Articles, Christianity

“Telah Ditakdirkan?”

“Telah Ditakdirkan?”

“….Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai….” Efesus 2:3 (TB).

Sifat alami manusia yang sudah jatuh dalam dosa, semuanya sama, terjadi pada semua orang yang dilahirkan ke dunia ini.

“Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.”
Efesus 2:1-2 (TB).

Tidak ada yang ditakdirkan untuk selamat dan memperoleh kehidupan kekal. Kita semua adalah “anak-anak durhaka.” Semua terikat dalam belenggu dosa dan maut.
Bagaimana kita bisa diselamatkan?

Di dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
Efesus 1:13 (TB).

Jawaban sederhananya, kita harus mendengar Firman kebenaran, percaya dan dimeteraikan dengan Roh Kudus. Pada saat kelahiran baru, sesuatu yang baru dimulai.

Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya. Efesus 1:5 (TB).

Begitu kita mendengar dan percaya kepada Injil, “takdir” kita di dalam Dia dimulai. Keselamatan kita tidak ditakdirkan, tetapi begitu kita percaya, takdir kita, TELAH ditakdirkan.

Kita ditakdirkan untuk menjadi serupa dengan gambar Anak-Nya, bukan gambar yang lain.
Roma. 8:29.

Kita ditakdirkan untuk menjadi anak-anak-Nya.
Efesus 1:5.

Kita ditakdirkan untuk hidup menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. Efesus 1:11:12.

Kita ditakdirkan untuk menjadi kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
Efesus 1:4.

Dengan kata lain, begitu kita mendengar dan percaya Injil, takdir kita telah ditentukan sebelumnya. Tidak ada takdir atau pilihan yang terpisah di dalam kerajaan Allah. Kita akan memiliki gambar-Nya, menjadi bagian dari keluarga-Nya, hidup untuk memuji kemuliaan-Nya dengan tanpa rasa bersalah mau pun penghukuman di hadapan-Nya.

Selama kita tetap di dalam iman, kita ditakdirkan untuk menjadi mulia. Namun, jika kita mengundurkan diri, takdir kita akan mengambil jalan yang berbeda.

Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.
1 Timotius 4:1 (TB).

Takdir abadi bagi orang yang terhilang dan mereka yang menyimpang dari iman juga ditentukan sebelumnya. Tuhan menyerahkan pilihannya kepada kita.

Apakah Anda ingin ditakdirkan mulia?
Percayalah pada Injil.
Percayalah pada Yesus.
Biarkan kasih-Nya mengubah kita dan hidup kekekalan kita ditetapkan.

[Repost ; “Predestined?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Luar Biasa, Iphone yang Hilang di Mall ternyata dapat Ditemukan Kembali. Ini Rahasia Uniknya….
HAL-HAL KECIL….
“Anda Tinggal Dalam Perjanjian Yang Mana?”