Category : Travelling

Articles, Travelling

Kutub Utara, Dog Sledding & Aurora Hunting.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
Kutub Utara, Dog Sledding & Aurora Hunting.

Hari ini kami meninggalkan kota Rovaniemi menuju kakslauttanen, masih di negara Finlandia. Perjalanan sekitar 3 jam lebih plus toilet stop.

Tiba langsung check in hotel dan berfoto ria. Why?
Hari ini kami menginap di Small Glass Igloo, di mana seluruh atapnya berbentuk bulat dan terbuat dari full kaca. Saat malam hari, sambil tiduran bisa menikmati indahnya bintang-bintang yang bertaburan di langit.
Tidak lupa pula, jika Aurora muncul, segera tahu. Hotel juga akan membunyikan sirine agar para tamu segera menyiapkan kameranta. Unik bukan?

Igloo inilah yang menjadi incaran kami saat merencanakan ke Lapland. Ini bentuk igloo yang masih asli… tetapi di dalamnya hanya ada toilet & washtafel. Untuk mandi, disediakan kamar mandi di luar igloo.

Sementara igloo modern, hanya separuh yang terbuat dari kaca. Sisi lainnya, ada yang terbuat dari dinding batu atau pun dinding kayu.
Kelebihannya, ada kamar mandi di dalamnya. Bahkan yang besar dilengkapi dengan ruang tamu.

Setelah itu, kegiatan kami bermain Dog Sledding. Kereta kayu yang ditarik oleh anjing Husky atau anjing Malamute
melintasi hutan cemara. Setiap kereta ditarik oleh 5 ekor anjing. Kami semua berpasangan. Satu orang menjadi supir berdiri di belakang, sementara yang lainnya menjadi penumpang.
Permainan yang mengasyikkan apalagi kami berombongan, beriringan masing-masing sepasang. Menyenangkan sekali…

Saat kami baru saja masuk small glass igloo, terdengar suara sirine berbunyi. Segera para tamu berlarian menatap langit. Awalnya tidak terlalu nampak sesuatu yang berbeda. Sebagian tamu kembali ke kamar masing-masing. Namun makin lama makin kelihatan menebal cahaya berwarna hijau..berbentuk garis. Hilang timbul hilang lagi.
Yeayy… Kami dapat Aurora….:-))

Mengabadikan dengan kamera tidaklah mudah, karena syarat utama untuk menyaksikan Aurora adalah berada di lokasi yang gelap (tidak ada polusi cahaya) dan kondisi langit yang cerah (tidak berawan). Kalau Aurora terlihat jelas, wajah saya tidak kelihatan dalam foto. Demikian pula, kebalikannya.

Sudah tiga minggu tidak ada Aurora, demikian tutur guide kami. Jika malam ini kami berkesempatan menyaksikan Aurora dengan mata kepala sendiri, itu bukan sekedar anugerah, namun bukti kasih dan perhatian Tuhan pada kami semua.
Tuhan hadir dan menyertai termasuk saat liburan. Tuhan senantiasa pegang kendali dan peduli.
Kalau urusan Aurora yang tidak vital saja Tuhan kabulkan keinginan kami, terlebih lagi untuk hal- hal yang lebih penting… Dia akan campur tangan.
Apalagi yang harus kita kuatirkan?

Putting all your troubles on him, for he takes care of you.

Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada Allah, sebab Ia mempedulikanmu.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK PEDULI
KESEHATAN TERBAIK
www.mpoin.com

Read More
Articles, Travelling

Kutub Utara, Bertemu Santa Claus…di Santa Claus Village.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kutub Utara, Bertemu Santa Claus Official.

Akhirnya tiba di airport kecil Rovaniemi, setelah 2 malam kami mengunjungi Helsinki. Semua penumpang adalah turis yang sedang liburan. Rombongan kami ada 26 orang termasuk Tour Leader.
Aneka hiasan natal terpampang di sana. Di tempat ban berjalan saat menanti bagasi, di atasnya langit-langit nampak deretan kereta rusa Santa Claus. Sementara di tengah antara ban berjalan, bertengger boneka- boneka khas Natal.

