatif. Apa yang kita takutkan, itu yang terjadi. Kan rumusnya, terjadilah menurut imanmu.”

Saya pun berdoa dan bertanya kepada Tuhan,
“Apa resepnya Tuhan?”

Dan Tuhan itu Allah yang menjawab doa.


Saat berjumpa dan sharing dengan beberapa teman, ada seorang sahabat bercerita.
Dulunya dia kerap merasa cemburu, kuatir di kantor atau di luaran sang suami tergoda wanita lain. Maklum mereka pasangan muda yang kaya dan sukses.

Suatu ketika Tuhan memberikan pewahyuan kepadanya dan sejak itu, kekhawatirannya sirna.

Alkisah Abraham berangkat ke Tanah Negeb dan menetap di Gerar sebagai pendatang. Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: ”Dia saudaraku,” maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.

Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berfirman kepadanya:
”Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; ia sudah bersuami.”
Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: ”Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah? Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci.”

Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: ”Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Aku pun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia. Jadi sekarang, kembalikanlah isteri orang itu, sebab dia seorang nabi; ia akan berdoa untuk engkau, maka engkau tetap hidup; tetapi jika engkau tidak mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati, engkau dan semua orang yang bersama-sama dengan engkau.”

Wow… Betapa dahsyatnya!
Tuhan yang menjagai Sara, karena Abraham. Allah memiliki perjanjian Covenant dengan Abraham dan kita juga.
Bukti Allah yang membela, bahkan saat Abraham yang bersalah.

Sejak mendapatkan pewahyuan itu, sahabat saya menyerahkan pernikahannya ke dalam tangan Tuhan dan percaya serta beriman, Allah pun akan menjagai suami serta keluarganya.
Dia tidak bisa mengawasi suami dan anak-anaknya 24 jam, tetapi Allah senantiasa menyertai mereka 24 jam setiap harinya.

Hhhmmmm….. Melegakan bukan?


You teach people how to treat you by what you allow, what you stop, and what you reinforce – Tony Gaskins

Anda mengajar orang bagaimana memperlakukan Anda dengan apa yang Anda izinkan, apa yang Anda hentikan, dan apa yang Anda perkuat – Tony Gaskins

Demikianlah cara dunia bekerja!
Mengharapkan orang lain memperlakukan kita dengan cara-cara tertentu, tidak ada gunanya.
Kita yang mengajar mereka untuk memperlakukan kita dengan cara yang kita inginkan.

“Anda mendapatkan apa yang Anda harapkan, Anda layak menerima apa yang Anda toleransi.
Hargai diri sendiri, bersikap baik dan jadilah teladan maka dengan sendirinya orang lain akan menghargai.”, demikian ujar sang bijak.

Semakin kita membangun diri, bersikap positif serta menghidupi kebenaran Firman Tuhan, semakin kita menyukai diri kita sendiri dan orang lain pun akan menyukai kita.
Orang-orang di sekeliling kita, merasakan ada wibawa dan penyertaan Allah menyertai kita.

Sebaliknya, jika sebagai istri, terus menerus ketakutan, galau, kuatir suaminya selingkuh, bahasa tubuh dan vibe-nya juga dirasakan sang suami.

Semakin yakin sang istri, bahwa dia berharga, istimewa, menghidupi nilai-nilai hidup yang Ilahi maka sang suami pun akan merasakan bedanya sang istri dengan perempuan-perempuan diluaran. Mungkin saja yang diluaran jauh lebih muda dan cantik, tetapi mereka tidak memiliki hikmat, kebijaksanaan, ketulusan serta tidak membawa ketentraman dan kedamaian sejati seperti sang istri.

Buah-buah dari kedekatan sang istri dengan Allah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri; tidak dapat dibandingkan dengan pesona lahiriah semata.

Yang sekedar lahiriah, hanya menarik sekejap… Setelah itu justru terasa membebani dan menyebalkan.
Berbeda dengan hal-hal yang Ilahi…

Ketika Tuhan dijadikan pusat kehidupan keluarga, maka berkat perkenanan Tuhan akan melimpah dalam setiap aspek kehidupan mereka dan segala sesuatu akan berada di tempat yang seharusnya.

