Articles, Self Motivation

HIDUPMU di TANGANMU

.

Jessica tampak pucat. Wajahnya yang ayu terlihat lesu. Dengan sendu, Jessica menceritakan berbagai perasaan tidak nyaman yang dirasakannya. Pusing, lesu, mual dan sederet keluhan lainnya. Jessica sudah bertahun-tahun menderita ‘penyakit’ meski berbagai dokter dan hasil cek laboratorium tidak berhasil menemukan penyakitnya.

.

Sebagian teman mengatakan bahwa penyakit Jessica karena masalah psikologi. Dia suka mencari perhatian melalui ‘penyakitnya’. Jessica memiliki suami dan anak-anak yang baik, berkecukupan dan ‘bahagia’. Apalagi yang kurang?

.

Banyak orang seperti Jessica, berusaha memperoleh kebahagiaan dengan harapan orang lain yang dapat membahagiakannya. Dia mencari kebahagiaan di luar dirinya. Sesungguhnya tidak ada orang yang bisa membahagiakan kita kecuali diri kita sendiri.

.

Agar berbahagia maka yang pertama-tama adalah mengambil keputusan untuk bahagia! Sadarkah kita bahwa hanya ada satu pribadi yang betul-betul kita percaya dan tidak akan pernah mengecewakan kita di tengah kemalangan yang kita alami? Siapa dia?

Diri kita sendiri!

Orangtua, pasangan, sahabat dan lainnya bisa mengecewakan kita.

.

Jangan pernah berharap orang lain bisa membahagiakan kita. Orang lain mungkin saja bisa mengasihi dan memperhatikan kita sampai batas tertentu tetapi mereka memiliki kepentingan dan kehidupan sendiri. Mereka tidak akan bisa memperhatikan kita sepanjang waktu. Jangan pernah gantungkan kebahagiaan dan harapan kita pada apa yang dilakukan orang lain.

..

Kita yang harus menciptakan kebahagiaan kita sendiri. Apa pun keadaan kita, bangkit dan benahi. Lakukan yang terbaik di tengah situasi yang kita hadapi lalu bawa dalam doa. Tuhan suka dengan orang yang mau bangkit menolong dirinya sendiri. Tuhan akan mengubah keadaan untuk membawa kebaikan. Pada saatnya, segala ‘sakit’, ‘malapetaka’ dan hal-hal buruk yang kita alami justru dipakai Tuhan untuk mendewasakan kita serta menjadi alat promosi untuk membawa kita naik ke tempat yang lebih tinggi. Melalui pengalaman yang kita alami, kita dapat menguatkan teman atau orang yang mengalami masalah serupa.

.

Sesungguhnya, tidak ada orang bisa hidup sehat secara jasmani dan rohani, selama dia terus menerus hidup dalam penyakit, bicara tentang penyakit, mencari tahu tentang penyakit dan berpikir tentang penyakit.

Prinsipnya, kita mendapatkan hal-hal di mana kita fokus. Jika kita fokus dan ketakutan terhadap penyakit maka kita akan senantiasa merasa sakit.

Hidup adalah pilihan!

.

.

Jessica berharap melalui sakitnya, dia diperhatikan oleh orang-orang dekatnya. Saat mereka tidak memperhatikan sebanyak yang diharapkannya, maka penyakitnya serasa semakin berat dan dia makin mengasihani diri. Lama kelamaan keluarganya makin bosan mendengarkan keluhan-keluhannya.

Hidup terus berjalan. Tidak ada orang yang mau mengorbankan diri mendengarkan sampah keluhan yang tidak ada habisnya. Hidup butuh perjuangan. Suami dan anak-anaknya punya kewajiban, tantangan yang harus diselesaikannya. Mereka punya cita-cita yang hendak digapai. Jika Jessica memilih stagnan, secara tidak disadari, dia akan makin tertinggal di belakang. Sikap Jessica yang mandeg, akan membebani kemajuan suami dan anak-anaknya.

.

Hanya ada satu jalan bagi Jessica untuk sembuh yaitu bangkit dan mengusahakan kesembuhannya sendiri. Perkecil apa pun yang dirasakannya dan mengusahakan hal positif yang bisa dilakukannya.

Jessica harus menetapkan tujuan hidup yang hendak dicapainya sehingga hidupnya tidak hanya menghabiskan hari demi hari tanpa tujuan. Hidup tanpa kemajuan adalah hidup yang tidak layak dijalani.

.

.

Orang-orang bijak menyarankan, saat kita memiliki masalah yang sangat berat bahkan buntu, keluar dan cari orang lain yang punya masalah berat lalu tolong dia. Sesuatu yang unik, ketika kita  sibuk menolong orang lain maka kita akan menemukan jalan bagi masalah kita sendiri.

Prinsip kehidupan: saat kita memberi maka kita akan diberi.

.

Berilah kepada orang lain,

supaya Allah juga memberikan kepadamu;

kalian akan menerima pemberian berlimpah-limpah yang sudah ditakar padat-padat untukmu.

Sebab takaran yang kalian pakai untuk orang lain akan dipakai Allah untukmu.

The book of Luke.

.

Puluhan tahun lalu, saya memiliki teman yang sakit Lupus. Saat itu penyakit ini masih langka. Kondisinya naik turun tetapi dia tidak pernah patah semangat. Dia terus beriman bahwa Tuhan pasti menyembuhkannya. Suami dan anak-anaknya mendukung dan mengasihinya sehingga makin menambah semangat juangnya.

.

.

Di tengah sakitnya, teman ini sibuk pelayanan dengan cara menghibur teman-teman yang menderita penyakit Lupus. Banyak di antara mereka putus asa setelah divonis menderita penyakit Lupus. Dokter yang merawat teman saya menyarankan agar menelpon teman saya. Mereka dikuatkan, dihibur dan dipulihkan semangat hidupnya. Dengan menghibur orang lain, semangat hidup teman saya kian bertambah pula. Keteladanan yang luar biasa sekali.

Berani mencoba?

Hidup butuh keberanian!

.

.

OLEH: YENNY INDRA

.

Photo:http://www.michaelpeterworoniecki.com/2010/11/eight-faces.html

http://farm9.staticflickr.com/8026/7171947998_6285b80e08.jpg

http://behance.vo.llnwd.net/profiles9/796875/projects/2662531/f36510acca137b523d94653b1778dee8.jpg

http://farm9.staticflickr.com/8051/8114517278_3233b6692f.jpg

http://sugarlandmethodist.org/sites/default/files/sites/all/files/main_images/ma-care-prayer.jpg?1328118392

http://sphotos-a.xx.fbcdn.net/hphotos-prn1/c66.0.403.403/p403x403/165008_388511494573876_1741903700_n.jpg

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Apakah Tuhan memuliakan Kita?
Karunia Firman Kehidupan.”
Mastering Consistency. (Survival Kit Part 4).

Leave Your Comment