Articles, Marriage

ALASAN PERNIKAHAN

Joe Morris memberi rasa pada ice cream buatannya dari coklat dan strawberry hingga teh hijau dan bubuk paprika kering. Dia adalah salah satu pemilik perusahaan ice cream yang sukses di Texas karena kualitas, kreativitas dan inovasinya. Namun Joe tidak melupakan alasannya mengapa dia dia membuat ice cream.

.

Joe menceritakan kepada wartawan Ricardo bahwa salah seorang karyawan lamanya senantiasa mengingatkan mereka,”Mengapa kita membuat ice cream? Ini adalah makanan yang membuat bahagia. Kita di sini untuk membuat orang berbahagia.” Dan itulah sebabnya Joe membuat ice cream.

Demikian pula dengan pernikahan. Semakin lama kita menikah, selalu ingatkan diri kita sendiri alasan-alasan yang membuat kita jatuh cinta dan memutuskan menikah dengan suami/istri kita. Yang banyak terjadi, sebelum menikah, begitu banyak kebaikan yang kita lihat pada pribadi calon pasangan kita hingga dikatakan bahwa cinta itu buta. Sebaliknya, setelah lama menikah, kebanyakan orang hanya berkonsentrasi dan fokus pada kekurangan pasangannya. Firman Tuhan berkata, ”Terjadilah menurut imanmu.” Ketika kita terus menerus mengomel dan memperhatikan hal-hal yang buruk, maka itulah yang akan kita dapatkan. Akibatnya kebahagiaan semakin jauh di awang-awang.

.

Coba ganti dengan skenario ini. Setiap pagi datang kepada Tuhan, bawa ucapan syukur bahwa kita memiliki pasangan terbaik yang Tuhan karuniakan dalam hidup kita. Doakan kemajuannya, kesuksesannya, perkembangan pribadinya agar dia bisa berperan menjadi pribadi yang bijak, berjiwa besar serta menjadi pasangan yang Tuhan inginkan. Doakan diri kita juga agar kita menjadi pasangan yang senantiasa mendukung, melayani pasangan dan keluarga kita dengan kasih seperti kasihnya Tuhan: tanpa syarat. Bawa seluruh cita-cita dan harapan kita ke dalam tangan Tuhan dan bersedialah menerima prosesNYa dalam perjalanan untuk meraih apa yang kita dambakan. Kadang-kadang Tuhan menunda untuk menjawab doa kita, bukannya karena Dia tidak mampu melainkan karena kita belum menjadi pribadi yang cukup dewasa untuk mengelola berkatNya yang lebih besar sesuai permintaan kita.

.

Ketika kita siap, jawaban doa pasti segera tiba. Selama masa penantian, ucapkan kata-kata iman yang positif untuk mendukung kemajuan pasangan kita. Meski pun dia belum menjadi pasangan seperti harapan kita, namun perlakukan dia seolah-olah dia sudah menjadi pasangan yang ideal… maka secara bertahap dia akan menjadi seperti yang kita harapkan.

Goethe, seorang filsuf jerman berkata,“Jika Anda memperlakukan individu sebagai dia adanya, dia akan tetap sebagaimana dia. Tetapi jika Anda memperlakukan dia seolah-olah dia menjadi pribadi yang seharusnya dan bisa, dia akan menjadi pribadi yang seharusnya dia bisa.”

.

Di balik kesuksesan seorang pria, ada wanita hebat di belakangnya. Demikian pula, di balik kesuksesan seorang wanita, ada pria yang berjiwa besar di belakangnya. Mari kita bangun diri kita menjadi pribadi yang sukses dan sekaligus menjadi pendukung yang berjiwa besar serta hebat sehingga membuat pasangan kita sukses pula. Pernikahan adalah tim bukan pertandingan perseorangan. Kesuksesan pasangan kita berarti kesuksesan kita juga. Selamat mencoba.

.

Oleh: YENNY INDRA

Bibliografi:
Kisah Joe Morris diambil dari Our Daily Bread 25 July 2012, David C. McCasland

Sumber Foto:

http://www.scaddistrict.com/blog/2010/04/15/does-why-did-i-get-married-too-break-its-vows/

http://togetherforlifeonline.com/new-usccb-marriage-website/

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Jangan Menyerah!”
Mungkinkah Mentaati Seluruh Perintah Allah?
Mengapa Manusia Lebih Suka Melihat Kekurangan Diri Sendiri?

Leave Your Comment