Articles, Christianity

Apakah doa iman itu?

 

Apakah doa iman itu?

Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.
(Yak 5:15 TB)

Masalah iman bisa membuat frustasi bagi sebagian orang. Ada janji-janji luar biasa dalam Perjanjian Baru tentang kuasa iman, dan banyak orang percaya berjuang untuk menerima jawaban, sesuai dengan yang mereka pikir seharusnya diterima.
Apakah kita benar-benar tahu apakah iman itu?

Ibrani 11:1 (TB) Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
( Ibr 11:1 TB)

Ketika berbicara tentang iman, kita harus segera meninggalkan alam, dari yang bisa dilihat, bergerak ke dimensi “hal-hal yang tidak terlihat.” Hal ini bisa menjadi tantangan karena kita terbiasa mengevaluasi hidup kita berdasarkan panca indera. Kita mengetahui sesuatu ketika kita bisa melihatnya, merasakannya atau dapat membuktikannya secara ilmiah. Tetapi iman bukan pada dimensi itu. Dengan demikian, doa iman bisa menjadi misteri.

Kesulitannya terletak pada memahami perbedaan antara apa yang kita ketahui dengan kepala kita, dengan apa yang telah dihidupkan di dalam roh kita.

Aku sangat tertindas, ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.
( Maz 119:107 TB)

Iman timbul dari “mendengarkan” Firman (Rm. 10:17). Ini tidak merujuk pada mendengar Firman secara fisik karena banyak yang melakukannya dan tidak pernah mendemonstrasikan iman. Kita berbicara tentang mendengar secara rohani. Paulus mengatakannya seperti ini:

Roma 8:16 (TB) Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Peristiwa spiritual inilah yang menjadi tempat kelahiran iman. Tanpa “mendengar” secara roh, maka sesungguhnya tidak ada iman. Mungkin saja ada kesepakatan, persetujuan mental, dan perasaan yang umumnya positif terhadap hal-hal Allah, tetapi karakteristik itu bukanlah iman. Karena itu, banyak orang ketika mendoakan apa yang mereka yakini sebagai doa iman, mungkin saja sesungguhnya, hanya menyatakan apa yang mereka setujui dalam pikiran mereka.

Pendengaran rohani seharusnya dilakukan setiap hari. Itu bukan hal yang mistis, acak, tetapi seharusnya menjadi harapan setiap orang percaya, sebagai buah dari hubungan kita dengan-Nya. Semakin sensitif kita terhadap Firman dan Roh Allah, semakin berlimpah firman yang dihidupkan dan iman yang menyertainya.

Doa iman telah “melihat” atau “mendengar” jawabannya dan mendeklarasikannya. Memiliki keyakinan dan kepastian jawabannya, tanpa perlu melihat atau merasakannya secara natural. Doa iman telah melihat apa yang tak terlihat dan tahu bahwa apa yang dilihatnya dalam Roh akan terwujud. Tanpa ada keraguan.

What is the prayer of faith?

And the prayer of faith will save the sick, and the Lord will raise him up. And if he has committed sins, he will be forgiven. (James 5:15)

The subject of faith can be frustrating to some. There are tremendous promises in the New Testament about the power of faith, and yet many believers struggle to receive the answers they think they should. Do we really know what faith is?

Now faith is the substance of things hoped for, the evidence of things not seen. (Heb. 11:1)

When we speak of faith we immediately must leave the realm of that which is seen and move into the dimension of “things not seen.” This can be a challenge since we are accustomed to evaluating our lives based upon our five senses. We know something when we see it, feel it or can prove it scientifically. But faith is not of that dimension. Thus, the prayer of faith can be a mystery.

The difficulty lies in understanding the difference between what we know with our heads, and what has been quickened to us in our spirits.

I am afflicted very much: quicken me, O LORD, according unto thy word. (Ps. 119:107)

Faith comes by “hearing” the Word (Rom. 10:17). This does not refer to physically hearing the Word since many do so and never demonstrate faith. We are speaking of spiritual hearing. Paul says it this way:

The Spirit Himself bears witness with our spirit. . . (Rom. 8:16)

This spiritual event is the birth place of faith. Apart from “hearing” there is no faith. There can be agreement, mental assent and a generally positive feeling toward the things of God, but those characteristics are not faith. Therefore, when many pray what they believe is a prayer of faith, they may be simply stating what they agree with in their minds.

Spiritual hearing should be taking place daily. It is not a mystical, random thing, but should be the expectation of every believer as a fruit of our relationship with Him. The more sensitive we are to the Word and Spirit of God, the more we will be quickened and find faith abounding.

The prayer of faith has “seen” or “heard” the answer and declares it. It does not require natural sight or feelings to know that the answer is certain. The prayer of faith has seen the unseen and knows that what was seen in the Spirit will manifest. There is no doubt.

Judul: What is the prayer of faith?
Penulis: Barry Bennett
Source: FB Barry Bennett.
Translate: YennyIndra.

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Anak yang Hilang Kembali kepada Bapanya.”
SALE
UNFAIR