Musim dingin pada akhir Desember di perbatasan eropa dan kutub utara, terang mulai muncul sekitar pukul 10.00 pagi dan pukul 15.00 sudah mulai gelap kembali. Seluruh pepohonan tertutup butiran salju. Hanya pohon cemara yang masih berdaun. Pohon-pohon lainnya hanya tinggal batang yang berwarna putih tertutup butiran salju.
Menikmati pemandangan nyata yang selama ini hanya saya lihat di kartu Natal.

Aktivitas pertama, mengendarai Snow Mobile, seperti motor yang memiliki dua kaki tambahan berupa pisau untuk berjalan di salju. Berbeda dengan pengalaman Snow Mobile di tempat lapang penuh salju tebal di iceland, kali ini Snow Mobile berjalan di tengah hutan cemara. Melewati pondok -pondok kecil yang berselimutkan salju. Sensasi yang berbeda.

Setelah makan siang, kami menikmati kereta yang ditarik rusa bertanduk seperti Santa Claus. Rusa-rusa cantik ini cukup jinak. Setiap selesai mengantar tamu berkeliling, diberi hadiah rumput khusus kesukaannya, Reindeer Moss nama rumputnya, bagaikan coklat bagi rusa. Rusa-rusa dengan tertib menarik kereta para tamu. 1 kereta maksimal diisi 2 orang.
Akhirnya mimpi terwujud… Asyik sekali.

Tujuan berikutnya adalah mengunjungi Santa Claus Village, rumahnya Santa yang resmi. Sudah ditetapkan bahwa di dunia ini hanya di sinilah rumah Santa yang official. Konon jika ada anak-anak yang mengirimkan surat tanpa alamat lengkap, akan di kirim ke alamat ini. Mereka meminta berbagai hal yang diinginkan pada Santa. Dalam dongeng, Santa akan masuk ke rumah-rumah melalui cerobong asap sambil membawa hadiah.

Santa Claus Village cantik sekali. Ada resto, bar, toko-toko souvenir dan cottage untuk para tamu.
Yang sangat penting, ada pembatas cantik yang menunjukkan batas antara Eropa Utara dengan Kutub Utara. Di bagian atasnya dipasang segaris lampu berwarna biru, sebagai pembatasnya. Begitu melewati batas tersebut, berarti sudah masuk ke wilayah Artic Circle, Kutub Utara.
Kami mendapat Sertifikat sebagai bukti telah memasuki Kutub Utara.

Selain itu, tentu saja ruang kerja Santa di mana para tamu dari seluruh dunia ingin bertemu dan foto dengan Santa. Presiden China, Xi Jinping juga foto di tempat yang sama dengan Santa.

Antrian untuk bertemu Santa sangaaatt panjang. Kami berbaris melewati lorong berkelok-kelok dengan berbagai hiasan, agar para tamu tidak bosan. Crew cantik & tampan yang melayani memakai berbagai atribut natal.
Akhirnya, tibalah kesempatan untuk bertemu dan bersalaman dengan Santa.

“Oi… Tangan Santa halus sekali…,” Komentar seorang teman

Wow betul juga.
Tidak semua bisa bertemu dengan Santa. Harus booking dan ditentukan jamnya. Kami menunggu hingga 1.5 jam.
Berjuta-juta orang datang mengunjungi Santa, terutama saat musim Natal, merealisasikan mimpi masa kecil. Ada getar-getar unik tersendiri yang dirasakan…
🙂

Dare to live the life you have dreamed for yourself. Go forward and make your dreams come true.-Ralph Waldo Emerson

Beranilah menjalani hidup yang telah Anda impikan untuk diri Anda sendiri. Maju dan wujudkan impian Anda.-Ralph Waldo Emerson

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK PEDULI
KESEHATAN TERBAIK
www.mpoin.com

Read More
Articles, Travelling

Kutub Utara – Teman Yang Membawa Naik Atau Turun?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kutub Utara-Teman Yang Membawa Naik Or Turun?

Saat tulisan ini dirangkai, saya di dalam pesawat menuju Helsinki, Finlandia.
Kami akan berlibur ke Santa Claus Village. Lapland, demikian istilahnya untuk daerah Finlandia utara. Masuk Artic Circle, lingkar kutub utara. Kami akan memperoleh sertifikat, bukti sudah pernah menginjakkan kaki ke Kutub Utara.

Sudah lama sekali saya ingin mengunjunginya. Bisa bertemu ‘Santa Claus’, mengirim kartu pos dan naik kereta yang ditarik oleh sekumpulan rusa seperti gambar di kartu natal. Tetapi belum juga kesampaian.

