Articles, Christianity

THE TRUTH ABOUT MONEY

Topik ini selalu saja kontroversial sejak jaman dulu. Ada dua kelompok ekstrem : yang satu mendewakan uang bahwa uang adalah segala-galanya sementara kelompok yang kedua anti-uang: uang tidak bisa membeli kesehatan, kebahagiaan maupun tidur yang nyenyak. Lalu mana yang betul? Seperti dikatakatan Mario Teguh dalam acaranya “Mario Teguh Golden Ways”, segala sesuatu yang “terlalu” itu tidak baik. Seharusnya kita berada di tengah, yang menganggap uang itu penting tetapi kita berkuasa untuk mengatur dan menggunakannya dengan cara yang bijak. Kita jadi bosnya uang dan bukan sebaliknya, dalam memperolehnya kita bekerja sesuai prioritas yang benar. Ada banyak aspek agar menjadi sukses dan bahagia, uang hanyalah salah satu aspek diantaranya. Hanya dengan melakukan yang benar, kita akan merasa nyaman dan bahagia karena itu kita perlu memiliki paradigma yang benar pula tentang uang.

Uang hanyalah alat penukar yang sah dan uang itu netral-tidak jahat dan tidak baik. Dengan sarana uang kita bisa memenuhi kebutuhan hidup kita. Kita perlu menempatkan uang pada posisi yang “pas”, mengapa? Karena ketika kita mengutamakan uang menjadi prioritas nomor satu maka kita akan mengorbankan kepentingan lain yang sesungguhnya lebih penting sehingga hidup kita kacau dan tidak bahagia. Tanpa kita bahas disini, begitu banyak tulisan yang menjelaskan negatifnya uang. Masalahnya pada prioritas kita yang salah bukan uangnya yang salah! Sebaliknya ketika kita membenci uang maka pikiran bawah sadar kita akan menolak dan menghindari segala sesuatu yang kita benci. Akibatnya uang akan menjauh dari hidup kita sedangkan kita membutuhkannya sebagai salah satu sarana untuk hidup.

Photobucket

Uang tidak bisa membeli kebahagiaan.
Demikian pula,
kemiskinan tidak bisa membeli kebahagiaan.
Leo Rosten

Seorang teman yang sebelum menikah begitu “anti uang, anti materialisme” dan mendewakan “cinta” akhirnya mengakui betapa sakit hatinya dia, ketika anaknya tidak bisa sekolah di sekolah yang bagus karena dia tidak punya cukup uang; apalagi ketika dia harus pontang panting cari pinjaman uang untuk membeli obat suntikan yang mahal demi menyelamatkan nyawa anaknya. Cinta penting tapi uang juga penting – kita perlu keduanya untuk memenuhi sisi berbeda dari hidup kita. Jangan lupa 80% masalah perkawinan karena masalah uang! Teman inipun begitu bahagia ketika tiba-tiba dapat bonus dalam jumlah yang cukup besar dari kantornya karena dia sadar, dengan uang itu dia bisa memberi hal-hal yang lebih baik bagi keluarganya. Suka atau tidak, kita butuh uang. Mengapa kita tidak memilih kaya, sukses, sehat, berprestasi, suka memberi dan bahagia juga? Kejar semuanya! Paradigma yang salah membuat kita menganggap bahwa kalau kaya berarti tidak bisa bahagia. Siapa bilang? Uang memberi kita lebih banyak pilihan.

Tokoh-tokoh Alkitab seperti Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Yosua, Khaleb dll mereka kaya, sukses, bahagia, dihormati orang dan sekaligus cinta Tuhan. Mereka melebihi orang-orang di sekitarnya sehingga mereka sadar Allah orang Israel memang dahsyat.

Wallace D. wattles, filsuf yang hidup di akhir abad 18 mengatakan mustahil tanpa uang kita bisa memiliki hidup yang utuh dan sukses. Tidak ada orang yang bisa mencapai potensi tertingginya dalam perkembangan jiwa atau bakatnya kecuali jika ia memiliki cukup uang. Hak seseorang atas kehidupan berarti hak untuk secara bebas dan tak terbatas menggunakan semua hal atau benda yang diperlukan untuk berkembang secara mental, spiritual dan fisik. Seseorang yang memiliki semua yang diinginkannya untuk menghidupi semua kehidupan yang bisa dijalaninya adalah orang yang kaya, jadi bukan ditentukan dengan seberapa besar angka kekayaannya. Tidak berarti orang yang memiliki uang 1 triliun rupiah lebih bahagia daripada orang yang memiliki uang 10 juta rupiah karena kepuasan dan keutuhan hidup seseorang ditentukan oleh seberapa banyak faktor-faktor yang diungkapkan oleh Zig Ziglar di bawah ini terpenuhi.

