Self Motivation, Seruput Kopi Cantik

Masa Lalu Yang Terus Menghantui….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Masa Lalu Yang Terus Menghantui….

Lawson Purdue bercerita ada teknik penyembuhan dengan meneliti ulang kejadian-kejadian di masa lalu seseorang.
Karena trauma ini dan itu di masa lalu, akibatnya begini…
Lawson menjelaskan, apa yang dilakukan itu seperti menatap pusar… Wkwkwk…
Alias tidak berguna.

Kodrat manusia sebelum mengenal Tuhan, itu kodratnya memang berdosa. Meskipun dia berbuat baik, namun tetap saja kodratnya berdosa. Hidupnya di bawah kekuasaan iblis.
Bak rakyat jelata, meski pun dia berusaha sekuat apa pun, sekaya apa pun, dia tetap saja orang biasa.
Sebaliknya, setelah menerima Tuhan, kodrat kita berubah menjadi kudus.
Seperti Pangeran Charles dari Inggris, kodratnya adalah bangsawan. Dia tidak perlu melakukan apa pun dia tetap bangsawan. Dan bangsawan punya berbagai fasilitas yang tidak dimiliki orang biasa.

Sama dengan kodrat baru kita yang kudus, sesekali bisa berbuat dosa, tetapi kodrat barunya membuatnya ingin kembali kepada Tuhan dan hidup benar.

Masa lalu kita memang buruk, tetapi berita baiknya, setelah menerima Tuhan, kita menjadi ciptaan yang baru.
Lalu masa lalu bagaimana?
Yang lama sudah berlalu alias mati dan yang baru sudah datang.

Tuhan Tidak merenovasi yang lama supaya jadi ‘baru’, tetapi kita diciptakan menjadi benar-benar pribadi yang baru. Brand New.
Yg lama rohnya terpisah dari Allah, setelah menerima Tuhan, Roh Allah tinggal di dalam kita.

Masa lalu sudah dikubur, bersama Tuhan kita merenda masa depan yang baru. Kesalahan lama, Tuhan ubahkan menjadi kebaikan bagi kita.
Perubahan sejati dikerjakan oleh Tuhan di dalam kita, saat kita beriman kepada-Nya.
Bukan usaha manusia.
Ketika pola pikir kita diselaraskan dengan pola pikir Kerajaan Allah, dalam diri kita berubah, maka dengan sendirinya sikap dan tingkah laku kita pun berubah menyesuaikannya.
Melegakan bukan?

Supaya menjadi pribadi yang baru sesuai dengan kehendak Allah, kita Tidak Perlu menggali masa lalu, trauma dsb.
Lalu apa yang harus kita lakukan?
Sepakat dengan Tuhan, sesuai dengan apa yang Tuhan lihat di dalam kita.

Bagaimana sich saya dalam pandangan Tuhan?
Aku lebih daripada pemenang karena Tuhan di dalamku.
Aku ini kepala, dan bukan ekor.
Tetap naik dan bukan turun.
Aku diberkati saat masuk, dan diberkati pula saat keluar.
Umur panjang ada di tangan kananku, di tangan kiriku, kekayaan dan kehormatan.
Bersatu jalan musuh-musuhku menyerang aku, tetapi bertujuh jalan mereka lari dari hadapanku. Tuhan menyediakan hidangan bagiku, dihadapan para lawanku. Pialaku penuh melimpah.

Aku seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air,
yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air,
Yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun-tahun kering, apa saja yang aku perbuat menjadi berhasil.

Tuhan melihat kita dengan cara yang dahsyat bukan?

Penting diingat, mengutip kalimat P. Dolfi, sahabat saya:
fakta tidak mengubah firman Tuhan,
tetapi
*Firman Tuhanlah yang mengubah fakta.*

Dengan mengakui siapa diri kita sesuai dengan rancangan Tuhan, maka kita akan menjadi sesuai yang kita deklarasikan.

Nach realitanya, tergantung kita sepakat dan beriman dengan Tuhan atau tidak?
Pilihan ada di tangan kita sendiri!

For as he thinketh in his heart, so is he.

Sebab sebagaimana seseorang berpikir dalam hatinya, demikian jugalah ia.

??YennyIndra??
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
?? *MPOIN PLUS & PIPAKU* ??
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Doa Yang Mengubah.
Idola Mengecewakan? Ini Rahasia Mengatasinya!
Kasih VS Kepercayaan.