Self Motivation, Seruput Kopi Cantik

Vincent Van Gogh.

Seruput Kopi Cantik

Yenny Indra

Vincent Van Gogh.

Dalam perjalanan di pesawat, saya menonton film kisah hidup pelukis terkenal Belanda, Vincent Van Gogh.

Van Gogh suka sekali melukis. Salah satu penyebabnya, karena dia menderita psikosis. Yaitu gangguan mental yang menyebabkan ketidakmampuan seseorang menilai realita dengan fantasi dirinya. Hasilnya, terdapat realita baru versi orang psikosis tersebut. Melukis adalah caranya untuk mengalihkannya.

Lukisannya kerap dianggap kekanak-kanakan. Kelinci di antara pepohonan. Bunga matahari. Disamping lukisan akam, benda, potret dan potret dirinya sendiri. Goresan kuasnya impulsif dan ekspresif, berupa warna yang tebal. Bahkan ada yang mengejek seolah dari tanah liat. Lukisannya tidak bisa diterima. Tidak laku.

Perjalanan hidupnya terombang ambing di tengah kesakitan dan kesendirian sebelum akhirnya mulai melukis pada tahun 1881.
Sempat dirawat di rumah sakit jiwa. Ketika seorang rohaniwan mewawancarainya untuk memutuskan apakah Van Gogh layak dibebaskan atau tidak, dia menunjukkan lukisan kelinci, yang dianggapnya bukan lukisan dan bertanya, mengapa lukisannya tidak diterima khalayak ramai?

“Saya menabur benih. Mungkin saja penikmat lukisanku adalah orang-orang dari generasi yang akan datang..”, ujar Van Gogh dengan yakin.

Ternyata benar. Meski Van Gogh bukanlah seorang seniman yang sukses pada masa hidupnya dan dianggap sebagai orang gila. Ia menjadi terkenal setelah ia bunuh diri, dan tampil dalam khayalan publik sebagai seorang jenius yang disalahpahami dan “tempat bertemunya kegilaan dengan kreativitas”.

Reputasinya mulai bertumbuh pada awal abad ke-20 karena unsur-unsur gaya lukisnya digunakan oleh seniman ekspresionis Jerman dan Fauvis. Dalam beberapa dasawarsa berikutnya, ia meraih kesuksesan dari segi popularitas, komersial, dan kritik, dan namanya diingat sebagai seorang pelukis yang penting namun berakhir tragis, dan kepribadiannya yang bermasalah melambangkan idealisme romantik akan seorang seniman yang tersiksa. (Wikipedia)

Pelajarannya:
Meski karya kita belum diterima saat ini, mungkin saja akan dihargai pada masa berikutnya.
Jangan tergoda untuk meniru orang lain. Ciptakan dengan ciri khas kita sendiri.

Jika Van Gogh meniru pelukis lain pada masa itu, dia tidak akan dikenang sebagai salah satu tokoh paling terkenal dan berpengaruh dalam sejarah seni di Barat. 2100 lukisannya yang dibuat dalam satu dasawarsa, menjadi lukisan- lukisan dengan kategori termahal di dunia.

What sets you apart can sometimes feel like a burden and it’s not. And a lot of the time, it’s what makes you great. – Emma Stone

Apa yang membuat Anda berbeda kadang-kadang bisa terasa seperti beban, namun sesungguhnya tidak demikian. Justru seringkali, itu yang membuat Anda hebat. – Emma Stone 

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Mengapa Tuhan Tidak Adil?
Mengutuki Diri Sendiri? Mana Mungkin? Ternyata Banyak Orang Yang Melakukannya!
Airport Lounge