Self Motivation, Seruput Kopi Cantik

Copy – Paste, Tanpa Nama.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Copy – Paste, Tanpa Nama.

“Coba kamu buka link yang aku kirim. Itu tulisanmu bukan?,” tanya Martha Pratana suatu ketika.
Saat dibuka, ternyata benar. Tulisan saya dicopy-paste dan di post di sosmed tanpa menyertakan nama saya sebagai penulisnya. Bahkan sambil diiringi lagu, dibacakan dengan audio yang bagus, menarik tetapi itu sudah jadi ‘karya orang lain’.
Mak Jleb! Ngenes, kata Orang Jawa.

Martha sahabat, editor 2 buku saya, sekaligus guru yang mengajari saya menulis dan menyusunnya menjadi sebuah buku. Martha hafal sekali gaya tulisan saya.
Dan Martha sangat disiplin mencantumkan nama-nama di mana quotes atau bagian tulisan itu diambil.
Meski pun dari google, tetap harus disertakan link sumber informasinya.

“Kita wajib menghargai hasil karya orang lain. Semua sumber harus dicantumkan. Itu etika dalam dunia kepenulisan. Peraturan yang sudah mendunia. Itu pertanda kita ini orang yang bermartabat dan tahu etika,”
Martha mengajari saya,
“Bisa dituntut secara hukum, mencuri Hak Cipta orang lain.”

Oleh karena itu, Seruput Kopi Cantik YennyIndra pun saya daftarkan resmi di HKI (Hak Intelektual Indonesia), sesuai saran Martha.

Kadang ada yang minta ijin untuk share atau dimasukkan dalam buletin atau majalah, pesan saya,
“Silakan, asal nama penulis tetap dicantumkan.”
Senang bisa dibaca banyak orang, memang itu tujuannya.
Dan free…tentu saja.

Sangat dipahami.
Berbeda dengan di luar negeri,
di mana dari hasil menulis buku, seseorang bisa hidup berkelimpahan bahkan menjadi warisan yang terus menghasilkan uang, meski sang penulis sudah meninggal dunia. Zig Ziglar, Napoleon Hill, Steven Covey, contohnya.

Di Indonesia jangan berharap bisa hidup berkecukupan jika hanya mengandalkan menjadi penulis.

P. Edy Zakheus, guru menulis saya, selalu berpesan, jangan mengharapkan dapat uang dari menulis.
Tujuan menulis itu untuk Personal Branding. Yang dijual, produk sampingannya. Misal seminar, training, bisnis yang ditulis dll.

Bagi saya menulis itu selain hobi, merupakan sarana yang untuk mempermuliakan nama Tuhan. Ini pelayanan yang saya bisa dan suka. Sungguh tidak mudah untuk disiplin menulis dan bisa post setiap hari. Kalau belum persiapan, dibela-belain bangun subuh mempersiapkannya.
Sambil memperkenalkan produk kami: MPOIN dan PIPAKU. Brand Awareness.

Saya sadar sesadar-sadarnya, ide dan tulisan itu sepenuhnya dari Tuhan, tetapi sebagai penulis tetap ingin dihargai bahwa ini karya dan kerja keras saya. Masa dicopy-paste begitu saja, nama penulis dihilangkan… Tujuan personal branding tidak tercapai.
Tujuan lain menulis, agar menjadi warisan abadi, yang akan dibaca anak cucu dan keturunan selanjutnya kelak, gagal pula. Nama saya dihilangkan, sudah tidak jelas ini karya siapa. Mungkin dianggap karya orang lain.
Galau… Kecewa… Marah…
Gak adil ini!

Ketika berdoa dan bergumul, ada suara kecil berbisik,
“Jangan kuatir, promosi itu dari Tuhan. Biar pun orang lain gak ingat, tapi Tuhan ingat koq.”

Saya merenung.
Betul juga ya… Sumber berkat saya kan dari Tuhan, Bukan karena tulisan, bukan karena Personal Branding. Tanpa saya menulis pun, Tuhan tetap cinta saya koq… Tuhan memberkati.
Tuhan yang membuat keturunanku mengingat saya, baik ada tulisan mau pun tidak.
Mengapa saya kuatir dan takut kehilangan penghargaan dari orang lain?

“Kamu menulis untuk Aku, bukan?”

“Benar, Tuhan”

Tiba-tiba saya sadar. It’s all about Him, not me – Ini semua tentang Tuhan dan bukan tentang saya!
Hahaha… ternyata saya ini memang masih manusia biasa.
Ingin dihargai dan tidak mau hak serta hasil kerja keras saya direbut orang lain.

Kesimpulannya:
“Yenny, kamu ini bukan malaikat.” (mengutip judul buku sahabat saya, Agus Setianto.)
Saya pun sadar dan siap belajar menghidupi prinsip bahwa semuanya untuk Tuhan, bukan untuk saya, dengan sikap nrimo, pasrah dan legowo. (Menerima, berserah dan ikhlas).

Ternyata lebih mudah berteori daripada menghidupinya!

A brainy person does not abuse copyright; instead they respect it and uphold it. – Maximillian Degenerez.

Orang yang cerdas tidak menyalahgunakan hak cipta seseorang; sebaliknya mereka menghormati dan menghargainya. – Maximilian Degenerez.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Haruskah Memiliki Anak Setelah Menikah?
Arthur Meintjes, Nama Guruku.
Serba-Serbi Menuliskan Pengalaman.