Self Motivation, Seruput Kopi Cantik

Malam Itu Datangnya Lamban…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Malam Itu Datangnya Lamban…

Sahabat saya mengirimkan artikel yang konon diambil dari Novel “Malam Itu Datangnya Lamban”, kisah betapa suramnya masa tua menunggu datangnya kematian.
Keluarga yang kurang peduli, kurang perhatian, kesepian…
Duh… Mengerikan!

Pikiran ini melayang jauh, seperti apa masa tuaku nanti?
Puji Tuhan, ada tokoh-tokoh yang menjadi panutan. Saya mengambil keputusan meneladani beliau yang sudah sukses.

1. Ibu Magdalena Sukartono.
Beliau tetap aktif bekerja di usia lebih dari 80 tahun. Menjadi konsultan SDM di beberapa perusahaan di kota Jogja.
Menjadi motivator yang penuh semangat.

Satu hal yang saya perhatikan disamping prestasi pribadinya, Bu Lena hidup mandiri, senantiasa positif. Itu terlihat dari post di sosmed.
Beliau begitu bangga dengan putra, putri dan menantunya.
Bahkan ketika menantunya ke Turki, dengan bangga Bu Lena post foto-fotonya.
Saya belajar, ini rahasianya mengapa beliau dicintai anak & menantunya!

2. Tante Tirsa Rahardjo.
Beliau ibunda dari pendeta saya, Bp. Andreas Rahardjo.
Saat saya mulai belajar menulis, tulisan saya terbit di Warta Jemaat, Tante Tirsa yang selalu memotivasi. Beliau selalu ingat poin penting dari artikel saya yang lalu. Padahal saya yang menulis saja sudah lupa.
Sungguh merasa tersanjung!
Siapa yang ga jatuh cinta dengan pribadi seperti Tante Tirsa?
Saya selalu merasa senang mengingat beliau. Apalagi anak, menantu & cucu-cucunya!

Satu hal yang saya perhatikan, sejak Om Rahardjo meninggal, Tante Tirsa sibuk melayani orang lain.
Tante membeli kain, memotongnya lalu menggaji tukang jahit, membuat daster. Untuk siapa? Para nenek di panti jompo.

Tante rajin bezuk dan mendoakan teman-temannya. Menjadi berkat baik untuk yang tua pun yang muda. Semua senang dan kagum pada beliau.

Orang yang sibuk berbagi dengan orang lain, tidak punya waktu untuk mengasihani diri sendiri.
Pikirannya positif, memikirkan kepentingan orang lain.
Banyak buku tulisan orang-orang hebat yang menjelaskan, bahwa sumber kesengsaraan adalah memikirkan diri sendiri, menjadikan diri kita pusat segalanya.
Saat sibuk memberi dan berbagi, maka kita
akan menerima banyak, lebih dari yang kita butuhkan.

Prinsipnya:
Berilah kepada orang lain, supaya Allah juga memberikan kepadamu; kalian akan menerima pemberian berlimpah-limpah yang sudah ditakar padat-padat untukmu. Sebab takaran yang kalian pakai untuk orang lain akan dipakai Allah untukmu.

Sebagai penutup, saya teringat akan papa… Saat sakit di rumah sakit, kalau pasien lain sibuk mengeluh dan marah-marah, papa sibuk bernyanyi….
Semua suster senang. Tidak rewel. Diperintah apa saja, menurut.

Saya belum menjalani masa tua seperti itu, tetapi saya memiliki panutan.
Semoga saya bisa menjalani masa tua yang menyenangkan, menjadi berkat bagi banyak orang dan bahagia.

Bukankah hidup menyenangkan itu saat kita sadar bahwa hidup kita berguna bagi orang lain?
Dan kebahagiaan sejati adalah hati yang dipenuhi damai sejahtera.
Dan damai sejati hanya didapatkan ketika hidup kita melekat kepada Allah.

The pressure is not on us. God has made provision, do it with joy.-charisorlando

Tekanan tidak ada pada kita. Tuhan telah membuat perbekalan, lakukan dengan sukacita.-charisorlando.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Feeling
Apa Yang Kita Ijinkan Masuk?
Harus Menunggu Sempurnakah?