Mengapa?
P. Indra menolak pergi ke tempat yang terlalu dingin.:-)

Di sana bisa -20 sampai -30 derajat celcius pada bulan Desember.
Karenanya, ke Iceland & Greenland pun kami memilih saat musim panas. Dan cuaca masih sekitar -5 sampai 7 derajad celcius.

Tahun lalu sahabat kami Niti & Ros mengunjungi rute ini, Santa Claus Village.

“Kamu harus ke sana. Bagus sekali. Yang lebih menarik lagi, tur ini banyak aktivitas. Tidak hanya naik kereta yang ditarik rusa, tetapi juga kereta yang ditarik anjing husky (dog sledding), main Snow Mobile dll. Tempat yang dikunjungi juga unik. Menginap di Small Glass Igloo seperti rumah orang Eskimo”, ujar Niti & Ros.

Wow… Hati ini menggebu-gebu ingin ke sana. Lalu bagaimana dengan kostumnya supaya tidak kedinginan?
Niti & Ros memberikan saran-saran yang aplikatif. Masalah dingin berarti sudah bisa diatasi.
Kalau Niti & Ros berhasil, tentunya kami hanya mengikuti jejaknya bukan?

Mulailah berburu tur … kami suka jalan sendiri tapi rute ini dengan 5x domestic flight, lebih efisien dengan tur.

Ternyata tidak semudah yang saya pikirkan semula.
Pertama , saya agak terlambat booking, hanya 3 bulan sebelum tanggal keberangkatan.
Rupanya banyak yang booking sejak awal tahun.
Ke dua, ternyata tidak semua igloo yang didatangi berupa small glass igloo yang bulat full kaca.
Sekarang banyak Igloo Modern, yang satu sisinya dinding atau kayu dan hanya separuh yang kaca.
Niti segera mengirimkan video small glass igloo yang harus dipilih.

“Harus yang seperti ini. Jauh-jauh ke Lapland kan cuma sekali, sekalian yang unik, Small Glass Igloo.”

Kebanyakan tur pakai igloo modern. Ada yang small glass igloo tapi sudah full atau waktunya pendek sekali, 11 hari. Ada flight yang berangkat pk.06.00 berarti harus bangun jam 3 subuh. Rasanya terlalu lelah, acara padat sekali.

Sempat putus asa, saya hanya berkata,
“Kalau Tuhan ijinkan, pasti bisa dapat tur yang pas. Jika tidak, yach… Berangkat tahun depan saja.”

Akhirnya, kami dapat tur 13 hari dengan Small Glass Igloo dan acaranya cocok dengan keinginan. Bonus tambahan aktivitas naik ATV.

Pelajarannya:
1. Teman yang baik dan berkualitas akan membawa kita naik ke tempat yang tidak bisa kita capai, tanpa mereka.
Karena Niti & Ros, kami mampu mengalahkan ketakutan dan merealisasikan impian.

2. Kalau kita betul-betul menginginkan sesuatu, meski banyak hambatan, namun tepat pada waktunya, Tuhan akan membuatnya tercapai.
God is good all the time.

*Good friends help you to find important things when you have lost them…your smile, your hope and your courage – Doe Zantamanta*

*Teman baik membantu Anda menemukan hal-hal penting ketika Anda kehilangan mereka … senyum, harapan, dan keberanian Anda – Doe Zantamata*

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK PEDULI
KESEHATAN TERBAIK
www.mpoin.com

Read More
Articles, Travelling

Kumsusan Palace of the Sun.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kumsusan Palace of the Sun.

“Lhah… Kisah Korea Utaranya habis? Masa cuma segitu?,” Komentar beberapa teman yang membaca Seruput Kopi Cantik.

“Nanti kepanjangan bosan pembacanya. Masa cerita travelling terus? Ada satu lagi yang unik sich. Oke, tak tulis ya…”

Salah satu benda yang wajib dibawa ke Korut adalah baju resmi, disarankan batik, dan sepatu sopan karena kami akan mengunjungi
Kumsusan Palace of the Sun, tempat jasad Presiden Kim Il Sung dan Jendral Kim Jong Il disemayamkan.

Mengapa Batik? Karena P. Anton promosi kepada mereka bahwa inilah Baju Nasional Indonesia.
Saya dan P. Indra mengenakan Batik Sarimbit- batik dengan corak sama/kembaran- sehingga menarik perhatian pengunjung lainnya.

