Self Motivation, Seruput Kopi Cantik

Arthur Meintjes, Nama Guruku.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Arthur Meintjes, Nama Guruku.

Guru saya yang satu ini, unik. Menyandang disleksia dan gagap sejak kecil. Hingga umur 25 tahun masih kesulitan membaca.
Tuhan berjanji akan memakainya, untuk memberi pengaruh kepada dunia.
Jelas saja Arthur tidak percaya! Bahkan menganggap Tuhan ingin mengolok-olok dia.

Lari selama 8 tahun menjauhi Tuhan, hingga akhirnya menyerah.
“Oke Tuhan, terserah Engkau”.
Apa yang terjadi?
Dalam 2 minggu Arthur sembuh dari disleksia dan gagap!
Ternyata kuncinya hanya taat, artinya right believing, percaya saya pada kebenaran yang Tuhan sampaikan.

Mungkin karena latar belakangnya, Arthur mengajar satu persatu dengan sangat jelas.
Dan banyak sekali pelajaran dan pewahyuan yang saya dapat darinya.

Salah satunya, bahwa Tuhan ingin hidup kita itu mencapai full potensial, hidup tenang dan nyaman.
Bukankah hidup ini penuh masalah?
Hingga membuat kita bosan, jenuh, lelah dan kehabisan tenaga.

“Tuhan mengundang kita, Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”, Arthur menerangkan.
Senangnya….
Saya merasa sangat lega, tidak perlu menanggung beban sendirian. Tuhan menolong saya. Yess….

Siang ini, Indah mempresentasikan pelajaran Arthur Meintjes, di sekolah Charis, dengan menampilkan gambar seorang anak berkuncir yang berlari ke pelukan Bapanya.
Saya meneteskan air mata terharu.
Anak berkuncir itu saya…dalam angan ini.

Betapa melegakan menyadari bahwa ada Bapa yang mengasihi tanpa syarat. Bahkan saat gagal pun, Tuhan tetap sabar menanti hingga saya siap untuk maju dan mampu menguasai pelajaran yang diberikan.

Arthur menegaskan, Tuhan selalu sabar. Siapa yang bisa membayangkan Arthur yang berusia 25 tahun belum bisa membaca, dipakai Tuhan untuk mengajar hingga ke seluruh dunia?
Tuhan bisa mempercepat apa yang nampaknya terlambat. Arthur buktinya.

Sementara di sekeliling kita, orang-orang berlomba cepat, yang cepat yang menang dan dihargai.
Sing ngalah ora keduman, -yang mengalah tidak kebagian-, demikian ungkapan populer dalam Bahasa Jawa.
Begitu tidak secepat dan sesigap yang lain, orang akan menghina dan meremehkan. Bisa dibodoh-bodohkan, atau dalam istilah rohani, dianggap kurang beriman. Dihakimi kanan kiri.

Untungnya, Tuhan tidak begitu. Dia menerima kita apa adanya.
Tuhan menemui kita di setiap level iman yang kita miliki, dan membimbing untuk menjadi pemenang.

“Bu Yenny, saya ingin sembuh, seperti Bu Yenny sembuh dari Hipertiroid, tetapi saya ga punya iman untuk stop obat.”

“Gapapa bu, Tuhan juga bisa pakai obat sebagai sarana untuk kesembuhan kita. Tuhan tau koq seberapa level iman kita dan Dia menerima kita apa adanya. Yang penting pengharapan kita kepada Tuhan. Nanti pada waktunya ibu tahu koq kapan sudah sembuh dan bisa stop obat.
Perubahan di dalam kita itu Tuhan yang mengerjakan. Yang penting terus memperbaharui pikiran selaras dengan firman Tuhan.”

Dan teman ini pun sembuh.
Tanpa harus dibebani dengan berbagai keharusan dan kewajiban.
Cukup memahami kasih Allah dan mengenal identitasnya di dalam Tuhan melalui firman-Nya.
God, I love you full….., mengutip ungkapan Mbah Surip.

You split the sea, so I could walk right through it. My fears were drowned in perfect love. You rescued me and I will stand and sing: I am a child of God.

Tuhan membelah laut, sehingga saya dapat berjalan melewatinya. Ketakutanku tenggelam dalam cinta yang sempurna. Engkau menyelamatkanku dan aku akan berdiri dan bernyanyi: Saya adalah anak Allah!

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Tempat Adonan.
Berkelimpahan Itu Seperti Apa Sich?
Mendengar Dari Tuhan? Mengapa Dia Tidak Peduli?