Articles, Christianity

Bagaimana dengan Seksualitas dan Identitas Diri?

 

Bagaimana dengan Seksualitas dan Identitas Diri?

Bagaimana tanggapan kita terhadap homoseksual, perkawinan gay dan transgender? Bagaimana seharusnya respon gereja?

Diskusi tentang seksualitas memerlukan dialog yang melampaui cara yang selama ini telah dibingkai oleh budaya dan masyarakat, dan kita harus mendasarkan diskusinya pada identitas sejati kita dalam Kristus vs. manifestasi sifat manusia yang sudah jatuh. Kita semua dilahirkan dengan memiliki kecenderungan dan persepsi yang telah dibentuk dalam diri kita, oleh lingkungan, keluarga, sekolah, musik, dengan batasan-batasan sosial dan moral yang terus menerus berubah.

Mereka yang mendeklarasikan bahwa mereka “dilahirkan dengan cara demikian”, memang benar! Kita semua dilahirkan terpisah dari kehidupan Allah dan tujuan-Nya bagi kita. Apa pun manifestasi dari identitas yang telah hilang, kita semua memang dilahirkan dengan cara demikian. Itulah sebabnya Yesus berkata, “kamu harus dilahirkan kembali” (Yohanes 3: 3-8). Paulus berkata, “kenakanlah manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. (Efesus 4:24) (TB)
Kasih menginginkan agar para pria dan wanita menemukan, untuk apa mereka sebenarnya diciptakan.

Seperti yang dikatakan oleh Firman; ‘Seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia’. (Amsal 23:7) (TB)
Kombinasi dari ketakutan dan rasa tidak aman kita sendiri, ditambah pula tekanan teman-teman mau pun masyarakat, berfungsi menciptakan identitas yang kita adopsi. Setelah kita menentukan identitas (‘inilah saya!’) Maka kita mencari kelompok pendukung dan filosofi yang memperkuat atau membenarkan alasan atas identitas itu.

Tujuan kita sebagai duta Kristus bukanlah untuk menghibur mereka yang terhilang dalam kegelapan. Itu bukanlah kasih. Kasih ingin agar orang-orang ini menemukan siapa jati diri mereka sesungguhnya dan untuk apa mereka diciptakan …. apa sesungguhnya DNA spiritual mereka? Jika karena kasih kita mentolerir pilihan orang yang terhilang, apakah kita sungguh-sungguh mengasihi mereka dengan kasih Tuhan?

Mari kita menjangkau semua orang. Tetapi dalam penjangkauan ini, mari kita pastikan bahwa tujuannya adalah menemukan identitas mereka yang sebenarnya di dalam Kristus. Identitas yang telah banyak diadopsi dari dunia kegelapan tidak pernah bisa memuaskan. Pesan Injil menyatakan siapa kita sesungguhnya dan tujuan kita diciptakan.

“Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Yohanes 8:32 (TB)

 

Judul Asli: What about Sexuality and Identity?
Penulis: Barry Bennett
Source: Barry Bennett Facebook
Diterjemahkan: YennyIndra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Apakah Allah Berdaulat? (Bagian 1).”
“Sebuah kesaksian tentang Anugerah: Arthur Meintjes.”
“Pikiran Beracun?”