Tiba waktunya berkunjung, semua tas dan HP harus diserahkan pada tempat penitipan. Suasana tegang. Tidak ada seorang pun yang tersenyum. Pemeriksaan sangat teliti.

Dengan pengawalan yang ketat kami berbaris melewati foto dan lukisan ketika Presiden bertemu dengan pemimpin-pemimpin negara lain, menuju ruangan di mana jasad Presiden Kim Il Sung disemayamkan dalam kotak kaca. Presiden berbaring dengan kepala beralaskan bantal khas Korea dan diselimuti bendera negara.

Sebaris demi sebaris kami bergantian maju. Mula-mula membungkuk memberi hormat dari bagian kaki, lalu berbaris lagi memberi hormat dari samping kiri. Lanjut berjalan melewati bagian kepala, berbaris memberi hormat dari sisi kanan.

Dari ruangan Presiden, kami melewati pula foto dan lukisan Jendral Kim Jong Il menuju ruangan tempat jasadnya disemayamkan. Dengan cara yang sama kami berbaris memberi hormat.

Lalu kami memasuki ruangan-ruangan museum di mana berbagai penghargaan, ijasah, medali yang diperoleh Presiden dan Jendral dari manca negara dipamerkan. Ada foto Presiden Kim Il Sung dengan Presiden Sukarno. Rupanya hubungan Indonesia dengan Korea Utara di masa lalu sangat baik. Bahkan Presiden Sukarno memberikan hadiah anggrek langka pada Presiden Kim Il Sung dan memberi nama jenis anggrek ungu cantik itu dengan nama Anggrek Kim Il Sung, yang menjadi kebanggan warga Korea Utara.

Yang unik, meski dulu Korut bermusuhan dengan Amerika, tetapi Presiden Kim Il Sung mengantongi ijasah dari Kensington University, California.

Museum yang berdiri di tanah seluas 10.700m2, dilengkapi dengan peta elektronik, yang menunjukkan berapa negara yang sudah dikunjungi baik oleh Presiden mau pun Jendral. Demikian pula di dalam negeri, berapa banyak yang dikunjungi. Mobil-mobil anti peluru Presiden hingga gerbong kereta api yang digunakan Jenderal pada akhir hidupnya dipajang. Jendral meninggal saat sedang bekerja di kereta api dan gerbong kereta api itu ditata persis keadaan sesungguhnya termasuk dokumen-dokumen yang baru ditanda-tangani, sesaat sebelum beliau wafat.

Halaman Kumsusan Palace sangat luas dan indah. Dilengkapi dengan patung-patung yang indah, sungai dan hamparan rumput yang bersih serta pepohonan yang asri.

Banyak teman-teman yang bertanya, apakah ada orang beragama di korut?
Kristiani dan Muslim sama sekali tidak ada. Orang Budha ada sedikit. Lebih pada budaya leluhur generasi tua. Ada 1-2 Vihara dengan Biksu tapi lebih untuk turis, demikian info tour leader.

‘I am the master of my destiny’-Akulah penguasa takdirku, adalah prinsipnya.
Mereka menghormati para pemimpin bak Dewa dan percaya bahwa baik Presiden mau pun Jendral, meski mereka sudah wafat, tetapi tetap mengawasi dan mengayomi bagaikan matahari yang akan terus bersinar.

Yang saya kagum, meski patung Presiden dan Jendral di lapangan terbuka, tour leader selalu mengingatkan, foto dilarang pakai gaya-gaya seperti jempol, peace dll. Harus dalam sikap tegak dan hormat. Jika mengambil gambar baik patung mau pun lukisan atau foto para pemimpin, harus utuh. Tidak boleh patung berdiri tegak seluruh badan, lalu hanya difoto setengah badan.
Perjalanan ke Korut mengajarkan saya bagaimana cara menghormati & disiplin.

Perpecahan Korut dan Korsel, karena perbedaan politik, membuat banyak keluarga terpisahkan. Sekarang diusahakan kesempatan untuk bertemu pada saat khusus, tetapi tergantung kesepakatan politik juga. Sungguh menyedihkan!

