Marriage, Relationship

KATA-KATA SIA-SIA

Suatu pagi yang cerah. Udara segar. Langit biru. Burung-burung berkicau merdu dari balik jendela. Betapa indahnya hari ini.

.

Tiba-tiba suasana indah ini terganggu oleh rengekan si bungsu yang menolak bangun untuk ke sekolah. Belum lagi si sulung bertengkar dengan anak yang ke dua. Dalam situasi seperti ini, seringkali emosi kita terpancing. Kita mulai mengomel, membentak dan marah. Kata-kata omelan terucap, kata-kata yang sesungguhnya tidak membuat keadaan lebih baik. Itu yang dinamakan kata-kata sia-sia. Pernah mengalami kasus yang serupa?

.

Tanpa kita sadari kerapkali kita memberi komentar, terutama pada orang-orang dekat kita, yang tidak penting. Saat ada teman berkomentar bahwa putri kita bertambah gemuk, dengan enteng kita menjawab,”memang dia makan terus.” Padahal berat badan putri kita sesungguhnya tetap sama. Baik teman kita mau pun kita sendiri mengeluarkan kata-kata sia-sia.

.

Di negara-negara barat, berat badan, usia dan agama seseorang merupakan hal yang tabu ditanyakan atau dikomentari. Itu adalah urusan pribadi seseorang. Setiap kita tahu, masalah berat badan merupakan hal yang sangat sensitif bagi wanita. Kebanyakan wanita merasa resah saat dikomentari lebih gemuk.

.

Banyak pertengkaran dalam rumah tangga dan rasa tidak suka, dipicu oleh kata-kata sia-sia yang diucapkan begitu saja. Kata-kata yang tidak penting tetapi menjengkelkan. Tanpa disadari, membuat hubungan tidak harmonis.

.

Sebelum mengucapkan sesuatu pertimbangkan: apakah kata-kata kita membawa kebaikan? Membuat kita atau orang lain lebih sukses atau lebih bijak atau lebih pintar? Jika jawabannya ‘tidak’, lebih baik kita tidak mengucapkannya.

.

Kata-kata sia-sia sering menjadi pembicaraan yang asyik saat bertemu teman lama. Biasanya ketika bertemu dengan teman yang sudah puluhan tahun tidak bertemu, kita menanyakan kabar teman-teman yang lain. Mulailah kisah-kisah negatif beredar. Si Anu bercerai, atau Si Ini selingkuh. Jarang sekali orang bertanya, menyelidiki atau belajar resep kesuksesan teman lama. Orang cenderung suka kisah-kisah yang negatif.

.

Kata-kata sia-sia membuat energi habis tapi tidak bermanfaat. Kita tidak lebih sukses, kaya, bijak mau pun pintar. Alangkah baiknya jika kita belajar setiap bertemu teman mencoba memberi input yang membangun atau justru belajar dari teman tersebut hal yang kita tidak bisa. Setiap orang punya kelebihan masing-masing. Kata-kata positif, motivasi atau ide yang bagus yang kita tabur atau kita terima, kelak akan berbuah banyak. Dengan cara demikian, orang lain akan menyukai dan menghargai kita karena dia sadar bahwa berdekatan dengan kita selalu ada manfaatnya. Secara tidak sadar, setiap orang suka berdekatan dengan orang-orang yang positif. Kita sendiri juga akan lebih bahagia dan percaya diri saat kita senantiasa mengeluarkan kata-kata yang positif.

.

Penulis buku dan pembicara terkenal John Maxwell, di mana pun dia berada selalu menabur kebaikan, kata-kata positif mau pun ide. Hingga Bill Hybels, Pastor Willow Creek, mengatakan,”Tidak ada orang yang berbicara dengan John Maxwell selama lima menit, yang tidak mendapatkan motivasi, ide dan semangat baru.” Menarik sekali bukan?

.

Mari kita meneladani apa yang dilakukan oleh John Maxwell.

Sudah terlalu banyak penggosip dan orang-orang negatif. Dunia membutuhkan orang-orang positif yang dapat ‘menerangi’ dunia dan menjadi ‘garam’ yang memberi rasa dalam kehidupan orang lain.

.

Think twice before you speak,

because your words and influence

will plant the seed of either success

or failure in the mind of another.

Napoleon Hill

~

Berpikirlah dua kali sebelum berbicara,

Karena kata-kata dan pengaruh kita

Akan menjadi benih dalam kesuksesan

atau kegagalan di pikiran orang lain

Napoleon Hill

.

.

OLEH: YENNY INDRA

.

Photo: http://forum.spiritualindia.org/daily-maxims-t44553.0.html

http://contactglenda.com/gossip-costs-you-money/

http://www.amberrosethomas.com/2012/07/wise-words-no36.html

http://thiiran-muru-arul.blogspot.com/2011/06/words-that-heal-and-empower.html

.

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
WHAT NOT TO DO IN MARRIAGE!
Quote 26.09.15: Percaya Diri
Quote 18.07.15: Big Picture

Leave Your Comment