“Setelah saya fokus menghidupi firman, entah mengapa hubungan saya dengan suami jadi makin harmonis Bu Yenny… Ada damai di dalam keluarga. Padahal dulunya kami berantem terus. Sedikit-sedikit terjadi pertengkaran… Tapi sekarang tidak lagi,” ujar seorang ibu muda yang tengah menjalani tahun ke 5 pernikahannya.

Pernikahan yang baik dan langgeng, tidak terjadi secara kebetulan. Untuk berjalan bersama dibutuhkan titik awal, start berupa nilai-nilai yang sama.
Jika tidak ada ‘something in common’, bagaimana mereka bisa berjalan bersama? Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka tidak SEPAKAT?”, demikian ungkapan sang bijak.

Komitmen dan No Exit Door.
Apa pun yang terjadi, tidak ada kata bercerai!
Sehingga mereka berdua harus berkutat, belajar, saling bergesekan (yang tentunya tidak nyaman), menemukan apa yang paling cocok untuk mereka berdua. Saling membentuk dan menyesuaikan diri.

Yang kerap terjadi dengan pasangan muda saat ini, ketika terjadi perbedaan, belum juga dicari solusinya, tetapi sudah sibuk mencari ‘pintu keluarnya’ di mana?

Dalam setiap ketidaksepakatan dalam pernikahan Anda, ingatlah bahwa tidak ada pemenang dan pecundang. Anda adalah mitra dalam segala hal, jadi Anda akan menang bersama atau kalah bersama. Selalu bekerja sama untuk mencari solusi.

Pernikahan adalah pembelajaran seumur hidup. Tidak ada seorang pun yang beneran expert, karena di setiap musim, tantangannya berbeda.
Dan Pernikahan itu Ide Allah.
Adam tidak menyadari kebutuhannya akan seorang pendamping, hingga Allah memberikan Hawa kepadanya.
Karena itu, jika ingin pernikahan yang sukses dan bahagia, mari kembali kepada Allah yang merancangnya.

Setuju?

“Great marriages don’t happen by luck or by accident. They are the result of a consistent investment of time, thoughtfulness, forgiveness, affection, prayer, mutual respect, and a rock-solid commitment between a husband and a wife.” – Dave Willis.

“Pernikahan yang hebat tidak terjadi karena keberuntungan atau kebetulan semata. Melainkan tercipta dari investasi waktu, perhatian, pengampunan, kasih, doa, saling menghormati, dan komitmen yang kokoh antara suami dan istri secara konsisten.” – Dave Willis

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sudahkah Anda Menyelaraskan Diri?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Sudahkah Anda Menyelaraskan Diri?

Saat merenungkan hubungan saya dengan Tuhan, disertai harapan agar dapat mendengarkan-Nya setiap hari, Tuhan memberi contoh sederhana, menolong saya agar lebih sadar cara mendengarkan suara-Nya di dalam kehidupan saya.

Piano atau gitar harus disetel dengan sempurna agar seorang musisi dapat menyalurkan bakat yang mereka miliki. Meski dia musisi terbaik di dunia sekali pun, jika instrumen yang digunakan tidak disetel, suaranya tidak akan terdengar bagus. Bakatnya ada, hasratnya juga ada, tetapi instrumennya tidak dipersiapkan nada yang pas. Untunned instrument.

Ketika seorang gitaris mengambil gitar yang tidak disetel, tidak peduli seberapa bagus dan mahalnya gitar itu, suaranya tidak akan menyenangkan. Suaranya justru membuat telinga sakit.
Bahkan Anda mungkin tidak dapat mengenali, lagu apa yang sedang dimainkan, meskipun sang musisi memetik senar dengan benar.

Seberapa sering Tuhan berbicara dalam hidup ini, namun hati kita tidak selaras? Begitu khawatirnya kita dengan permasalahan dunia, belum lagi disibukkan oleh berbagai berita, politik, hiburan, masalah keluarga, masalah uang, dan masalah kesehatan.
Sementara roh kita dirancang untuk “mendengarkan Dia”, namun pada kenyataannya, kita tidak selaras dengan-Nya. Kita justru selaras dengan dunia, dikuasai ketakutan, akibatnya meski Tuhan berbicara, kita tidak dapat mendengar-Nya.

“Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.
Matius 13:15 TB

Yesus berbicara tentang kondisi banyak orang. Hati, telinga, dan mata mereka selaras dengan hal-hal lain, yang bukan dari Tuhan. Hati mereka tumpul terhadap Tuhan.
Di sisi lain, Tuhanlah yang ingin menyembuhkan, memberkati serta memberi mereka hidup yang berkelimpahan. Dia berbicara, namun kerap hati kita tidak selaras. Suara Tuhan hilang ditelan bisingnya kehidupan.

Dia yang telah berfirman kepada mereka: ”Inilah tempat perhentian, berilah perhentian kepada orang yang lelah; inilah tempat peristirahatan!” Tetapi mereka tidak mau mendengarkan.
Yesaya 28:12 TB

Apa yang Anda ‘makan’: dengar, baca dan direnungkan – menyetel, menyelaraskan dan membuat hati Anda peka terhadap suara Tuhan. Jika Anda tidak mendengar suara-Nya, berarti hati Anda tidak selaras.

-Barry Bennett-


Sejak awal mengenal Tuhan, saya selalu mencari cara agar dapat mendengar suara Tuhan. Berbagai buku tentang cara mendengar Tuhan, dari bermacam-macam penulis, menjadi koleksi.
Saya betul-betul rindu untuk mendengar-Nya.

Bukannya saya tidak bisa sama sekali mendengar-Nya, tetapi On – Off. Kadang bisa, kadang tidak.
Darimana saya tahu klo itu suara Tuhan?
Tiba-tiba saya tergerak memberi kepada seseorang, ternyata jumlahnya pas dengan kebutuhannya. Tentu itu Tuhan. Berulang kali terjadi.

Saat mau post artikel, saya bertanya kepada Roh Kudus, artikel yang mana?
Dari respon pembaca, saya mengamati… Berarti klo yang begini, suara Tuhan. Yang itu, bukan.

Kerinduan hati saya gak hanya sekali-sekali, tetapi terus bisa On dan connect dengan Tuhan. Ini tantangannya.
Mempraktikkan teori-teori dari buku, tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan ada yang justru bikin pusing dan makin bingung.

Ketika sekolah di Charis, tanpa disadari saya setiap hari fokus Tuhan. Selain belajar dari pelajaran-pelajarannya yang mengupas Firman, kami dilatih rutin baca Alkitab dan menggalinya sendiri. Belum lagi rutin berdoa dalam roh. Kami meneladani apa yang dilakukan oleh para guru.

Selain itu, baik di Charis maupun di TLW Community tempat saya beribadah, kami terbiasa klo ngumpul dengan teman, yang dibahas dan didiskusikan itu Firman Tuhan. Sambil makan, jalan-jalan bahkan olahraga, semua tentang firnan. Guyonan juga firman…

Lama kelamaan saya menyadari, mendengar suara Tuhan itu menjadi sesuatu yang natural. Karena paham bahasanya, Bahasa Firman, lalu paham kehendak Tuhan, jadi semua bekerjasama selaras.
Jika ada pemahaman yang kurang pas atau salah, karena bergaulnya dengan teman-teman yang paham Firman serta mengejar Tuhan sungguh-sungguh, maka cepat diluruskan.
Selaras dengan Tuhan menjadi mudah…

Kesembuhan terjadi, doa terjawab, terobosan ekonomi tercipta begitu naturalnya di kalangan teman-teman, baik di Charis maupun TLW. Akhirnya kami memutuskan stay di BSD saja. Sadar bahwa Tuhan mengarahkan kami di sini sehingga bisa tumbuh bersama menjadi dewasa rohani.

Mari selaraskan hati kepada Tuhan… Dan menjadi serupa dengan-Nya.

Seek God’s will in everything you do, and He will sbow you the path to take. Proverb 3:6

Carilah kehendak Tuhan dalam segala hal yang Anda lakukan, dan Dia akan menunjukkan jalan yang harus Anda tempuh. Amsal 3:6

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 2 3 4 5