Belajar dari Korea, Mari kita jaga persatuan negara Indonesia dengan dasar Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Where there is unity there is always victory.-Publilius Syrus

Di mana ada kesatuan selalu ada kemenangan.-Publilius Syrus

 

YennyIndra

TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK PEDULI
KESEHATAN TERBAIK
www.mpoin.com

Read More
Articles, Travelling

Internet & Delegasi Indonesia

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

 

“Hah… Ga ada internet? Serem…”, Ujar seorang teman tau saya ke Korut ga ada internet. Bagi banyak orang, rupanya ga ada internet seolah terputus dengan dunia.

Begitu bertemu dengan local guide kami, Ms. Kim ada informasi gembira. Ada internet di Korut.
Harganya?
Bisa bayar dengan Euro 200, setara Rp. 3.400.000 atau bayar dengan RMB 1.400 setara dengan Rp 3.080.000.
Yang mengagetkan hanya dapat kartu plus internet 50MB …. Oh…
Kapasitas segitu di Indo bisa habis dalam sehari tuh.
Tapi bisa untuk whatsapp, google dll. Berbeda dengan China di mana whatsapp, google, youtube di blocked.

Dengan berat hati, ada 5 orang yang bersedia beli. Daripada ga bisa kerja. Terpaksa… Apa boleh buat !?!?
Ternyata stok kartu di airport hanya 3 biji. P.Indra beruntung mendapatkannya.

Dalam sehari 50 Mb sudah hampir habis. Ach ternyata WA masuk juga mengurangi kapasitas, segera P. Indra left dari grup yang sangat aktif.

Ternyata sudah lewat 50Mb koq tetap jalan? Bahkan sudah lewat 100mb. Lalu di check di Data Usage tertulis data yang sudah terpakai, dan di bawahnya ada tulisan 0- 2 Gb.
Apakah kapasitasnya 2Gb? Kalau 2Gb, seminggu juga ga habis.

Sambil breakfast P. Indra menyalakan mobile hotspot, berbaik hati memberi saya dan beberapa teman ijin untuk pakai internetnya.
Apa yang terjadi?
Dalam sekejap sudah lewat 121mb dan STOP… Oh internet langsung mati!

Terpaksa deh top up data lagi. RMB 500 setara Rp 1.100.000 untuk sekitar 500 mb.
Data ini cukup hingga kami pulang.
Total habis 4 juta lebih u internet

P. Anton bertemu dengan siapa pun dari manager hotel, manager restaurant hingga pejabat di tempat yang dikunjungi mengusulkan agar turis bisa beli internet seharga 20 Euro gapapa, asalkan dapat 2Gb atau unlimited.

Yang heboh, ketika kami mengunjungi museum cendera mata di Gunung Myonghyang, P. Anton Thedy dipersilakan untuk membuka pintu utama dengan ukiran mewah seberat 4 ton. Bak pejabat yang memimpin delegasi Indonesia datang ke Korut.

Rupanya rombongan kami adalah rombongan terbesar yang pernah datang ke Korut, sebanyak 28 orang. Sebelumnya hanya 2-4 orang, semua di bawah 10 orang. Segera dengan penuh semangat P. Anton Thedy menjanjikan mulai bulan Maret tahun depan, TX Travel akan mengirimkan puluhan grup ke Korut. Wow…

Berulang kali P. Anton menjanjikan hal yang sama di berbagai tempat, TX Travel akan kirim minimal 3 grup perminggu ke Korut.

“Apa bisa? Bukankah Indonesia negara miskin?”, tanya manager hotel di Pyongyang.

Rupanya dalam pandangan mereka, Indonesia itu negara miskin, bahkan lebih miskin dari Vietnam.
Ketika P. Anton menjelaskan tentang Indonesia, sang manajer bertanya lagi,
“Mengapa orang-orang Indonesia kalau memang kaya, semua ke Kasino tetapi tidak ada seorang pun yang main judi?”

Hahaha…Tentu saja! Karena di Kasino ada Wifi gratis, jadi semua orang betah di sana main WA.
Orang Indonesia koq dilawan…. wkwkwk..

Most of the mistakes in thinking are inadequacies of perception rather than mistakes of logic.-Edward de Bono

Sebagian besar kesalahan dalam berpikir adalah kesalahan pada persepsi daripada kesalahan logika.-Edward de Bono

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK PEDULI
KESEHATAN TERBAIK
www.mpoin.com

Read More
1 10 11 12 13 14 15