Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

How To Handle Difficult Things?

 

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

*How To Handle Difficult Things?*

Seorang hamba Tuhan terkenal, Ed Dufresne, saat muda bekerja di perusahaan konstruksi. Dia berasal dari keluarga yang amburadul dan tidak mengenal Tuhan.
Ada seorang rekan kerjanya, yang setiap minggu mengajak Ed agar beribadah ke gereja.
Dengan berbagai alasan, Ed selalu menolak.

Hingga suatu hari Ed bertanya,
“Jika saya ikut kamu pergi beribadah 1X saja, apakah kamu bersedia berhenti mengajak saya ke gereja?”

“Deal. Oke. Asal kamu ikut saya ke gereja 1X saja, saya tidak akan mengajakmu lagi ke gereja.”

Ed pun pergi ke gereja. Dan dia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Peristiwa itu mengubah seluruh jalan hidup Ed Dufresne, hingga akhirnya beliau menjadi hamba Tuhan yang mendunia.

Yang menarik, Ed memperhatikan, setiap kali usai berbicara dengannya, rekan itu selalu masuk ke suatu ruangan kosong di kantor mereka. Ada apa gerangan?
Ed tidak dapat menahan rasa ingin tahunya, lalu bertanya kepada rekan tsb.

“Supaya aku tidak membunuhmu, Ed….”, sahutnya.
Gubraaaakkkkk……….

Rupanya, berbagai alasan yang dikemukakan Ed Dufresne, sesungguhnya menjengkelkan hatinya. Namun rekan itu memilih masuk ke ruangan itu untuk berdoa berbahasa lidah (berdoa berbahasa roh), agar dia lebih peka terhadap roh dan bisa menahan lidahnya supaya tidak mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan.
Dengan kata lain, rekan itu mengalahkan kedagingannya, dengan berdoa dalam roh dan fokus pada Roh Allah yang tinggal di dalam hatinya….

Wow…. teknik yang menarik, joss dan bisa diteladani.

Kebetulan sekali B. Mira juga bercerita, teman kami sebut saja Ani namanya, terakhir ini rutin ikut berdoa berbahasa lidah (BBL) bersama kami.

Ani bercerita, kadang dia benar-benar sumpek dan ga tahan dengan mamanya yang sudah tua dan suka mengomel gak ada habisnya jika terjadi sesuatu yang tidak berkenan kepadanya.
Apa yang dilakukan Ani?
Dia langsung Berdoa Berbahasa Lidah, dan dengan teknik ini, dia mampu menghindarkan diri dari peperangan yang tidak perlu.

Ani tidak perlu marah, menjawab sang mama hingga timbul peperangan, atau pun memendam kejengkelan. Dengan berdoa berbahasa lidah, Ani menyerahkan permasalahan kepada Roh Kudus.

1 Petrus 5:7-9 (TB) Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

Lalu apa yang terjadi?
Roh Kudus yang pegang kendali.
Hati Ani damai. Hati mamanya berubah. Dan segala sesuatu bisa diselesaikan dengan sangat baik.
Dahsyat bukan?

Seandainya saja para suami- istri menggunakan teknik ini, tentunya tidak akan terjadi perceraian lagi.
Konon setiap tahun prosentase perceraian di seluruh dunia meningkat. Di Indonesia, kasus perceraian th 2022 naik lebih dari 15% dibanding tahun sebelumnya.

Teknik simple tapi Joss….
Hhhmmmm…. renungan hari ini pendek saja, namun praktis.
Saya pun memutuskan untuk belajar! Ini peneguhan Tuhan.
Dua contoh pelajaran datang bersamaan: Ed Dufresne & Ani. Berarti sesuatu yang penting.

Sebelum bertemu dengan seseorang atau menghadapi masalah yang kemungkinan membuat kita emosi, better kita menyediakan waktu untuk berdoa dalam roh.
Agar kita lebih sadar roh daripada dikuasai kedagingan natural kita, saat mendengar hal-hal yang bisa menggesek atau mengungkit ego kita untuk bereaksi.

Teringat ungkapan Victor Frankl,
*”Segala sesuatu dapat diambil dari seseorang kecuali satu hal: kebebasan manusia yang terakhir—untuk memilih sikap, dalam situasi apa pun, untuk memilih jalannya sendiri.”*

*Between stimulus and response, there is a space. In that space is our power to choose our response. In our response lies our growth and our freedom – Viktor Frankl.*

*Di antara stimulus dan respon, ada ruang/jeda. Dalam ruang itulah terletak kekuatan kita untuk memilih respon. Dan pada RESPON itu, terletak PERTUMBUHAN dan KEBEBASAN kita – Viktor Frankl.*

Nach di dalam jeda inilah, kita memilih agar menundukkan diri kepada kehendak Allah, dan ber-respon sesuai kehendak-Nya.
Ketika lahir baru, kita menjadi ciptaan baru. Secara otomatis kasih dan karakter Allah dalam 1 Korintus 13:4-7 (TB) – Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. – itu sudah ada di dalam diri kita.

Tergantung seberapa banyak kita hendak menyerahkan diri kepada Allah dengan cara memperbaharui pikiran sesuai firman-Nya. Semakin kita memilih bertindak, berpikir, dan bereaksi sesuai firman-Nya, semakin menyerupai Kristus.

Sementara itu, semakin fokus kita menggali fiman dan menghidupinya, semakin kita mengasihi dan percaya kepada Tuhan.
Sebaliknya, semakin jarang menggali dan mendengarkan firman, maka iman dan kasih kita kepada Tuhan makin luntur.

Tuhan tetap mengasihi kita sama ukurannya, entah kita membaca dan menghidupi firman atau tidak. Namun kasih kita kepada-Nya yang berubah. Pada akhirnya, semakin menjauh, tinggal tersisa pengetahuan di kepala saja, tetapi tidak ada iman yang teguh di hati.

Karena itu, mari fokus menggali serta menghidupi firman dan berdoa di dalam roh.
Ide-ide kreatif pun muncul saat kita berdoa dalam roh.

Demikian juga Roh [Kudus] MEMBANTU dan menopang dalam kelemahan kita; karena kita tidak tahu, doa apa yang harus dipanjatkan atau bagaimana penyembahan yang layak itu seharusnya, maka Roh Kudus Sendiri yang pergi menghadap Bapa, memenuhi permohonan dan memohon demi kepentingan kita, dengan kerinduan dan rintihan yang tak terkatakan, yang terlalu dalam untuk diucapkan. Roma 8:26 AMPC

Mau hidup berkemenangan? Yuk….

God has equipped you to handle difficult things. In fact, He has already planted the seeds of discipline and self-control inside you. You just have to water those seeds with His Word to make them grow! – Joyce Meyer.

Tuhan telah memperlengkapi Anda untuk menangani hal-hal sulit. Faktanya, Dia telah menanam benih disiplin dan pengendalian diri dalam diri Anda. Anda hanya perlu menyirami benih itu dengan Firman-Nya untuk membuatnya bertumbuh! – Joyce Meyer.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Cara Hidup Yang Dikehendaki Tuhan…
Membangun Hati Yang Baru
“Menjalani Hidup dari Atas!”