Photobucket

Kita disebut sukses dan bahagia jika kita bisa memenuhi tiga motif dalam hidup kita, untuk tubuh, jiwa dan roh. Zig Ziglar menterjemahkan inti kesuksesan sejati untuk menyenangkan Allah, melalui berbagai segi kehidupan:

– Misi Tuhan: kita lahir dengan membawa talenta khusus dan misi dari Tuhan. Kita hanya akan puas dan bahagia jika kita bisa menjadi pribadi unik dan satu-satunya di dunia seperti yang Tuhan rencanakan bagi kita. Ketika kita memenuhi rencana Tuhan dan menggenapinya maka terciptalah kepuasan yang sejati. Kita bahagia jika cita-cita dan harapan kita tercapai.

– Kesehatan: kita perlu memiliki kesehatan yang baik agar kita bisa menikmati segala sesuatu yang ditawarkan oleh kehidupan dan memenuhi tugas kita di bumi ini. Kesehatan adalah kebutuhan yang sangat vital dan mendasar bagi terlaksananya aspek-aspek yang lain secara maksimal.

– Hubungan dengan keluarga yang harmonis : mengingat prioritas utama kita setelah Tuhan adalah keluarga maka keharmonisan keluarga menjadi faktor sangat penting yang menentukan kualitas kebahagiaan kita. Keluarga adalah orang-orang dimana kita akan terus berhubungan dan menghabiskan sebagian besar kehidupan kita. Hubungan yang harmonis membuat sebagian besar hidup kita bahagia. Ada ikatan, kewajiban dan hubungan yang tidak bisa tergantikan dengan keluarga bahkan para psikolog mengatakan penerimaan keluarga akan sangat menentukan kepribadian dan rasa aman kita. Ketika sakit, dokterpun sering menanyakan apakah ada di keluarga kita yang menderita penyakit yang sama misalnya kanker,alergi, darah tinggi dll.

– Kualitas persahabatan: kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan persahabatan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar kita sebagai manusia. Kita hanya bisa bertumbuh dan berkembang ketika kita bergaul dengan orang lain, memberi dan diberi, saling mengasihi, saling dibentuk seperti besi menajamkan besi dan mengisi kehidupan satu dengan yang lainnya.

– Ketentraman emosional: kita perlu memiliki penerimaan serta penghargaan diri yang benar terhadap diri sendiri dan orang lain. Kitapun memerlukan perasaan diterima, dikasihi tanpa syarat dan mengasihi. Kita perlu mendewasakan diri agar kita bisa menerima kegagalan, bangkit dan mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan kita dengan bijak. Untuk menjadi manusia yang utuh, kita butuh untuk senantiasa bertumbuh, menjadi lebih baik dan aktualisasi diri. Kita belajar mengubah apa yang bisa diubah, menerima yang tidak bisa diubah dan bisa membedakannya keduanya dengan arif. Kita harus bertumbuh menjadi dewasa secara mental dan rohani.

– Uang: kita membutuhkan uang sebagai sarana untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan hidup kita seperti membiayai pendidikan, membeli makanan yang sehat dan bergizi, rekreasi dll. Semua fasilitas memerlukan uang. Kita harus realistis.

– Kedamaian pikiran secara menyeluruh: Kedamaian yang sejati diperoleh ketika kita mendasarinya dengan hubungan pribadi yang akab bersama Tuhan sehingga kita bisa menyerap pikiran Allah dan menanggapi kehidupan dengan cara pandang Allah. Kedamaian pikiran berhubungan erat dengan sikap hati yang senantiasa bersyukur karena kita tahu bahwa hidup kita di tangan Allah dan Tuhan selalu pegang kendali dibalik segala situasi. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8 : 28)

Photobucket

Dasar Sukses menurut Zig Ziglar (Amsal 3:6) :
Akuilah Tuhan dalam segala lakumu
Maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Keseimbangan adalah kunci kehidupan. Kita akan sukses dan bahagia jika memiliki semua aspek tersebut secara seimbang-semua penting dan kita memerlukan semuanya. Dengan paradigma yang benar maka kita bisa menentukan prioritas dengan benar dalam setiap situasi untuk membangun keseimbangan. Kita wajib menjadi pribadi yang utuh, bahagia, sukses dan kaya sehingga kita bisa memberkati dan menjadi teladan bagi orang lain – dunia berbeda karena kita ada. Tuhan suka kita mengalami kepenuhan diri dan menjadi pribadi terbaik sesuai rancanganNya. Bukankah surga itu indah? Karena itu kita buktikan melalui previewnya : hidup kitapun indah. Setuju??

I cannot believe that the purpose of life is
(merely) to be happy.
I think the purpose of life is to be useful,
to be honorable,
to be compassionate.
I think it is above all to matter, to count,
to stand for something.
To have it make some difference
that you lived at all.
Leo Rosten

BIBLIOGRAFI:
– Wallace D. Wattles – The Science of Getting Rich
– Zig Ziglar’s Quotes

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
‘Bangun / Sadarkan Diri’
Sudah Selesai (It Is Finished)’ yang mana yang lebih kita sukai?”
PROAKTIF

Leave Your Comment